
Setelah acara pertunangan naomi langsung bertolak lagi ke canada untuk melanjutkan pendidikannya sedangkan reza kembali bergelut dengan kampus di mana ia bekerja
tak terasa hubungan keduanya sudah berjalan satu tahun lebih dan selama itu pula naomi tak pernah kembali ke jakarta bukan tak ingin tapi ia berharap pendidikan S2 nya cepat selesai tampa hambatan
walau pun berstatus sebagai tunangan namun reza dan naomi sangat jarang berkomunikasi bahkan tak jarang keduanya menjadi bulan bulanan dava
seperti sekarang keduanya melakukan vidio call tapi naomi yang tertidur karna kelelahan mengerjakan tugas sedangkan reza di kampus mengurus mahasiswa yang bimbingan pada makutnya
sesekali reza melirik naomi yang tengah tertidur di kasurnya
" tidur ?" tanya dava ketika melihat hp reza
reza mengangguk " lepas ngerjain tugas "
" apa loe ngak pengen telpon berdua bercanda atau romantis romantisan gitu masa nelpon cuma buat tidur doang" sahut dava tampa sadar jika suaranya membuat naomi terusik dari tidurnya
reza mengeleng " itu sudah menjadi resiko ngak pa pa jauhan dulu nanti setelah nikah kan bisa bersama lagian ini ngak lama "
memang semenjak kembali ke canada reza dan naomi selalu video call tapi salah satunya selalu tidur entah naomi yang menemani reza tidur atau reza yang menemani naomi tidur seperti sekarang ini
" ya ngak bisa gitu dong za masa ia gini gini aja " keluh dava
" kita terhalang perbedaan waktu dava itu yang harus kamu ingat, lagian begini juga ngak pa pa berjuang dulu lah " jelas reza
Dava menghela napasnya" gue cuma kasihan aja sama hubungan kalian tau gini kan mending ngak usa tunangan dulu bisa bebas ngak terikat "
" jadi pak dava ngak ngedukung hubungan kita gitu ?" sahut naomi yang sedari tadi mendengar obrolan mereka
" ngak gitu, eh naomi" sahut dava yang sadar siapa yang bicara
"ngak naomi bukan begitu cuma masa ia kalian mau gini gini aja udah setahun lebih kalian tunangan tapi ngak ada kemajuan masa cuma video call doang"
naomi membenarkan posisinya menjadi duduk " maksud pak dava apa setiap libur gue harus pulang ? atau gue begadang aja biar bisa telepon sayang sayangan sama pak reza gitu ?"
"essstt jangan gitu ngomongnya udah tidur sana nanti saya hubungi ya love you " reza langsung mematikan sambungan tampa minta persetujuan naomi
" kenapa ada yang salah ?" tanya dava tampa merasa bersalah
" tidak ada hanya saja kamu belum merasakan apa yang saya rasakan, tapi jika nanti kamu sudah merasakan saya harap jangan ada teman pengacau seperti mu " sahut reza lekas keluar ruangannya
" dasar bucin" ejek dava lalu ikut keluar dari ruangan reza
.
.
.
naomi menyandarkan badannya dengan lesu tumpukan berbagai bentuk undangan serta sovenir memenuhi ruang tamu rumahnya
" istirahat sana gih biar mama yang ngurusin semuanya " sahut jenny yang masih membereskan semuanya
" bener boleh istirahat ? tapi ini semua gimana ? " tanya naomi lagi
" udah sana biar mama sama desi yang ngurusin nanti kamu tinggal pilih pilih beberapa aja ya " naomi mengangguk pelan lekas menuju kamarnya meninggal kan jenny yang masih memilih milih
" naomi ke mana nyah ?" tanya desi dengan membawakan cemilan di tangganya
" istirahat, kasihan tadi malam begadang ngerjain tugasnya " sahut jenny
desi mengangguk " kasian banget ya nyah naomi jadi ngak punya waktu gini "
jenny hanya tersenyum " bukan ngak punya waktu dia hanya mengejar agar reza tidak lama menunggu nya kasian juga reza kalau mau menunggu dia lama "
" nyah nggak nyangka ya mereka jadi beneran nikah gini padahal dulu desi nggak ngebayangin lo nyah mereka bakalan gini "
jenny mengeleng " kamu ini udah ah mereka kan udah mau nikah nah gimana kamu nya sama evan ?"
" kamu tanya gimana lagian kamu ngak mau apa liat bik mira senang melihat kamu nikah " ucapan jenny membuat desi mengangguk pelan
lantas keduanya melanjutkan memilih undangan yang akan di gunakan untuk kelaurga masing masing
sebenarnya jenny menyuruh naomi dan reza langsung untuk memilih undangan dan sovenir namun keduanya masih di sibukkan dengan tugas dan kerjaan masing masing dan menyerahkan pada jenny alhasil jenny dan desi yang kerepotan apalagi meninggalkan bik mira sendirian di jakarta
.
.
.
pagi ini mika cleo dan alexa mondar mandir di depan ruangan sidang menunggu naomi yang tengah mempresentasikan skripsi nya selama ia menempuh pendidikan S2
ketiganya langsung mendekati naomi ketika naomi keluar dari ruangan sidang
" gimana hasilnya ?" tanya mika dengan penasaran
dengan semangat naomi mengeluarkan kertas yang di berikan dosen padanya
mika cleo dan alexa lekas membaca kertas pemberian dosen penguji nya itu
" ahhhhh selamatttttt " teriakan histeris ketiganya memenuhi aula sidang
di surat sidang tertera nama naomi dengan kelulusan cumlaude atau kelulusan dengan pujian
naomi yang menjadi objek utama hanya meneteskan air mata karna senang usaha nya selama ini tak sia sia
" sumpah gue seneng banget " sahut naomi dengan mengipasi wajahnya yang penuh air mata
" makasih kalian udah bantuin gue selama ini " ketiganya kompak mengangguk
" kita bangga sama loe " sahut cleo dan mereka langsung memeluk naomi secara bersamaan
memang dari awal ketiganya yang selalu membantu naomi mencarikan buku referensi untuk skripsi bahkan ketiganya juga ikut begadang menemani naomi yang mengerjakan skripsi, mereka hanya ingin naomi lulus lebih cepat dan usaha mereka tak sia sia
setelah puas menangis membuat perut mereka keroncongan akhirnya mereka memilih untuk pergi ke kantin sekali gus merayakan keberhasilan naomi
" kalian kapan sidang ?" tanya naomi ketika mereka tengah makan di kantin
" dua hari lagi " sahut mika dan alexa bersama
" kalau gue besok " sahut cleo menimpali
" Oya gimana jadi rencana pernikahan loe ?" tanya mika
" hampir lima puluh persen la, karna semuanya di urus mama sama desi " sahut naomi
" ah gue ngak nyangka loe bakal duluan nikah, apalagi liat loe yang cuek ama tu dosen dulu "
" bener, mikir nya ada yang salah gitu tapi sudahlah semuanya sudah berlalu sekarang loe udah mau nikah semoga semuanya lancar" sahut cleo dengan senyum
" Oya pak dosen udah di kasih tau kalau sekarang loe sidang ?" tanya alexa yang langsung di jawab gelengan kepala
" gue belom kasi tau pak reza kalau gue ambil semester pendek biar baut kejutan" sahut naomi yang di angguki mereka
" loe nggak ada niatan untuk ganti nama panggilan gitu biar lebih romantis" ucap mika
" nanti aja deh setelah nikah "
" kenapa gitu ? padahal panggilan loe itu terkesan kayak mahasiswa dan dosen "
naomi tersenyum" udah ngapain bahas gue segala nanti aja di pikirin nama panggilan"
ketiganya kembali asik bercerita hingga tak terasa sudah sore dan lekas memutuskan untuk pulang ke rumah masing masing