
*Brum, Brum, Brum!!
Terdengar suara deru knalpot mulai menggema di sirkuit itu.
Lingga dan Zeck terlihat sedang mencoba sepeda motor mereka.
"Bersiaplah untuk kalah," ejek Zeck membalikkan jempolnya.
"Sombong sekali, lihat saja apa kau benar-benar bisa mengalahkan aku," tukas Lingga menyunggingkan senyumannya
"Aku tidak berharap kau menang Aryo, jadi... jangan terlalu terbebani," ucap Tari
"Sans aja Tari, hari ini kau akan melihat siapa Lingga yang sebenarnya." Lingga segera maju ke garis start
Seorang wanita cantik membawa bendera dan pertandingan pun di mulai saat ia mengangkat benderanya.
Lingga segera menarik gas motornya melesat meninggalkan Zeck yang tertinggal jauh di belakangnya.
Aku akan membuat perlombaan ini jadi lebih menarik Lingga,
seorang lelaki menebarkan kembang tujuh rupa di area balap.
"Aku ingin tahu seberapa sakti dirimu Lingga," tukas lelaki itu menyunggingkan senyum liciknya
"Kenapa aku merasakan ada yang aneh," tukas Lingga melihat ke spion motornya.
Ia tidak melihat Zeck ada di arena balap, bahkan sebaliknya sirkuit tempatnya beradu balapan motor berubah menjadi tempat yang menyeramkan.
"Kalian pikir bisa menjebak ku di dunia gaib seperti ini,"
Tiba-tiba pepohonan besar mulai memenuhi area balap, jalanan aspal yang tampak mulus tiba-tiba mulai bergerak seakan ada gempa dahsyat yang membuat lempengan bumi bergerak hingga jalanan mulai terbelah. Lingga berusaha menghindari tanah jalanan yang mulai terbelah. Cahaya matahari tiba-tiba tertutup awan hitam hingga suasana menjadi gelap.
"Sial, jangan bilang sebentar lagi para lelembut akan datang menyerang ku," celetuk Lingga
Segerombolan kelelawar tiba-tiba menyerang Lingga membuat motor Lingga tergelincir.
*Ciiitt!!
"Aku harus segera keluar dari tempat ini, aku yakin ada seseorang yang sengaja menjebak ku di negeri sihir ini menggunakan kekuatan supranaturalnya. Dia sengaja menjebak ku agar aku tidak bisa mengalahkan Zeck," Lingga menghentikan motornya ia menatap ke sekelilingnya.
*Srak, srak, srak!!
Terdengar suara derap langkah kaki mendekat kearahnya.
Ia menyeringai menatap segerombolan mahluk halus yang berjalan menghadangnya.
"Baiklah, saatnya aku akan menunjukkan kepada kalian semua siapa Lingga sebenarnya. Kalau kau bisa menyentuhku...aku pasti akan mundur dari dunia perdukunan dengan sukarela," Lingga menarik gak motornya kemudian melesat menabrak satu persatu makhluk gaib yang menghadang jalannya.
Semakin lama para lelembut itu semakin banyak menyerangnya, membuat pemuda itu terpaksa mengeluarkan tongkat sakti Raja Iblis miliknya.
Ia menebaskan tongkatnya kearah para demit yang mulai menyerangnya.
"Matilah kau!!" seru Lingga menghantam para zombie itu dengan tongkat saktinya.
*Krek, Krek, krek, Duar!!!
Seperti terjadi gempa, jalanan kembali bergoyang. Tanah mulai bergerak hingga membelah, akan tetapi kali ini dari dalam tanah muncul makhluk-makhluk bertubuh tinggi besar menyeramkan.
Lingga mulai hilang keseimbangan saat harus menghindari dari serangan zombie dan menghindari tanah-tanah yang bergerak bersamaan hingga motornya tergelincir.
*Braaakkk!!
"Arrgghh!!" Lingga berusaha bangun dan melepaskan tubuhnya yang terjepit kendaraannya.
Namun sesosok GONDORUWO langsung menyeretnya, mahluk itu kemudian melemparkan tubuh Lingga hingga tersungkur ke tanah.
"Awww," pemuda itu meringis menahan sakit kemudian mencoba bangun akan tetapi belum sempat ia berdiri mahluk lain menarik bajunya dan bersiap melepaskan pukulan keras ke arahnya.
"Apa yang terjadi dengan ku, kenapa mahluk itu benar-benar tidak bisa menyentuhku," tukasnya lirih
Para lelembut lainnya yang baru saja keluar dari perut bumi langsung melesat menyerang Lingga, akan tetapi tubuh mereka langsung terpental sebelum dapat menyentuhnya dan sama seperti mahluk gaib sebelumnya tubuh mereka musnah seketika menjadi kepulan asap hitam.
Dua tongkat sakti ini akan melindungi mu putraku, jadi kau jangan takut. Tidak ada satupun mahluk gaib yang bisa menyentuh dirimu. Inilah satu-satunya cara agar Daddy bisa melindungi mu meskipun aku tidak lagi ada di sisimu,
"Terimakasih Dad, sekarang aku tahu kenapa kau memberikan tongkat sakti itu padaku dan menyimpannya dalam tubuh ku. Kau ingin melindungi ku saat kau sudah tidak bersamaku lagi," tiba-tiba air matanya menggenang dam jatuh membasahi pipinya.
"Sekarang aku berjanji, akan menggunakan kemampuan supranatural ku ini untuk membantu mereka yang membutuhkan seperti yang kau harapkan," Lingga kemudian mengeluarkan dua tongkat saktinya.
"Sekarang bukan saatnya bermain-main di dunia ilusi ini, aku harus segera kembali agar bisa memenangkan pertandingan ini. Aku harus membuat Tari tersenyum dan hidup bahagia," Lingga menarik nafas dalam-dalam kemudian memejamkan matanya sejenak.
Bawalah aku kembali ke tempat ku berasal
Ia menggerakkan kedua tongkatnya dan kemudian memukulkan keduanya ke tanah hingga semua mahluk halus yang mengelilinginya terhempas dan musnah seketika.
*Jraaassashhhh!!!
Kilatan cahaya putih membawa Lingga melintasi ruang waktu.
*Bruuugghh!!
Hampir saja sepeda motor Lingga tergelincir kala ia menyadari sudah kembali di area balap, beruntung pemuda itu masih bisa menarik rem dengan cepat hingga ia bisa menghentikan motornya.
"Syukurlah akhirnya aku bisa kembali," tukas Lingga menghela nafas panjang
"Sekarang saatnya let's rock baby!" ia kemudian menarik gas motornya dan melesat menyusul Zeck yang sudah jauh meninggalkannya.
"Bagaimana ia bisa keluar dari dunia ilusinya??" seorang lelaki tua terlihat geram melihat Lingga kembali ke area balap.
"Kau tidak akan bisa mengalahkan aku meskipun kau menggunakan sepeda motor tercepat sekalipun," Zeck mempercepat laju kendaraannya.
"Aku harus berani mengambil resiko," Lingga menambah kecepatan motornya dan berhasil menyalip Zeck di tikungan tajam.
"Sial, kenapa tiba-tiba motor ku menjadi lambat seperti ini," maki Zeck ketika gas sepeda motornya tiba-tiba tidak bisa di gerakkan.
Ia berusaha menyalip Lingga ketika keduanya berada di tikungan. Saat Lingga mulai memperlambat laju kendaraannya untuk menyeimbangkan sepeda motornya Tiba-tiba saja Zeck melepaskan tendangan kearahnya hingga sepeda motornya terguling dan ia keluar dari lintasan balap.
"Sudah ku bilang kau tidak akan pernah menang melawanku," celoteh Zeck menyunggingkan senyum liciknya.
Lingga segera bangun dan naik keatas motornya, ia segera kembali ke arena balap dan melesat menyusul Zeck.
Saat ia mulai mendekatinya, Zeck kembali melepaskan tendangan kearah Lingga. Seakan bisa membaca gerakan Zeck Lingga segera menghindar, membuat Zeck hampir jatuh dari motornya karena kehilangan keseimbangan.
Kali ini Zeck melemparkan sesuatu kearah Lingga, beruntung lelaki itu bisa menghindarinya.
Zeck seperti tidak kehabisan akal, ia kembali mendekati motor Lingga dan berusaha menjegalnya dengan melepaskan tendangan kearah Lingga.
"Sepertinya pertandingan ini tidak mengenal aturan. Baiklah kalau begitu aku akan menunjukkan padamu siapa yang paling liar dan kejam diantara kita berdua," Lingga sengaja mengurangi kecepatan motornya dan ia melepaskan tendangan keras kearah Zeck.
Tidak puas melihat Zeck kehilangan keseimbangan setelah terkena tendangannya, ia kembali memukul kepala Zeck menggunakan tongkat saktinya hingga lelaki itu tergelincir dari sepeda motornya.
*Bruuugghh!!
Setelah berhasil menjatuhkan Zeck, ia langsung menarik gas motornya melesat menuju garis finish.
Tari langsung berlari kearahnya dan memeluk pemuda itu.
"Terimakasih Aryo, tidak ku sangka kau bisa mengalahkan Zeck," ucapnya bahagia
"Bukankah sudah aku bilang padamu aku akan mengalahkannya, dan akan membuat mu bahagia," Lingga melepaskan pelukan Tari dan berjalan menghampiri Zeck yang terlihat kesal.
"Penuhi janjimu dan jadilah lelaki sejati," bisik Lingga kemudian menguncang tubuh lelaki itu.