LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
21. Rencana ke dua



Gunakan kekuatan hatimu untuk mengembalikan Sukma mu,


*Tak, tak, tak!!


Lingga berjalan mendekati Tari.


*Grep!


*Cup!!


Tari membelalakkan matanya dan berusaha mendorong Lingga ketika ia mencium bibirnya.


"Apa yang kau lakukan!" seru Tari


Kembalilah menjadi dirimu, jangan pernah membenci dirimu apapun yang terjadi. Karena setiap manusia sejatinya adalah pemenang. Itu karena kita tercipta dari pemenang yang berhasil bertahan hidup hingga berkembang menjadi vetus hingga lahir sebagai seorang bayi. Jadi jangan pernah menyesali nasibmu, seperti namamu jadilah Mentari yang selalu bersinar stiap hari dengan semangat yang terus membara setiap paginya, jangan pernah meredup karena rembulan akan mencuri sinar mu," tukas Lingga kembali mencium Tari hingga ia tidak bisa menolaknya.


"Akhirnya aku bisa menangkap kalian!" seru seorang lelaki menghampiri keduanya


Lingga segera menarik Tari untuk melindungi gadis itu.


"Cih kau masih saja bersandiwara anak muda," tukas lelaki itu menyeringai.


"Cepat bawa wanita itu kemari!" hardik lelaki itu


Para preman itu langsung menarik Tari dan membawanya kepada lelaki itu.


"Sekarang kau sudah ketahuan Lingga, dan sudah saatnya kau mati menyusul ayahmu," tukas lelaki itu


"Bagaimana dengan dia bos?"


"Biarkan saja dia hidup sebagai seorang laki-laki, karena dengan begitu aku bisa mengambil alih harta warisannya tanpa repot-repot memaksanya," tukas Gareth menyeringai.


"Lepaskan aku!"


"Kali ini aku tidak akan tertipu lagi dengan mu Lingga, aku akan menghabisi mu dan mengirim mu ke Neraka untuk menemui ayahmu!" tukas Gareth


"Aryo tolong aku!"


"Cih, kau pikir aku tertipu dengan sandiwara mu itu Lingga, aku sudah tahu semuanya!!"


"Lepaskan aku atau kau akan menyesal!"


"Bukankah sudah aku bilang padamu Lingga, Ira sakti seperti dirimu akan kalah dengan orang cerdik seperti diriku," Gareth menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya ke kepala Tari


*Buuggghhh!!!


Tiba-tiba saja tendangan keras menghantam tubuh Gareth hingga ia jatuh tersungkur ke tanah.


Lingga segera menangkap pistol Gareth yang terlepas dari tangannya.


"Ah ... bahagia rasanya bisa kembali ke tubuhku," tukas Lingga memutar pistol di tangannya.


Ia kemudian berjalan dan menodongkan senjata api itu ke kepala Gareth.


"Orang bodoh seperti dirimu tidak akan pernah mengalahkan diriku, jadi bersiaplah untuk pergi ke Neraka!" ancam Lingga


"Kau!" pekik Gareth terkejut


"Sayang sekali Mr. G, aku sudah berhasil kembali ke tubuhku, dan sekarang saatnya aku membalas dendam atas kematian ayahku padamu!" tukas Lingga Kemudian melepaskan jab kearah lelaki itu.


"Cepat serang dia!!" seru Gareth


Anak buahnya segera menyerang Lingga, namun lelaki itu segera melemparkan jarum-jarum santet kearah para penjahat itu hingga mereka berjatuhan.


"Serang dia, cepat!!" seru Gareth mendorong anak buah lainnya yang masih tersisa.


Melihat teman-temannya berjatuhan terkena jarum santet Lingga membuat anak buah Gareth mundur dan berlari meninggalkan bosnya.


"Dasar brengsek, beraninya kalian meninggalkan aku!!" pekik Gareth


"Sekarang tidak ada yang akan menolong mu Mr. G," Lingga menyeringai mendekati lelaki itu.


"Sekarang saatnya kau membalas dosa-dosa mu karena telah membunuh ayahku yang tidak berdosa," tukas Lingga


"Maafkan aku Lingga, tolong jangan bunuh aku!" tukas Gareth bertekuk lutut di hadapan Lingga


"Jika semua masalah selesai hanya dengan meminta maaf maka tidak ada gunanya polisi bukan?" Lingga kembali melesatkan jab kearah Gareth hingga lelaki itu sempoyongan.


"Seperti kau yang membunuh ayahku dengan pistol ini, aku juga akan menghabisi mu dengan cara yang sama," Lingga menarik pelatuk pistolnya dan mengarahkannya kepada Gareth.


Tiba-tiba sebuah motor sport melaju dengan cepat dan menabrak Lingga hingga pemuda itu terhempas ke tanah.


Gareth segera naik keatas motor itu dan pergi meninggalkan Lingga.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Tari menghampiri Lingga


"Tapi kau terluka," tukas Tari memperhatikan luka di lutut dan siku Lingga


"Hanya luka kecil, kau tidak perlu khawatir, sekarang lebih baik kau kemasi barang-barang mu dan pergilah dari neraka itu," tukas Lingga


"Kau tidak seharusnya tinggal di sana, carilah tempat tinggal yang layak dan hiduplah dengan bahagia," imbuhnya


"Apa kau akan meninggalkan aku?" tanya Tari


"Bagaimana bisa aku meninggalkan dirimu, lelaki sejati akan menepati janjinya. Aku akan selalu bersama mu untuk melindungi mu," sahut Lingga


"Benarkah??"


"Tentu saja, aku akan melindungi mu dua puluh empat jam seperti janjiku,"


"Hmmm, mania banget," tukas Tari mencubit pipi Lingga.


************


Pagi harinya di Pengadilan Agama.


Semua sudah hadir untuk mendengarkan hasil keputusan sidang, namun Zeck belum juga datang.


Lingga berusaha menguatkan Tari yang terlihat gugup dan gusar.


"Semua akan indah pada waktunya," bisik Lingga


"Kau benar Aryo,"


Saat sang hakim akan membacakan hasil sidang tiba-tiba terdengar derap langkah memasuki ruang persidangan.


*Tap, tap, tap!!


Semua mata menatap ke arah Zeck yang berjalan pelan memasuki ruang persidangan.


Tidak lama kemudian sang hakim pengadilan membacakan keputusannya.


"Dengan ini saya memutuskan bahwa pengajuan cerai yang diajukan oleh penggugat ditolak!!" ucap hakim pengadilan di susul suara ketokan palu yang menggema si ruang sidang.


*Tok, tok, tok!!


Semua tercengang dengan keputusan hakim kecuali Tari.


"Sudah ku duga hasilnya akan seperti ini," ucap Tari


"Kau tidak terkejut?" tanya Lingga


"Aku sudah tahu akan seperti ini, untuk itulah aku menyiapkan rencana ke dua," Tari segera berdiri dan berjalan mendekati sang hakim.


*Braakk!!


Wanita itu mengebrak meja hakim dan kemudian menyodorkan foto-foto bukti kekerasan di meja hakim.


"Mungkin foto saja tidak cukup merubah keputusan anda yang mulia, kalau begitu anda harus lihat betapa mengerikannya lelaki itu!!" seru Tari menunjuk ke arah Zeck.


Wanita itu kemudian membuka bajunya dan menunjukkan bekas luka-luka di tubuhnya.


"Asal Anda tahu, lelaki itu yang terlihat tenang, berwibawa dan penyayang adalah seorang monster. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Bukan cinta atau kebahagiaan yang kudapatkan dari pernikahan kami, tapi siksaan dan rasa sakit yang aku terima. Jika anda memiliki anak perempuan apa anda tega membiarkannya hidup menderita bersama suaminya yang seorang psikopat!!" teriak Tari


Ruangan sidang mendadak hening ketika wanita itu menunjukkan bukti-bukti kekerasan di tubuhnya.


"Jika anda masih belum percaya apa yang aku paparkan, aku akan memberikan bukti yang membuat anda tercengang mendengarnya," Tari segera mengambil ponselnya dan memutar suara percakapan Zeck dengan ayahnya Gareth.


Semua yang hadir langsung kaget mendengar percakapan mereka.


"Tidak masalah bagiku jika Zeck menikahi ku untuk mendapatkan harta kekayaanku, tapi aku tidak terima jika ia memperlakukan aku seperti seorang binatang," Tari menunjukkan sebuah Video kepada sang hakim saat Zeck sedang menganiaya dirinya.


"Aku tahu semua bukti ini tidak bisa mengubah keputusan mu sekarang, untuk itulah aku akan mengajukan banding atas keputusan mu ini yang mulia," ucap Tari


"Wah kau keren sekali Tar, tidak ku sangka kau begitu berani mengungkapkan semua kejahatan mantan suami kamu," tukas Lingga


"Tentu saja aku harus berani, mulai sekarang akan menjadi sang Mentari yang selalu muncul dengan semangat baru setiap harinya," tukas wanita itu


"Satu lagi...kau juga terlihat sexy saat membuka bajumu tadi," bisik Lingga membuat Tari langsung bersemu merah.


"Dasar cowok mesum!" cibir Tari


"Apa kau puas sekarang?" sapa Zeck menghampiri keduanya


"Hah, si berandal itu muncul juga," tukas Lingga


"Aku belum puas sebelum bercerai denganmu dan membuat mu bertekuk lutut meminta maaf padaku," sahut Tari