Naomi

Naomi
eps 38



" ini yang kalian bawa "


mereka kompak mengangguk


" seperti yang saya bilang pak ini anaknya , menurut informasi yang kami dapat anaknya ini bernama suci sebelum istri nya meninggal pak rudi sudah terobsesi untuk menghidupkan anaknya bahkan istrinya juga di jadikan tumbal agar anaknya bisa hidup " sahut salah satu dari mereka


ardan mengangguk " lantas bagaimana dia di kampus?"


" semuanya sudah beres, pak rudi sudah di non aktifkan secara perlahan tapi dia belum tau karna pihak kampus sudah saya minta untuk merahasiakan dulu, bahkan beberapa restoran yang ia miliki sudah mulai sepi seperti yang anda inginkan " jelasnya lagi


ardan tersenyum lalu mendekati raga tak bernyawa itu


" begitu malang masib mu nak memiliki ayah yang sudah gila " ucap ardan dengan memandang wajah suci


" sebagusnya kita apakan dia pak ?" tanya lelaki yang dari tadi di belakang ardan


" entahlah daka saya kasihan tapi jika di kremasi saya rasa rudi tidak akan menderita " jelas ardan


daka mendekati ardan " tapi jika tidak di kremasi sama saja jika kita menyiksa wanita itu pak "


ardan mengangguk


" lantas bagaimana dengan rudi?" tanya ardan lagi


" setelah pak rudi keluar rumah kami sengaja membuat nya sibuk dengan mengirim berkas kampus dan restoran yang merugi melalui email bisa di pastikan jika sekarang dia masih belum menyadari jika anaknya ada di sini " sahut daka lagi


ardan tersenyum" bakar rumahnya sekarang tapi buat semuanya seolah kecelakaan"


mereka saling pandang" sekarang pak ? "


" iya, kita lihat bagaimana cara dia menyelamatkan anaknya ini " ucap rudi dengan melihat mereka satu persatu


" jika dia bisa menyakiti anak saya, maka jangan salah kan saya jika membuat nya menderita " jelas ardan membuat mereka mengangguk


" baik pak akan kami laksanakan, kami permisi " sahut mereka lekas pergi dari sana


.


.


.


.


" jadi gimana mau tidur disini atau kita cari hotel ?" tanya cleo dengan rebahan di kasur naomi


" Tidur disini juga ngak pa pa banyak kok kamar tamu " sahut naomi


mika dan alexa saling pandang lalu melihat cleo


" Gimana ?" tanya cleo lagi


" Bokap nyokap loe kasih izin ngak kita nginep ?" tanya mika pada naomi


" Kalian dateng pakek izin ngak ? " pertanyaan naomi membuat mereka nyengir


" Udah tidur di sini aja nyokap bokap ngak akan marah kok, lagian gue mau kenalin kalian sama seseorang nanti dia ke sini " ucap naomi dengan mengetikan sesuatu dari ponselnya


Tak lama pintu kamar naomi terbuka


" Sini " ajak naomi


" Nah kenalin ini desi pacarnya evan dan desi itu mika itu cleo dan alexa" sahut naomi memperkenalkan mereka


Mereka saling jabat tanggan " seriusli ini pacarnya evan ?" tanya mika


Desi yang tau siapa mereka hanya mengangguk malas


" Oh my gost alexa cleo gue liat sendiri pacarnya evan " ucap mika dengan mendekati desi


" Gue bole peluk ?" tanya mika pada desi


Desi hanya mengangguk patuh


" Uhhhhhaaaaaa gue peluk pacarnya evan " teriak mika dengan melompat lompat membuat desi kewalahan menghadapi mika


" Mika mika udah udah " rerai alexa yang tau jika desi pasti merasa canggung


" Maaf maaf, gue begitu seneng loe bisa pacaran sama evan cowok cool dan berani gitu " naomi tersenyum mendengar ocehan mika


" gue alexa "


"gue cleo "


sahut mereka bergiliran


" naomi untung loe ingetin bawah desi ini sepupu loe kalau ngak gue ngak akan rela mereka punya pacar " sahut mika membuat desi bergidik ngeri


jadi jelas kenapa desi merasa minder tapi ia yakin evan akan setia dengannya


" desi maaf gue sempet ngak suka sama loe karna loe pacar nya evan tapi tenang gue ngak mau merusak persahabatan demi cinta kok " jelas mika membuat desi bisa bernapas lega


" gue ngingetin karna takut loe salah jalan " sahut naomi


" artinya naomi sayang sama loe mika, nah mangkanya itu loe harus inget cari yang singel aja " sahut cleo


" pasti " sahut mika lagi


" Oya jadi kita gimana nginep di sini atau ke hotel atau ke rumah sodar loe "


" emang mika ada sodara di jakarta?" tanya desi


" ada tapi udah lupa karna hampir 5 apa beberapa tahun ngak ketemu " sahut mika


"apa masih idup ?" tanya naomi yang langsung dapat jitakan dari desi


" sembarang aja kalo ngomong "


" maaf ngak sengaja "


" ngak tau semenjak anaknya di kabari sakit udah ngak ada kabar apa apa lagi bokap ama nyokap udah ngak mau ikut campur urusan mereka "


" yaudah sih nginep di sini dulu aja lagian kita ada temennya juga kan "


" yaudah gue mau beres kamar tamu dulu ya " ucap desi


" eh tunggu kita ikut bantuin" sahut alexa dan cleo tak lupa mika dan naomi juga ikut turun untuk membersihkan kamar tamu


.


.


.


" lo pak rudi belum pulang ?" tanya tono dengan masuk ke ruangan dosen


" belum pak masih ada kerjaan" sahut rudi yang masih berkutat dengan komputer di depannya


" oh iya pak mari saya mau patroli dulu" pamit tono yang hanya mendapat anggukan kepala


" bukannya pak rudi udah ngak ngajar lagi ya kok masih ada kerjaan" ucap tono dengan terus berjalan


" sudahlah mending terus patroli"


tak berselang lama suara tapak kaki yang berlari membuat tono menoleh ke belakang


" la pak rudi kenapa lari " karna penasaran tono langsung mengejar rudi yang berlari menuju parkir


" pak pak rudi, kenapa pak " tanya tono


" rumah saya pak kebakaran saya pulang dulu" tampa mendengar jawaban tono rudi langsung bergegas masuk ke mobil


" astaga ya robb lindungi pak rudi" sahutnya lekas kembali masuk ke dalam kampus


.


.


" apa sudah ada tanda tandannya dia datang ?" tanya ardan yang berada di dalam mobil


" sepertinya belum ada pak " sahut daka yang berjaga di luar mobil


" pak itu siapa ?" tanya daka dengan menunjuk dua lelaki itu


ardan menoleh ke arah tunjukan daka dua orang lelaki yang mencoba memadamkan api


" jangan rerai mereka, mereka berdua sama bodoh nya seperti rudi cukup kalian lihat saja mereka " kesal ardan dengan kembali melihat ke depan


siapa lagi kalau bukan dava dan reza yang pontang panting mencoba memadamkan api yang melahap rumah pak rudi


ardan hanya melihat keduanya yang terus membawa ember berisi air tampa ada yang membantu karna memang sudah ardan ingatkan untuk jangan ikut campur dalam urusan nya jika tak ingin bernasib sama


" pihak pemadam kebakaran sudah kalian hubungi?" tanya ardan lagi


" sudah pak semua yang ada di daerah sini sudah di hubungi semua "


ardan tersenyum " dak saya akan pulang berikan rekaman semua tampa terkecuali"


" baik pak kami akan berjaga di sini " sahut daka dengan sedikit menjauhi mobil


ardan menepuk pundak sopi meminta nya untuk menjalankan mobil