LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
LNMS2 KEKACAUAN



Mobil ambulance berhenti di sebuah rumah sakit.


Janie segera turun saat pintu mobil dibuka.


Beberapa orang tim medis langsung bergegas membawa Melvin menuju ke ruang UGD.


Sementara itu Janie menunggu di selasar depan ruang UGD.


Tidak lama seorang guru berlari menghampiri Janie.


"Bagian keadaan Melvin?"


"Entahlah, aku belum tahu ibu. Mereka baru saja membawanya masuk ke dalam ruang UGD, dan sampai sekarang belum ada satupun dokter yang keluar. Jadi tunggu saja di sini bersamaku Bu,"


 Dani dangdut Syifa pun menunggu di depan ruang UGD. udah lama seorang dokter keluar dan memanggil Wali dari Melvin.


"Wali Tuan Melvin!"


"Iya, saya dok!" seru ibu Syifa


Wanita itu langsung menghampiri sang dokter.


Mereka tampak berbicara begitu serius, sedangkan Janie terlihat duduk menunggu.


Janie begitu terkejut saat melihat Rayyan tiba-tiba muncul dan masuk ke ruang UGD.


*Braakkk!!


Seorang perawat keluar dengan wajah yang panik, ia menghampiri dokter dan memberitahu sesuatu kepadanya.


"Pasien atas nama Melvin meninggal dok?"


Sang dokter tampak terkejut dan segera berlari masuk kedalam.


Bu Syifa tampak lemas mendengar kabar itu hingga wajahnya memucat.


Janie yang melihatnya tampak khawatir.


"Ada apa Bu, kenapa Ibu tampak begitu khawatir,"


"Mereka bilang Melvin meninggal," ucapnya sedih


"Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un,"


Janie hanya bisa menenangkan Bu Syifa yang masih shock dan tak percaya dengan kematian Melvin.


Bu Syifa langsung memberikan kabar kepada guru lainya, untuk mempersiapkan kepulangan semua siswa.


Malam itu juga senjata siswa dipulangkan untuk menghindari adanya korban berikutnya.


Setibanya di sekolah, para orang tua siswa sudah menunggu anak-anaknya.


"Ah tidak apa-apa Ibu," jawab Janie melengos.


Setibanya di rumah, janie langsung masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.


Ia mengambil handphonenya dan menyalakannya. Ia menikmati alunan musik pop.


dalam sejenak tiba-tiba musik pop berubah menjadi suara seseorang yang menyuruhnya untuk bersiap untuk membalasnya.


Janie benar-benar Shok saat Rayyan


muncul di depannya.


"Melvin meninggal karena dibunuh oleh Angela. aku sudah berusaha menahannya tetapi aku tidak bisa menggantikan Angela wanita itu terlalu kuat dan aku tak bisa melawannya sendirian,"


"Lalu Kenapa kamu ceritakannya kepadaku?" tanya Janie


"karena hanya kau yang bisa membantuku mengalahkan Angel,"


"Bagaimana bisa seorang manusia biasa bisa mengalahkan bangsa jin seperti kalian?"


"ada saja kau bisa karena manusia diberikan akal dan pikiran dan itulah yang membedakan antara kau dan bangsa kami,"


*Tok, tok, tok!!


Suara ketukan pintu membuat Rayyan segera menghilang. Mentari membuka pintu kamar Jani dan masuk ke dalam.


Iya menatap sentuh putrinya yang masih terjaga meskipun malam telah larut.


"Kenapa kamu belum tidur?" tanyanya lirih


"Aku kangen Ayah Bu, kapan dia akan pulang?" tanya Janie


"Ibu juga Sama, Ibu juga merindukan ayahmu. Semoga saja minggu besok dia sudah kembali dan berkumpul lagi bersama kita,"


seni menganggap dan kemudian memeluk ibunya.


"Jangan takut semuanya akan baik-baik saja, sekarang tidurlah,"


jadi kemudian merendahkan tubuhnya di atas depannya entah lagi menyelimuti Putri soalnya itu dan kemudian mematikan lampunya setelah melihat Jani terlelap.


keesokan harinya sama siswa dikumpulkan di aula untuk mendoakan almarhum Melvin.


Wisnu soal nama maafin tampak gelisah, saat acara sudah dimulai.


Iya bahkan nekat maju ke depan dan mengambil sebuah pisau. tanpa diduga Wisnu justru berbicara melantur serta menyayat lehernya sendiri hingga ia jatuh terkulai di lantai.


*Bruughh!!!