Naomi

Naomi
eps 13 dendam



naomi menghentikan langkahnya ketika mendengar deringan ponsel di sakunya


" hallo bu kiki " sahut zalwa ketika panggilan tersambung


" naomi naomi tolongin saya saya di kampus naomi tut tut tut" sambungan langsung terputus


naomi yang merasa aneh mencoba menghubungi bu kiki namun nomor hp bu kiki tidak aktiv


" aneh banget ?" sahut naomi dengan binggung


" kenapa ?" tanya desi yang datang dengan membawa kopernya


" em ini bu kiki mintak tolong tapi nomor nya udah ngak aktif" jelas naomi


" Bu kiki dosen itu ?" tanya desi


naomi mengangguk


" kayaknya loe harus kesana deh takut aja terjadi apa apa gitu sama dia " sahut desi lagi


" iya gue ke kampus dulu loe kalau mau ke bandung nanti gue susul ok " sahut naomi dengan mengambil kopernya


" ni kunci mobilnya " naomi langsung mengambil kunci di desi dan pergi menuju kampus trisakti


" la si naomi mau ke mana ?" tanya tomi yang datang dengan membawa air mineral


" kampus trisakti"


" la kita ngak jadi ke bandung?" tanya tomi


"jadi nanti naomi nyusul " jelas desi


" untuk belum beli tiket, yaudah gue beli tiket dulu " sahut tomi dengan meninggalkan desi


.


.


.


setibanya di parkiran naomi melihat mobil reza yang terparkir di parkiran ia lekas masuk ke kampus namun ia merasa aneh jam 2 sore kenapa kampus sepi


" tumben sepi biasanya ramai jam segini " ucap naomi pada dirinya sendiri


naomi menaiki tangga ketika baru beberapa anak tangga kakinya di cekal oleh sebuah tanggan yang penuh darah


" jangan jangan " naomi berusaha menarik kakinya namun tak bisa


" lepas lepas ahhhh aw..."


buk....


tubuh naomi terhantam ke lantai membuat badanya sakit


" jangan jangan jangan jangan jangan" beberapa suara muncul membuat telinga naomi sakit


" diam diaaaam " teriak naomi dengan menutup telinganya


" hahahhahaha hahahaha"


naomi berusaha berdiri namun suara yang memekakkan telinga membuatnya pusing


naomi berjalan terhuyung-huyung menuju pintu keluar kampus


namun andriana muncul " ayo naomi kiki dalam bahaya"


" jangan naomi" cegat indriana


" jangan libatkan naomi andriana " indriana mendorong andriana hingga terbentur ke dinding


indriana mencekik leher andriana " apa ini enak "


naomi mengeleng " ngak loe gila ini sodara loe "


brak .....


lagi lagi naomi terlempar


" hahahahahahhahahahahah" suara tawa itu kembali terdengar


" naomi " panggil andriana parau


andriana mencoba mendorong indriana namun ia tak kuat lagi


" naomi jika kamu masuk maka selanjutnya adalah kamu " sahutnya dengan memperingati naomi


" pergi pergi sekarang " tubuh naomi kembali terlempar keluar dari gedung hingga menabrak pohon yang ada di luar


" uhuhkkkk..."


naomi memuntahkan darah dari perutnya


" naomi naomi" panggil reza yang baru datang entah dari mana


" naomi kamu kenapa ?" tanya reza dengan khawatir


" naomi kamu bertahan saya akan bawah kamu ke rumah sakit "


naomi tak dapat menjawab ucapan reza badan yang remuk serta sesak membuatnya seketika hilang kesadaran


Reza dengan sekuat tenaga memasukan naomi ke dalam mobilnya lekas membawa naomi ke rumah sakit


.


.


.


.


" gimana keadaan naomi dok ?"


dokter itu melihat reza " kita hanya berdoa semoga pasien cepat pulih" sahutnya dengan senyum


lalu pergi meninggalkan reza


Reza melihat naomi dari kaca pintu ia melihat sendiri ketika naomi memuntahkan darah seketika rasa khawatir itu muncul ia tak ingin naomi terlibat lagi dengan urusan andriana


" selamat sore " sapa reza pada bik mira yang tengah menyapu halaman


" eh iya sore den cari non naomi tapi non naomi ngak ada dia pergi ke bandung " jelas bik mira


" em begini bik ada yang mau saya omongin tentang naomi tapi ibunya ada ?" tanya reza


bik mira mengeleng " tadi siang nyonya ke bali ada apa ya den ?" tanya bik mira


" em begini bik saat ini naomi sedang berada di rumah sakit _"


" non naomi kenapa ?"


" saya tidak bisa menjelaskan di sini bik sebaiknya kita langsung ke rumah sakit aja " bik mira mengangguk lalu mengunci pintu rumah


" ayok den " reza langsung mengikuti bik mira yang masuk ke mobil


setibanya di rumah sakit mira kaget melihat naomi yang bernapas mengunakan oksigen sedangkan badanya di balut perban putih


" den non naomi kenapa ? tadi dia pamit ke bandung sama desi " tanya mira lagi


" saya ngak tau pasti bik saya lihat naomi sudah jatoh dan memuntahkan darah saya langsung membawah nya kemari " jelas reza


" desi mana ?" tanya bik mira lagi


Reza mengeleng" saya melihat naomi sendiri di kampus tidak ada orang "


bik mira melihat reza " di kampus?"


" iya kampus trisakti " sahut reza lagi


" permisi den saya hubungi desi dulu " bik mira keluar ruangan untuk menghubungi desi


Reza mengambil hpnya yang bergetar di saku


" ya dava " sahut reza


" ke kampus sekarang za " sahut dava


" ngak bisa saya di rumah sakit " sahut reza lagi


" ini penting tentang kiki " mendengar nama kiki reza langsung keluar


" tunggu saya " sahutnya lalu mematikan hp


" bik saya ke kampus dulu titip naomi " sahutnya yang langsung pergi tampa menunggu jawaban bik mira


setibanya reza di kampus ia kaget karna beberapa mobil polisi serta para dosen juga ada di sana


" Reza " panggil dava


Reza lekas mendekati dava " ini kenapa ?" tanyanya


" kiki di temukan meninggal di ruangannya " sahut dava membuat reza kaget


" bukannya kiki sama kamu ?" tanya reza


" iya tadi gue tinggal beli makan pas balik dia udah meninggal di temuin sama pak rudi " sahut dava


Reza melihat pak rudi yang sedang di mintai keterangan dari polisi


setelah polisi membawa jazad kiki dan minta keterangan dari beberapa dosen mereka langsung pergi


" siapa yang sakit ?" tanya dava ketika mereka berjalan mengikuti polisi


" naomi"


" naomi sakit apa ?" tanya dava lagi


" panjang ceritanya nanti saya cerita" sahut reza lekas masuk ke mobil


.


.


.


.


tiga hari di rumah sakit keadaan naomi sudah lebih baik ia juga sudah bisa makan nasi biasa desi juga memutuskan untuk pulang ke jakarta yang belum tau hanya jenny dan ardan karna itu permintaan naomi


ia tak ingin banyak pertanyaan yang nantinya akan menyulitkan sendiri naomi hanya berharap orang tuanya tidak pulang dalam waktu dekat


" non mau makan ?" tanya bik mira dengan membawa nasi yang di antar kan desi


naomi mengeleng " nanti aja bik hp naomi mana bik ?" tanya naomi


bik mira memberikan hp naomi namun sayang hp itu dalam keadaan mati


" maaf bibik lupa cas " sahut bik mira


" permisi " sahut suara membuat keduanya melihat ke pintu


" masuk den silahkan" sapa bik mira dengan rama


" non ini aden yang bawa non ke sini " ucap bik mira dengan menunjuk reza


" makasih pak " ucap naomi


" sama sama "


" bik bisa tidak tinggalkan kami bertiga " tanya dava melihat bik mira


bik mira merasa binggung namun setelah melihat naomi ia mengangguk" iya baik saya permisi "


dava langsung menutup pintu kamar naomi


" ada yang ingin di tanyain ?" tanya naomi


" kiki meninggal " ucap reza membuat naomi kaget


" meninggal kenapa ?" tanya naomi lagi


" kami semua belum tau penyebabnya tapi hari kiki meninggal bersamaan dengan kamu yang luka di depan kampus " ucap reza lagi


jangankan naomi dava juga kaget mendengar ucapan reza