
" naomiiiiiii"
Suara teriakan reza dan gilang terdengar hingga ke luar membuat mereka kaget
evan, desi, mika, cleo dan alexa langsung masuk ke dalam gedung berlari mencari sumber suara
" naomi" sahut mereka ketika melihat reza yang mengendong naomi
mereka langsung membawa naomi ke rumah sakit terdekat
" pak "
" saya sudah bilang sama kamu jika naomi mengajak kamu ke sana tolong hubungi saya jangan sampai dia ke sana sendiri " sahut reza dengan kesal
" saya saya "
" saya hanya takut hal ini akan terjadi kembali saya takut desi takut kehilangan lagi " sahut reza dengan mengusap wajahnya
" maaf pak saya pikir saya bisa bantu naomi saya janji ngak akan ngilangin lagi " sahut desi
" udah ngak pa pa mas reza cuma cemas sama naomi " sahut evan dengan memegang tanggan desi
" pak apa yang terjadi sama naomi?" tanya mika dengan cemas
Reza mengeleng" saya juga ngak tau ketika menemukan naomi dia sudah tergeletak di lantai dekat tangga "
dreeeeekkk......
suara pintu yang terbuka membuat mereka bergegas menemui dokter yang keluar dari ruangan itu
" bagaimana keadaan naomi dok ?" tanya reza
" Alhamdulillah pasien baik baik saja hanya ada cedera kecil di kakinya yang mengharuskan pasien memakai gips" jelas dokter yang sudah ber umur itu
" jika pasien sudah sadar kami akan langsung memindahkan ke ruang rawat inap nya, saya permisi ya " sambungnya lagi
" terimakasih dokter "
" iya sama sama mari " pamitnya dengan pergi
" mas administrasi naomi kita yang bayar apa mas yang bayar ?" tanya evan membuat mereka kaget
" saya saja " sahut reza lekas pergi
" kenapa ngomongnya gitu sama pak reza " tegur desi pada evan
evan tersenyum menampilkan gigi nya " gue takut pak reza marah kita bayarin rumah sakit nya naomi"
" ala bilang aja ngak ada duit " sahut gilang dengan mencibir
.
.
.
.
" gimana udah semua ?" tanya desi pada mika dan yang lain
" udah, keperluan naomi udah semua ?" desi mengangguk
" kalian hati hati non naomi nya di jaga benar benar ya des "
" iya buk tapi ibuk ingatkan pesan desi ? jangan sampai tuan sama nyonya tau " bik mira mengangguk
" kalian hati hati ya " sahut bik mira lagi
setelah nya mereka langsung pamit ke rumah sakit mereka tak ingin meninggalkan naomi hanya bersama reza
" eh gue masih penasaran naomi tu emang kalau berhubungan sama arwah dia selalu ke gini ?" tanya cleo ketika mereka lagi di jalan
" ngak juga ini kali ke dua naomi kek gini " jelas desi
" biasanya arwah tu jahat atau mungkin mereka merasa terancam sama keberadaan manusia" jelas desi lagi
" mangkanya gue ngak mau nyonya sama tuan tau bisa jadi kalian nanti ngak akan bisa temenan sama naomi"
" kok gitu ?"
desi mulai menceritakan awal mula naomi di pindahkan tentang ngangguan arwah bahkan naomi sampai di culik oleh rudi setelah ardan tau ardan langsung memindahkan naomi ke luar negeri
" kasian banget naomi kalau gitu terus gimana dosen kalian itu ? apa dia di penjara ?" tanya alexa dengan kepo
lama bercerita hingga mereka tiba di rumah sakit
" eh kok kalian di luar ?" tanya alexa pada gilang dan evan
evan menunjuk kaca pintu seketika mereka mengangguk setelah tau apa yang di maksud evan
" yaudah kita tunggu disini aja " sahut desi lekas duduk
" kalian udah beli makan ?" tanya desi pada evan dan gilang
keduanya kompak mengangguk
hampir 15 menit mereka menunggu reza menyuapi naomi hingga akhirnya reza keluar ruangan
" kalian disini ?" tanya reza
" iya mas, mau masuk ngak enak naomi lagi makan " sahut gilang
" yaudah tolong jaga naomi saya mau ke depan sebentar" pamit reza lekas pergi
" gue masih penasaran naomi sama tu dosen beneran pacaran apa ngak ?" bisik cleo setelah melihat naomi tertidur
" ngak naomi ngak cinta " sahut evan yang langsung dapat tepukan di bahu nya
" masa tu dosen kayaknya bener bener suka deh sama naomi" kali ini mika yang bersuara
" jangan ketipu siapa tau dia cuma mau mainin naomi" sahut gilang
" itu kakak loe bego ngak loe bela " kesal evan
" biar sodara kalau dia nyakitin temen gue gue ngak dukung" ucapan gilang dapat cap jempol dari cleo dan desi
" tapi kasihan si kalau naomi ngak ada rasa kasihan cowok seganteng dia di anguri"
" loe mau ?" tanya evan pada mika
dengan cepat mika menggeleng " gue ngak mau teman makan teman "
" nah itu bagus secinta apa pun loe ama cowok temen tetap nomor 1 " sahut alexa
" udah dari pada ngomong mending kita tidur gelar karpet disini " sahut desi
mereka lekas mengelar tikar serta berbagi selimut yang mereka bawa dari rumah sedangkan para lelaki memilih hanya mengunakan jaket
" loe kalian tidur disini ?" tanya reza yang kaget melihat mereka
" iya pak kita bantu jagain naomi" sahut mika
Reza mengangguk lalu duduk di kursi mendekati naomi
Reza menatap naomi yang terlelap seketika ia ingat ucapan dava
flashback
" jadi maksudnya yang membakar rumah pak rudi itu ayahnya naomi?" tanya reza tak percaya
" iya za sebenarnya di cctv tidak terlalu jelas mukanya cuma plat nomor kendaraan yang terparkir pada saat kita lagi madamin api itu sama persis sama kendaraan yang ada di rumah naomi" sahut dava dari sebrang
" tapi untuk apa ayahnya naomi membakar rumah pak rudi ? apa dia masih dendam karna kejadian naomi" tanya reza dengan binggung
" bisa jadi loe kan tau pak romi udah nyerahin diri menurut gue itu sih dalangnya toh selama ini kita ngak perna dengar tentang kasus naomi lagi kan "
Reza memijat kepalanya yang tak pening entah kenapa pak rudi ini selalu ikut andil dalam kehidupan naomi dan jika benar siapa ayahnya naomi ini kenapa dia bisa dengan kejam membakar rumah seseorang
"za reza loe masih di sana " panggil dava membuat nya sadar
" ya " sahut reza
" saran gue sebelum loe terlalu jauh sama naomi mending loe cari tau dulu siapa ayahnya naomi gue cuman takut loe berhubungan sama keluarga mapia "
" sembarang aja kalo ngomong "
" ya siapa tau aja oya satu lagi pak rudi udah resmi di keluarin dari kampus "
Reza mengangguk" oke makasih infonya saya tutup dulu "
On
berulang kali reza mengusap wajahnya ketika ingat percakapannya dengan dava tadi
Reza kembali memegang tanggan naomi " saya ngak akan nyerah sekalipun ayah kamu mapia yang di takuti di asia ini saya akan memperjuangkan kamu sebisa dan semampu saya, tapi saya mohon tetap di samping saya naomi "