
"Terima kasih sudah merawat ku Lingga," ucap Nilam Sari
"Kalau boleh aku tahu siapa dirimu Nyai?" tanya Lingga
"Aku adalah Nilam Sari, seperti yang sudah di beritahukan oleh Gordon aku adalah mahluk berdarah campuran yang paling di takuti oleh Raja Iblis dan keturunannya. Karena hanya kami yang bisa menghancurkan mereka, dan mereka tidak bisa menghancurkan kami." jawab Nilam Sari
"Lalu kenapa Zeck maksud ku Gordon sangat membencimu?" tanyanya lagi
"Tentu saja dia membenciku karena ia menganggap ku sebagai anj*ng peniaganya. Aku adalah mahluk yang di tugaskan oleh penasihat agung alam gaib untuk menjaga Gordon selama ia di kurung dalam benda pusaka agar tidak kabur pastinya."
"Jadi itu alasannya sehingga ia begitu ingin membunuhmu,"
"Kalau bukan karena kau yang terhasut oleh Ki Gendon mungkin Gordon tidak akan bisa keluar seperti saat ini. Entah bagaimana caranya aku harus mengembalikannya lagi kedalam benda pusaka itu agar ia tidak membuat obat lagi." tutur Nilam Sari menghela nafas panjang
"Maafkan aku, aku begitu mengkhawatirkan Tari hingga aku termakan hasutan Ki Gendon tanpa berpikir panjang," jawab Lingga
"Sepertinya gadis itu sangat spesial untuk mu, apa aku benar?" tanya Nilam Sari
"Benar, dia adalah segalanya bahgikub, bahkan aku sangat mencintainya lebih dari diriku sendiri," sahut Lingga
"Kalau kau memang mencintainya lebih baik kau meninggalkannya mulai sekarang. Karena Gordon pasti akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan benda pusaka itu darimu, termasuk menggunakan gadis itu. Karena ia tahu dia adalah kelemahan terbesarmu,"
Ucapan Nilam Sari tak ayal membuat Lingga gelisah dan bimbang.
"Lalu apa yang harus aku lakukan sekarang Nilam?" tanya Lingga dengan mata berkaca-kaca
"Terserah padamu, aku tidak mau menjadi orang yang kejam dengan memaksamu berpisah dengan wanita yang kau cintai saat sedang sayang-sayangnya. Kau bisa memutuskannya sendiri karena kau tahu mana yang terbaik untuk kalian berdua," jawab Nilam Sari.
***************
"Nona, ada kiriman bunga lagi untukmu," Zoya menyerahkan sebuah karangan bunga kepada Tari.
"Dia lagi!" seru Tari berdecak kesal dan membuang bunga itu ke tempat sampah.
"Kau pikir bisa menaklukkan hati ku hanya dengan hal-hal picisan seperti ini," gerutunya
"Apa jadwalku selanjutnya Zoya?" tanya Tari
"Menemui Tuan Zeck," jawab Zoya
"Aku rasa itu tidak perlu, next!"
"Tapi Nona, Tuan Zeck sudah membuat janji dua hari sebelumnya dan aku menyetujuinya karena kali ini dia ingin menemui anda untuk urusan bisnis," jawab Zoya
"Urusan bisnis apa, pasti dia cuma modus untuk mendekati ku,"
"Kau ingat saat kau terpuruk dan kita gagal memenangkan tender dari perusahaan BUMN?" tanya Zoya mencoba mengingatkan Tari
"Terus,"
"Zecklah yang melobi pihak pemenang tender agar memberikan tender itu kepada kita. Dia bahkan rela menghabiskan banyak uang untuk memberi uang tutup mulut kepada para petugas lelang. Entah berapa banyak yang ia habiskan untuk membujuk CEO perusahaan itu hingga akhirnya mau menyerahkan tender itu kepada kita."
"Apa dia sengaja melakukannya agar aku bersimpati padanya, dasar licik!"
"Meskipun yang kau katakan itu ada benarnya, tapi sebaiknya kau menemuinya untuk berterima kasih padanya atau kau bisa mengembalikan lagi projek itu padanya jika kau tidak suka menerima bantuannya. Tapi itu berarti kita harus siap-siap menanggung kerugian besar karena kesalahan kita yang gagal memenangkan tender tersebut," terang Zoya
"Baiklah kalau begitu segera siapkan semuanya,"
"Baik Nona," Zoya segera menyiapkan semua dokumen dan memberikannya kepada Tari.
"Semuanya sudah saya masukkan dalam tas ini," Zoya kemudian mengantar sampai ke depan mobilnya.
"Kenapa kau tidak ikut denganku," tanya Tari
"Sudah kuduga, dasar brengsek dia pasti sengaja melakukan ini padaku. Jangan kita aku akan bersimpati padamu Zeck." Tari segera melesatkan mobilnya menuju kafe tempatnya bertemu dengan Zeck
************
Sementara itu Lingga diam-diam mendatangi Garra dan menceritakan semua yang ia alami pada Garra.
"Apa yang harus aku lakukan Garra, apa aku harus meninggalkan Tari dan menjauhinya. Atau aku harus tetap disisinya untuk selalu menjaga dan melindunginya seperti janjiku padanya,"
"Tetaplah bersamanya apapun yang terjadi dan jangan pernah meninggalkan dirinya bagaimanapun situasinya. Jangan pernah dengarkan mereka yang berkata bahwa dia akan dalam bahaya jika bersamamu atau sebaliknya. Karena jika kau mendengarkan mereka dan menjauh darinya maka kau tidak akan menyesal seumur hidupmu karena harus kehilangan seseorang yang sangat kau cintai. Justru dengan situasi seperti ini kau harus selalu berada di sisinya untuk melindunginya. Jika kau takut dengan putra Raja Iblis itu, maka aku Garra sang Algojo Raja Kegelapan siap membantumu. Aku akan menyingkirkan siapapun yang akan merusak kebahagiaan sahabatku," ujar Garra memberikan dukungan padanya
"Terimakasih bro, ternyata kau bisa diandalkan dalam situasi genting seperti ini."
"Kalau begitu cepatlah pulang dan temui Tari. Jaga dia dan tetaplah berada di sisinya apapun yang terjadi, " jawab Garra
'"Baiklah Garra, aku akan melakukan semua yang kau perintahkan," Saut Lingga.
"Pergilah !" seru Garra
Lingga segera bergegas masuk kedalam mobilnya dan meluncur menjemput Tari.
Namun Lingga harus merasa kecewa ketika Tari tak ada di kantornya.
"Dimana dia?" tanya Lingga
"Dia menemui Zeck,"
"Kenapa kau membiarkannya sendirian bagaimana bisa kau tidak menelpon ku seperti biasanya. Apa kau sengaja melakukannya!" maki Lingga
"Sekarang katakan padaku dimana mereka bertemu,"
"Restoran Manalagi," jawab Zoya
"Baiklah kalau begitu aku akan segera menyusulnya,"
"Tapi Lee... tuan Zeck melarang siapapun mendampingi Nona Tari, jadi lebih baik kau tetap disini saja. Aku yakin tidak akan terjadi sesuatu dengannya,"
"Dia memang sengaja tidak membiarkan siapapun mendampingi Tari terutama aku karena ia ingin menyakitinya, jadi persetan dengan semua itu!" Lingga segera berlari dan melesatkan mobilnya menuju Manalagi Restoran.
"Jangan khawatir Tari, sebentar lagi aku akan datang untuk menyelamatkan dirimu," ia semakin mempercepat laju kendaraannya menuju Manalagi Restoran.
Sementara itu di Restoran Manalagi, Zeck segera menyambut kedatangan Tari ketika memasuki Restoran.
*Tak, tak, tak!!
"Selamat datang sayang, maaf aku tidak sempat menjemputmu," sapa Zeck mengulurkan tangannya.
Tari hanya tersenyum sinis dan mengacuhkannya.
"Tak perlu repot-repot menyulap restoran ini menjadi lebih mewah dari hotel bintang lima. Sekarang katakan apa yang kau inginkan dariku untuk membalas kebaikan mu yang sudah menyelamatkan perusahaan ku," ujar Tari
"Kembalilah padaku dan kita mulai semuanya dari nol lagi. Seperti yang kau lihat Tari aku sudah berubah menjadi sosok Lelaki yang sempurna seperti sang pangeran yang selalu ada dalam pikiranmu. Aku bersedia melakukan apapun untuk membuatmu kembali padaku,"
"Benarkah kau akan melakukan apapun yang aku minta?" tanya Tari
"Tentu saja, katakan saja apa yang kau inginkan?" tanya Zeck.
"Berhenti mengejar ku dan pergi jauh-jauh dariku. Bahkan bila perlu bunuh dirimu agar aku tidak bisa melihat mu lagi," sahut Tari
"Baiklah jika itu mau mu, maka aku akan membunuh diriku di depanmu. Kau harus ingat Tari...aku melakukan semuanya karena aku ingin membuktikan jika aku benar-benar mencintai mu Tari," ucap Zeck kemudian mengambil sebuah belati dan mengarahkannya ke lehernya.