LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
48. Tetaplah Hidup Lee



"Sekarang kau harus mati Lingga!" Zeck menghantamkan tongkat saktinya kepada Lingga hingga pemuda itu mengalami pendarahan hebat di pelipisnya.


Saat Zeck akan menebaskan pedangnya keara Garra pun datang menyelamatkannya.


"Kau salah Gordon, kami tidak akan pernah meninggalkan Lingga. Kami akan selalu muncul disaat Lee dalam bahaya, jadi sebaiknya kau yg harus berhati-hati karena sang algojo sudah ada di sini!!" gertak Garra


"Aku tidak takut dengan Algojo yang sudah kehilangan pedangnya," ejek Zeck sembari tertawa kecil


Garra yang geram dengan celotehan Zeck segera melepaskan pukulan kearahnya, namun Zeck langsung menahan pukulannya.


"Sudah ku bilang aku tidak takut padamu Garra," mendorong tubuh Garra hingga terhempas beberapa langkah darinya.


*Tak, tak, tak!!


Zeck berjalan menghampiri Garra kemudian menarik rambutnya.


"Sebaiknya kau jangan ikut campur atau anakmu tidak akan melihat ayahnya sebelum ia lahir ke dunia ini!" ucapnya sinis


Garra mengernyitkan keningnya dan bersiap melepaskan pukulannya kearah Zeck.


*Buuggghhh!!


"Sial!" Zeck segera membalas serangan Garra, dan pertarungan sengitpun berlangsung antara keduanya.


"Ada apa ini??" Tari begitu kaget ketika melihat Lingga tersungkur bersimbah darah di lantai.


"Kamu kenapa Lee, siapa yang melakukan ini padamu?" tanyanya begitu cemas.


"Aku baik-baik saja, sebaiknya kau cepat pergi dari tempat ini," sahut Lingga


*Buuugggghhh!!


Keduanya terkejut ketika melihat Garra jatuh terkulai di depan mereka.


"Garra!"


"Kekuatannya semakin meningkat, ditambah tongkat sakti di tangannya sepertinya sulit untuk di kalahkan," ucap Garra


"Apa kau sudah siap mati Garra!" seru Zeck kemudian menebaskan tongkat saktinya kearahnya, beruntung Garra bisa menghindari tongkat itu.


Namun dengan cepat Zeck segera menghampiri lelaki itu dan mencekik lehernya.


"Bagaimana mungkin!" seru Garra terkejut melihat gerakan super cepat Zeck yang bisa mengejarnya.


"Kenapa Garra, apa kau takut mati sekarang, hahahhaha!!" ucapnya sembari tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah Garra


"Dulu kau adalah sesosok Iblis pembunuh yang sangat di takuti di alam Gaib, bahkan Raja Kegelapan pun takut padamu karena tidak bisa mengalahkan mu Garra. Tapi lihat sekarang, kau tak ubahnya seperti harimau yang kehilangan taringnya. Kau begitu menyedihkan Garra!!. Andai saja kau tidak memilih menjadi manusia mungkin saat ini aku tidak akan seperti ini," ujar Zeck


"Satu kesalahan mu yaitu jatuh cinta kepada manusia itulah yang membuat mu menjadi lemah seperti ini, dan itu juga akan terjadi padamu Lingga!" ucapnya menunjuk kearah Lingga


"Tapi aku harus bersyukur kepada karena bisa membunuh kalian dengan mudah, berkat wanita-wanita bodoh itu," Zeck menyunggingkan senyum liciknya kepada Garra


"Sudah saatnya aku membalaskan dendam para Iblis dan lelembut yang sudah mati di tanganmu Garra,"


*Buuugggghhh!!


Zeck melepaskan Jap beruntun kearah Garra hingga lelaki itu jatuh lunglai ke tanah.


"Kau tidak boleh mati dengan mudah Garra," menarik rambut Garra dan mendongakkan kepalanya


"Bahkan kematian terlalu baik untuk mu, aku akan membuat mu seperti mayat hidup," bisiknya


"Tidak akan ku biarkan dia membunuh Garra," Lingga mengepalkan tangannya dan mengumpulkan segenap kemampuannya untuk bisa bangkit dan menolong sahabatnya Garra.


"Jangan lakukan hal bodoh Lee, kau bisa mati jika menolongnya, lebih baik kita pergi dari sini," ajak Tari menggandeng lengan Lingga


"Aku tidak bisa meninggalkan sahabatku yang sedang dalam bahaya, pergilah Tari aku akan menyusul mu nanti," sahut Lingga


"Tapi...."


"Jangan khawatir, aku janji akan mengalahkan Zeck dan segera menemui mu, pergilah!" seru Lingga


"Kau harus penuhi janjimu Lee, ingat lelaki tidak pernah mengingkari janjinya,"


"Tentu saja, pergilah!"


Lingga segera bangkit dan menyerang Zeck saat melihat lelaki itu akan menebaskan tongkatnya kepada Garra.


"Hiaaaa!!" Lingga melepaskan tendangan keras kearah Zeck hingga tongkat saktinya terlepas dari tangannya.


Lingga segera berlari untuk mengambil tongkat itu namun sebuah tendangan keras membuatnya terhempas dan menjauh dari tongkat itu.


"Kau tidak akan pernah mengambilnya lagi dari ku Lingga!" seru Zeck mengambil tongkat sakti itu.


Lingga berusaha bangkit, ketika melihat Zeck menghampiri Garra dan menusukkan belati ke perutnya.


*Arrrrrghhh!!


"Garra!!" seru Lingga berlari memeluknya.


"Sekarang giliran mu Lee!"


Tari menghentikan langkahnya mendengar ucapan Zeck. Gadis itu membalikkan badannya dan berlari menghampiri pemuda itu.


"Tidak!!" Tari menghadang Zeck, saat lelaki itu akan mengumumkan belatinya kearah Lingga.


"Tari!!!" seru Lingga segera melepaskan Garra.


"Dasar perempuan bodoh, beraninya kau menghalangi ku!" hardik Zeck geram


"Pergi dari sini dan selamatkan dirimu," ucap Tari menahan Zeck.


"Dasar bodoh kau pikir bisa menghentikan aku!" Zeck mendorong Tari hingga gadis itu tersungkur ke tanah.


"Tidak, jangan kau bunuh Lingga ku," ucapnya lirih


Gadis itu berusaha bangun sembari memegangi perutnya.


"Dimana mereka, kenapa mereka menghilang!" Tari begitu terkejut ketika melihat Lingga dan Zeck menghilang dari tempat itu. Ia segera berlari mendekati Garra dan mengguncang tubuh lelaki itu.


"Bangun Garra, bangun!!"


"Kau harus hidup, kau tidak boleh mati. Kau harus hidup untuk menyelamatkan Lingga, Bangun Garra, bangun!!" ucapnya lirih sebelum gadis itu jatuh pingsan karena kehilangan banyak darah.


*Bruuugghh!!


Seorang lelaki segera menyambar tubuhnya dan membawanya pergi dari tempat itu.


Sementara itu Garra perlahan membuka matanya.


"Lingga," ia memegangi perutnya yang berdarah.


"Dasar Iblis beraninya kau membawa Lingga pergi!" Ia melepaskan kemejanya untuk membalut lukanya.


"Aku adalah Garra sang Algojo Raja Kegelapan, aku tidak akan mati hanya dengan belati kecil ini," ia segera bangkit berjalan meninggalkan tempat itu.


*Braaakkk!!!


"Aaaarrrrggghhh!!" Lingga memegangi dadanya yang terasa nyeri setelah terkena sabetan tongkat sakti Raja Iblis. Ia juga memuntahkan darah segar dari mulutnya.


"Hahahaha!!" suara tawa keras Zeck terdengar menggema membuat suasana di lembah itu terasa mencekam.


"Jika dulu aku gagal membunuhmu di tempat ini, sekarang aku pastikan semuanya akan berjalan lancar seperti yang aku inginkan. Lembah Iblis ini sengaja aku beri pagar gaib agar tidak ada seorang iblispun yang datang menolong mu seperti waktu itu. Karena hanya manusia yang bisa melewati pagar gaib itu," ucap Zeck tersenyum sinis


"Bersiaplah untuk mati Lingga!!" seru Zeck sembari berlari kearah Lingga dan mendorongnya menggunakan tongkat saktinya.


Ia berusaha merebut tongkat sakti Ratu Iblis dari tangan Lingga namun sebuah tendangan keras membuat Lelaki itu terpental menjauhinya.


"Garra!!, bagaimana bajing*ngan itu masih hidup!" ucap Zeck geram


"Kenapa kau terkejut, sudah ku bilang aku adalah Algojo Raja Kegelapan tidak ada seorangpun Iblis yang bisa membunuhku termasuk dirimu,"


"Cih, Kau tetap saja sombong meskipun sudah sekarat, baiklah kalau begitu aku akan mengubur kalian berdua di lembah Iblis jika memang itu mau mu!" Zeck segera menebaskan tongkat saktinya kearah Lee dan Garra.


"Inilah kesempatan ku," Garra segera mendorong tubuh Lingga dan menarik tubuh Zeck hingga keduanya jatuh ke jurang.


"Jika ada yang harus mati di sini, itu adalah aku dan kau Gordon."