LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
63. Finally



"Kau... beraninya kau ikut campur urusanku Nilam!" seru Ratu Iblis


"Tentu saja Aku akan ikut campur jika kau berusaha membunuhnya Nyi Ratu!" sahut Nilam Sari


"Siapa kau berani-beraninya melawanku!"


"Aku memang bukan tandingan mu Nyi Ratu, tapi aku tidak akan bisa diam saja melihat mu menyakiti wanita itu untuk membuat putramu menjadi seorang Raja. Aku tidak akan bisa membiarkan seorang tahanan duduk diatas tahta Raja!" sahut Nilam Sari menarik selendangnya hingga membuat Ratu Iblis terjungkal ke tanah.


Ia kemudian menarik selendangnya dan melepaskan tendangan kearahnya.


Namun Ratu Iblis dengan cepat menangkap kakinya, dan menghempaskan tubuhnya hingga menghantam pepohonan.


"Arrrrrghhh!!"


Ratu Iblis kembali melesat kearahnya dan menjambak rambutnya, "Kau bpikir bisa mengalahkan aku semudah itu Nilam, ingat meskipun kau keturunan manusia dan Iblis tetap saja kau tidak bisa membunuhku tanpa kekuatan yang lebih mumpuni daripada diriku. Sekarang enyahlah dari hadapan ku!!" seru Ratu Iblis menghujamkan keris pusakanya ke kearah wanita itu.


Namun seketika ribuan kunang-kunang menghantam tubuhnya dan membawa pergi Nilam Sari.


Ratu Iblis tersenyum sinis dan menghampiri Tari yang berusaha lari menjauh darinya.


*Greeppp!!!


"Kau tidak akan bisa menghindar lagi dari kematian mu Tari!" serunya sembari tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah ketakutan Tari.


Sementara itu Lingga menghirup nafas dalam-dalam bersiap melantunkan kidung Rumeksa Ing Wengi.


"Dasar dukun keparat, beraninya kau melawan kami dengan kidung itu!" ucap Raja Kegelapan mundur menjauhi Lingga.


"Semuanya mundur!!" serunya kemudian menghilang dari hadapan Lingga bersama pasukannya.


"Wkwkwkwk, dasar pengecut gitu aja lari!!"


"Lee!!" seru Garra berusaha bangun


"Oii!" sahutnya kemudian berlari kearah Garra


"What's app bro?"


"Cepat selamatkan Tari, aku tidak bisa menolongnya karena kopi laknat buatan mu itu!" ucap Garra menggerutu


"Sorry bro, tadinya gue pikir akan menyalatkan lo dari Kidung Rumeksa Ing Wengi dengan kopi itu. Tapi sayangnya rencana gue gagal karena kopi itu tak bisa menidurkan mu,"


"Dasar bodoh, kau tahu siapa aku bukan. Mana mungkin racun seperti itu bisa membuatku pingsan atau mati, that's impossible Lee. Tapi karena ulah mu ini gue jadi gak bisa menyelamatkan Tari," ucapnya sembari menunjuk kearah Tari yang terus berlari menghindari kejaran Ratu Iblis


"Cepat selamatkan dia sebelum Ratu Iblis membunuhnya!" imbuhnya


"Kenapa kau diam saja dari tadi Garra!!"


"Ini semua karena kopi laknat buatan mu yang membuat aku jadi lemas tanpa tenaga!"


"Ah sial!" Lingga segera berlari menghampiri Ratu Iblis.


*Buughhh!!


Lingga melepaskan tendangan keras kearah Ratu Iblis hingga ia terjungkal dan melepaskan cekikannya.


"Kau tidak apa-apa Tari?" tanyanya dengan nafas terengah-engah


"Aku tidak apa-apa Lee," jawab gadis itu begitu senang melihat Lingga di depannya.


"Dukun keparat beraninya kau menyerang ku!" Ratu Iblis segera bangkit dan menyerang Lingga.


Pemuda itu terus mengelak serangannya tanpa membalasnya.


Tetaplah menghindar dan jangan pernah menyerang secara langsung jika kau ingin menang melawan Ratu Iblis.


Lingga terus mengingat pesan Bunda Musni sebelum ia menyusul Garra.


Kelemahannya adalah emosinya, jika kau bisa terus menyulut emosinya maka kau a wakan bisa dengan mudah mengalahkannya.


"Kenapa kau mendadak menjadi lemah seperti ini Nyi Ratu!" nyai nyinyir Lingga


"Jangan banyak omong dukun sialan!" sahutnya begitu berang


"Yes, sepertinya dia sudah terpancing. Sekarang saatnya menyelesaikan misi ku," Lingga segera memasang kuda-kuda dan bersiap menyerang Ratu Iblis.


"Bunuh aku jika kau ingin melihat wanita yang kau cintai juga mati di tangan ku," ancamnya sinis


Seketika Lingga menghentikan langkahnya dan menurunkan tongkatnya.


"Berikan tongkat sakti itu padaku, jika kau ingin gadis ini tetap hidup." ucap Ratu Iblis mengalungkan keris di leher Tari.


Lingga terlihat bingung dengan permintaan Ratu Iblis.


Jika aku menyerahkan tongkat ini, aku yakin dia tetap tidak akan membiarkan aku dan Tari hidup. Tapi jika aku tidak menyerahkannya maka ia akan membunuh Tari.


"Aaaa!!" seru Tari saat keris itu mulai menyayat lehernya.


"Tari!" seru Lingga terkejut melihat darah mengalir di leher gadis itu


"Aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku Lingga, jadi lihatlah baik-baik aku akan membunuh wanita yang kau cintai di depanmu!" hardik Ratu Iblis kemudian menggerakkan keris di tangannya menyayat leher Tari


"Tunggu!!" seru Lingga mencoba menahannya.


"Aaaarrrrggghhh!!"


*Bruuugghh!!!


Lingga begitu terkejut ketika melihat Ratu Iblis jatuh tersungkur setelah Zeck berhasil menusukkan tongkat sakti Raja Iblis ke punggungnya.


"Kau, kenapa kau melakukan semua ini pada ibumu Gordon," ucap Ratu Iblis sebelum menghilang menjadi kepulan asap.


"Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti mu Tari, seperti janjiku padamu aku akan melindungi dan menjagamu dari orang-orang yang berusaha membunuhmu. Tidak terkecuali ibuku aku pasti akan membunuhnya dengan tanganku sendiri," ucap Zeck membuat Tari begitu ketakutan melihat sosok Zeck yang berubah menjadi seorang Iblis yang menyeramkan.


*Tap, tap, tap!!


Lelaki itu berjalan menghampiri Lingga.


"Aku senang kau datang kemari Lingga, sekarang mari kita selesaikan semua ini secara jantan," ucapnya menatap lekat Lingga


"Kita akan berduel dengan tangan kosong, dan siapapun yang keluar sebagai pemenang maka dia yang akan menjadi pendamping hidup Tari. Dan yang kalah harus sportif dan tidak menganggu hubungan mereka. Apa kau setuju dengan tawaran ku?" ucap Zeck


"Baiklah aku bersedia!" jawab Lingga kemudian berjabat tangan dengan Zeck.


"Tapi Lee, kau bukan tandingan Gordon. Kau bisa mati jika melawannya dengan tangan kosong!" seru Garra


"Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta Garra, aku yakin dengan kekuatan itu aku bisa mengalahkannya." ucap Lingga begitu percaya diri.


"Bagaimana jika kau kalah dan mati Lee, kau tahu kan aku tidak bisa hidup tanpamu," ucap Tari berkaca-kaca.


"Untuk itu kau harus yakin jika aku pasti bisa mengalahkan Gordon, karena dukungan dari mu sangat berarti bagiku Tari." tukas Lingga


"Tentu saja, aku percaya kau pasti bisa. Aku yakin kau tidak akan pernah rela melihat mu hidup bersama lelaki lain," sahut Tari kemudian mengecup bibir Lingga.


"Berjuanglah untuk ku Lee!" ucap Tari tersenyum padanya.


"Hmmm," Lingga mengangguk kemudian berjalan menghampiri Gordon.


Pertarungan sengitpun segera berlangsung. Kedua pria itu saling serang demi untuk memiliki Tari.


Seperti yang di presldiksikan oleh Garra, Lingga benar-benar kalah telak melawan Gordon.


Pemuda itu jatuh tersungkur bersimbah darah setelah tendangan bertubi-tubi Gordon menghantam dadanya.


"Lingga!!" seru Tari menghampiri pemuda itu.


"Minggir Tari, kau tidak boleh ikut campur dalam pertarungan ini!" hardik Gordon


"Jika memang Lingga harus kalah dan mati demi aku, maka aku juga akan melakukan hal yang sama untuk menyusulnya. Aku tidak bisa hidup bersama dengan lelaki yang sudah membunuh kekasihku, karena bukannya aku membawa kebahagiaan untuk mu melainkan aku akan terus menyakiti hati mu. Kau tidak mau bukan hidup dalam Neraka seperti itu, meskipun kau bilang bahagia hidup bersamaku meskipun aku tidak mencintaimu. Tapi aku tahu sebenarnya kau sangat terluka dan aku tidak mau membuat mu terluka untuk kedua kalinya. Jadi biarkan aku memilih jalanku sendiri karena cinta tidak bisa di paksakan Gordon," ucap Tari sendu


"Baiklah jika itu mau mu, tapi jangan salahkan aku jika aku harus membunuh kalian semua. Karena aku tidak bisa melihat kau hidup bahagia bersamanya." Gordon mengambil pedang pusakanya dan bersiap menebaskannya kearah Lingga dan Tari.


"Hyaaaat!!" Lingga melompat dan menebaskan tongkat sakti Ratu Iblis tepat di punggung Zeck hingga lelaki itu jatuh tersungkur ke lantai.


"Sekarang kau bahagia Tari," ucap Zeck sebelum menghilang dari pandangannya


Lelaki itu terlihat menyunggingkan senyumnya kearah Tari.