LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
52. Perselisihan dimulai



Pagi hari di kantor Purnomo Corporindo.


"Tari!!" Kenan terkejut melihat wanita itu datang ke kantor diantar oleh Zeck.


"Terimakasih bee," ucap Tari ketika Zeck membukakan pintu mobilnya.


"Sama-sama sayang," mengecup kening Tari


"Tari!!" Kenan terkejut melihat wanita itu datang ke kantor diantar oleh Zeck.


Ia kemudian menghampiri Tari setelah Zeck meninggalkan tempat itu.


"Ada yang harus kita bicarakan Tari," menarik gadis itu masuk kedalam ruangannya


"Apa-apaan sih Ken, sakit tahu!" cibir gadis itu melepaskan tangannya


"Kenapa Zeck mengantar mu ke kantor. Kenapa kalian begitu mesra. Jangan bilang kau dan dia...." cecar Kenan memberondong Tari dengan pertanyaannya


"Zeck sekarang adalah kekasih ku, kami berencana akan segera menikah dalam waktu dekat ini."


"Jangan gila Tari, kau tahu kan siapa dia?"


"Justru karena aku tahu siapa dia makanya aku ingin kembali lagi dengannya. Aku sudah lelah dengan semuanya. Aku tidak mau terus terpuruk dengan kepergian Lee. Menikahi Zeck mungkin akan bisa membantuku melupakan Lee."


"Asal kau tahu Tari, Lingga sebenarnya...." Kenan menghentikan ucapannya ketika Tari menerima panggilan masuk dari ponselnya.


"Halo,"


"......"


"......"


"Baik, aku akan segera ke sana,"


"Maaf Ken, kita lanjutkan pembicaraan kita lain waktu saja. Aku harus menghadiri rapat dengan perusahaan rekanan untuk membahas proyek pembangunan apartemen," ujar Tari


"Hmmm, pergilah!" sahut Kenan


Tari kemudian segera pergi meninggalkan ruangannya.


"Kenapa Tari pergi lagi?" tanya Zoya


"Dia ada rapat mendadak dengan perusahaan rekanan,"


"Rapat kerja dengan perusahaan rekanan, kenapa dia tidak mengajakku," Zoya segera berlari menyusul Tari


"Halo Zeck, sepertinya Tari akan membahas projek tender baru dengan mitra bisnisnya. Aku akan mencari tahu tentang projek itu dan memberitahukan semuanya padamu,"


"Kau tidak perlu curiga padanya lagi, sekarang Tari sudah kembali padaku, dia pasti akan memberitahukan aku apapun yang ia kerjakan setiap hari. Jadi jangan khawatir."


"Baik Tuan," sahut Zoya kemudian menutup panggilan masuknya.


Zoya menghentikan mobilnya di sebuah restoran di bilangan Kemang.


Ia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Tari.


"Dimana dia,"


"Zoya, bagaimana bisa kau ada di sini?" tanya Tari menyapanya


"Aku sengaja mengikuti mu, karena aku takut kau membuat kesalahan lagi seperti saat kau kehilangan Lingga pertama kali,"


Zoya adalah orang kepercayaan Zeck, dia sengaja mendekati dan membantu Zeck, agar ia bisa membantunya mendapatkan semua aset milikmu.


" Terimakasih atas perhatian mu Zoya, aku senang kau ada di sini sekarang. Kalau begitu ayo kita masuk," menggandeng lengan wanita itu menuju ke dalam restoran


Dasar wanita licik, tunggu saja Zoya aku akan menyingkirkan dirimu yang tamak dan rakus itu.


"Berikan dia kepercayaan, agar aku bisa mencari titik lemahnya,"


Tari menyunggingkan senyumnya mengingat pesan Gareth padanya.


"Zoya, sepertinya hari ini aku kurang enak badan. Bisakah kau saja yang mewakili aku dalam rapat ini,"


"Tentu, lebih baik kau kembali ke kantor atau istirahat saja di rumah. Biar akau yang menyesuaikan pekerja ini," sahut Zoya


"Terimakasih banyak Zoya, kalau begitu aku pamit, sampai bertemu lagi besok!" ucap Tari kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


*Ciit!!


Tari menghentikan mobilnya di depan kantor Gareth.


"Ada apa kau ingin bertemu denganku ?" tanya gadis itu duduk di depan Gareth


"Aku sudah mendapatkan semua informasi tentang Zoya, dia adalah keponakan dari ayah tiri mu Purboyo. Dia sangat kecewa pada ayah tiri mu karena tidak memberikan warisan padanya sebagai satu-satunya keluarga sedarah yang masih hidup. Alasan itulah yang membuatnya membelot dan bekerja sama dengan Zeck dan aku untuk bisa menghancurkan perusahaan mu agar ia bisa mengambil alih dengan bantuan Zeck dan aku," sahut Gareth.


"Jadi apa rencana mu?" tanya Tari


Gareth membisiki sesuatu kepada gadis itu.


"Aku setuju," jawab Tari tersenyum sinis


***********


Malam itu, Kevin sengaja mengikuti Zoya pulang ke rumahnya.


Zoya mengangkat ponselnya, "Halo,"


"...."


"Baik Zeck, malam ini juga aku akan menemui mu dan menyerahkan semua salinan salinan projek tender padamu,"


Zoya segera memutar balik mobilnya menuju ke rumah Zeck.


*Ciit!!!


Ia mengerem mendadak mobilnya ketika sebuah mobil minibus bus menghadang laju kendaraannya.


*Tok, tok, tok!!


"Cepat turun, atau aku akan memecahkan kaca mobil mu ," ancam seorang lelaki menggedor-gedor kaca mobilnya.


Zoya yang ketakutan, segera turun dan menemui lelaki itu.


"Cepat, berikan dompet dan barang berharga yang kau miliki jika masih ingin hidup," seorang pria lain tiba-tiba mengalungkan sebuah pisau ke lehernya.


"Ambil saja semua uangku, tapi tolong jangan bunuh aku," ucapnya sembari memberikan dompetnya.


"Buka map itu!" seru lelaki itu lagi


"Tidak ada uang dalam map ini. Isinya hanya berkas-berkas saja," sahut Zoya memperlihatkan isi map itu.


Lelaki itu kemudian mengambil map itu dan membuangnya.


"Bunuh dia!" seru lelaki lainnya.


"Bukankah aku sudah memberikan semua barang berharga milik ku pada kalian, kenapa kalian ingkar janji!" seru Zoya


*Buuggghhh!!


Tiba-tiba seorang lelaki datang menolong Zoya dari para perampok itu. Ia menghajar satu persatu anak perampok itu hingga berjatuhan dan lari tunggang langgang meninggalkan gadis itu.


"Kau tidak apa-apa?" tanya Kevin memberikan barang-barang Zoya yang tercecer di jalanan.


"Terimakasih,"


"Apa ini map mu?" tanyanya lagi


"Ah iya, Terimakasih banyak atas bantuannya. Entah apa yang terjadi jika kau tidak datang menolong ku," ucap gadis itu.


"Sebaiknya jangan melewati jalan ini jika malam hari, karena rawan jambret. Lagipula seharusnya kau jangan menyetir seorang diri, lebih baik kau naik angkutan umum atau menyewa seorang sopir agar lebih aman," sahut Kevin


"Terimakasih atas sarannya, aku pasti akan mengingatnya semua. Kalau begitu aku permisi." Zoya kemudian masuk kedalam mobilnya dan berlalu meninggalkan Kevin


Sementara itu Kevin tersenyum melihat map di tangannya.


"Untung aku sudah menukarnya,"


*********


"Apa presentasi buat tender besok sudah siap?" tanya Zoya


"Sudah, aku akan memberikannya kepada Tari." Kenan kemudian memberikan flashdisk presentasinya kepada Tari.


"Thanks Ken, semoga kita bisa memenangkan tender besok," ucap Tari.


"Kau simpan saja itu Tari, karena aku sudah memiliki salinannya," sahut Kenan


"Baik, sampai berjumpa besok di tempat lelang," Tari sengaja meletakkan flashdisk itu di atas meja kerjanya dan kemudian meninggalkan ruangannya mengikuti Kenan.


Tidak lama kemudian Zoya masuk kedalam ruangan itu dan menyalin isi presentasi Kenan kedalam ponselnya.


Tari hanya menyunggingkan senyumnya dari kejauhan ketika melihat Zoya mengendap-endap meninggalkan ruangannya.


************


Keesokan harinya di ruangan Lelang.


Semua peserta lelang terpukau dengan presentasi dari Kenan. Namun tidak dengan Zeck, ia sangat terkejut karena presentasi pemuda itu sangat berbeda dengan salinan presentasi yang di berikan oleh Zoya.


*Plaaakkkk!!!


"Bagaimana bisa kau membohongiku!!" seru Zeck menampar wanita itu


"Aku tidak tahu jika Kenan mempunyai dua materi presentasi. Aku memberikan salinan itu padamu karena file itu yang ia berikan kepada Tari." jawab Zoya membela diri


"Bukan hanya isi presentasi, tapu juga salinan tender ini!" Zeck melemparkan kertas berisi salinan projek tender ke wajah gadis itu.


"Apa kau juga sengaja mengirimkan salinan yang salah, untuk menipuku!"


Betapa terkejutnya Zoya melihat isi kertas itu.


"Ini bukan salinan milikku,"


"Kalau itu bukan milikmu kenapa kau memberikannya padaku??"


"Aku yakin ada yang menukarnya dan sengaja mengadu domba kita,"


"Maksudmu Tari???"