
*Istana Raja Iblis Lima ratus tahun silam....
"Kenapa kau selalu saja membuat Onar Gordon!" seru Ratu Iblis
"Lihatlah karena perbuatan mu ayahmu harus terbujur kaku di peti itu, apa kau ingin dia seperti itu seumur hidupnya?" tanya Ratu Iblis
"Maaf bunda Ratu, saya tidak sengaja membuatnya seperti itu,"
"Kau tahu jika para tetua tahu perbuatan mu maka kau akan dihukum mati karena sudah membuat yang mulia Raja menjadi seperti mayat hidup,"
"Tolong ampuni aku bunda, jangan biarkan mereka membunuhku bunda," pinta pemuda itu bersujud memohon kepada ibunya.
"Hanya ada satu cara untuk menyelamatkan dirimu dari hukuman mati," Ratu Iblis segera mengambil senjata pusaka miliknya.
"Masuklah ke dalam keris ini jika kau ingin selamat," titah Ratu Iblis
"Tapi aku tidak mau terpenjara dalam benda itu Bunda," rengek Gordon
"Setidaknya kau akan aman di sini, kau bisa keluar suatu saat nanti jika ayahmu sudah siuman," bujuk Ratu Iblis
"Baiklah bunda," Gordon kemudian masuk kedalam Wesi Aji itu.
Tiba-tiba saja sekelompok petinggi istana masuk ke kediaman Ratu dan mengambil benda pusaka itu dari tangan sang permaisuri raja.
"Terimakasih Yang Mulia Ratu sudah membantu kami menangkap sang pembuat onar. Sekarang benda ini akan diamankan oleh pihak tetua istana. Dan untuk memastikan Pangeran tidak bisa kabur dari benda pusaka itu kami akan mengutus seorang manusia setengah Iblis untuk menjaga benda Pusaka itu,"
"Kenapa kau melakukan semua ini padaku Paman, bukankah Gordon tidak sengaja melukai ayahnya dengan tongkat sakti itu kenapa dia harus mendapatkan hukuman seperti itu." protes Ratu Iblis
"Hukuman di kurung dalam benda pusaka jauh lebih ringan daripada hukuman mati, mengingat apa yang dia sudah lakukan terhadap yang mulia Raja. Kau tahu kan, bagaimana keadaan alam gaib tanpa seorang Raja, semuanya akan menjadi kacau. Apa kau mau bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang akan menimpa alam semesta. Sebaiknya kau diam saja dan ikuti saja perintahku," lelaki itu segera bergegas meninggalkan Ratu Iblis.
*Flashback off
"Kau benar-benar keras kepala Lingga, baiklah jika itu mau jangan salahkan aku jika terpaksa menyingkirkan dirimu, dan asal kau tahu bukan hanya tongkat sakti itu yang ingin aku ambil dari dirimu, tapi juga Tari kekasihmu. Harus ku akui jika awalnya aku hanya ingin menjadikan dia sebagai umpan untuk mengambil benda pusaka itu darimu, karena aku tahu dia adalah kelemahan terbesarmu. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai menyukainya dan ingin menjadikannya sebagai permaisuri ku. Jadi lebih baik kau mati saja agar tidak menghalangi ku. Matilah kau dukun sialan!" tutur Zeck kemudian mendorong Lingga hingga jatuh ke jurang.
*Aaaarrrrrggghhhh!!!
Zeck menyeringai menatap Lingga dengan penuh kebahagiaan.
Namun seketika lelaki itu membulatkan matanya ketika melihat sosok wanita melesat menangkap tubuh Lingga dan menyelamatkannya.
*Wusshhh!!
"Kau!!" pekiknya geram
Wanita itu kemudian menurunkan Lingga dan berjalan mendekati Zeck.
"Lama tak bertemu Gordon, jangan pernah lupa jika aku adalah penjaga mu," jawab Nilam Sari tersenyum simpul menatapnya
"Bagaimana kau bisa selamat?" tanya Zeck sembari terus mundur menjauhinya
"Kau lupa jika aku adalah seorang manusia setengah Iblis, jadi aku tidak akan mati dengan mudah. Kau pasti penasaran kenapa aku tidak mati padahal Lingga memakai tongkat itu untuk membunuhku atas perintah Ki Gendon dukun sialan itu." ujar Nilam Sari menghampirinya
"Itu karena sang Penasihat Agung sudah memberiku kekuatan lebih untuk mengatasi hal seperti itu terjadi padaku. Itulah alasannya kenapa Penasihat Agung mempercayakan diriku yang dipilih untuk menjaga mahluk jahat seperti dirimu. Sekarang saatnya aku akan mengembalikan mu ke tempat asal mu Gordon!" seru Nilam Sari
Wanita itu mengeluarkan keris sakti dari balik bajunya dan menyerang Zeck.
Perlahan Lingga mulai membuka matanya, ia melihat pertarungan sengit antara Zeck dan Nilam Sari tidak jauh darinya.
"Apa benar dia yang menolong ku, tapi bagaimana bisa dia selamat dari sabetan tongkat sakti itu," Lingga berusaha bangkit
"Kenapa dia menolong ku yang hampir membunuhnya, Siapa dia sebenarnya," Lingga terus mencari tahu siapa Nilam Sari.
"Arrrrrghhh!!" Nilam Sari terhempas dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Aku bukan lagi Gordon yang dulu Nyai, sekarang kekuatan ku sudah pulih, jadi kau tidak bisa meremehkan aku lagi," lelaki itu menghampiri Nilam Sari
"Sekarang saatnya aku membunuhmu, darah campuran!" seru Zeck
Ia kemudian menarik Nilam Sari dan bersiap menghujamkan senjata pusaka ke arahnya.
"Kata siapa kau tidak bisa mati, hanya Raja iblis dan keturunannya lah yang bisa membunuh mahluk campuran seperti dirimu Nilam," ucap Zeck menyeringai
"Campuran, apa itu berarti wanita itu sama seperti Garra?"
*Buuggghhh!!
Lingga segera melepaskan tendangannya kearah Zeck saat hingga lelaki itu akan menebaskan pedangnya kearah Nilam Sari.
"Kau masih punya nyali juga anak muda!" ujar Zeck mengusap darah segar di bibirnya.
"Baiklah kalau begitu aku akan menghabisi kalian berdua sekaligus,"
"Sekarang bukan saatnya untuk melawan di Lingga, lebih baik kita pergi dari sini, karena kita tidak akan pernah mengalahkannya di tempat ini," ujar Nilam Sari mendekati Lingga
Wanita itu menggandeng lengannya dan Lingga hanya mengangguk setuju.
"Dasar pengecut, kalian bisa lolos dariku kali ini. Tapi aku tidak akan membiarkan kalian hidup jika kita bertemu lagi,"
************
*Tok, tok, tok!!!
Tari segera bergegas membukakan pintu rumahnya melihat siapa yang datang mengunjunginya.
"Lingga, darimana saja kau, kenapa kau tiba-tiba menghilang!" cecar Tari memberondongnya
"Siapa dia, kenapa kau membawa wanita ke rumah ku!" imbuhnya dengan begitu emosi karena Lingga belum menjawab satupun pertanyaannya.
"Lingga jawab aku, jawab Lee!!" serunya sembari menarik baju lelaki itu hingga robek.
Lingga kemudian menarik wanita itu kedalam pelukannya dan membuat Tari terkejut.
"Maafkan aku sudah membuat mu khawatir," ujarnya seraya mengusap lembut rambutnya
"Kau tahu betapa khawatirnya aku karena kau tiba-tiba menghilang begitu saja tanpa kabar dan berita. Aku hampir gila karena terus memikirkan dirimu yang hilang bak di telan bumi. Semuanya kacau tanpa dirimu Lee, aku tidak bisa melakukan apapun tanpa dirimu, hiks," ucap wanita itu tersedu-sedu
Lingga kemudian melepaskan pelukannya dan mengusap air mata gadis itu.
"Bukankah aku sudah bilang padamu jika aku harus memastikan sesuatu saat menonton balap motor itu, dan saat aku menghilang aku sudah menemukan jawabannya. Sekarang jangan sedih lagi karena aku sudah kembali dan aku janji lain kali aku tidak akan meninggalkan mu lagi," ucap Lingga menghiburnya
"Lalu siapa wanita itu, kenapa kau membawanya ke rumahku. Apa ia jawaban yang kau cari itu?" tanya Tari dengan nada cemburu
"Kenapa, apa kau cemburu dengannya?" tanya Lingga
"Te..tentu saja tidak, aku hanya penasaran kenapa setelah kau menghilang selama dua hari kini kau pulang membawa perempuan, jadi aneh saja melihatnya," sahut Tari berusaha menutupi perasaannya.
"Tapi sorot mata mu mengatakan jika kau cemburu dengannya, padahal aku sangat senang jika kau jujur padaku, tapi sudahlah...." Lingga segera membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan Tari.
Namun tiba-tiba gadis itu berlari memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku Lee, selama ini aku selalu berusaha menutupi perasaan ku padamu karena suatu hal. Tapi kali ini aku tidak bisa lagi mengendalikan perasaan ku. Aku benar-benar tidak mau kehilangan mu lagi Lee," ucap Tari membuat Lee tersenyum bahagia mendengarnya.