
" ada kabar tentang naomi?" tanya dava dengan duduk di dekat reza yang sedang makan siang
Reza mengeleng pelan
" loe ngak ada nanya dia kenapa atau ada yang dia tau tentang andriana? " tanya dava lagi
Reza mengeleng lagi
" dah la biarin toh andriana udah meninggal juga " sahut kiki dengan menuangkan kopi ke dalam cangkir
" kok ngomong gitu si ki bukannya dia sohib loe " sahut dava
" la terus gue harus nangis tiap hari gitu ? gue juga capek da ini tu andriana atau indriana ? orang tuanya juga tinggal di america masa kita mau kesana udah ikhlasin aja dia meninggal karna serangan jantung "
brakk...
tiba tiba beberapa buku yang terletak di lemari jatuh membuat kiki dava dan reza kaget
" bukan gue tu si kiki " sahut dava dengan berdiri menjauhi lemari buku
" dih ni anak palingan juga angin " sahut kiki sewot
brakk...
lagi lagi buku jatuh membuat ketiganya saling pandang
" gue ngak ikutan " sahut kiki dengan berjalan keluar dari partri
dava melihat reza yang masih melanjutkan makannya
" loe ngak takut za ?" reza melihat dava lalu melihat sekeliling partri
" kita juga ngak bisa liat kan udah biarin aja kita bukan naomi" sahutan reza membuat dava kesal lekas menghabiskan kopinya
" gue masuk dulu " sahut dava dengan pergi
Reza menoleh ke jendela ia tak takut jika itu arwah tapi ia khawatir dengan keadaan naomi apalagi semenjak kejadian waktu itu ia belum bertemu naomi lagi
kilas balik
" naomi naomi" seketika naomi sadar dan melihat reza
" pak reza?"
" ya"
naomi melihat jendela lalu melihat reza
" saya di mana ?" tanya naomi
Reza menghela napasnya " di uks tadi kamu pingsan dava yang bawah kamu ke sini "
" minum dulu " sahut reza dengan memberikan air
" saya harus pulang " sahut naomi dengan bergegas turun dari brangkar
" kenapa kemari ?" tanya reza membuat naomi menoleh
" apa arwah andriana masih mengikuti kamu ?" naomi tak menjawab ia malah langsung pergi meninggalka reza
setibanya di parkiran naomi merabah sakunya mencari kunci motornya
" biar saya antar " reza langsung menarik tanggan naomi mengajaknya masuk ke dalam mobilnya
.
.
.
.
" benggong mulu kesambet baru tau rasa" sahut tomi yang duduk di samping naomi
" ni minum nya " desi memberikan air pada naomi
" mikirin apa sih ?" tanya tomi lagi
" tau ni udah 2 hari loe gini diem mulu semenjak pulang sama pak dosen itu " sahut desi
" pak dosen? siapa kok gue ngak di kasih tau ?" tanya tomi kepo
" dia tu dosen di kampus trisakti" sahut desi lagi
" wiii setau gue ni dosen di sana hampir rata rata bujang semua ganteng lagi "
" bahasa loe bilang aja jomblo pakek bilang bujang segala " sahut desi ngegas
" ye sewot biarin suka suka gue "
" udah ngak usa bertengkar " rerai naomi pada keduanya
" lagian loe juga melon muluk "
" Melow topi melow " sahut desi membenarkan
" suka suka gue dong bahasa gue juga " balas tomi tak ingin kalah
naomi merentangkan tangannya " jangan berantem malu di liatin orang lagian gue ngak papa cuma ngak nyangka aja bentar lagi kita bakal kuliah " sahut naomi
" loe mau kuliah dimana tom ?" tanya desi
tomi berfikir sejenak " kayaknya ikut abang gue deh soalnya nyokap udah ngak sabar mau ke sana mulu " sahut tomi
" loe bedua ke mana ?" tanya tomi
desi melihat naomi yang hanya diam " ke malang kan " sahut desi dengan menyenggol lengan naomi
naomi reflek mengangguk
"yaudah kalo gitu sebagai libur perpisahan kita gimana kalo kita ke bandung aja " ucap tomi yang di anguki desi
" boleh tu gue pengen banget ke bangunan tua " sahut desi
naomi mengangguk" boleh deh nanti kita atur aja kapan berangkat nya"
" besok gimana ? kita kan cuma punya waktu satu minggu " sahut tomi
.
.
.
.
" bagus dong kalau kamu mau ke liling kota mama dukung atau mau keliling negara sekalian ngak papa " sahut jenny bahagia
naomi hanya mengangguk
" tapi perginya sama desi kan ?" tanya jenny lagi
" iya ma sama desi sama tomi" jenny mengangguk
" yaudah siap siap sana " naomi mengangguk lalu masuk ke kamarnya
naomi membuka lemarinya memilah pakaian mana yang akan ia bawah ke bandung walaupun anak orang kaya apalagi anak tunggal tapi naomi selalu mandiri ia tak ingin bergantung pada siapapun termasuk orang tuanya
" non ini topi yang dicari " sahut mira dengan meletakan topi di kasur
" lo kamu disini mira ?"
bik mira dan naomi menoleh ketika mendengar suara jenny
" kenapa nyonya manggil saya ?" tanya mira
" iya bik saya mau ke supermarket temenin saya sekalian beli persediaan " mira mengangguk lalu keluar kamar naomi
" mama ke supermarket dulu " pamit jenny pada naomi
naomi menghela napas pelan ia melihat baju bajunya lalu memasukan ke dalam koper
" naomi ada pak dosen di depan " sahut desi yang hanya memasukkan kepalanya di dalam kamar
naomi mengerutkan pelipisnya " ngapai ?" desi mengangkat kedua pundaknya lalu pergi
" pak reza"
Reza berdiri lalu melihat naomi " kamu baik baik aja kan ?"
" iya pak, kenapa bapak kemari ?" tanya naomi
" ngak cuma mau liat keadaan kamu " sahut reza
" saya ngak papah pak tenang aja "
Reza mengangguk " bagusla berarti arwah itu tidak menganggu kamu lagi kan "
pertanyaan reza membuat naomi ingat kejadian di kampus
naomi mengangguk " iya hari itu terakhir dia gangguin saya sekarang sudah ngak lagi "
" ngak ada pesan atau apa tentang kematian nya ?" naomi mengeleng bohong
ia tak ingin reza tau apa yang terjadi sebenarnya karna jika reza tau ia takut membahayakan dirinya lagi biarlan nanti ia sendiri yang akan berurusan dengan arwah itu
" bagusla kalau begitu akhirnya kamu bisa tidur dengan tenang saya dan yang lain juga sudah ikhlas mungkin memang jalannya begitu andriana meninggal " sahut reza lagi
" oya saya pamit dulu permisi " naomi mengangguk lalu mengantar reza sampai pintu
" bagusla jika kamu tak bilang apa apa saya tidak ingin membunuh orang yang saya mau cuma keadilan atas kematian saya " sahut suara dari belakang naomi
" tapi saya sendiri tidak yakin apa bisa karna kita tidak punya bukti dan polisi tidak akan percaya hanya dengan arwah " sahut naomi lagi
" kamu hanya perlu mencari buktinya " sahutnya lagi
" andriana aja ngak seribet loe gini lagian apa untungnya kalau kematian loe terungkap ?" kesal naomi
" loe udah mati andriana udah mati dan reza, reza akan punya cewek lain apalagi yang loe mau loe dan andriana ngak akan bisa hidup lagi " teriak naomi kesal
" gue cuma mau mereka masuk penjara dan ngak ada korban lainnya " sahutnya dengan pelan
" lantas kenapa loe ngak bisa damai sama andriana?" tanya naomi
" semuanya berawal dari 5 tahun silam " sahutnya
flashback
seorang wanita membawa kotak dengan senyum
" loe mau kemana ?" tanya seorang wanita lainnya
" mau ketemu temen mau ikut ?" wanita itu mengangguk
keduanya mengendarai mobil dengan kecepatan sedang namun kejadian naas membuat keduanya harus di larikan ke rumah sakit
andriana hanya luka luka berbeda dengan indriana yang harus melakukan perawatan ke luar negeri sampai satu tahun
bahkan ketika sembuh indriana masih betah di sana
" kenapa indriana belum pulang ?" tanya andriana dengan melihat jam di dinding
tak lama indriana pulang di antar oleh seorang lelaki andriana tau lelaki itu adalah dokter yang merawat nya di rumah sakit
Andres lelaki itu bernama andres
berjalannya waktu ternyata andriana memiliki perasaan terhadap andres karna sikap andres yang baik rama serta bersahaja
hampir setiap hari andres ke rumahnya untuk bertemu indriana namun andriana selalu mencuri kesempatan untuk berbicara dengan andres
hingga indriana tau jika sodaranya itu mempunyai rasa terhadap andres
ketika andres mengajaknya berpacaran indriana terpaksa berbohong jika ia tak mencintai andres
berulang kali andres menyatakan cinta namun selalu indriana tolak bahkan indriana beralasan jika ia sudah di jodohkan dengan orang lain
Andres marah kesal hingga membuat nya prustasi namun berbeda dengan andriana masih mengejar terus mengejar andres
segala cara di halalkan andriana agar bisa bersama andres hal itu membuat andres muak
andres merencanakan pemerkosaan di rumah mereka bersama dengan tibahnya kedua orang tua mereka dari jakarta
namun naas akibat kejadian itu indriana di perkosa andres dan kedua orang tuanya meninggal karna melawan sedangkan andriana ia sembunyi