Naomi

Naomi
eps 37



naomi desi evan dan gilang tengah berkumpul di halaman bekang rumahnya bercerita asik mengenai selama mereka kuliah


naomi yang hanya menjadi pendengar begitu antusias ketika mendengar jika di kampus sudah banyak yang mulai tertarik di dunia horor bahkan chenel horor sudah mulai banyak di geluti


" jadi gimana 1 kali aja kite penyelusuran barang masa iya loe cuma jadi petunjuk arah doank " sahut evan membuat naomi mendengus


" ngak deh kalian ngak tau aja tadi pas balik ada arwah yang ikut " sahut naomi


" cewek cowok ?" tanya gilang


" cowok "


" ngak serem kan mukak nya ?" tanya desi


naomi mengeleng " bayangin gue kira di pembeli di supermarket gue sampe ngalah ngak jadi ambil apel karna dia mau ambil ngak taunya hantu " jelas naomi


" apa dia akan ikut loe ke sini juga ?" tanya gilang


naomi melihat sekitar " kayaknya ngak ada "


" non naomi ada tamu " sahut bik mira yang datang dari rumah


" tamu saya bik ?" bik mira mengangguk


" yaudah kalian tunggu disini ya " sahut naomi lekas masuk bersama bik mira


'' tebak siapa yang datang ?" tanya evan membuat keduanya menggeleng


" pak reza "


" kalau bukan gimana ?" tanya gilang


" udah gue yakin itu, ikutan ah " evan langsung mengejar naomi yang di ikuti Gilang dan desi


setibanya di ruang tamu naomi kaget karna yang datang adalah reza


" pak raza"


Reza lekas berdiri lantas memeluk naomi


" pak bapak ngapain lepas pak" ucap naomi dengan menjauhkan badan reza darinya


" maaf, tapi saya kangen sama kamu "


seketika naomi menepok pipinya sendiri " pak reza ngak kesambet kan " sahutnya setelah merasakan sakit di pipinya


" boleh saya peluk kamu lagi ?"


dengan cepat naomi mundur ke belakang " jangan ngadi ngadi deh pak "


" maaf, tapi kamu sehat kan ? ngak ada yang kurang semuanya lengkap ?" tanya reza begitu beruntun


" bapak kenapa sih baru 5 bulan ngak ketemu kayak saya abis kecelakaan aja " kesal naomi melihat tingkah reza


" bukan begitu naomi saya khawatir sama kamu kamu ngak perna bales chat telpon bahkan email dari saya saya khawatir"


naomi merasa binggung dengan sikap reza yang menurutnya aneh


" lagian bapak kenapa chat telpon sampai kirim email ke saya ada hantu yang ngangguin bapak atau apa ?" tanya naomi membuat reza terdiam


" maaf maafkan saya saya _"


" iya pak naomi udah maafin pak reza dari dulu dari jauh jauh hari udah di maafin ya udah mintak maaf nya ya "


" bener kamu udah maafin saya ?"


naomi mengangguk


" bisa kita mulai semuanya dari awal ?" tanya reza yang membuat naomi semangkin tak paham


" apanya yang dari awal pak ? jujur ni ya sebenarnya bapak ni mau ngomong apa sih dari tadi bikin saya pusing dengan tingkah aneh pak reza "


reza menarik napasnya lalu tersenyum" saya suka sama kamu naomi "


jangankan naomi yang kaget ketiga orang yang mengintip dari arah ruang keluarga pun kaget mendengar penuturan reza lelaki yang di anggap batu es tiba tiba bilang suka sama naomi gadis pecicilan


" pak reza ngak kesambet kan ?" tanya naomi


" ngak 5 bulan bikin saya sadar sama perasaan saya sama kamu " sahut reza dengan terus melihat naomi


" hehe pak reza lagi main prenk prenk ya sampai bilang gini "


" enggak ini murni dari hati saya, tapi saya tau kamu butuh waktu karna sikap saya selama ini sama kamu " sahut reza


" pak reza bener suka sama saya atau merasa bersalah setelah saya pindah kampus?" pertanyaan naomi seketika membuat reza terdiam


.


.


.


.


.


"kenapa loe nanya gitu ? bukannya bagus di bilang suka sama loe " sahut evan dengan memainkan jari jarinya


" apa kalian yakin jika dia suka sama gue ?" pertanyaan naomi membuat gilang dan evan terdiam


naomi tersenyum kecut " gue masih perlu waktu gue ngak tau gue cinta beneran atau cuma kagum kalian kan pada tau gue ngak perna pacaran jadi mungkin ini cinta monyet " sahut naomi yang di anguki evan


" loe bener sih sekali pun dia mas gue, gue juga ngak mau kalau loe jadi bahan mainan dia " ucap gilang


tit.... tit.....


" eh lang ada tawaran lagi ni " sahut evan dengan menunjukkan leptop pada gilang


" tapi kali ini dia minta kita ajak cewek " sahut evan


" tumben kok situs kalian bisa riques gitu " tanya desi dengan meletakan air di meja


" mungkin karna tadi evan posting photo kita berempat" sahut gilang dengan terus membaca komentar di youtube mereka


" photo kita barusan ?" tanya naomi


" iya sebelum ada pak reza tadi " sahut gilang lagi


" kan van karna loe ni mereka minta kita berempat " sahut gilang dengan menunjukan komentar netizen


" kalian berdua aja ngak usa ajak kita " ucap desi yang di anguki naomi


" kan kita berempat" ucap evan


" itu sih maunya loe " sahut naomi dengan melempar rumput ke arah evan


" naomi" naomi menoleh ketika mendengar namanya di panggil


seketika senyum naomi pudar melihat siapa yang memanggil nya


" kenapa ?" tanya desi yang melihat gelagat anah naomi


naomi menunjuk di belakangnya " arwah supermarket tau nama gue " sahut naomi membuat ketiganya langsung saling pandang dan merapatkan badannya ke evan yang duduk di tengah


" takut kek pada bisa ngeliat aja " cibir naomi dengan membuka snack nya


" serem ngak ?" tanya gilang


naomi mengeleng" cuma pucet aja "


" arwah gaul juga ya bisa manggil nama loe " keluh gilang


" lang balik yuk udah lama kita disini besok aja tanggepin komentar mereka " ucap evan yang langsung di anguki gilang


" la mau balik ?"


" balik ada arwah " sahut evan yang menarik tanggan gilang


" yang sampai besok by by" naomi cenggong melihat evan dan gilang yang merasa takut ketika naomi bilang ada arwah


" naomi gue masuk ya tu arwah mau ngomong sama loe kan gue ngak ikutan ya " desi langsung masuk ke dalam rumah meninggalkan naomi yang masih di halaman belakang


" desi kayak ngak perna bantuin gue aja baru sebentar ngak berurusan sama arwah udah takut aja " keluh naomi lalu membalik badannya menghadap arwah itu


" kanapa ?" tanya naomi dengan lesu


" naomi"


" iya kenapa manggil?" tanya naomi lagi


bukannya menjawab arwah itu malah pergi membuat naomi kesal sendiri


.


.


.


.


" loe yakin mika ini alamat nya ?" tanya cleo dengan melihat rumah di depannya


" bener kata pak satpam depan juga ini kok "


" yaudah kita masuk aja" ajak alexa yang langsung membuka gerbang


" gila ini halaman apa lapangan bola " sahut cleo


" Pantes naomi bisa kuliah di luar negeri " sahutnya dengan melihat sekitar


" permisi " sahut mika dengan menekan bel


" sebentar sahut suara dari dalam "


clek ...


" maaf non teh cari siapa ?" tanya bik mira pada ketiga gadis bule di hadapannya


ketiganya saling pandang karna bahasa indonesia yang di ajarkan naomi belum sempurna mereka kuasai walaupun bisa pengucapan tapi pengartian belum sempurna


" naomi" sahut cleo


bik mira tersenyum tau jika ketiganya belum lancar bahasa indonesia


bik mira mengangguk " kalian cari non naomi? ayo masuk " ajak bik mira


ketiganya mengerti lalu mengangguk ketika di suru masuk


" siapa bik " tanya naomi ketika bik mira bilang ada tamu


" kayaknya temen non dari luar karna bahasa indonesia nya kurang pasih non " mendengar itu naomi tau siapa yang datang


naomi lekas menemui ketiganya di ruang tamu


" kalian la_" ucapan naomi tergantung karna ia melihat arwah seorang wanita yang bersama cleo di kampus