
Pagi menjelang, bias cahaya matahari mulai menerobos masuk kedalam kamar kecil itu melalui jendela kaca yang masih tertutup rapat.
"Aarrgghhh!!" Lingga mulai membuka matanya dan menatap sekeliling kamar itu.
"Kau sudah bangun?" sapa seorang wanita tua menghampirinya
"Bunda??"
"Ternyata kau masih mengenaliku Lee," wanita itu tersenyum kemudian membuka gorden kamar itu.
"Bagaimana aku bisa ada disini?" tanya Lingga heran
"Garra, yang memanggilku untuk menolong mu," sahut wanita itu
"Garra masih hidup??"
"Entahlah, tapi manusia setengah Iblis seperti dia tidak akan mati dengan mudah?"
"Tapi bukankah dia sudah menjadi manusia biasa?"
"Manusia setengah Iblis akan mengalami siklus kehidupan sama seperti manusia pada umumnya, dia akan lahir, dan mati seperti manusia pada umumnya. Tapi jika darah Iblis lebih dominan padanya maka ia akan berumur panjang dan tidak menua. Itulah yang terjadi dengan Garra, meskipun ayahnya seorang manusia tapi ia bahkan lebih keji dari seorang Iblis itulah alasannya kenapa Garra masih memiliki kesaktian Iblis meskipun sudah menjadi manusia biasa." tutur Bunda Musni
"Bagaimana dengan Tari, apa kau menolongnya juga?"
"Aku tidak melihat seorang wanita di lembah Iblis, jadi aku tidak tahu dia dimana, masih hidup atau sudah mati." jawab Musni
"Apa Tari kekasihmu?" tanya Wanita itu duduk disampingnya
"Benar Bunda,"
"Syukurlah kalau begitu, aku senang melihat mu bisa move on dari Zieya, aku doakan semoga ada seseorang yang menolong Tari dan agar kalian bisa bersatu lagi,"
***********
"Cepatlah bangun Tari, dan balaskan dendamu kepada Gordon,"
"Tuan, ada telpon dari tuan muda Zeck,"
Gareth segera mengambil ponselnya dari tangan sekretarisnya.
"Ada apa kau menelpon ku?" sapa Gareth
"Ayah ada dimana?" Zeck balik bertanya
"Aku ada di rumah sakit, memangnya ada apa sampai pagi-pagi sekali kau menelpon ku,"
"Ada yang harus kita bicarakan ayah, ini penting. Untuk itulah kau harus segera pulang,"
"Baiklah tunggu sebentar, aku akan mengurus administrasi rumah sakit dulu,"
"Baik ayah,"
"Cih, bahkan kau sedikitpun tidak mengkhawatirkan aku Zeck, dasar iblis sialan beraninya kau menyamar sebagai putraku," ucapnya kesal
"Om Gareth...."
Gareth segera menoleh kearah Tari yang memanggilnya.
"Kau sudah sadar Tari?" ucapnya mengusap lembut rambutnya
"Apa Om yang menolong ku?" tanya gadis itu lirih
Gareth hanya mengangguk pelan.
"Kenapa Om menolong ku, bukankah kau sangat membenciku?" tanya gadis itu
"Sudahlah, sekarang bukan waktu yang tepat untuk membicarakan alasanku menolong mu. Yang jelas kau harus segera pulih agar bisa membalas apa yang sudah Zeck lakukan padamu. Mulai sekarang Kevin akan mengurus semua keperluan mu dan sekaligus menjadi bodyguard mu," tukas Gareth
"Kenapa?" tanya Tari penasaran
"Nanti Om akan beritahukan alasannya, sekarang aku harus pergi dulu." Gareth kemudian meninggalkan Tari di ruangannya.
"Jaga dan awasi dia," pesan Gareth kepada Kevin
"Baik Tuan,"
***************
"Kenapa kau bisa seperti ini, siapa yang melakukannya padamu?" tanya pemuda itu tidak habis pikir melihat keadaan Lingga
"Kenapa kau begitu kaget melihat ku seperti ini, bukankah hal ini sudah sering aku alami," sahut Lingga
"Ada sesuatu yang harus aku berikan padamu Lee,"
"Apa itu Om,"
Bambang memberikan sepucuk surat kepada Lingga.
"Itu aku temukan ketika mengurus jenazah ayahmu," sahut lelaki itu.
Lingga segera membuka surat itu dan membacanya. Matanya berkaca-kaca ketika membaca surat itu.
"Kenapa kau begitu sedih Lee?" tanya Bambang
"Tidak ku sangka Daddy begitu mengkhawatirkan aku, bahkan setelah ia matipun masih sempat mengkhawatirkan aku," ucapnya sembari menahan tangisnya
"Tidak ada orang tua yang tidak peduli dengan anaknya, mereka akan selalu mengkhawatirkannya bahkan setelah mati. Kami tidak mau sesuatu terjadi pada anak-anak kami untuk itulah biasanya para orang tua meninggalkan wasiat kepada anak-anaknya sebelum meninggal untuk meringankan bebannya. Meskipun ia tidak bisa mewariskan harta benda setidaknya ilmu yang bermanfaat atau nasihat bijak sudah cukup untuk menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada anak-anaknya," tukas Bambang
"Dia ingin aku mempelajari semua ilmu Kanuragan yang dimilikinya, tapi itu mustahil Om. Karena di era sekarang dimana aku bisa mendapatkan seorang guru yang bisa mengajariku semua ilmu Kanuragan itu," ucap Lingga pesimis
Bambang kemudian mengambil surat itu dan membacanya.
"Jenis ilmu Kanuragan dan ajian ini memang sudah langka, dan tidak sembarang orang bisa mempelajarinya. Tapi kau jangan khawatir Lee, aku tahu siapa yang bisa mengajarimu untuk mendapatkan kesaktian itu," tukas Bambang menyunggingkan senyumnya
"Siapa Om?" tanya Lingga
"Orang itu sangat dekat denganmu," menatap bunda Musni yang sedang membersihkan halaman rumahnya.
"Semua orang mungkin bisa tertipu dengan penampilannya, tapi aku tahu dia bukan orang sembarangan. Kau bisa minta bantuan Bunda Musni untuk mempelajari semua ilmu Kanuragan ayahmu,"
"Bunda Musni??"
"Iya, kau tahu dia seorang dukun bukan?" tanya Bambang
"Benar, tapi...."
"Jangan menilai sesuatu dari bungkusnya, karena kita tidak akan pernah tahu isinya jika tidak mau membukanya,"
"Bagaimana jika ia tidak mau?" tanya Lingga
"Dia pasti tidak akan menolak jika kau yang memintanya. Kau jangan khawatir tentang Tari, aku janji akan melindungi gadis itu jika menemukannya nanti," jawab Bambang
"Benar Lee, aku janji padamu akan mencari Tari dan menjaganya," imbuh Kenan
"Baiklah, aku percaya kalian. Mulai sekarang aku titipkan Tari padamu Ken, jaga dia dan lindungi dia selama aku tidak bisa bersamanya," ucap Lingga memegang tangan Kenan
***************
"Kenapa Om Gareth menolong ku?, sebagai sekretaris pribadinya kau pasti tahu alasannya. Katakan padaku apa yang dia rencanakan?" tanya Tari kepada Kevin
"Dia ingin kau kembali dengan Zeck," jawab lelaki itu singkat
"Kenapa?, bukankah sekarang aku tidak memiliki harta Karun itu, lalu apa yang ia harapkan dariku?" tanya Tari lagi
"Apa kau tidak ingin membalas dendam kepada Zeck atas apa yang dia lakukan padamu dan juga Lingga?" Kevin balik bertanya membuat Tari tercengang mendengarnya.
"Apa balas dendam?, yang benar saja, bagaimana bisa om Gerry menyuruhku membalas dendam kepada putranya sendiri, itu tidak masuk akal," ucap Tari menyunggingkan senyum kecutnya
"Dia bukan Zeck, dia adalah seorang Iblis yang menggunakan tubuh Zeck untuk mengambil sebuah benda pusaka yang dimiliki oleh Lingga. Itulah sebabnya dia berusaha membunuh Lingga dan juga teman-temannya yang melindunginya. Dia bahkan berusaha menggunakan dirimu untuk mendapatkan benda pusaka itu namun gagal. Sekarang apa kau sudah paham kenapa Ketua menyelamatkan nyawamu?" tutur Kevin
"Kenapa harus aku?" tanya Tari
"Karena kau adalah wanita yang di cintai oleh Zeck,"
"Kau bilang dia bukan Zeck tapi Iblis yang menguasai tubuhnya, jika itu benar tentu saja dia tidak mencintai aku. Kau tahu kan dia berusaha membunuhku, mana ada seorang laki-laki tega membunuh wanita yang di cintainya. Jadi tidak mungkin aku bisa merayunya agar dia mau kembali lagi padaku,"
"Kau salah Tari!" tukas Gareth menghampiri keduanya.
"Kata siapa dia tidak menyukaimu, dia bahkan lebih mencintaimu dari siapapun," imbuh Gareth membuat Tari semakin tidak percaya.
"Mustahil, bagaimana bisa seorang iblis jatuh cinta pada manusia,"
"Jika dia tidak mencintaimu, bagaimana bisa dia begitu khawatir ketika mengetahui kau menghilang dari tempat itu, dia bahkan meminta bantuan ku untuk mencari mu," jawab Gareth semakin membuat Tari tercengang