LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
44. Kemenangan



"Baiklah para hadirin semua acara lelang tender proyek Pembangunan Rusun segera di mulai, masing-masing para negosiator silakan menyampaikan presentasinya," ucap seorang host membuka acara itu.


Suasana menjadi hening ketika semua peserta lelang mengambil nomor undian.


"Sepertinya ini bukan seperti lelang tender biasa, banyak hal-hal ganjil di sini," bisik Kenan


"Kau tidak perlu khawatir, lakukan saja presentasi dengan baik, sisanya biar aku yang akan urus," sahut Lingga


"Biarkan aku membantumu," tukas Zoya menawarkan diri


"Tidak perlu, aku akan melakukan presentasi sendiri." jawab Kenan


Mereka kemudian mendengarkan presentasi dari para peserta tender.


"Syukurlah kita dapat giliran terakhir hingga kita bisa tahu kelebihan dan kekurangan presentasi lawan," ucap Kenan.


"Benar," sahut Tari


Tiba giliran Gareth maju dan menyampaikan presentasinya.


Kenan begitu tercengang melihat presentasi lelaki itu.


"Ada apa Ken?" tanya Lingga penasaran


Kenan kemudian membisikkan sesuatu kepada Lingga.


"Bagaimana bisa?" tanya Lingga


"Apa kau meninggalkannya?" imbuhnya


"Aku selalu membawanya kemana aku pergi, bahkan sampai ke toiletpun aku membawanya,"


"Kapan kau ke toilet?" tanya Lingga


"Belum lama setibanya di tempat ini," jawab Kenan


"Yang bisa melakukan ini hanya seseorang yang memiliki kekuatan supranatural tingkat tinggi, dimana dia menggunakan bantuan Jin untuk mencari sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa," jawab Lingga


"Apa yang terjadi?" tanya Tari gusar


"Presentasi Kenan sama persis dengan Tuan Gareth," jawab Lingga


"Kenapa bisa begitu?"


"Semua ini bisa saja terjadi, ini bukanlah sesuatu yang aneh," timpal Zoya


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya Tari


"Aku akan mengganti presentasi ku," jawab Kenan


"Tapi kita tidak punya banyak waktu untuk membuatnya lagi dari awal," tukas Zoya


"Aku tidak perlu menggunakan slide atau apapun. Aku akan menyampaikan presentasi ku secara spontan," jawab Kenan


"Bagaimana jika kita kalah lagi," ucap Tari lesu


"Dalam peperangan setiap prajurit yang bertempur di Medan perang dan ia mati saat berperang maka dia adalah pemenang. Seorang kesatria sejati tidak takut kalah saat berperang, karena dengan kekalahan kita akan belajar bagaimana caranya agar bisa menang. Semangatlah Kenan. Kau harus menyampaikan presentasi mu seperti harimau yang berlari mengejar mangsanya, yakinkan para pelelang seperti seekor Elang yang gigih mengalahkan seekor ular." tutur Lingga menyemangatinya.


"Tentu saja Lee, terimakasih atas motivasinya,"


"Kau tenang saja, aku akan membantumu dari sini," ucap Lingga menepuk pundaknya.


Kenan mengangguk pelan kemudian berjalan menuju ke atas panggung.


Semua mata menatapnya tajam, menunggu apa yang akan di sampaikan oleh negosiator muda itu.


"Aku belum pernah melihat dia, siapa dia?" tanya Gareth


"Dia adalah Kenan negosiator muda yang selalu memenangkan tender properti, dia adalah anak dari pengusaha properti terkemuka di Jakarta."


"Tapi kenapa aku tidak mengenalnya?" tanya Gareth lagi


"Sebelumnya dia selalu bermain di belakang layar, ia selalu menggunakan orang lain untuk menyampaikan presentasinya. Entah alasan apa yang membuatnya mau menunjukkan dirinya di depan umum hari ini," jawab asisten pribadi Gareth


"Kau benar Tuan, Kenan memang mewakili Purnomo Corporindo,"


"Sebagus apapun presentasi pemuda itu, ia tidak akan pernah mengalahkan Gareth. Kau jangan khawatir Zeck, ayah bisa memastikan semua itu," ucap Gareth menenangkan Zeck


"Tentu saja, aku percaya dengan kemampuan mu ayah. Itulah sebabnya aku meminta mu untuk ikut dalam tender ini." sahut Zeck tersenyum padanya.


Kenan menarik nafas dalam-dalam sebelum ia memulai presentasinya.


"Apa kau tidak menggunakan slide atau brosur?" tanya seorang panitia lelang


"Maaf kali ini aku tidak memakai semua itu, aku akan menyampaikan langsung presentasinya, agar kalian bisa menilai sendiri bahwa ide perusahaan kami bukanlah meniru dari peserta lain. Saya baru memikirkan ide ini saat akan tampil di atas panggung ini."


Kenan kemudian menyampaikan presentasinya dengan lugas di atas pentas membuat para panitia lelang terpukau mendengarnya.


"Ternyata seperti yang kau sampaikan dia benar-benar sangat lihai sebagai seorang negosiator. Ia tidak kehilangan ide-ide kreatif meskipun aku sudah mencuri hasil pemikirannya."


"Jangan biarkan dia menang ayah," tukas Zeck


"Tenang saja, aku akan segera mengurusnya." Gareth segera memusatkan konsentrasinya.


Lingga melirik kearah Zeck dan Gareth yang terlihat diam dengan tatapan mata kosong.


Pasti mereka sedang melakukan sesuatu. Jangan khawatir Tari aku akan menghentikan praktik kotor para bedebah itu.


Lingga kemudian keluar untuk mencari tempat sepi dan segera duduk bersemedi.


"Aku harus menangkal santet yang dikirim oleh Gareth untuk memenangkan tender ini," Lingga segera menggerakkan tangannya sembari merapal mantera.


Namun tiba-tiba sesosok bayangan hitam menghampiri lelaki itu dan menyerangnya.


"Kau tidak akan bisa menghentikan aku Lingga, aku akan melawan mu," tukas Ki Gendon menyeringai


"Aarrgghhh!!" Lingga merasakan susah bernafas saat para mahluk astral itu mencekiknya.


*Wuuusshh!!!


Sebuah selendang melesat menarik para lelembut itu hingga terhempas menjauh dari Lingga.


"Siapapun kalian, aku tidak akan mengampuni mu setelah apa yang kalian lakukan pada temanku!" seru Nilam Sari kemudian menjerat leher para lelembut itu satu persatu menggunakan selendangnya hingga mereka mati.


"Terimakasih Nyai," tukas Lingga


"Sebaiknya kita segera kembali ke lokasi lelang, aku takut terjadi sesuatu dengan temanmu," jawab Nilam Sari


"Tidak perlu. Aku yakin Gordon tidak akan melakukan hal memalukan seperti itu." Sahut Garra menghampiri mereka


"Tapi Iblis selalu menggunakan cara licik untuk mendapatkan apa yang di inginkannya," ucap Nilam Sari


"Aku rasa tidak, aku yakin ia sedang membaca situasi di sana untuk melakukan tindakan selanjutnya, jadi aku akan segera kembali ke sana. Aku mohon kalian juga bisa bisa membantu kami," ujar Lingga


"Tentu saja, kami akan mengawasi mu dari kejauhan Lee,"


"Terimakasih atas bantuannya," Lingga kemudian kembali ke tempat duduknya.


Saat itu juga Kenan telah selesai melakukan presentasinya. Semua orang yang ada di tempat itu memberikan tepuk tangan meriah kepadanya.


"Tidak ku sangka dia begitu keren, melakukan presentasi tanpa bantuan slide itu sesuatu yang sangat susah, tapi dia begitu tenang dan bisa menyampaikan setiap materi dengan lugas dan menarik," puji Zoya


"Terimakasih Ken," tukas Tari menyambut pemuda itu.


"Sama-sama Tari, sekarang kita tinggal menunggu siapa yang akan menjadi pemenang tender," ujar Kenan


"Presentasi Om Gareth sangat keren dan memukau para panitia lelang, tapi menurutku presentasi mu lebih memukau daripada milik Om Gareth," tukas Tari


"Jangan berharap terlalu banyak Tari agar kau tidak kecewa, apapun hasilnya kau harus Legawa," ujar Lingga


"Benar Lee," timpal Kenan


Tidak lama kemudian panitia lelang langsung mengumumkan pemenang tender.


"Dan pemenangnya adalah ... Kenan dari Purnomo Corporindo!" serunya membuat Tari langsung bersorak gembira dan memeluk Kenan membuat Lingga menatap tajam kearahnya.