
" naomiiiiiii" badan naomi berputar putar membuat nya pusing sendiri
" desi sudah kepala gue pusing" sahut naomi membuat desi menghentikan gerakannya
" maaf maaf naomi gue sangat senang karna loe pulang " sahut desi dengan tersenyum
" bik mira gimana desi sudah sehat ?" tanya jenny dengan ikut menurunkan tas nya
" sudah lebih baik nyonya cuma masih lemes aja " sahut desi
" sudah sudah ayo masuk sebentar lagi magrib " ajak ardan yang mendahului mereka
jenny dan yang lainnya ikut menyusul ardan begitu juga desi dan naomi
" naomi malam ini kita tidur bareng ya " ajak desi yang langsung di anguki naomi
" gue juga mau cerita banyak hal sama loe " sahut naomi dengan senyum
" yaudah sekarang loe istirahat dulu gue mau siapin makan malam buat kalian " sahut desi lekas menuju ke dapur
" ma pa naomi ke kamar dulu " pamit naomi dengan membawa koper nya
setibanya di kamar naomi langsung merebahkan badannya memejamkan mata menikmati empuknya kasur yang sudah lama naomi tinggalkan
namun kenyamanan yang naomi rasakan tak berasa lama ketika deringan ponsel menganggu dirinya
" ya kenapa mik "sahut naomi yang tau siapa yang menghubungi nya
" NAOMI LOE GILA BALIK NGAK KASIH KABAR KITA LAGI MAU MATI LOE YA "
naomi langsung menjauhkan ponsel dari telinga nya karna kawatir jika telinga nya budeg
" ngapain sih teriak teriak segala " sahut naomi dengan pelan
" naomi kirim alamat loe sekarang sebelum mika hilang kesabarannya " sahut alexa membuat naomi menjadi binggung
" emang kalian mau ngapain ?" tanya naomi
" mau nyusulin loe kan tempo hari kita udah bilang kalo loe balik ke jakarta kita ikut " jelas alexa yang membuat naomi menepok jidatnya
ia pikir ucapan mika tempo hari adalah gurawan saja
" naomi ayo kirim mika udah beres beres " sahut cleo
" iya iya nanti gue kirim tapi inget pesan gue jangan kecentilan sama evan dan gilang ya " ucap naomi dengan cepat
" oh astaga naomi kita suka mereka real kita bukan fanatik oke " sahut mika dengan kesal
" ok gue percaya kalau gitu gue mau istirahat dulu by by " sahut naomi langsung mematikan ponselnya namun tak lupa ia mengirimkan alamat nya pada mereka
.
.
.
.
" saya hanya tidak ingin mahasiswa berprestasi seperti kamu mendapat kamalangan universitas pasti rugi apalagi sebagai uang kuliah kamu dapat dari beasiswa"
"Udah ngak usa mikir aneh aneh kamu itu masih kecil pokus kuliah jangan pacaran setelah lulus baru pacaran"
Reza berulang kali mengusap wajahnya menyesali ucapan nya pada naomi, begitu banyak ucapan jahat yang ia lontarkan pada gadis itu
selama dengan andriana ia merasa seperti memiliki teman dan saudara namun entah kenapa dengan naomi ia merasa nyaman bahkan ingin selalu melindungi naomi
Raza tau ia begitu egois dengan hatinya ia terlalu gengsi untuk mengakui jika ia ingin selalu bersama naomi
ia terlalu gengsi jika mengaku ia suka dengan naomi
kendati demikian kini rasa gengsi itulah yang membuat nya menyesal
tak ingin berlarut reza lekas keluar ruangan bersama dengan dava yang lewat
" dava "
dava menoleh " kenapa ?" tanya dava
" kamu akan mengajar di gedung c ruangan 5 kan ?" dava hanya mengangguk patuh
" titip ini ruangan 4 bilang sama ketua kelas nya penjelasan saya kirim lewat wa " setelah berucap reza lekas pergi membuat dava binggung sendiri
" ngak beres ni dosen masa iya nitip tugas gini " sahutnya dengan melihat tumpukan kertas di tanggannya
" bapak ngak ke kelas ?" sahut evan yang entah datang dari mana
" masuk, kamu lagi ngapain di sini masuk sana " sahut dava dengan mendahului evan
setelah jam pelajaran selesai desi dengan cepat berkemas
" mau balik ?" tanya gilang membuat desi mengangguk
" kita ke kantin dulu ya yang sekalian edit vidio kemaren " ajak evan dengan mengambil tas desi
sudah bukan hal biasa lagi di kalangan kampus jika evan adalah lelaki yang humoris namun sangat saya pada desi tak perna sekali pun desi yang menenteng tas nya bahkan evan hanya cuek jika ia di tertawa kan mahasiswa lain
walaupun demikian keduanya tak perna berpegangan tanggan atau saling rangkul evan amat sangat menjaga desi
" ngak bisa naomi ada di rumah " ucapan desi membuat evan dan gilang melihat nya
" naomi beneran pulang ?" tanya evan
desi mengangguk
" yaudah kita ikut loe balik aja pengen ketemu desi " ajak gilang yang langsung di anguki evan
ketiganya langsung pulang menuju rumah naomi
" sumpah yang loe hebat banget bisa bikin naomi pulang " sahut evan dengan mengacungkan jempol pada desi
" apaan sih ngak orang dia balik karna bokapnya ada kerjaan " sahut desi membuat senyum evan layu
" ngak pa pa van setidaknya kita bisa kumpul barang " sahut gilang
" yang boleh ngak ajak naomi penyelusuran ?" tanya evan pada desi
desi melihat evan " pengen banget ya "
" hehe cuman pengen liat aja kemampuan naomi masih sama apa ngak " sahut evan lagi
" la bukannya itu mobil mas reza " sahut gilang ketika memasuki komplek perumahan tempat naomi
" ngapain dia di sana ?" tanya evan
" berarti bener dong pak reza ada rasa sama naomi" jawab desi
" rasa nano nano " sahut evan yang malah mendapat tepukan dari desi
" maaf yang maaf iya tau rasa cinta " sahut evan dengan menggosok tanggannya
" samperin ?" tanya gilang dengan menoleh ke keduanya
" kayaknya ngak usa deh nanti dia malu " sahut desi
" udah ketangkep basah udah samperin aja sekalian ajak ke rumah" ucap evan langsung
" gimana ?"
desi mengeleng" nanti aja naomi baru balik kemaren dia pasti canggung "
" yaudah kita langsung aja anggap aja ngak ngeliat " sahut gilang dengan menjalankan mobilnya
.
.
sedangkan di sisi lain naomi tengah asik memilih buah di supermarket
" eh maaf kamu mau yang ini juga ? ini aku ambil yang lain aja " ucap naomi senyum meletakan buat yang akan di ambil lelaki tersebut
lelaki itu hanya menatap naomi dengan diam
naomi lekas mengambil buah yang lainnya dan pergi ke kasir untuk membayar
setelah membayar naomi langsung keluar supermarket yang malah di ikuti oleh lelaki tadi
setelah melewati gerbang menuju perkomplekan rumah nya naomi menoleh ke belakang menatap orang tersebut
" ngapain ngikutin saya ?" tanya naomi tampa rasa takut
lelaki itu hanya diam
" ngak usa macem macem kalau gue teriak abis loe sana pergi " usir naomi dengan mengibaskan tangannya
" non ngapai ? " tanya satpam yang mendekati naomi
" ini pak pria itu " sahut naomi dengan menunjuk lelaki yang mengikutinya tadi
satpam melihat ke depan naomi lalu mengeleng " dari tadi non teh sendirian ngak ada siapa siapa? mungkin non kecapean baru datang kan mending istirahat aja ya "
dengan terus melihat lelaki itu naomi mengangguk lalu lekas berbalik arah
" kenapa makin hari gue makin ngak bisa bedai mana hantu mana manusia sih " dumel naomi dengan terus berjalan menuju ke rumahnya