Naomi

Naomi
pengumuman



Hay Hay Hay Ayu kasuma kembali dengan cerita baru ni guys


yuk guys ramaikan baca nya jangan sampai ketinggalan cerita barunya


jangan lupa juga tinggalin jejak kalian ya like, komen, serta ikutin akun Ayu kasuma 2 nya


biar kita seru seruan barang baca ceritanya dan Mimin juga semangat bikin cerita baru


judul : 365 hari



Nayra Harlinka



Sandito Prawijaya



Nana Rasrika


itu para pemeran cerita nya


Mencintai adalah suatu anugerah terindah bagi setiap manusia tapi kenapa ada cinta yang bertepuk sebelah tangan


Nayra Harlinka atau nayra mencintai Sandito prawijaya atau dito tetangga yang menjadi idolanya namun kenapa Sandito malah mencintai Nana rasrika kakak perempuan Nayra


hati nayra hancur di tengah keterpurukan karna patah hati musibah lain menimpa nya membuat nayra gadis yang ceria menjadi pendiam


yang pengen tau ceritanya gimana silahkan baca ya


################################


" bang dito bang dito " suara cempreng yang berasal dari pagar samping rumah nya membuat sang lelaki yang tengah mencuci motor geram


pasalnya bukan kali ini saja ia menganggu sudah sering kali ia mengangguk apa apa saja yang ia lakukan agar menarik perhatian nya


" apalagi nayra " sahutnya dengan menahan amarah


" ini bang ada oleh oleh dari bunda " sahutnya dari sebrang pagar dengan memberikan bungkusan plastik


Dito lelaki yang tengah mencuci motor itu menghela napasnya


melangkah dengan senyum yang di paksakan karna tak ingin membuat hati nayra sedih


" makasih nayra " sahutnya dengan mengambil plastik yang di berikan nayra


" sama sama bang, ngak bukak pagarnya dulu gitu ?" tanya nayra yang langsung di jawab gelengan dari dito


nayra mengangguk" ok, di makan ya bang" teriak nayra ketika melihat dito masuk ke dalam rumah


" sudah di kasih nay " tanya wanita yang sudah tak mudah lagi namun masih cantik


" sudah bun, bunda untuk nayra mana ?" tanya nya ketika tiba di meja makan


" itu " tunjuknya pada piring yang terletak tak jauh dari nayra


piring yang berisi semua jenis kue dari kue kukus, kue cubit, kue klepon semuanya ada


" bunda nayra nanti bisa kuliah di tempat mba nana ?"


wanita yang di panggil bunda itu menoleh " Lo kamu kan baru masuk kelas 3 nay lagian emang sanggup jauh dari moci ?" tanya nya


nayra menghela napasnya" moci ngak bisa ikut ?"


" ya ngak bisa nay kan mba nana tinggal di asrama yang mana banyak orang nya beda kalau tinggal di apartemen " jelasnya lagi


" atau nay mau tinggal sama bude aja di sana ? kan enak ada bagas juga "


nayra mengeleng " ngak mau bagas suka jail bun, bunda nanti nayra beli apartemen aja ya bun bilangin sama ayah"


" hemm kamu ini iya nanti ya coba bunda bilangin sekarang kamu pokus sekolah aja dulu jika udah lulus baru kuliah"


Nayra harlinka anak kedua dari herli dan ika gadis yang baru 2 hari menjadi siswi kelas 3 di salah satu SMA negeri jakarta


nayra terbilang gadis yang cerewet dan aktif di sekolah apalagi dengan suara cempreng yang menjadi ciri khas dari seorang nayra


" lo kalian udah makan ?" suara herli membuat keduanya menoleh


" iya kenapa yah ?" sahut ika


" ayah mau ngajak makan di luar " sahut herli lagi


nayra langsung beranjak dari tempat duduknya " ngak ya nay baru nyicip aja "


keduanya terkekeh geli melihat tingkah nayra yang langsung gercep ketika di ajak makan di luar


" yaudah sana ganti baju ayah tunggu "


Nayra langsung gesit menuju kamarnya mengganti baju, tak butuh waktu lama untuk nayra ia langsung keluar kamar lagi


" sudah siap " tanya herli


nayra mengangguk antusias


mereka langsung keluar untuk makan di salah satu restoran yang terkenal di jakarta


belum selesai makan mereka deringan ponsel di saku herli membuat nya terpaksa mengangkat


" Alhamdulillah, akhirnya anak ayah wisuda juga"


" iya nak akan ayah sampaikan pada bunda dan adekmu ya"


" iya iya baikla "


" apa itu mba nana " herli melihat nayra langsung mengangguk


" mba mu sudah sidang tinggal wisuda " jelas herli lagi


" ahh nayra boleh ikut ke bandung " tanya nya dengan antusias


" boleh dong kenapa ngak " sahut ika dengan senyum


.


.


.


pagi ini nayra kembali beraktivitas seperti biasa mandi sarapan dan berangkat ke sekolah namun ia tak perna melewatkan melihat dito yang tengah memanaskan mesin mobilnya


" Lo nay belum berangkat?" tanya herli yang datang dari dalam rumah


" ini mau berangkat ayah cuma lagi pasang sepatu aja " sahutnya dengan senyum


" yaudah ayah berangkat duluan ya " nayra mengangguk lalu menyalami sang ayah


" lah bang dito udah pergi "


badan nayra langsung lesu karna tak mendapati mobil dito lagi


Sandito prawijaya atau dito anak tetangga yang selalu menjadi daya tarik untuk nayra semenjak kepindahannya 1 tahun lalu nayra selalu mencuri curi pandang padanya namun karna propesi dito yang menjadi seorang dokter membuat nayra butuh banyak waktu untuk mendekatinya karna dito selalu menghabiskan waktu di rumah sakit


tak ingin memikirkan dito nayra langsung memasuki mobilnya menuju ke sekolah


setibanya di sekolah nayra menatap kesal karna tempat parkirnya nya selalu di salip talita gadis yang selalu mencari gara gara padanya


nayra melihat jam di tangga nya sebentar lagi lonceng jika ia marah marah akan memakan waktu lama dengan terpaksa ia memilih parkiran lain


" oh waw ada angin apa ni seorang nayra harlinka datang tampa meributkan tempat parkir "


suara talita menyambut nayra ketika membuka pintu mobil


" gue males tiap hari ribut sama kuntilanak" sahut nayra cuek


" loe ngatain gue kuntilanak hah ?" tanya talita dengan kesal


" gue ngak bilang loe kok gue cuma bilang males ribut sama kuntilanak ya kalau loe merasa bukan salah gue dong " jawaban nayra membuat talita kesal


" sebentar lagi lonceng loe mau kena hukuman?" tanya nayra ketika talita akan membalas ucapannya


" ehhh awas loe nayra " sahutnya lekas pergi


nayra mengeleng pelan lalu ikut menuju ke kelas untuk mengikuti pelajaran


"nayra" panggilan dari sebelah kanan membuat nayra lekas ke sana


" ni " ucapnya dengan memberikan semangkok bakso


" oh my heart makasih baksonya" nayra langsung mengambil bakso yang di berikan vera


"uuhh manja banget bakso aja harus di pesenin ngak mandiri "


cibir talita yang duduk di belakang mereka


" udah jangan di dengerin" sahut rani dengan menggenggam tangan nayra


nayra mengangguk lalu kembali melahap baksonya namun di kunyahan kedua seketika membuat kepalanya sedikit pusing bahka ia memejamkan mata karna menahan sakit kepalanya


" nay loe kenapa ?" tanya vera yang melihat nayra tak seperti biasanya


" ngak papa kok " sahut nayra dengan menahan sakit kepalanya


" nayra mengeleng pelan lalu membuka matanya walaupun masih sedikit pusing tapi tak ia hiraukan


" makan gih abis itu kita minta obat di UKS" sahut vera yang di anguki rani


" gue ke UKS sekarang aja deh " sahut nayra yang tak tahan menahan pusingnya


" yaudah kita anter "


Rani dan vera langsung sigap mengantar nayra ke UKS bahkan ejekan talita pun tak nayra hiraukan


" jadi gimana mba ?" tanya vera ketika dokter penjaga selesai memeriksa nayra


" nayra udah di kasih obat jika pusingnya masih kalian ajak ke rumah sakit yang sekarang biarin dia istirahat dulu "


keduanya mengangguk mendengar ucapan dokter ana pengajaran UKS


" kita ke kantor aja izinin nayra nanti keduluan nenek sihir bisa berabe " ucap rani


" yaudah yuk "


keduanya langsung menuju ke kantor untuk mengizinkan nayra yang tidak sehat dan sekarang nayra masih berada di UKS sekolah