
Plaaakkkk!!!
"Bagaimana bisa kau membohongiku!!" seru Zeck menampar wanita itu
"Aku tidak tahu jika Kenan mempunyai dua materi presentasi. Aku memberikan salinan itu padamu karena file itu yang ia berikan kepada Tari." jawab Zoya membela diri
"Bukan hanya isi presentasi, tapu juga salinan tender ini!" Zeck melemparkan kertas berisi salinan projek tender ke wajah gadis itu.
"Apa kau juga sengaja mengirimkan salinan yang salah, untuk menipuku!"
Betapa terkejutnya Zoya melihat isi kertas itu.
"Ini bukan salinan milikku,"
"Kalau itu bukan milikmu kenapa kau memberikannya padaku??"
"Aku yakin ada yang menukarnya dan sengaja mengadu domba kita," jawab Zoya
"Sekarang enyahlah dari hadapan ku sebelum kemarahan ku semakin memuncak!"
Zoya buru-buru meninggalkan ruangan Zeck.
Ketika ia keluar dari lift, Zoya melihat Kevin bersama Gareth keluar dari gedung itu.
"Bukankah itu lelaki yang menolong ku kemarin," Zoya segera berlari mengikuti Kevin.
"Aku tidak tahu ada hubungan apa dia dengan Om Gareth. Tapi entah kenapa aku memiliki firasat buruk kepada mereka," Zoya melesatkan mobilnya mengejar mobil Gareth.
*Ciiitt!!
Gadis itu menghentikan mobilnya dan segera menyusul keduanya.
"Tari???" Gadis itu tidak percaya melihat Gareth dan Kevin menemui Tari di sebuah kafe.
Ia memasang telinganya lebar-lebar untuk mendengarkan apa yang mereka bicarakan.
"Semuanya berjalan dengan lancar, aku pastikan Zeck akan menyingkirkan gadis itu." tukas Gareth
"Terimakasih Kevin sudah menukar file itu, dan tari kau juga berhasil memancing kucing itu dengan umpan yang kita berikan. Kalau begitu sampai jumpa lagi dengan rencana selanjutnya." ujar Gareth
Zoya menutup mulutnya rapat-rapat saat terkejut mendengar semuanya.
"Aku benar-benar tidak percaya, kenapa Om Gareth ingin bekerjasama dengan Tari untuk menghancurkan putranya sendiri,"
"Aku harus melaporkan semua ini kepada Zeck, dia harus tahu jika ayahnya adalah musuh dalam selimut yang siap menghancurkannya," Zoya segera bergegas meninggalkan kafe itu dan melesatkan mobilnya untuk menemui Zeck.
"Sepertinya dia masuk perangkap kita yang terakhir." ucap Gareth menyunggingkan senyumnya.
"Cepat buat skenario terakhir," tukas Gareth
"Baik Tuan," jawab Kevin
**********
Setibanya di GAZA Building, Zoya segera berlari menemui Zeck di ruangannya.
"Kenapa lift pake rusak segala," keluhnya,
Wanita itu segera berlari menuju tangga darurat .
*Kreek!!
Ia memasuki ruangan Zeck dengan nafas yang terengah-engah.
"Syukurlah kau kembali lagi, ada yang harua aku bicarakan denganmu," ucap Zeck menatapnya tajam
Lelaki itu mengambil sebuah map coklat dan melemparkannya ke wajah Zoya.
"Gara-gara kau memberikan salinan yang salah maka perusahaan kita akan memenangkan tender itu meskipun dengan presentasi yang biasa-biasa saja. Kau tahu apa artinya itu?"
"Bukankah itu bagus, kita bisa memenangkan tender itu dan itu berarti perusahaan Tari akan merugi lagi,"
"Dasar bodoh, kau tidak tahu kenapa mereka memilih kita!" hardiknya membuat Zoya ketakutan.
"Tentu saja mereka akan memilih kita karena kita memberikan penawaran tender yang menguntungkan mereka!!" mengambil salinan perincian dana dan meletakkannya di meja.
"Lihat perincian dana yang kita ajukan!!" serunya
"Dengan budget seperti ini, perusahaan mana yang akan menolak bekerjasama dengan kita. Kenapa kau begitu ceroboh Zoya!!. Jika terus seperti ini bukan perusahaan Tari yang gulung tikar tapi GAZA Company juga akan bangkrut."
"Tidak masalah Zeck, toh kita bisa melepas tender itu dengan membayar denda. Jadi perusahaan kamu tetap aman dan tidak merugi."
"Hmmm, begitukah??"
"Iya, cara seperti itu sudah biasa dilakukan oleh perusahaan besar untuk menjatuhkan perusahaan kompetitornya." jelas Zoya
"Begitu rupanya," berjalan mendekati gadis itu kemudian mencekiknya
"Apa kau kira aku bodoh hah, membayar denda sama saja aku menjilat ludah ku sendiri. Dan itu tidak akan pernah terjadi,"
"Aaaarrrrggghhh!!"
"Lepaskan aku Zeck, ada yang harus aku beritahukan padamu," ucapnya terbata-bata
"Apalagi yang ingin kau sampaikan!!"
"Om Gareth ada di balik semua ini, dia dan tari berusaha untuk membuat hubungan kita merenggang. Kevin anak buah Om Gareth yang menukar fileku dengan berpura-pura menolong ku saat aku di begal. Dan soal presentasi itu, Tari sengaja menjebak ku. Mereka tahu jika aku adalah tangan kananmu, sehingga berusaha mengaku domba kita berdua. Aku tidak bohong Zeck, aku menguping pembicaraan mereka di Kemang kafe." tutur Zoya
"Dasar wanita iblis, asal kau tahu ayahku sedang bahkan sedang mengurus kesalahan rencana keuangan yang kau ajukan. Jadi jangan pernah memprovokasi kami," sahut Zeck
Ia semakin erat mencekik wanita itu.
"Aku tidak pernah memprovokasi mu ataupun membohongi mu. Kau akan menyesal karena tidak mempercayai ku," ucap Zoya kemudian menghembuskan nafas terakhirnya.
"Siapa yang mengkhianati ku harus mati," ucap Zeck mendorong tubuh wanita itu hingga jatuh terkulai ke lantai.
***********
"Akhirnya empat puluh hari sudah berlalu, kau sudah melaluinya dengan baik Lee," ucap Musni menghampiri pemuda itu.
"Sekarang bersihkan tubuhmu dan kembalilah ke rumahmu," imbuh wanita itu
"Baik Bunda," Lingga segera bergegas menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
"Air kembang??"
"Benar semua ritual ini akan di akhiri dengan mandi kembang." sahut Musni
"Ingat Lee, semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin meniupnya. Saat pohon itu sedang berbuah mungkin ada beberapa buah yang akan jatuh karena tertiup angin. Kau tahu apa artinya itu??" tanya wanita itu setelah Lingga selesai mandi.
"Aku mungkin akan kehilangan orang-orang yang aku cintai." sahut Lingga
"Tepat sekali, bahkan mungkin kau akan kehilangan seseorang yang sangat berharga dalam hidupmu. Ingat pesanku baik-baik Lee, jika ku tak mau kehilangan orang itu maka lepaskanlah. Jangan membuat hubungan apapun dengan siapapun jika kau tidak mau orang itu terluka karena mu. Karena musuh mu akan terus mencari kelemahan mu untuk menghabisi mu. Bersiaplah untuk kehilangan dan jadikan itu sebagai perisai yang akan memperkuat dirimu," tutur wanita itu bijak
"Pergilah, kau pasti sangat merindukan rumah mu," imbuhnya
Lingga kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
"Akhirnya selesai juga semuanya, aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Tari. Aku sangat merindukanmu Tari...."
Setibanya di kediaman Tari pemuda itu tercengang melihat sosok yang sedang berbincang mesra dengan Tari. Keduanya terlihat begitu dekat dan akrab.
"Zeck???" ia benar-benar tidak percaya melihat keduanya.
"Apa secepat itu kau berpaling dariku, apa secepat itu kau melupakan aku. Kenapa rasanya sakit sekali melihat mereka berdua," ucap Lingga memukul-mukul dadanya.
"Ternyata yang dikatakan Bunda benar, sekarang aku kehilangan Tari. Aku kehilangan sesuatu yang sangat berharga dalam hidupku yaitu Tari,"
Jangan membuat hubungan apapun dengan siapapun jika kau tidak mau orang itu terluka karena mu.
"Mungkin memang lebih baik begini, jadi kau tidak akan terluka karena aku. ( terbayang saat Zeck menikam Tari )."
Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu.
"Sekarang aku tahu alasanmu menikah di usia yang sudah matang Dad, kau pasti mengalami hal sama dengan ku bukan???. Kau tidak mau wanita yang kau cintai terluka karena dirimu," ucap Lingga memegang nisan makam Rangga