
Pertemuan kedua keluarga berlangsung lancar, Hiroshi dengan tenang menyepakati pertunangan itu. Kedua belah pihak menyepakati tanggal pertunangan di bulan Desember yakni bulan ini pada tanggal 20.
“Rasanya sangat aneh kita bisa menjadi keluarga” kata ayah Kawaki.
“Kumiko akan senang mengenai hal ini” sahut ayah Hiroshi.
“Kenapa harus membahas orang yang sudah tak ada” celetuk ibu Hiroshi.
“Benar… harusnya kita tak membahasnya” kata ayah Kawaki.
“Bukankah hanya dia yang akan mengikat memori masa lalu kita” ungkap ayah Hiroshi.
“Masa lalu yang tak mungkin kita lupakan, tapi kini kita harus melangkah menata hidup baru” timpa ayah Kawaki.
Suasana jadi menegang setelah obrolan mengenai mendiang ibu Kawaki itu.
“Bagaimana kalau kita nikmati hidangan yang tersaji, sudah waktunya untuk kita bersuka cita atas keputusan baik ini” Kawaki mencoba mengalihkan pembicaraan.
“Mari kita mulai hubungan ini dengan suka cita” tambah Ryota.
Lalu kedua keluarga mulai mencairkan suasana dengan menikmati hidangan yang terlah tersaji di atas meja.
Kanon mengajak Hiroshi berjalan – jalan menyusuri taman kediaman Klan Endo setelah perjamuan.
“Pertunangan kita sebentar lagi, berarti kakakmu akan memenuhi janjinya mengembalikan Chiyo ke keluarganya” kata Hiroshi.
“Jangan berbaik sangka dulu, mungkin kakakku sudah menyiapkan rencana yang lebih mengerikan selain menyekap Chiyo” Kanon menimpali.
“Apa maksudmu?” Hiroshi tak paham.
“Apakah kamu pernah tidur dengan Chiyo?” tanya Kanon blak – blakan.
“Pertanyaan macam apa ini, kenapa kamu menanyakan hal tak pantas itu” Hiroshi kaget mendengar pertanyaan Kanon yang dianggapnya vulgar.
“Ini pertanyaan wajar seorang pasangan yang akan bertunangan, tapi aku tidak memposisikan diriku sebagai calon tunanganmu. Disini aku memposisikan diri sebagai adik Kawaki” ungkap Kanon.
“Aku mencintainya, aku tak mungkin melakukannya tanpa seizinnya. Aku tak pernah melakukan sesuatu di luar batas” aku Hiroshi agak malu.
“Itulah kelemahanmu, dan kakakku tahu mengenai hal ini. Dia akan melakukan berbagai cara kotor untuk mempertahankan mainannya. Kakakku telah melakukannya bersama Chiyo” aku Kanon.
Seakan ada petir yang menyambar ke arah Hiroshi, pernyataan Kanon membuatnya syok dan membeku sejenak.
Sedih dan marah seakan meluap di dadanya, kebej@tan Kawaki terhadap gadis yang di cintainya tak bisa termaafkan. Menoreh luka yang dalam untuk Hiroshi, baginya dia menjadi pecundang yang tak bisa melindungi kehormatan gadis yang di cintainya itu.
Disisi lain…
Ryota dan Kawaki tengah duduk di ruang tengah.
“Ini bukan rencanaku, tapi ini adalah rencana kita berdua untuk mempersatukan hubungan bisnis menjadi keluarga” kata Ryota sambil tersenyum kepada Kawaki.
“Aku menyukai berbisnis denganmu, menggadaikan adikmu untuk memperkuat posisimu sebagai pewaris” sindir Kawaki.
“Aku melakukan yang seharusnya aku lakukan, kedua adikku tak pernah serius mengurusi bisnis yang telah di bangun oleh ayah” aku Ryota.
“Apakah Soma akan datang di pesta pertunangan adiknya?” tanya Kawaki.
“Dia adalah anak buangan, sejak lama dia di Filipina disana membangun bisnis bawah tanahnya sendiri. Aku tak tahu dia akan datang atau tidak, karena ibu sangat membenci keberadaannya” jawab Ryota.
Di Dalam hati kecil Kawaki, dia ingin melihat Soma saudara tirinya yang di sembunyikan oleh paman Fukoda.
Sebuah rahasia kelam yang di tutup rapat oleh klan Endo bertahun – tahun, hingga Kawaki mengetahuinya dari kakek kandungnya yang telah dia bunuh.
Flash On
Pembantaian brutal di lakukan tim pasukan klan Endo sebuah kudeta untuk menaklukkan klan Aihara. Kawaki sebagai pemimpin kudeta menduduki kediaman klan Aihara.
Satu per satu lawan di hadapannya di binasakan hingga akhirnya dia menghadapi tetua klan Aihara yakni kakek kandungnya.
Ayah dari ibu Kawaki yang telah membuang putrinya untuk mempertahankan klannya.
“Kamu datang untuk membinasakan keluargamu sendiri, sangat menyedihkan” kata kakek Kawaki yang duduk di kursi depan meja kerjanya.
“Aku datang untuk membinasakan klan Aihara yang telah menjadi pembangkang dan musuh klan Endo” jawab Kawaki.
“SREEEEKKKKK” kakek Kawaki membuka lacinya dan mengambil pistol.
“Meski kamu membunuh seluruh klan Aihara, kamu tetaplah cucu yang ku buang. Tapi ingatlah masih ada darah Aihara lainnya yang tak akan bisa kamu sentuh” kata kakek Kawaki sambil tersenyum sinis kepada Kawaki yang berdiri di hadapannya membawa pisau.
“Diamlah kakek tua, jangan mendongeng menuju ajalmu” kata Kawaki dengan wajah dinginnya.
“Putra kedua dari keluarga Fukoda adalah kakak tirimu yang disembunyikan, dia satu – satunya anak yang dicintai ibumu. Ayahmu menghancurkan hidup ibumu hingga dia sangat membencimu. Tapi aku pun membuangnya sama sepertimu” kata kakek Kawaki.
Sebelum sempat kakek itu menekan pelatuk pistolnya, Kawaki terlebih dahulu melempar kedua pisau kecilnya ke tubuh kakeknya. Bagian leher dan dadanya terkena pisau, suara senapan yang meleset itu hanya mengenai pundak Kawaki.
Kawaki mungkin berhasil menghindar dari kematian, tapi dia mendapati luka dalam akibat perkataan kakek kandungnya itu.
Flash Off
“Sangat di sayangkan, keluargamu tak lengkap untuk merayakan pesta pemersatu klan Endo dan bisnis raksasa keluarga Fukoda” kata Kawaki tersenyum getir.
“Tapi pesta itu akan tetap meriah meski tanpanya, karena rencana ini adalah rencana kita” sahut Ryota tersenyum penuh kemenangan.
XXXXXXXXXXX