
"Apa kau sudah siap Tari?" tanya Ki Gendon
"Tentu saja, silakan Aki mulai saja ritualnya." jawabnya penuh percaya diri.
Ki Gendon segera mengajak gadis itu untuk duduk di sebuah pelaminan.
"Sekarang minumlah," Ki Gendon memberikan segelas air putih padanya, dan Tari segera meneguknya hingga habis.
*Bruuugghh!!!
Tidak lama kemudian wanita itu jatuh tak sadarkan diri setelah meminum air putih itu.
Suara gamelan sayup-sayup terdengar membuat Tari perlahan membuka matanya.
"Dimana aku?" ucapnya sembari mengedarkan pandangannya
Tiba-tiba seorang wanita datang dan mengajaknya keluar.
"Mari Cah ayu, pestanya sudah akan di mulai," ucap wanita itu menggandeng lengannya.
Wanita itu kemudian membawanya keluar dari kamarnya.
Betapa terkejutnya Tari ketika melihat Zeck tersenyum dan menyambutnya di pelaminan.
"Kau cantik sekali hari ini Tari," ucap Zeck mencium tangan gadis itu
"Dimana kita?" tanya Tari yang masih kebingungan.
"Tentu saja kau ada di istana ku. Kenapa kau begitu kaget Tari, bukankah kau sudah bersedia untuk menjadi pengantinku?" jawabnya sembari menyunggingkan senyumnya
Apa ini pesta pernikahan gaib ku dengan Zeck. Jika ini benar berarti aku sedang berada di alam gaib sekarang.
Tari memperhatikan para penari yang menari dengan gemulai diiringi musik gamelan membuat pesta itu semakin meriah. Tamu undangan yang begitu banyak dan hidangan yang pesta yang terlihat nikmat membuat wanita itu berdecak kagum sekaligus merinding mana kala menyadari jika semua yang ada di sana bukan manusia.
"Jangan pernah memakan apapun di sana, dan jangan memikirkan sesuatu yang membuat mu takut. Tetaplah berbahagia dan anggap itu benar-benar pesta pernikahanmu yang begitu megah bukan pesta para Demit," ucapan Ken kembali terngiang di telinga Tari membuat gadis itu mendapatkan keberanian untuk tetap berada di pesta itu.
"Apa kau senang Tari?" tanya Zeck membuyarkan lamunannya.
"Tentu saja, pestanya sangat meriah mana mungkin aku tidak bahagia," jawabnya sembari tersenyum manis padanya.
Tiba-tiba seorang penghulu memasuki tempat itu.
"Penghulunya sudah datang, ayo kita segera turun," ajak Zeck mengulurkan tangannya.
Tari segera meraih tangan itu dan berjalan bersama lelaki itu menuju altar pernikahan.
"Sebentar lagi, upacara pernikahannya akan segera di mulai, apa kau tegang?" tanya Zeck menatap Tari yang terlihat pucat.
"hmmm," jawabnya mengangguk pelan.
Zeck segera menggenggam erat jemari Tari dan menguatkannya.
"Jangan takut, tidak akan terjadi apapun padamu selama aku di sampingmu," ucap Zeck membuat gadis itu menatapnya tajam.
Kata-kata itu, kenapa mengingatkan ku kepada Lingga. Andai saja Lee masih hidup. Pasti ia akan datang ke tempat ini dan membawaku pergi dari sini.
Tak terasa air mata gadis itu menetes membasahi pipinya membuat Zeck langsung menghapusnya menggunakan sapu tangannya.
"Jangan sedih, semuanya akan segera selesai dan kita akan hidup bahagia selamanya," ucapnya lirih.
"Aku tidak bersedih tapi aku bahagia karena akhirnya aku bisa melihat cinta di matamu Zeck," jawab Tari
"Selama ini kau tidak pernah melihatku seperti ini, tapi hari ini aku bisa merasakan cinta itu. Terimakasih sudah mencintaiku dengan tulus," imbuhnya kemudian menyeka air matanya.
"Tentu saja, maaf jika aku terlambat mencintaimu." jawab Zeck kemudian memeluknya.
"Apa acaranya bisa di mulai?" tanya seorang penghulu
"Tentu saja," jawab Zeck kemudian duduk dengan hikmat dan menjabat tangan sang penghulu.
Angin berhembus kencang, hujan deras diiringi petir seketika turun ketika sang penghulu memulai akad Pernikahan itu.
Angin yang berhembus kencang langsung memporak-porandakan tenda membuat para tamu undangan berlarian dan menyelamatkan diri.
Apa yang terjadi, apa ada yang berusaha menggagalkan pernikahan kami,
Tari begitu ketakutan melihat fenomena alam itu.
"Lanjutkan saja Aki," jawab Zeck.
Ki Gendon segera duduk bersila ketika Zeck melirik kearahnya.
*********
Sementara itu di kediaman Gareth, Kevin tiba-tiba memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Ia segera membersihkan mulutnya dan mengambil air wudhu. Setelah **** ia kembali duduk bersila dan membuka kembali kitab suci di depannya.
Entah kenapa tiba-tiba suara Kevin tidak bisa keluar saat mencoba membaca Kalam Illahi itu.
Ia merasa seperti ada kekuatan gaib yang menahannya hingga dadanya sesak dan ia tidak bisa mengeluarkan suaranya meski sudah berusaha mati-matian melawan kekuatan itu.
*Bruuugghh!!
Tiba-tiba tubuh Kevin terpental dan menghantam dinding ruangan itu.
"Ada apa dengan mu Kevin!" Gareth membantu lelaki itu bangun dan mendudukkannya.
"Ki Gendon, aku yakin dia yang membuatnya seperti ini," Gareth segera duduk di belakang Kevin dan menyalurkan tenaga dalamnya untuk membantu lelaki itu melawan Ki Gendon.
*Braaakkk!!
Kali ini kekuatan yang jauh lebih besar membuat Gareth dan Kevin terpental dan kembali menghantam dinding ruangan itu hingga dinding bangunan itu retak.
*Aaaarrrrggghhh!!
Gareth mengeram kesakitan, ia berusaha mengumpulkan kekuatannya untuk bangkit kembali setelah terkena serangan mematikan Ki Gendon dan Zeck. Berbeda dengan Garet, jika lelaki itu bisa lolos dari serangan maut Ki Gendon dan Zeck, Kevin harus meregang nyawa setelah terkena serangan itu.
"Maafkan aku Tari, aku tidak bisa menggagalkan pernikahan mu," ucap Kevin kemudian menutup matanya.
***********
"Ada apa ini, kenapa tiba-tiba turun hujan badai!" seru Garra
"Aku seperti pernah mengalami fenomena alam ini," ucap seorang bunda Musni keluar dari rumahnya.
Wanita itu mendongakkan wajahnya menatap lekat kearah langit.
Ia segera mengambil sebuah keris sakti dan menancapkannya di depan rumahnya.
"Apa fenomena alam ini pernah terjadi sebelumnya?" tanya Lingga memastikan
"Tentu saja, tepatnya tiga puluh tahun lalu. Saat itu ayahmu di minta oleh seseorang untuk menyelamatkan putrinya yang di culik oleh mahluk gaib." kenang Musni
"Kalau boleh tahu siapa orang di selamatkan oleh Dady waktu itu?"
"Rose, dia seorang wanita yang dibawa ke alam gaib dan di nikahi oleh seorang pangeran Gondoruwo di negeri para Lelembut,"
"Apa Gondoruwo yang di maksud adalah Barra?" tanya Lingga lagi
"Kau benar. Kau pasti mengenalnya karena setelah kejadian itu mahluk halus tersebut berkawan dengan ayahmu. Kau juga pasti mengenalnya karena beberapa kali dia menolong mu?" sahut Bunda Musni
"hmmm," ucap Lingga mengangguk
"Apa Fenomena alam ini menandakan sedang terjadi pernikahan gaib antara manusia dan Iblis?"
"Benar, itulah sebabnya aku memasang keris itu disana. Aku tidak tahu gadis malang mana yang sedang terjebak dalam jerat Iblis, semoga saja keris itu bisa membantu menyadarkannya." sahut wanita itu
Tari, kenapa kau jadi teringat mimpi semalam. Apa Tari benar-benar melakukan pernikahan gaib dengan Zeck.
"Kalau begitu aku harus menolongnya," ucap Lingga membuat Musni tercengang
"Apa maksudmu??"
"Jika keris itu saja tidak cukup membantu gadis malang itu kembali maka biarkan aku yang akan membantunya kembali."
"Jangan gila Lee, meskipun kau memiliki kekuatan supranatural yang tinggi tapi tidak semua orang bisa melawan Iblis di sarangnya sendirian, itu terlalu berbahaya. Kau bisa mati di sana," sahut Musni
"Jika Daddy saja bisa menyelamatkan Rose saat itu kenapa aku tidak, bukankah aku sudah mewarisi semua ilmunya. Jadi tolong bantu aku Bunda. Kirim aku ke tempat itu untuk menyelamatkannya?"
"Apa kau yakin??"
"Tentu saja, aku Lingga bersedia membantu siapapun yang membutuhkan bantuan ku tanpa imbalan. Aku akan melakukannya dengan ikhlas seperti keinginan ayahku." jawab Lingga