
"Makasih Lee, kau selalu menjadi malaikat penyelamat bagiku,"
"Kembali kasih," jawab Lingga tersenyum padanya
"Kok cuma gitu jawabannya?" tukas Tari memanyunkan bibirnya
"Harusnya bagaimana?" sahut Lingga
"Biasanya kau selalu menggoda ku dengan rayuan alay, kenapa setelah kamu jadi kekasihku kau tidak lagi suka menggombal seperti dulu. Apa kau sudah bosan padaku?" keluhnya
"Tentu saja tidak, aku hanya tidak ingin memamerkannya di depan umum saja, kau tahu kan maksud ku,"
"Ok, ok sayang. I know," jawabnya tersenyum
*Tok, tok, tok!!
"Kalau begitu aku tunggu di tempat jaga, kalau ada apa-apa cepat hubungi aku,"
"Ok sayang," jawab Tari
Lingga segera bergegas membukakan pintu dan meninggalkan ruangan itu.
Zoya memasuki ruangan itu dengan langkah terburu-buru.
"Apa kau tidak menemui Zeck kemarin?" tanyanya dengan wajah tegang
"Oh itu...."
"Sudah ku duga kau tidak menemuinya, makanya hal ini terjadi," ujar Zoya menutup wajahnya menghela nafas berat
"Memangnya ada apa, sampai kau terlihat panik seperti itu?"
"Perusahaan GL Company yang sudah mempercayakan tender itu kepada kita mengajukan tuntutan kerugian. Kau tahu betapa yang ia inginkan dari kita untuk membayar kerugian mereka?" tanya Zoya dengan nada kesal
"Berapa??"
Zoya segera memberikan sebuah amplop coklat kepada Tari, "Bacalah kau akan tahu berapa yang harus kita bayarkan untuk menutup kerugian mereka karena kegagalan kita mendapatkan projek itu,"
"Gila, yang benar saja!!" seru Tari tercengang melihat angka yang di minta GL Company.
"Angka itu sudah sesuai dengan surat perjanjian yang kita buat sebelumnya jadi jangan terkejut,"
"Kalau begitu gak ada masalah kan tinggal transfer aja apa susahnya," jawab Tari enteng
"Apa kau pura-pura tidak tahu atau sengaja tidak mau tahu. Keadaan keuangan perusahaan kita sedang memburuk, karena kita tidak mendapatkan tender dalam satu bulan ini. Jadi kita tidak bisa membayarnya karena kita sudah membayar hal yang sama pada perusahaan rekanan yang lainnya." Zoya kemudian memberikan tablet Android miliknya kepada Tari.
"Itu semua daftar kerugian yang harus dibayarkan perusahaan kita kepada perusahaan rekanan," imbuhnya
"Oh, kenapa kita jadi seperti ini. Bagaimana kalau ini terus terjadi kita tidak akan bisa membayar gaji karyawan lagi karena tidak ada pemasukan." keluh Tari
"Untuk itulah kau harus menemui Zeck sekarang, karena hanya di yang bisa menyelamatkan perusahaan kita saat ini. Jadi tolong Tari, singkirkan dulu masalah pribadi mu dengannya. Lakukanlah demi karyawan kita, mereka semua bergantung padamu Tari,"
"Tapi masalahnya...."
"Masalah apa??, apa Zeck sudah tidak mau menemui mu??"
"Bukan itu masalahnya,"
"Lalu apa masalahnya!" seru Zoya
"Masalahnya Zeck sudah mati," jawab Tari
"Tidak mungkin, aku tidak percaya dia sudah mati," kata Zoya begitu terkejut
"Aku bingung harus cerita padamu atau tidak tentang kejadian itu," jawab Tari
"Ceritakan saja Nona, aku pasti akan mendengarnya,"
"Apa kau akan percaya dengan ceritaku??, karena ini bukan cerita yang masuk akal yang bisa diterima oleh nalar manusia," sahut Tari
"Aku akan mempercayainya, aku yakin kau akan menceritakan semuanya dengan jujur. Jadi ceritakanlah padaku apa yang terjadi haru itu?" tanya Zoya
Tari kemudian menceritakan semua yang dialaminya kepada sekretarisnya itu.
"Jika benar Zeck di rasuki oleh Roh jahat maka aku yakin dia tidak akan mati semudah itu Nona, kau harus menyelidikinya dahulu. Karena menurut cerita orang dulu, iblis dan mahluk gaib lainnya itu hidup abadi. Mereka tidak akan pernah mati sampai hari kiamat tiba. Jadi kesimpulannya dia akan hidup lagi meskipun kita sudah membunuhnya. Bahkan ia mungkin bisa menjadi lebih kuat setelah kematian mereka, itulah siklus kehidupan Iblis dan mahluk gaib lainnya," ucap Zoya
"Bagaimana kau bisa tahu tentang semua itu?" tanya Tari penasaran
"Kau lupa aku adalah keponakan tuan Purboyo ayah Tiri mu. Keluarga kami adalah keluarga kejawen yang sangat mempercayai hal-hal mistis seperti itu, makanya aku juga percaya apa yang kau ceritakan tadi." jawab Zoya
"Kalau begitu aku harus menanyakan kabar Zeck kepada Om Gareth, atau Nadya," Tari segera mengambil ponselnya mencoba menghubungi salah satu dari mereka, namun Zoya segera menahannya.
"Jangan hubungi mereka, lebih baik kau mengunjungi kediaman mereka diam-diam. Karena aku yakin mereka akan mencoba menutupi keadaan Zeck darimu," sergah Zoya
"Baiklah, kalau begitu aku akan ke rumah Om Gareth,"
"Aku akan membantumu mendatangi ke Diaman Nadya," ucap Zoya
"Terimakasih Zoya,"
Tari segera menemui Lingga dan menceritakan semua yang disampaikan Zoya padanya.
"Jadi kau akan ke rumah Mr. Gareth?" tanya Lingga
"Iya," jawab Tari
"Beritahu Zoya juga jangan mendatangi kediaman Nadya, aku tidak mau sesuatu terjadi padanya. Biarkan aku dan Garra yang akan mengurusnya," imbuh Lingga
"Baik Lee,"
"Kalau begitu aku pamit dulu," Lingga kemudian bergegas meninggalkan ruangan Tari.
***********
"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Nadya
"Walaupun benturan di kepala cukup keras tapi kondisi fisiknya sangat bagus. Dia bahkan bisa pulang sekarang. Seumur hidup aku menjadi dokter baru kali ini menemukan pasien ajaib seperti dia," tukas sang dokter berdecak kagum
"Terimakasih dokter," jawab Nadya mengantar lelaki itu meninggal bangsal perawatan VIP Zeck.
*Flashback satu hari sebelumnya.
"Apa yang sebenarnya terjadi di luar, kenapa Zeck mengurung aku di kamar ini," Nadya terus mencoba mendobrak pintu kamar itu agar bisa keluar dari tempat itu.
Matanya berbinar ketika melihat jendela kamar itu.
Gadis itu segera membuka jendela kamarnya dan melompat keluar.
*Buuggghhh!!
"Awww," gadis itu merintih kesakitan memegangi lututnya yang berdarah.
"Zeck!!" gadis itu berteriak histeris ketika melihat Zeck tersungkur bersimbah darah.
Ia segera berlari menghampirinya.
"Kenapa mereka tega melakukan semua ini padamu Bee," ucapnya sembari memeluk lelaki itu.
Ia terkejut ketika merasakan denyut jantung lelaki itu, "Kau masih hidup," Nadya segera menyerat tubuh lelaki itu dan membawanya ke rumah sakit.
*Flashback off
"Terimakasih sudah menyelamatkan aku Nadya," ucap Zeck menggenggam erat jemari gadis itu
"Sama-sama Bee, aku harap kau bisa kembali padaku seperti dulu lagi. Lupakan Tari...kau tahu kan apa yang sudah ia lakukan padamu kemarin?" ujar Nadya
"Tentu saja aku tidak akan melupakannya seumur hidupku. Maafkan aku yang sudah meninggalkan dirimu hanya demi wanita seperti dia, kali ini aku berjanji tidak akan meninggalkan mu lagi sayang," ucap Zeck memeluk erat wanita itu.
Kenapa tubuhku terasa lemah sekali, kenapa tiba-tiba tenggorokan ku terasa kering, aku sangat haus,
Zeck terus menatap ke arah Nadya yang sedang menghubungi seorang tenaga kesehatan.
Sayang sekali kau bukan seorang perawan, sepertinya aku menginginkan darah perawan untuk mengembalikan kekuatan ku,
Tidak berapa lama seorang perawat datang ke ruangan itu membawakan sebuah kursi roda.
"Sekarang naiklah Bee, aku tahu kau masih lemas. Untuk itulah aku sengaja memesan kursi roda agar kau tidak kelelahan berjalan keluar rumah sakit," ujar Nadya
Zeck segera duduk diatas kursi roda itu dan Nadya mendorongnya keluar dari ruang perawatan.
"Untuk sementara kau tinggal di apartemen ku saja, aku khawatir tidak ada yang mengurus mu jika kau tinggal bersama Om Garry,"
"Terserah kau sajalah Nadya," sahut Zeck memperhatikan satu persatu wanita yang di temuinya.
**********
"Yang disampaikan oleh Tari benar, semua bangsa Iblis tidak akan mati sebelum hari kiamat tiba. Aku lupa mengurung dia setelah kau berhasil mengalahkannya. Aku terlalu bahagia hingga tidak terpikirkan sampai ke sana," tutur Garra
"Jika dia masih hidup, maka malam ini ia akan mencari tumbal seorang gadis perawan untuk mengembalikan kekuatannya yang hilang," ujar Nilam Sari
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Lingga
"Harusnya kau bisa mendeteksi kemunculannya dengan tongkat sakti itu Lee."
"Memang aku selalu merasakan dadaku terasa nyeri ketika bertemu dengan Zeck oh maksudku Gordon,"
"Kalau begitu sekarang kita cari bersama-sama, aku akan mencari ke kediamannya, kau mencarinya di rumah matan kekasihnya dan Garra akan mencarinya di rumah Ki Gendon," ujar Nilam Sari.
"Ok,"
Ketiganya kemudian berpisah untuk mencari Zeck.
Sementara itu Zeck terlihat gusar, wajahnya terlihat sangat pucat dan keringat dingin mulai membasahi wajahnya.
"Aku harus segera keluar untuk mencari tumbal atau tubuhku akan semakin melemah dan lelaki ini akan mati," Zeck perlahan membuka pintu kamarnya dan melangkah keluar diam-diam.
"Kau mau kemana Bee?" tanya Nadya mengagetkannya
"Aku...."
"Kau pucat sekali, sebaiknya kau jangan pergi kemana-mana, aku takut terjadi sesuatu padamu," Nadya mencoba menhan kepergian Zeck
"Kalau kau ingin tetap bersamaku, maka kau harus mengizinkan aku keluar, karena jika tidak aku akan membunuhmu!" ucap lelaki itu membuat Nadya ketakutan melihat sorot mata elangnya.
Zeck segera berlalu meninggalkan gadis itu, namun langkahnya seketika terhenti ketika lelaki itu mencium aroma wangi bunga mawar.
Ia membalikkan badannya dan menyeringai melihat asisten rumah tangga Nadya.
Ia segera mencekik leher gadis itu, dan menghisap darahnya seperti seorang vampir membuat Nadya ketakutan saat memergokinya.