
pemeran naomi
pemeran Reza
pemeran desi
pemeran dava
pemeran Gilang
pemeran Evan
#########
naomi perlahan membuka matanya melihat sekitar ruangan yang kecil serta pengap hanya ada kasur dan bantal
naomi ingin menggerakan tanggan dan kakinya namun semuanya terikat bahkan mulutnya sendiri di lakban
naomi menghembuskan napas kesalnya ketika teringat jika ia di pukul ketika sedang berbicara dengan pak rudi
mengingat lelaki itu naomi yakin pasti pak rudi dalang dari semuanya
" kapan akan di pindahkan?"
"sebaiknya kita pindahkan nanti malam karena takut anak anak masih di kampus sore ini "
" yasudah kalau begitu saya permisi dulu pak"
sayup sayup naomi mendengar suara orang yang berbicara
naomi mendengar suara dua lelaki naomi tau suara siapa itu siapa lagi jika bukan suara pak rudi dan pak romi
naomi kembali memejamkan matanya ketika mendengar suara pintu
" hey hey " lelaki itu menggoyang kan badan naomi namun naomi masih memejamkan matanya
" baguslan jika dia masih belum sadar " sahunya lalu terdengar suara langkah kaki menjauh bersamaan dengan suara pintu yang tertutup
.
.
.
.
.
.
" gimana ?"
desi mengeleng pelan
evang menghela napasnya " kemana tu anak " sahut evan dengan mengipaskan buku ke mukanya
" ni minum dulu " gilang memberikan air mineral pada keduanya
" gimana ibuk loe udah di hubungi?" tanya gilang dengan ikut duduk di tanah
desi mengangguk" kata ibuk naomi belum pulang "
" apa kita cari lagi ke dalam ?" tanya evan dengan tatapan kesal
gilang melihat jam di tangganya " udah sore bisa jadi kita kemalaman di dalam lagian jika ada di dalam naomi pasti udah keluar kita balik aja dulu sekalian cari siapa aja yang bicara sama naomi hari ini "
" nyari dimana ?" tanya evan yang gagal paham
" di grub evan kita kan punya grup kelas " sahut gilang
seketika evan menyengir ingat jika mereka di kelas dan jurusan yang sama
" yaudah kalau gitu kita balik " sahut evan
mereka bertiga berpencar beranjak pulang ke rumah masing masing
" loe neng kok pulang sendiri neng naomi ke mana ?" tanya pak tono yang datang dari luar
" iya pak, udah pulang duluan " sahut desi berbohong
" ohh begitu, hati hati di jalan neng " pak tono tersenyum lalu masuk ke dalam
" la ini motornya neng naomi kok disini ?" tanya pak tono pada dirinya sendiri ketika melihat motor naomi di parkiran
pak tono melihat ke gerbang depan di mana ia bertemu dengan desi namun gadis itu telah pergi
" apa emang sengaja di tinggal " sahutnya lagi
tak ingin berprasangka buruk pak tono lekas pulang ke rumah nya
setibanya desi di rumah bik mira telah menunggu di teras
" desi gimana?" tanya bik mira dengan menghampiri desi
desi mengeleng
" astaga jadi gimana, eh pak dosen itu gimana sudah kamu tanya ?" tanya bik mira lagi
desi mengangguk " ngak ada buk udah di cari, pak reza juga nggak tau naomi nya ke mana" sahut desi
" apa kita laporan polisi aja " usul bik mira
" jangan buk nyonya pasti tau " sahut desi
desi menghela napasnya " nanti desi pikirin, sekarang kita masuk aja dulu " ajak desi
.
.
.
" kalian ngapai disini ?" tanya reza melihat gilang dan evan yang duduk di teras rumah
" mas reza baru balik ?"
Reza mengangguk " tadi ada rapat bentar sekalian antar dava, mas masuk dulu ya "
keduanya saling pandang lalu kembali pada leptop dan hp nya
" desi jadi ke sini " sahut evan dengan melihat hpnya
" jam berapa ? jemput aja takut nanti pulangnya kemaleman bisa di anter "
evan mengetikan ucapan gilang " oke deh gue jemput dulu " sahut evan lalu beranjak pergi
" evan udah pulang ?" tanya reza yang datang dengan minuman di tangganya
" ngak dia jemput desi, mas bener mas ngak ketemu naomi hari ini ?"
mendengar pertanyaan gilang reza lekas duduk " emang kenapa dengan naomi dari tadi kamu nanyai die "
gilang meletakan leptopnya " kata desi naomi ilang mas "
" ilang gimana maksudnya?"
" ya ilang mas ngak tau di mana di telpon apa segala macem ngak ada kabar "
Ting.
suara hp gilang membuat nya menoleh
" Dito ?" sahut gilang
" kenapa dengan dito?" tanya reza
" Dito bilang tadi dia yang liat naomi katanya pak rudi minta naomi ke ruangannya" jelas gilang
" kita ke kampus " sahut keduanya bersamaan
keduanya masuk ke dalam rumah mengambil senter dan keperluan lainnya ketika akan mengunci pintu desi dan evan datang
" mau ke mana ?" tanya evan
" kampus kita cek di kampus" sahut reza yang langsung masuk ke dalam mobil evan
mereka lekas menuju kampus setibanya di sana mereka lekas masuk
" pak tono sama pak romi kemana biasanya jaga " tanya reza dengan melihat area kampus
" gue ke rumah pak tono dulu ambil kunci " sahut evan dengan keluar dari aula kampus
" mas loe ngak bawa kunci cadangan ?" tanya gilang yang di sahut gelengan oleh reza
5 menit mereka menunggu evan datang bersama dengan dava dan pak tono
" dava ?" panggil reza
" gue mau ambil hp ketinggalan di ruangan" jelas dava yang tau tatapan binggung mereka
"saya juga ikut bantu biar saya buka cctv ruangan siapa tau ada petunjuk" sahut pak tono yang tau jika naomi hilang
" pak tono tau ?" tanya reza
" tadi nak evan sudah cerita ?" sahut pak tono lagi
" jadi naomi bener ilang ?" tanya dava
" kita ngak tau yang jelas naomi belum ada kabar " sahut desi
" yuk masuk " ajak evan yang berhasil membuka pintu aula
" kita berpencar aja " usul reza
" gilang desi evan kalian cari di kelas pak tono tolong bapak cek cctv dosen saya sama dava cari di perpus toilet sama kantin " jelas reza membuat mereka mengangguk paham
mereka mulai mencari di sekitar kampung dia jam berkeliling akhirnya mereka kembali berkumpul di lantai 2
" ngak ada pak " adu desi dengan duduk mengistirahatkan kakinya
" sama pak terakhir di ruangan pak rudi tapi ngak tau cctv macet sampai sore ini ngak ngerekam apa apa " adu pak tono
" pak rudi ?"
" iya siang tadi neng naomi ke ruangan pak rudi saya yang anter tapi saya balik karna lupa bawah kunci gudang"
mereka menghela napasnya
Gilang melihat dava lalu melirik reza " yaudah kita balik aja mas " ajak gilang
" makasih pak kami pulang dulu " pamit reza pada pak tono
" jadi gimana ?" tanya dava ketika keluar kampus
" udah jam 10 apa kita balika aja " sahut evan
" besok aja di lanjut pak saya juga harus pulang " sahut desi
" yaudah kalau gitu dava hati hati di jalan ya " ucap reza dengan menepuk pundak dava
.
.
" kita beruntung sudah membawanya pergi kalau tidak mereka pasti berhasil menemukan gadis ini " ucap seorang lelaki dengan melihat naomi yang terbaring di dalam mobil