Naomi

Naomi
eps 19



" jadi loe bisa liat hantu ?" tanya dava dengan kaget


" mas ini suatu keajaiban dunia" sahut evan dengan antusias


" tutup aja mas jangan bikin pusing " sahut gilang


" ngapain ini tu anugrah terindah dari tuhan jangan di sia siakan" ucap evan


" anugrah anugrah ini tuh musibah " kesal gilang


" musibah kenapa ?" tanya dava


" musibah la nanti dia bikin gue parnoan tiap hari " sahut gilang


" alah bilang aja takut, jangan di tutup mas bila perlu kembangin terus " sahut evan dengan senyum girangnya


" emang gimana ceritanya loe tiba tiba bisa liat hal begituan ?" tanya dava pada reza


" semuanya karna naomi " sahut reza


" naomi?" ucap mereka bertiga kaget


Reza mulai menceritakan awal mulanya, mulai dari ia ke rumah dava bersama naomi hingga diminta naomi mengoleskan minyak dan sekarang


" apa naomi masih ada tu minyak ?" tanya evan


" emang mau buat apa ?" sahut gilang


" biar gue coba juga " sahut evan dengan memainkan alisnya


" naomi pasti punya maksud tertentu kenapa dia bikin loe gini " sahut dava


Reza menceritakan apa yang ia temukan di rumah pak rudi


" apa ini karna pak rudi ? tapi masa iya pak rudi gitu ?" tanya dava kaget


" saya juga ngak percaya tapi saya liat sendiri " sahut reza


" mas itu artinya minyak itu beneran ampuh liat arwah " sahut evan


" mau coba ?" tanya reza


" mas bisa ajak naomi ke sini ?" tanya gilang


.


.


.


.


.


" gue ngak akan di eksekusi mati kan " tanya naomi dengan melihat ke empat lelaki di depannya


" minyak loe masih ada boleh minta" sahut evan membuat nya langsung dapat jitakan dari gilang


" kita mau nanya masalah loe yang kasih reza minyak " sahut dava memperjelas


naomi mengangguk " iya kemarin dan terbukti sekarang dia bisa liat hantu "


" kenapa di kasih ke saya " sahut reza


" bukannya pak reza ngak percaya arwah atau hantu jadi biar percaya " sahut naomi dengan enteng


dava tersenyum mengangguk" bagus, tapi kenapa dengan rumah pak rudi ?"


" maksudnya?"


" loe kan ngajakin reza ke rumah pak rudi emang ada apa di sana " tanya dava


" apa kalian akan percaya sama apa yang akan gue ceritain?" tanya naomi dengan melihat mereka


mereka kompak mengangguk


" mungkin jadi petunjuk sih " dan naomi mulai menceritakan semua yang ia lihat di rumah pak rudi


" apa loe juga liat za ?" tanya dava


" iya " sahut reza


" tapi kenapa loe mengincar pak rudi?" tanya dava


" gue ngak ngincar pak rudi, cuma merasa aneh aja kenapa bisa ada hal yang begitu di jaman sekarang apalagi pak rudi dosen bahasa inggris kayak bertolak belakang la sama keahliannya " jelas naomi


" bukan karna andriana? atau arwah lainnya " tanya reza


" bukan lah tapi bisa terkait sih mungkin saling terhubung saya tidak tau apa yang terjadi sebenarnya tapi jika pak rudi melakukan apa yang saya pikirkan itu artinya dia dalang dari semuanya " sahut naomi


" gue sih rada curiga juga sama pak rudi tapi masa ia dia se nekat itu " sahut dava


" bisa jadi dia melakukan ritual " sahut evan


" ritual apaan ?" tanya gilang


" ni gue cari di internet ritual pembangkitan manusia dan tumbalnya rata rata gadis semua lagi " sahut evan lagi


" percaya loe ?" sahut gilang tak habis pikir


" ye pak rudi bisa jadi contoh nya " sahut evan lagi


" tapi siapa yang mau dia bangkitkan?" tanya dava pada reza


" anaknya masih hidup " sahut reza membuat dava mengangguk


" bisa jadi iya bisa jadi tidak tergantung keahlian sih tapi apa pak rudi bisa liat arwah?"


" kayaknya ngak bisa " sahut reza


" kalian bisa kan bantuin gue nyari tau siapa tau itu bukan penunggu di sana " sahut naomi


" tapi kita kan ngak bisa liat hantu ?" ucap evan


" ngak deh kalian aja gue ngak mau " sahu gilang dengan mundur


" gue juga gue takut " timpal dava dengan meringis


naomi melihat reza dan evan " kalian ?"


" mending stop pokus ke kuliah aja " jawaban reza membuat naomi lesu


" belom mulai udah ngak mau semua "


" bener mending urusin kuliah baru semester awal jangan bikin pusing " sahut dava dengan mengambil remot tv


.


.


.


.


.


.


" jadi loe mau stop ?" tanya desi


" iya des kayaknya gue terlalu jauh terlibat sama tu arwah " sahut naomi yang kembali memikirkan ucapan pak reza


" bagus si loe bisa pokus kuliah juga kan " sahut desi


naomi mengangguk


setelah melewati ospek dan sebagainya kini naomi dan desi telah resmi menjadi mahasiswa trisakti jurusan pariwisata


" eh maaf pak " sahut naomi ketika ia tak sengaja menyengol lengan dosen lelaki itu ketika menempel kan sesuai di mading


" naomi ya ?" naomi mengangguk


" iya pak, bapak tau saya " tanya naomi


" cuma kamu dari SMA 25 namanya naomi, saya pak rudi " sahut pak rudi dengan mengulurkan tangannya


naomi melihat lelaki itu lekas mengangguk dengan terpaksa naomi menjabat tanggan dosennya itu seketika rasa panas menjalar ke tubuhnya


" kenapa ?" tanya pak rudi


naomi mengeleng " ngak pak " sahutnya dengan menarik tanggan nya


" kalau begitu saya permisi pak " sahut naomi lalu pergi


" apa dia tau sesuatu?" tanya seorang lelaki dengan mendekati pak rudi


" saya tidak tau, tapi dia harus terus kamu awasi bila perlu habisi jika berbahaya atau mengancam kita " sahutnya dengan senyum


" baik pak "


.


.


.


.


" naomi makan bakso yuk " ajak desi dengan menghampiri naomi di kolam samping rumah


" bakso di mana ? emang bik mira ngak ada ?" tanya naomi lagi


desi tersenyum " ibuk ke pasar jadi kita bebas"


naomi lekas berdiri " ayok " ajaknya


keduanya memutuskan makan bakso yang ada di dekat rumah selain enak harganya juga murah


" itu bukannya pak rudi ya" bisik desi ketika melihat lelaki yang ada di depan gerobak tempat mereka makan


naomi mengangguk " kayaknya beli bakso juga "


" tapi kok banyak banget eh dia ada ngajak arwah ngak ?" tanya desi membuat naomi melihat nya


" jangan liat gue liat di mobilnya " kesal desi dengan mendorong muka naomi agar melihat mobil pak rudi


naomi mengeleng lalu melanjutkan makannya


" tutu dia buka pintu " naomi melihat mobil pak rudi lalu melihat desi


" ada ngak ?" tanya desi tampa dosa


" nga ada " sahut naomi lalu kembali melahap makanan nya


" kok bisa ngak ada ya ?" tanya desi


" di mobil pak rudi emang nga ada tapi di warung depan banyak " kesal naomi


" is loe mah, eh tapi gue denger dari anak kampus pak rudi termasuk dosen yang misterius gitu " ucap desi dengan berbisik


" misterius gimana ?"


" anak sama istrinya ngak tau kemana masa iya masih bujang udah tua gitu "


" kirain apaan udah jangan mikirin gosip " sahut naomi dengan kesal