
"Dulu aku hanya bisa merasuki mu Zeck, tapi sekarang aku sudah mendapatkan tubuhmu. Terimakasih Lingga karena kecerobohan mu mengusir Nilam Sari Aku bisa menguasai tubuh pemuda ini," ucap Zeck menatap lekat kearah Ki Gendon.
"Apa kau membunuh Zeck?"
"Sebenarnya aku tidak ingin membunuhnya, tapi dia terlalu ikut campur dengan urusanku," jawab Gordon
"Bagaimana kau bisa merasuki Zeck?" tanya Ki Gendon
"Awal kami bertemu adalah saat ia datang ke rumah Tari, aku berhasil merasukinya tapi tidak bisa mendapatkan pikirannya," sahut Gordon
"Apa itu alasan dia pergi ke Amerika?" tanya Ki Gendon lagi
"Benar, dia tahu jika aku akan membahayakan wanita yang di cintainya sehingga ia sengaja menjauh darinya. Tapi setelah aku tahu jika Nilam Sari tidak menjaga peti itu aku mulai mempengaruhi pikiran Zeck dan membawanya pulang. Aku mulai merasa nyaman dengan tubuh Zeck dan sangat ingin menguasainya. Bak gayung bersambut berandal kecil ini mencoba menyingkirkan aku dengan membakar peti harta Karun itu, dan kesempatan itu aku gunakan untuk membunuhnya dan menguasai seluas tubuh dan pikirannya," tutur Gordon
"Jika Gareth tahu kau bukan putranya dia pasti akan membunuhmu,"
"Itulah yang aku inginkan,"
"Apa maksudmu, dengan dia membunuhku maka aku bisa menyingkirkan duri yang akan menusukku suatu hari nanti,"
***************
"Terimakasih banyak Ken sudah membantu ku lagi, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kau tidak membantuku,"
"Ah, jangan sungkan. Lagipula aku tidak membantumu sepenuhnya, ada Lee dan Zoya juga yang membantumu,"
"Benar tapi tanpamu kami tidak bisa memenangkan tender itu,"
"Kau terlalu memuji, btw dimana Lingga?" tanya Kenan
"Dia sedang menemui seseorang," jawab Tari
"Aku jadi penasaran siapa yang di temuinya," bergegas menyusul Lingga
Kenan tercengang melihat seorang lelaki yang duduk di depan Lingga.
"Garra??"
"Lama tak bertemu apa kabar Ken?" tanya Garra
"Tentu saja aku baik-baik saja, bagaimana denganmu," Kenan balik bertanya
"Tentu saja aku juga baik,"
"Bagaimana dengan Tiwi?" tanya Kenan lagi
"Dia juga baik,"
"Syukurlah, kalau begitu lanjutkan saja obrolan kalian. Aku mau pamit pulang," tukas Kenan
" Kenapa kau begitu buru-buru Ken, padahal masih banyak yang ingin aku bicarakan denganmu," sahut Garra
"Kau bisa menghubungi jika ingin berbincang dengan ku," Kenan memberikan kartu namanya pada Garra
"Baiklah, lain kali kita bisa berbincang jika kau tidak sibuk,"
"Ada yang ingin ku tanyakan padamu Garra,"
"Katakan saja,"
"Sepertinya aku akan meminta bantuan mu untuk menjaga Tari,"
"Memangnya kau mau kemana?" tanya Garra
"Entahlah, firasat ku mengatakan aku harus pergi menemui seseorang dalam waktu lama,"
"Apa kau ingin berguru kepada seseorang?" tanya Garra lagi
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Aku hanya menebak saja,"
"Aku hanya ingat pesan almarhum Daddy, dia menyuruhku menemui seseorang. Aku tidak tahu apa maksudnya tapi sekarang aku tahu kenapa dia berkata seperti itu sebelum ia meninggal," tutur Lingga
"Itu juga salah satunya. Aku takut setelah Zeck mendapatkan tongkat sakti itu dia juga akan mencari tongkat Ratu Iblis yang ada padaku. Aku merasa kekuatanku tidak cukup untuk melawannya meskipun aku masih memiliki tongkat Ratu Iblis. Aku takut aku tidak bisa melindungi Tari," sahut Lingga
"Jangan pesimis Lee, bukankah ada aku dan Nilam Sari yang akan membantumu. Jadi kau tidak perlu khawatir. Gadis itu!" Gara menunjuk kearah Tari
"Aku masih ingat saat kau pertama kali melihatnya di pesta pernikahan ku. Melihat tatapan matamu, aku sudah bisa menebak jika kau jatuh cinta padanya pada pandangan pertama, hingga kau rela melepaskan karier mu sebagai dukun hanya untuk selalu berada di sisinya. Kau tidak perlu khawatir, dengan kekuatan cintamu yang begitu besar padanya itu sudah cukup untuk melindunginya. The power of love, kekuatan cinta bahkan lebih kuat dari kekuatan apapun di muka bumi ini. Jadi semangat," tukas Garra
"Kau belajar kata-kata picisan itu darimana, dasar bucin mania!" cibir Lingga membuat Garra tertawa mendengarnya
"Kau tahu Lee, kekuatan terbesar seorang lelaki akan keluar jika ia melihat wanita yang di cintainya dalam bahaya. Bahkan pedang Iblis pun tidak mampu menyayat tubuhnya karena kekuatan cinta yang begitu besar untuk menyelamatkan kekasihnya. Kau tahu itu artinya apa?" ucap Garra
Lingga hanya menggelengkan kepalanya.
"Kau tidak perlu takut tidak memiliki kekuatan supranatural yang tinggi untuk melindungi Tari, karena sejatinya kekuatan terbesar mu ada di sini," ucap Lingga menunjuk ke dada Lingga
*********
Di kediaman Ki Gendon.
"Malam ini aku akan menghabisi Lingga dan mengambil tongkat sakti itu, bersiaplah!" seru Zeck bangun dari duduknya
"Baik Pangeran,"
Keduanya kemudian meninggalkan rumah itu dan meluncur menuju kediaman Tari.
*********
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Garra ketika menjenguk Nilam Sari di kediaman Tari
"Syukurlah aku tidak terluka parah karena Lee datang tepat waktu menolong ku," sahut wanita itu.
"Sebagai manusia setengah Iblis kau seharusnya lebih hati-hati karena banyak dukun-dukun ilmu hitam yang ingin menjadikan mu sebagai budak atau benda pusaka. Untuk itulah kau harus memiliki kekuatan supranatural yang tinggi agar bisa mengalahkan mereka," ucap Garra
"Tentu saja, aku akan bertapa untuk memulihkan kondisi ku besok,"
"Kalau kau ingin bertapa pergilah ke gunung salak dan temui seorang bidadari bernama Jingga di Curug Bidadari, katakan jika kau adalah temanku dia pasti akan menyembuhkan lukamu dan kau bisa belajar ilmu Kanuragan padanya,"
"Terimakasih Garra, aku pasti akan mendatangi besok,"
"Kalau begitu aku pamit dulu, aku harus mengantar Tiwi memeriksakan kandungannya," tukas Garra
"Thanks Garra sudah menjengukku," Lingga kemudian mengantar Garra sampai depan rumahnya.
Angin semilir berhembus membuat dedaunan bergerak seolah ingin menyampaikan sesuatu.
"Kenapa malam ini terlihat begitu sepi padahal baru pukul delapan malam." Lingga melirik kearah jam tangannya.
Lingga segera bergegas masuk kedalam rumahnya.
*Grep!!
Seseorang menarik bahunya dan langsung melepaskan pukulannya kearah Lingga.
"Zeck!!"
"Apa kau terkejut dengan kedatangan ku Lee?" tanya lelaki itu
"Aku datang untuk mengambil tongkat ibuku, jadi berikanlah padaku secara baik-baik agar aku tidak membunuhmu," tukas Zeck
"Lakukanlah jika kau bisa Gordon!" sahut Lingga.
Lingga segera menghindar dari serangan Gordon dan menyerang balik kearahnya.
"Sekarang kau sendiri Lingga, jadi aku akan lebih mudah mengalahkan mu serta mengambil tongkat sakti itu darimu!" Zeck melepaskan tendangannya kearah Lingga hingga ia terhempas menjauh darinya.
Zeck menghampiri Lingga yang terkulai tak berdaya.
"Sekarang kau harus mati Lingga!" Zeck menghantamkan tongkat saktinya kepada Lingga hingga pemuda itu mengalami pendarahan hebat di pelipisnya.
Saat Zeck akan menebaskan pedangnya keara Garra pun datang menyelamatkannya.
"Kau salah Gordon, kami tidak akan pernah meninggalkan Lingga. Kami akan selalu muncul disaat Lee dalam bahaya, jadi sebaiknya kau yg harus berhati-hati karena sang algojo sudah ada di sini!!" gertak Garra