Naomi

Naomi
eps 52



" artinya anda tidak tau semua yang kami lalui sebelum ibu meninggal " tanya reza


" jangan menjadi egois bukan kah sebelum ayahmu meninggal ia meninggalkan semua asetnya untuk kalian tak ada satu nama yang ia rubah semuanya atas nama ibu kalian kan ? apa karna perbuatan ayah kalian di masa lalu hingga membuat kalian masih dendam ? "


Reza terdiam memang semua aset yang ia miliki adalah warisan dari kedua orang tuanya dan tak ada satu aset pun yang bernama arman semua nya atas nama mia ayahnya sengaja membuat samua aset atas nama istrinya karna ia begitu mencintai mia namun karna pergaulan yang salah ia sampai melukai hati istrinya


" saya tidak meminta kamu untuk memaafkan ayah kamu tapi setidaknya ia telah menyesal setelah kematian ibu kalian jangan buat jiwa ayahmu tidak bisa kembali ke abadian" sahut ardan dengan berdiri


" saya tidak perna membenci mu atas semua sikapmu pada naomi tapi saya hanya ingin kamu belajar dari kisah orang tuamu bagaimana memperlakukan perempuan yang kita cintai " ardan menepuk pundak reza lekas pergi dari sana


.


.


.


.


" apa mama merestui jika naomi dengan pak reza?"


" apa kamu menyukai dia ?" tanya jenny balik


" bohong jika rasa itu pergi begitu cepat tapi naomi ngak mau egois "


" mikirin apaan?" suara seorang lelaki membuat naomi


sadar dari lamunannya


naomi menoleh lalu tersenyum" dika "


Dika tersenyum sembari melambaikan tangannya " maaf baru sempat jengguk kamu, gimana keadaan kamu ?"


" yang kayak loe liat sekarang gue baik baik aja kok malah lebih sehat " sahut naomi


dika mengangguk " baguslah oya makasih karna kamu sama yang lain ibu sekarang udah bebas dan saya juga sudah di makamkan dengan layak "


naomi tersenyum dengan mengangguk" itu juga karna loe bantuin kita kok "


" naomi "


naomi melihat dika yang hanya diam


" kenapa ?" tanya naomi


" sa-ya ma-u pamit "


seketika wajah naomi menjadi lesu dengan perasaan sedih naomi tersenyum lalu mengangguk


" selamat akhirnya loe akan ke tempat yang semestinya"


" makasih sudah menjadi teman saya walaupun sebentar"


naomi tersenyum melambaikan tangan ke arah dika yang perlahan menghilang dari pandangan naomi


.


.


.


.


" apa artinya itu pak ardan merestui mereka ?" tanya evan yang mendongak melihat gilang yang ada di atasnya karna ketiganya kini bersembunyi di balik tanaman yang ada di dekat taman rumah sakit


mereka sengaja sembunyi di sana agar mendengar semua yang akan di bicarakan ardan dan reza, walau pun terkesan tidak sompan namun ketiganya tetap kekeh ingin mendengarkan


" dia ngak perna benci sama kami mungkin dia ingin mas reza sadar bahwa perempuan seperti ibu dan naomi itu harus di jaga hati dan perasaannya "


" lagian mas loe juga anak orang di mainin "


" ya mana gue tau kalo mas reza gitu " sahut gilang kesal atas tuduhan evan


" mungkin pak reza belum tau isi hatinya sendiri mangkanya gitu eh bukannya pak reza perna pacaran sama buk andriana emang sama buk andriana ngak tarik ulur ?" tanya desi yang ikut kepo


" mas reza ngak perna bahas andriana sama sekali bahkan dulu gue ngak tau kalau mereka pacaran " sahut gilang membuat mereka mengangguk


" udah jangan ngoceh di sini, ayok pergi dari sini ketahuan tuan bisa berabe kita " ajak desi pada keduanya


" naomi ngapai di sini ?" tanya desi yang melihat naomi sendirian di depan kamarnya


" dari depan nyari tempat makan ngak nemu yang enak " ucap evan berbohong


" la kan tadi kalian bawa nasi dari rumah kenapa harus makan di luar ?" tanya naomi membuat ketiganya saling pandang


" ah iya nasi kita lupa kalau bawa nasi " sahut evan bersamaan dengan gilang


" iya lupa " sahut gilang tak kalah nyengirnya


" yaudah ayok kita ke dalam aja makan ya " sahut desi dengan mendorong kursi roda naomi untuk kembali ke kamar


.


.


.


" apa dia akan mengerti mas ?"


ardan menghela napasnya " entahlah dia terlalu lama terpuruk atas ketakutannya sendiri, saya malah mikir setelah ini dia tidak akan kembali dengan naomi "


" lalu bagaimana jika sudah begitu ?"


" ya artinya naomi bukan jodoh nya reza dan tetap pada tujuan awal kita jauhkan naomi dari reza "


" tapi mas saya sudah lama tidak bertemu dengan kak mia saya merasa bersalah karna tidak bisa menjaga anak2 nya setidaknya dengan adanya reza_"


" jenny kita bisa menjaganya dengan mengawasi mereka cukup dari jauh, tidak harus menikah kan dia dengan naomi, dengar, naomi dan reza memiliki pilihan sendiri mungkin naomi cinta monyet dan reza dia mungkin masih bertahan dengan cintanya dulu , jadi biarkan mereka memilih pilihan sendiri " ardan menepuk pundak jenny lalu pergi


" tapi kamu ngak tau mas jika naomi benar benar suka sama reza bukan sekedar cinta monyet" sahut jenny pelan


tak ingin berlarut dalam situasi yang membingungkan jenny lekas kakamar naomi mengambil baju salin untuk naomi dan segera membawanya ke rumah sakit


barhubung ardan ada kerjaan jadi terpaksa jenny sendiri yang ke rumah sakit untuk menjemput naomi pulang


" kalian masih disini ?" tanya jenny ketika membuka pintu


Gilang evan dan desi langsung menoleh mendengar pintu terbuka


" iya nyonya kebetulan kita ngak ada kelas jadi di sini aja " jenny mengangguk lalu meletakan semua barang bawaannya di meja


" kalian sudah makan ?" tanya jenny lagi


" sudah tan tadi bawa makanan ke sini " sahut evan


sedangkan gilang hanya terdiam tak berani menyahut jenny


jenny tau mungkin gilang tak nyaman dengannya walaupun pendiam tapi ia bisa membedakan mana yang takut dan mana yang biasa saja dan sikap gilang adalah canggung dengannya


" yaudah kalian jagain naomi ya tante mau ketemu dokter nya dulu" pamit jenny pada mereka


" Oya naomi apa loe akan kembali ke canada setelah ini ? " tanya evan setelah jenny keluar


naomi mengangguk" lagian kan gue harus selesaikan kuliah "


"cepet balik ya kita pasti kanggen banget sama loe "


" dihh naomi belom juga pergi yang udah kangen aja " sahut evan membuat desi menepuk pundaknya


" naomi nanti kalo loe udah balik ke sana sering sering ngabarin kita ya walaupun ngak sempet vc chat aja ngak pa pa "


naomi mengangguk " iya iya kalian juga jangan lupa kasih kabar sama gue "


" pasti " sahut ketiganya kompak


jenny masuk dengan membawa map di tangganya


" gimana hasilnya ma ?" tanya naomi


" baik sebentar lagi kita akan pulang dan ini baju ganti kamu "


mendengar itu desi dengan cepat membantu naomi mengambil bajunya di tas


" gue bantuin " sahut desi ketika naomi berjalan menuju kamar mandi


sedangkan evan dan gilang dengan cepat membereskan barang bawaan mereka termasuk rantang dan botol minum


" naomi kita akan langsung ke bandara papa sudah menunggu di sana " ucapan jenny seketika membuat mereka kaget