LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
58. Pencarian



*Tak, tak, tak!!


Zeck menghentikan langkahnya ketika melihat Lingga keluar dari kamarnya. Ia segera bersembunyi agar pemuda itu tak melihatnya.


"Ternyata darah ayam cemani itu berfungsi juga. Sepertinya Lingga tidak bisa melihat Tari karena darah itu, kali ini aku harus berterimakasih kepada Garry karena sudah membantuku menyembunyikan Tari dari Lingga," ucapnya tersenyum sinis


"Sebesar apapun usahamu untuk mencarinya, kau tidak akan pernah menemukannya lagi Lee," ia segera berjalan masuk kedalam kamarnya ketika Lingga sudah menghilang dari istananya.


*******


"Bagaimana Lee, apa kau menemukannya?" tanya Kenan


Lingga menggeleng pelan dan kemudian menjatuhkan tubuhnya ke sofa.


"Jangan putus asa, aku akan mencoba mencarinya malam ini?" sela Garra duduk di samping Lingga


"Bagaimana kau bisa menemukannya, sedangkan aku tak menemukan dia di istana Gordon." sahut Lingga lesu


"Kau lupa jika aku adalah seorang Algojo Raja Kegelapan, aku bisa mencari tahu keberadaan Tari dengan menggunakan para Lelembut untuk mencarinya." timpal Garra


"Tapi bukankah kau sudah berubah menjadi seorang manusia Garra?" tanya Lingga penasaran


"Bagaimana mungkin seorang manusia biasa masih bisa bertahan hidup di lembah Iblis. Tidak semudah itu untuk menjadi manusia seutuhnya. Aku sendiri sangat ingin menjadi manusia biasa, tapi sepertinya itu tidak akan pernah terjadi padaku. Aku bahkan ingin sekali menua seperti kalian, tapi itu tidak berlaku padaku. Apa aku masih bisa di sebut manusia?" tutur Garra gusar


"Syukurlah kalau begitu," jawab Lingga langsung memeluknya


"Apa yang kau katakan Lee?" tanyanya meradang


"Maksudnya aku bersyukur dengan begitu kau bisa membantu ku menemukan Tari," sahut Lingga


"Tapi, aku sedih karena aku tidak bisa menua bersama Tiwi."


"Ah tidak masalah, Tiwi yang harusnya bahagia karena memiliki pasangan yang awet muda seperti dirimu." jawan Lingga


"Tapi aku akan kehilangan dia, dan harus menderita sendirian saat ia sudah pergi meninggalkan aku untuk selamanya. Itu yang selalu aku takutkan, hidup dalam kesendirian dan kesedihan karena ditinggalkan oleh orang-orang yang aku cintai." ucap Garra getir


"Itulah hidup, ada yang datang dan ada yang pergi. Kita harus bisa menerima takdir dengan Legawa, setiap yang hidup pasti akan mati tapi kau tidak perlu sedih karena jika aku ataupun Tiwi meninggalkan pasti ada orang lain yang akan menggantikan posisi kami untuk menemani mu. Ada yang datang ada yang pergi itulah hukum alam," jawab Lingga menepuk pundak Garra


"Sekarang bukan saatnya untuk galau, karena kau harus membantuku menemukan Tari. Kau tahu kan usia manusia itu ada batasnya jadi jangan biarkan Lingga dukun milenial tertampan sejagat raya ini jomblo lagi karena harus di tinggal oleh kekasihnya untuk ketiga kalinya," ucap Lingga memohon


"Baiklah, tentu saja aku akan membantumu Lee. Tunggu sebentar aku harus kembali ke istana Raja Kegelapan untuk mencari tahu dimana keberadaan Tari,"


"Thanks Garra," ucap Lingga mengantar lelaki itu keluar dari kediaman Kenan.


***********


*Krieet!!


Tari segera menghapus air matanya ketika melihat Zeck memasuki ruangan itu.


"Kau sudah kembali?"


"Hmmm, aku sudah mengurus semuanya. Jangan khawatir sekarang kau aman disini, tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita sekarang." ucap Zeck menghampiri wanita itu.


Apa itu artinya dia sudah membunuh Om Garry dan Kevin??


Tari begitu tercengang mendengar ucapan Zeck.


*Grep!!


Zeck menggendong tubuhnya dan membaringkan Tari ke atas ranjangnya.


"Maafkan aku sudah meninggalkan mu begitu lama, hingga kau kesakitan seperti ini. Mulai sekarang aku tidak akan pernah meninggalkan mu lagi, aku akan selalu ada di samping mu dan melindungi mu." tukas Zeck mencium tangan Tari


"Kau pucat sekali, apa kau masih kesakitan?" tanya Zeck


Tari mengangguk pelan.


"Terimakasih Zeck," jawabnya lirih


"Tunggu sebentar ya," Zeck segera keluar dari kamar itu dan tidak lama ia kembali bersama seorang lelaki tua memakai baju serba putih.


"Tolong obati dia," pinta Zeck


"Baik Pangeran," Lelaki itu langsung memeriksa kondisi Tari.


"Dia terkena ajian penghancur Sukma, beruntung dia masih bisa bertahan. Kau tidak bisa melakukan malam pertama kalian sekarang karena ia harus memulihkan kondisinya dahulu."


"Baik Aki,"


"Jangan lupa minum obatnya agar dia cepat sembuh,"


"Baik," Zeck kemudian mengantar lelaki itu keluar dari kamarnya.


**********


Istana Raja Kegelapan.


"Angin apa yang membawamu kembali lagi ke sini Garra?" tanya Raja Kegelapan menyambutnya


"Aku datang kemari untuk meminta bantuan mu yang mulia," sahut Garra


"Apa aku tidak salah dengar?" tanyanya memastikan


"Mungkin selama ini aku terlalu angkuh sehingga aku tidak pernah meminta bantuan mu. Tapi kali ini aku benar-benar membutuhkan bantuan mu," jawab Garra


"Katakan saja apa yang bisa aku lakukan untukmu?"


"Aku sedang mencari teman ku yang baru saja di nikahi oleh Gordon. Apa kau tahu dimana dia menyembunyikan gadis itu?"


"Bukannya aku tidak mau membantumu untuk mencari dimana temanmu, tapi kau tahu bukan jika aku tidak bisa menyentuh Pangeran meskipun aku seorang yang menguasai dunia Kegelapan."


"Kau benar, seorang Raja Neraka seperti dirimu belum bisa mengalahkan kekuatan Raja Iblis. Kalau begitu katakan padaku siapa yang bisa membantuku menemukannya,"


"Walaupun aku tidak suka denganmu karena berusaha membunuh ku waktu itu, tapi aku juga tidak menyukai tindakan Gordon yang memperistri seorang manusia. Karena itu berarti dia menggali kuburannya sendiri dan bisa menghancurkan keturunan Raja Iblis. Ada kekacauan saat hari pernikahannya, pasti sesuatu terjadi dengan gadis itu. Kau tahu harus mencari informasi dengan siapa bukan?"


"Hmmm, baiklah kalau begitu aku pamit." Garra kemudian pergi meninggalkan istana itu.


"Dasar Iblis sialan, kau masih saja angkuh meskipun kehilangan kekuatan mu,"


*Krieet!!


"Ada apa kau menemui ku Garra??" tanya seorang lelaki tua menyambutnya


"Kau seorang Iblis sekaligus tabib kerajaan, kau pasti tahu maksud kedatangan ku kemari," jawab Garra duduk di depan lelaki itu


"Kau tidak akan bisa membawanya pergi dari sini?"


"Kenapa, aku tidak takut menghadapi Gordon ataupun Raja Iblis. Jadi kenapa aku tidak bisa membawanya?" tanya Garra


"Seseorang telah membuatnya menjadi seorang Iblis. Meskipun kau bisa membawanya kembali tapi manusia biasa tidak akan bisa melihatnya."


"Kenapa bisa begitu??"


"Darah ayam hitam sudah membuat sukmanya memudar, jika dalam waktu satu pekan ia tidak menemukan raganya maka ia akan benar-benar mati dan menjadi seorang Iblis."


"Kalau kau ingin membawanya pulang, maka kau harus menemukan dulu raga gadis itu dan membersihkannya dari mantra gaib yang di pasang dalam raganya."


"Aku sudah mencarinya di kediamannya, tapi jasadnya menghilang. Aku yakin jika Gordon menyembunyikannya."


"Kau seorang Algojo Raja Kegelapan, tidak ada seorang Iblispun yang berani denganmu, kau bisa menemukannya jika kau masih menjadi Garra sang Algojo Raja Kegelapan,"