
Kalau kamu gak suka tinggal pergi saja Mel, memangnya apa susahnya sih," ucap Pak Jamal kemudian mengajak Melvin pergi meninggalkan Angel dan Deden
"Kamu gak papa kan?" tanya Angel
"Gak papa kok aku Udah terbiasa di bully ," jawan Deden lesu. Selesai makan ia Bahkan bekerja paruh waktu di sebuah rokok kelontong untuk mendapatkan penghasilan tambahan guna membayar uang sekolahnya.
Sementara itu, Radit masih belum bangun juga meskipun luka di kepalanya sudah di perban.
Janie masih tetap setia menunggu Radit meski pemuda itu sangat menyebalkan.
Janie tampak memandangi ponselnya berharap ada seseorang yang menghubunginya.
"Kenapa tak ada satupun yang menghubungi ku hari ini, apa mereka tak khawatir denganku atau setidaknya penasaran dengan keadaan Radit," keluhnya
"Kenapa juga Radit belum sadar juga, apa aku perlu mengabari Tante Ana agar ia tahu keadaan putranya?. Ah tapi bagaimana kalau dia shock nanti. Ah lebih baik tak usah, biar waktu saja yang akan memberitahukan Tante Ana kondisi Radit."
Tidak lama Janie kembali dikejutkan dengan kemunculan pria misterius itu lagi yang memintanya ikut dengannya.
"Kali ini kau harus ikut denganku!" ucap pria itu kemudian menarik Jannie
Janie seketika menghilang bersama pria misterius itu.
Ia terkejut saat menyadari dirinya berada di sebuah kafe. Lelaki misterius itu mengajaknya masuk, Janie terkejut saat melihat sekelompok anak muda yang sedang melakukan balapan meminum minuman keras.
Suara hingar bingar para anak muda yang saling menyemangati saat salah seorang dari mereka sedang menghabiskan beberapa orang botol minuman keras.
Seorang pria yang begitu familiar di mata Janie tampak bahagia saat berhasil mengalahkan beberapa orang peserta lainnya.
"Malvin," Janie membelalak saat tahu pria itu adalah Malvin, sahabat Radit
"Selamat bro, akhirnya lo kembali jadi juara. Emang lo benar-benar keren, gak ada tandingannya kalau soal minuman keras," ucap salah seorang peserta memberi selamat kepada Malvin
Malvin kemudian duduk di sudut kafe bersama dengan beberapa orang temannya.
Ia merayakan kemenangannya bersama teman-temannya. Saat meneguk sebuah gelas berisi alkohol Melvin berteriak histeris saat melihat seekor ular berbisa yang melilit tangannya.
Ia menjerit histeris saat ular itu mematuknya hingga ia tak sadarkan diri.
Tak jauh dari tempat itu Angel tersenyum senang melihat Melvin sekarat.
Suara ambulance terdengar nyaring memecah keheningan malam.
Janie tampak tak percaya saat melihat Melvin tergeletak dengan luka gigitan ular di tangannya.
"Makhluk itu??, siapa dia??"
"Makhluk yang sama yang juga menyakiti kekasihmu Radit," ucap Pria itu
"Ia segera berlari mengejar Angel saat melihat gadis itu. Namun Angel secepat kilat langsung menghilang saat melihat pria itu.
"Sial, kemana dia!!" pria itu tampak menelisik ke seluruh ruangan itu, untuk menemukan Angel. Namun ia sama sekali tak berhasil menemukan gadis itu.
Bahkan Deden pun ikutan menghilang bersama wanita iblis itu.
Pria itu kemudian menarik Janie untuk naik ke ambulance. Meskipun petugas sudah melarang gadis itu masuk. Namun anehnya tiba-tiba Jamie sudah berada di dalam ambulance menemani Melvin.
Kau harus menjaga dia jika tak mau ia menjadi korban selanjutnya.
"Bagaimana aku bisa menjaganya sedangkan aku tidak tahu apa-apa. Bahkan kau pun aku tidak mengenalnya,"
"Namaku Rayyan, kamu bisa memanggil ku Ray," jawab pria itu mengulurkan tangannya kepada Janie
"Rinjani," ucap gadis itu menyambut tangan pri itu.
"Nama yang indah seindah wajah mu yang cantik Janie," jawab Ray
"Apa kau ini sejenis makhluk gaib?" tanya Janie
"Benar,"
"Kalau begitu kenapa engkau memilihku?" tanya Janie membuat pria itu tersenyum menatapnya
"Aura mu yang membawaku kepadamu. Bukan itu saja, lebih tepatnya kenapa aku memilih mu untuk membantu ku menangkap jin jahat itu adalah karena kau seorang anak dukun. Hanya itu alasan aku memilih mu," jawab Rayyan
Janie begitu terkejut mendengar penuturan Rayyan.
Ia kemudian meminta Rayyan menceritakan kenapa ia ingin menangkap Jin itu.
Rayyan memberitahukan jika Ia memang ingin memenangkap Angel karena ia adalah seorang ratu Jin yang berbahaya dan bisa membunuh siapa pun dengan kekuatannya.
Sebagai seorang pangeran jin Rayyan memiliki tugas menjaga ketentraman dunia gaib dan Juga dunia manusia.
Ia memberitahu Janie tentang Angela. Rayyan menunjukkan foto angela Kepada Janie hingga gadis itu benar-benar ketakutan .