
" Sialan kamu dina berani beraninya kamu kabur dari saya kamu akan menerima akibatnya saya tidak akan memberi ampun lagi " geram rudi setelah melihat rekaman cctv yang ia pasang untuk memantau dina dan kedua anaknya
Brak prak...
Rudi dengan langsung memecahkan guci serta bingkai photo yang terbingkai kaca suara yang beradu memenuhi ruangan, debu berterbangan di mana mana membuat suasana ruangan menjadi berantakan
tidak ada satu guci yang tersusun lagi di lemari penyimpanan begitu juga dengan photo photo yang tadinya berjajar rapi semuanya pecah belah tak terbentuk beruntung semua abu kremasi sudah di pindahkan ke kuburan sehingga tidak ada keluarga korban yang di rugikan
setelah puas memecahkan guci photo dan lemari rudi lekas keluar dari rumah pemakaman senja ia menguncinya seperti semula seolah semuanya baik baik saja
" kita lihat siapa yang akan mengemis memohon " sahutnya dengan senyum licik
rudi lekas menjalankan mobilnya menuju apartemen yang ia beli untuk suci apartemen yang semuanya berisi photo suci dari kecil
tak ingin membuang waktu ia langsung menghidupkan leptop nya mengambil plesdis yang berisi rekaman cctv yang ia dapatkan dari rumah tetangganya
seketika tangganya terkepal membuat bukul bukul tangganya terlihat memutih
" jadi mereka sengaja melakukan semuanya ? tapi kenapa mereka membawa suci ? siapa sebenarnya mereka ?" tanya rudi dengan binggung
di sela kebingungan hp yang ia letakan di meja terus berbunyi membuat nya terpaksa beranjak mengambil nya
" sialan sepertinya mereka memang sengaja mengincarku " kesalnya lagi
rudi menyandarkan badannya ke kursi melihat deretan buku buku ritual yang ia dapat dari berbagai tempat ia tak ingin gegabah lagi suci berada di tanggan orang lain setidaknya ia bernapas lega walaupun ia di berhentikan dari kampus rumah nya terbakar setidaknya suci masih selamat tidak ikut terbakar
" dimana mereka menyembunyikan suci ?" tanyanya pada diri sendiri
rudi menghela napasnya berulang kali terdengar suara perut nya yang berbunyi rudi terpaksa keluar dari apartemen nya tak lupa ia memakai topi dan kacamata
" Sepertinya itu hunian nya baru " sahut seorang lelaki yang sedari tadi mengawasi apartemen rudi
" Bisa jadi jika benar kita harus beritahu pak ardan " sahutnya dengan memainkan hpnya
" jangan dulu sebaiknya kita tunggu sampai ia kembali " sahutnya dengan kembali membaca korannya
.
.
.
" kenapa ngak jadi ke dalam ?"
naomi menoleh lalu menghela napasnya
" kamu kan tau jika badan saya ada di sana "
" kamu sendiri tau jika saya banyak teman " sahut naomi dengan meminum minuman nya
lelaki itu menghela napasnya" jadi kapan kamu akan ke sana ?"
" liat besok "
" ngomong sama siapa ?" tanya reza dengan memberikan roti
naomi melihat reza
" mau liat ?"
dengan cepat reza mengeleng
" kamu aja " sahutnya lagi
" naomi janji ya besok ke sana soalnya saya takut jika mereka menemukan sesuatu yang harusnya saya berikan ke ibu saya "
" sesuatu ? apaan ?" tanya naomi membuat reza melihatnya
" saya ngak bisa bilang tapi mereka sudah dekat " sahutnya lagi
" kenapa ngak bilang dari awal yaudah besok gue ke sana " sahut naomi lagi
lelaki itu tersenyum lalu menghilang
" mau ke mana ?" tanya reza
" em ke tempat tadi "
" ngapain ? bukannya kata kamu banyak arwah yang ganas "
" iya tapi kata nya ada benda yang akan ia berikan ke ibu nya gue kasian aja sama dia "
" dia siapa ?" tanya reza lagi
" gue ngak nanya namannya tapi dia itu cowok yang gue temui di supermarket"
" cowok "
naomi mengangguk
naomi melihat reza dengan tatapan binggung
" kenapa ada yang salah ?" tanya reza
" itu arwah jika bapak lupa dan saya ngak mungkin ketangkep rt karna berduaan dengan arwah " jelas naomi dengan kesal
" saya tetap cemburu naomi " ucapnya lekas meninggalkan naomi sendirian
.
.
" sudah selesai ?" tanya reza pada gilang
Gilang mengangguk lalu memperlihatkan hasil rekamannya pada reza
" Gimana vidio nya bagus ?" tanya cleo yang mendekat
" Kayanya bagus ngak buram gambar nya jelas " sahut gilang yang sudah memeriksa vidio mereka
" Gila sih baru kali ini gue ikut beginian " sahut mika dengan senang
" Kata naomi loe suka hal mistis juga ?" tanya gilang membuat mika mengangguk
" Suka banget sama kayak cleo dan alexa" sahut mika
" Eh tapi kenapa kita ngak jadi di tempat tadi ?" tanya alexa
" Ngak tau tu naomi" sahut mika dengan melihat naomi yang bersandar di dalam mobil
" Kita kan ngak tau apa yang ada di sana tapi naomi tau mangkanya dia ngelarang kita bisa jadi bahaya buat kita " sahut desi dengan mengambil martabak yang mereka beli
" maksudnya gimana ? apa naomi bisa ngerasain ada mahkluk lain gitu?" tanya mika
" yang pastinya naomi lebih istimewa dari kalian " sahut reza dengan terus melihat video
" ya ela pak itu juga kita tau bapak kan bucin sama naomi" sahut evan yang malah dapat timpuk makanan dari reza
" pak reza suka sama naomi beneran?" pertanyaan cleo membuat mereka semua melihatnya
.
.
.
.
" ngak bisa di undur besok ma ?" tanya naomi pada jenny
jenny menggeleng
" tapi kan kalian tau di rumah ada temen naomi masa naomi tinggalin mereka " jelas naomi lagi
" bener juga yaudah nanti mama bantu ngomong sama papa kamu, tapi awas kalau kamu masih bertemu dengan reza lagi mama ngak akan bantuin kamu " kelas jenny
naomi menghela napasnya inilah yang membuat nya menolak reza ia tak ingin kekuasaan orang tuanya akan menghancurkan hidup reza
sekeras apapun usaha nya dan reza jika orang tuanya sudah tidak setuju tidak akan bisa
" naomi" panggil jenny membuat naomi sadar
" iya ma kenapa ?" tanya naomi
" dengar kata kata mama kemarin terakhir kamu bertemu reza besok besok jangan lagi "
" kenapa mama benci pak reza bukannya dulu mama setujuh sama dia ?" tanya naomi pelan
" itu dulu sebelum dia mempermainkan kamu mama sama papa sudah tau semuanya dari desi dan bik mira dan mama ngak mau itu terulang " jelas jenny
naomi menghela napasnya" kalau dia berubah bagaimana ma ?"
" jika dia benar suka sama kamu suru dia temui mama dan papa "
" tapi kan kalian sibuk " sahut naomi lagi
" apa kamu sudah jatuh cinta dengan dosen itu ?" pertanyaan ardan membuat naomi menoleh
" papa kapan sampek " tanya naomi dengan menyalami ardan
" jangan mengalihkan topik naomi papa tanya apa kamu jatuh cinta dengan dosen itu ?"
" naomi ngak tau pa papa kan tau naomi ngak perna pacaran apalagi dekat dengan cowok selain gilang evan dan pak reza tapi sama pak reza naomi udah nyaman dari dulu " sahut naomi dengan menunduk
" jika dia serius papa akan kasih dia kesempatan tapi sebelum dekati kamu minta dia ketemu dulu dengan papa bisa ?"
naomi mengangguk ragu karna sejujurnya ia tak yakin apakah reza benar mencintai nya atau hanya sebagai mainan