LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
33. Topeng 2



"Yeay akhirnya laptop ku gak ngehang lagi, thank Zeck, akhirnya laptop aku bisa di pakai lagi," ucap Tari riang


"Sama-sama, Tari." jawabnya singkat


"Bagaimana kalau kita makan siang bareng, aku yakin kamu pasti belum makan siang,"


"Ok," Keduanya kemudian bergegas keluar meninggalkan ruangan itu.


"Lee, aku mau makan siang dengan Zeck. Kau mau ikut tidak?" tanya Tari


"Baiklah jika kau memaksa," jawab Lingga membuat Tari tertawa kecil mendengarnya


Lingga segera melesatkan mobilnya membawa mereka ke sebuah rumah makan yang tak jauh dari kantor Tari.


"Ternyata restoran favorit mu masih belum berubah Tari," tukas Zeck tersenyum kecut


"Tentu saja, tidak ada yang berubah dariku Zeck ,"


"Apa rasa cintamu padaku juga masih sama?" tanya Zeck membuat Tari dan Lingga langsung tersedak bersamaan.


"Aku pasti salah, sudahlah lupakan saja. Maaf jika sudah membuat kalian terkejut." imbuhnya sembari memberikan tissu kepada Tari


"Makasih," jawab Tari kemudian menyeka mulutnya.


Lingga terus memperhatikan Zeck yang begitu perhatian terhadap Tari.


"Kalau kau ada waktu, datanglah ke pertandingan perdanaku di sini," Zeck memberikan sebuah tiket VIP kepada Tari


"Semoga saja aku bisa," sahut Tari


"Aku akan mempertimbangkan untuk kembali berkarier lagi di sini jika kau datang Tari, jadi aku mohon datanglah dan beri aku semangat seperti dulu," tukas Zeck melirik kearah Lingga


Aku yakin kali ini ia pasti akan terprovokasi oleh ku,


"Kau mau kemana Lee?" tanya Tari ketika lelaki itu beranjak dari duduknya


"Aku sudah selesai, kau lanjutkan saja obrolan kalian. Aku akan menunggumu di mobil," jawab Lingga kemudian berlalu pergi


"Baiklah," sahut Tari


"Kenapa kau masih mempertahankan dia sebagai bodyguard mu, bukankah masih banyak lelaki lain yang lebih keren dan memiliki ilmu beladiri yang lebih mumpuni daripada dia. Jadi untuk apa mempertahankan seorang dukun yang memiliki keahlian beladiri payah. Bukankah kau juga sangat membenci seorang dukun lalu apa alasan mu tetap mempertahankannya,"


"Cukup Zeck, aku bersedia dekat kembali denganmu bukan berarti aku masih menyukaimu dan berharap kau kembali lagi padaku, jadi stop berbicara sesuatu yang membuat ku kesal. Asal kau tahu Lee bukan hanya seorang bodyguard bagiku tapi aku menganggapnya lebih dari itu, apa kau mengerti." jawab Tari dengan begitu emosi


"Apa kau mencintainya?" tanya Zeck


"Itu bukan urusanmu Zeck,"


"Baiklah, kalau begitu kau menganggap ku apa selama ini?" tanya Zeck lagi


"Aku hanya ingin berhubungan baik saja denganmu meskipun kita sudah bercerai. Aku tidak mau membencimu atau memusuhi mu setelah apa yang kau lakukan padaku dulu. Aku ingin memulai lembaran baru dalam hidup ku, aku tidak ingin berlarut-larut dalam dendam. Aku ingin berteman denganmu, apa itu sudah cukup menjelaskan perasaan ku padamu." jawab Tari


"Kau tidak perlu bohong lagi padaku Tari, jika kau masih mencintaiku aku sangat bersyukur sekali, karena aku juga masih mencintaimu. Jadi marilah kita mulai lembaran baru lagi, aku sudah berubah dan aku akan mencintaimu sepenuh hatiku,"


"Maaf Zeck, tapi perasaan ku padamu sudah berubah. Aku tidak mencintaimu lagi," jawab Tari kemudian beranjak dari duduknya.


Tari menghentikan langkahnya mendengar ucapan Zeck, wanita itu kemudian membalikkan badannya dan menatap lekat wajah Zeck dengan mata yang berkilat-kilat.


"Hari itu, aku hanya ingin memastikan jika keputusan ku tidaklah salah untuk bercerai denganmu Zeck, karena kau benar-benar tidak mau menungguku meskipun hanya sebentar saja. Padahal waktu itu aku berpikir kau akan menunggu kedatangan ku jika kau benar-benar ingin kembali lagi denganku. Tapi aku salah dan itulah yang membuat ku tegar dan berasumsi jika kau hanyalah berpura-pura tidak mau berpisah denganku hanya karena egomu saja. Karena seumur hidupmu kau tidak pernah di campakkan ataupun di tolak oleh seseorang bukan," jawab Tari Kemudian berlalu meninggalkannya.


"Sial, kenapa semuanya jadi berantakan!" seru Zeck geram


Lelaki itu kemudian bergegas pergi meninggalkan restoran itu.


"Lingga, aku janji aku akan menyingkirkanmu dari kehidupan Tari,"


**************


*Brakkk!!


Setibanya di rumah Zeck langsung membantu pintu rumahnya dan kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sofa.


"Apa yang membuatmu kesal cucuku," tukas seorang lelaki menghampirinya


"Kenapa Aki datang ke sini, kalau kau ingin bertemu dengan ayah dia belum pulang," jawabnya acuh


"Aku tidak ingin bertemu dengan ayahmu tapi aku ingin bertemu denganmu,"


"Ada perlu apa kau ingin menemui ku,"


"Bukankah tempo hari kau bilang padaku jika aku ingin bertanya sesuatu tentang benda-benda antik bisa bertanya padamu, untuk itu aku menemui sekarang. Ada yang aku ingin tanyakan padamu," Ki Gendon segera duduk di samping Zeck dan mengeluarkan sebuah cincin batu merah delima


"Aku baru saja mendapatkan cincin ini dari seorang pasienku, apa kau tahu kekuatannya?" tanya Ki Gendon


"Cincin sakti Bathara Semar, cincin ini adalah cincin pengasihan yang membuat pemiliknya menjadi seorang yang sangat di sukai oleh setiap orang terutama kaum wanita, tapi kau harus hati-hati menggunakannya karena ini adalah cincin yang di ciptakan bukan untuk memikat lawan jenis tapi untuk membuat keonaran dan memicu kebencian jika kau salah menggunakannya," terang Zeck menatap lekat cincin itu


Darimana ia bisa tahu semuanya, padahal dia bukan pecinta benda-benda pusaka atau sejenisnya.


"Bagaimana dengan ini?" Ki Gendon mengeluarkan lagi sebuah cincin kuno padanya


"Katanya ini adalah cincin sakti yang di pakai oleh Prabu Siliwangi, aku membelinya dari seorang kolektor benda pusaka,"


"Kau ditipu Aki, cincin ini palsu. Lain kali kalau kau ingin membeli barang-barang seperti ini kau bisa mengajakku," jawab Zeck


"Kena Kau, siapa kau sebenarnya?" tanya Ki Gendon menetap nanar Zeck


"Apa maksudmu Aki,"


"Aku tahu kau bukan Zeck cucuku, karena setahuku Zeck tidak suka benda-benda klenik seperti ini. Tapi kau...kau mengetahui semuanya bahkan kau bisa menjinakkan benda pusaka milikku. Tidak ada manusia biasa yang bisa melakukannya kecuali ia memiliki ilmu supranatural tingkat tinggi atau kau bukan manusia. Kau tahu banyak hal tentang keris itu apa kau pemilik Peti itu?" tanya Ki Gendon


"Ternyata kau tidak sebodoh yang aku kira aki, baiklah jika kau ingin tahu siapa aku maka menyingkirlah dari hadapanku!" hardik Zeck mendorong lelaki itu hingga ia terhempas dan menghantam daun pintu.


Ki Gendon begitu tercengang melihat Zeck yang tiba-tiba berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Matanya seketika berubah menjadi merah.


Ia terus beringsut mundur mencoba menghindarinya.


"Aku sangat benci dengan orang-orang seperti dirimu yang selalu menginginkan sesuatu yang bukan milikmu, hingga membuat aku terpaksa harus keluar dari persembunyian ku," ucap Zeck mencekik leher Ki Gendon hingga lelaki itu kesulitan bernafas