
" naomi" naomi menoleh ketika mendengar namanya di panggil
" kalian ? ngapain kesini ?" tanya naomi ketika mendekati dava dan reza
" kamu ngak ada acara kan ikut ke kampus " reza ingin menarik tanggan naomi namun dengan cepat naomi menjauhkan tangganya
" ngak mau saya capek pak " sahut naomi dengan memalas
" kasusnya belum selesai " sahut reza
naomi mengeleng " ngak deh besok besok aja saya capek lagian andriana udah ngak muncul lagi "
" masa nunggu besok lagi sekarang aja ya biar cepet kelar " ucapan dava
" boleh tapi saya minta makan " tawar naomi
" dih minta makan enak aja ngak " tolak dava
" makan apa ?" tanya reza membuat naomi tersenyum
" nasi goreng, sate sama bakso ngak papa makan di kampus"
reza langsung mengangguk menyetujui permintaan naomi
" ayo ke kampus kan " ajak naomi dengan naik ke mobil
" naomi naomi mau kemana ?" tanya desi dengan mendekati naomi
" Des bilang aja ke bibik naomi ke kampus trisakti sebentar"
" tapi hari ini nyonya pulang ?" sahut desi lagi
" bilang aja naomi ada kerjaan sekolah ya by by " naomi melambaikan tanggan lalu masuk ke mobil di ikuti dava dan reza
" eh desi ini kunci motor bawah pulang ya makasih cantik "
" iya " desi melihat kepergian naomi dengan lesu
" bohong lagi ah naomi mah bikin kesel "
.
.
" tadi siapa sepupu kamu ?" tanya dava
naomi mengeleng " dia temen eh keluarga "
" siapa nyonya ?." kali ini reza yang bertanya membuat naomi menoleh ke depan
" kamu pembantu?" tanya reza lagi
naomi mengeleng malas lalu menyandarkan badannya di kursi " tadi desi anak bik mira yang kerja sama buk jenny dan buk jenny adalah mama gue "
" bilang aja dia anak pembantu loe ribet amat " ucapan dava membuat naomi mengacungkan jempolnya
.
.
.
.
.
.
" yakin semuanya abis ?" tanya kiki ketika naomi sedang menikmati makanannya
" abis buk cukup tadi malam aja kelaparan sekarang ngak akan " sindir naomi pada dava dan reza
" kan udah di jelasin mobil mogok hp lobet, lagian bukannya loe orang kaya masak beli makan aja ngak bisa " sahut dava lagi
" tunggu ya " naomi mengeluarkan semua isi tasnya bahkan wadah pensilnya
" ngak ada duit cuma ini yang ada duitnya " naomi menunjukkan aplikasi yang ada di hpnya
" paham kan kenapa ngak bisa beli makan "
" jadi tadi malam perempuan di ruangan saya itu hilang ?"
kiki mengangguk" kita cuma dengan suara ketok ketok gitu terus hilang pas kita masuk juga ngak ada apa apa " jelas kiki
" andriana bilang dia meninggal bukan karna serangan jantung tapi di bunuh ? siapa yang bunuh andriana?" tanya dava lagi
" bisa cerita in awal mula andriana masuk kampus hingga kejadian itu terjadi " ketiganya kompak mengangguk
.
.
" ruangan andriana sebelah ruangan buk kiki bahkan charger hpnya belum sempat di ambil dia meninggal setelah 4 jam menghubungi pak reza sedangkan jarak rumah buk andriana ke sini cuma 30 menit lantas sisa 3 jam 30 menitnya kemana ?" tanya naomi dengan melihat corekan kertas di depannya
naomi melihat lokasi andriana jatuh
" jangan berbahaya " sahut suara membuat naomi menoleh
arwah seorang gadis berdiri di samping naomi dengan keadaan wajah yang sedikit rusak karna pisau
" berbahaya mereka yang bersamamu berbahaya " sahutnya lagi
arwah itu berjalan ke depan kampus yang langsung di ikuti naomi, reza kiki dan dava hingga arwah itu mendekati pos satpam dan menunjuk satpam itu lalu menghilang
" itu yang namanya pak romi " tunjuk naomi pada pak romi yang sedang berjaga
" iya itu pak romi" sahut reza
" nanti malam bisa temani saya keliling di sini ?"
ketiganya kompak melihat naomi dengan kaget
" ngak maksud nya kita tidur di kampus karna ada sesuatu yang saya rasa aneh " sahut naomi
" bisa ngak " sahut reza dan dava bersamaan
Reza melihat dava " gue ngak bisa adek gue mau lamaran gue harus ikut berbenah "
" buk kiki ?" tanya reza
kiki melihat naomi " saya usaha kan ya "
" yaudah kalo gitu saya pamit pulang dulu nanti sore saya ke sini " sahut naomi
" saya antar " sahut reza lagi
naomi mengangguk lalu keduanya menuju parkiran
selama perjalanan keadaan hening tak ada yang bersuara hingga mobil yang mereka tumpangi tiba di rumah naomi bersamaan dengan Jenny yang juga datang
" terimakasih pak saya pamit dulu " sahut naomi dengan membuka pintu
" naomi nanti sore saya jemput jam 6 " sahut reza
" iya _"
" naomi" naomi menoleh
" mama "
Reza mengangguk lalu ikut turun dari mobil
" ayo masuk " ajak jenny lagi dengan tersenyum
" ayo duduk duduk, bik bik mira bikin jus ada tamu bik " sahut jenny membuat naomi meringis kesal
" namanya siapa ?" tanya jenny yang duduk di depan reza
" Reza tante"
" jangan panggil tante panggil ibuk aja ya, sudah berapa lama kalian pacaran ?"
" mama apaan sih ngak kita ngak pacaran " sela naomi
" iya buk kita ngak pacaran " jawab reza lagi
" ohh ibuk pikir kalian pacaran soalnya cuma kamu cowok yang berani datang ke rumah ini apalagi sama naomi " sahut jenny
" Oya di minum dulu " ucap jenny ketika bik mira meletakan jus di meja
" buk saya izin ajak naomi keluar nanti sore bisa ?" izin reza pada jenny
jenny mengangguk" bisa bisa ajak aja "
entah naomi yang dongkol atau memang mama nya yang mencari muka di depan reza yang jelas naomi bosan hingga tak mendengarkan obrolan keduanya
" naomi naomi "
" kenapa ma " ucap naomi kaget
" benggong kan ini reza mau pulang " naomi mengangguk
" anterin naomi" dengan pasrah naomi ikut berdiri mengikuti reza hingga ke mobilnya
" saya pamit " naomi hanya mengangguk
setelah kepergian mobil reza naomi masuk ke dalam
" bagus naomi cocok jadi mantu mama mapan sopan berwibawa pas untuk kamu " sahut jenny dengan mencubit pipi naomi lalu masuk ke kamar
" mama gila " sahut naomi kesal
.
.
.
.
.
" bik " sahut naomi mendekati bik mira
" kenapa non ?"
" abu kak dio mana ?" tanya naomi
bik mira melihat naomi" ada di kamar bibik non " sahutnya berbohong
" bibik bohong "
" engak non ada di kamar " sahut bik mira lagi
" ngak ada naomi udah cari " sahut naomi dengan kesal
bik mira mendekati naomi" maaf non tapi ini demi kebaikan non juga biar non tenang "
" bibik yang nganggu naomi bukan arwah kak dio tapi hantu lain sekarang naomi udah ngak punya pelindung yang bakal ngelindungi naomi dari arwah lain" sahut naomi
" maaf non maaf " sahut bik mira dengan menyesal
" naomi ngak papa bik cuma kecewa aja sama bibik " sahut naomi pelan
" semoga aja keputusan bibik itu tepat " sahut naomi lalu beranjak pergi
" non "
namun naomi hanya berjalan menuju kamar nya tampa mendengarkan bik mira lagi
" naomi tu ada nak reza di depan " sahut jenny membuka pintu kamar naomi
naomi mengangguk lalu pergi ke depan menemui reza
" ma kita pamit " sahut naomi melambaikan tanggan pada jenny
" Tante saya ajak naomi"
jenny mengangguk " hati hati "
" buk kiki ngak ikut ?" tanya naomi ketika keduanya dalam perjalanan
" katanya mau ke sana langsung" naomi mengangguk
" kenapa respon nya begitu ke ibu kamu ?" naomi menoleh ke reza lalu melihat ke depan lagi
" kita hanya berhubungan karna andriana selebihnya jangan ikut campur"
Reza hanya diam menanggapi ucapan naomi hingga keduanya tiba di kampus trisakti
" andriana" naomi dengan cepat bergegas turun dan mengikuti arwah andriana yang berjalan ke belakang kampus
begitu juga dengan reza yang ikut mengejar naomi
setibanya di belakang kampus naomi kehilangan jejak andriana
" andriana indriana " panggil naomi dengan pelan tapi masih bisa di dengan oleh reza
" siapa indriana?" tanya reza
naomi tak menghiraukan ia terus mencari ke kiri ke kanan namun jangankan andriana arwah lain saja tidak ada
" naomi?"
" eh, pak tadi ada arwah andriana atau indriana berjalan ke sini tapi menghilang" sahut naomi dengan menunjuk sekeliling
Reza melihat memang tidak ada siapa pun bahkan belakang kampus hanya ada rumah nya pak tono dan pak romi
" apa masuk ke rumah itu ?" naomi mengeleng
" gue ngak tau ngak mungkin juga kita masuk ke rumah itu cuma mencari arwah" sahut naomi
" yaudah kita balik ke kampus aja " ajak reza
.
.
.
mengelilingi kampus dan bertemu beberapa arwah membuat naomi memutuskan untuk mencaritahu dari mereka apa yang mereka ketahui tentang kematian andriana
sedangkan kiki dan reza berjaga di depan pintu takut jika ada orang yang masuk ke dalam kampus
mendengar cerita dari berbagai arwah membuat naomi menyimpulkan satu hal jika andriana memang mati karna di bunuh