
*Braakkkk!!!
"Apa kau sudah gila Gordon!!" seru Ratu Iblis melemparkan semua barang-barang yang ada di sekitarnya kepada putra sulungnya itu.
"Memangnya apa yang sudah aku lakukan hingga membuat Ibu begitu murka padaku?" sahut Zeck
"Apa kau sekarang pura-pura bodoh, agar aku mengampuni tindakan konyol mu itu, hah!" hardik Ratu Iblis
"Kau tahu jika seorang Iblis tidak boleh menikahi manusia, tapi kenapa kau melakukan itu. Apa kau ingin menghancurkan keturunan kita dengan menikahinya!!"
"Jika, itu yang kau inginkan maka bersiaplah untuk menghadapi aku dan juga semua saudaramu," imbuhnya
"Menikahi manusia apa itu sebuah kesalahan, bukankah Pangeran Gondoruwo juga melakukan hal yang sama dan para bangsa Gondoruwo tidak pernah ada yang mempermasalahkan hal itu. Jadi kenapa ibu mempermasalahkannya!"
*Plaaakkk!!
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Zeck.
"Apa kau tidak tahu jika seorang mahluk gaib menikahi seorang manusia maka ia tidak boleh menjadi Raja di alam gaib. Apa kau mau menjadi Iblis yang menjadi budak para manusia!" teriak Ratu Iblis
"Kau tahu, keadaan akan memburuk sebentar lagi. Para Tetua sudah mengetahui hal ini, maka bersiaplah untuk keluar dari istana ini." imbuhnya
"Aku tidak keberatan jika harus tinggal di luar istana, asal bisa bersama dengan orang yang ku cintai aku sudah bahagia."
"Apa kau tidak melihat akhir cinta Pangeran Gondoruwo itu?"
"Manusia dan mahluk gaib tidak akan pernah hidup bersama, karena dunia mereka berbeda. Sekuat apapun kau mempertahankan hubungan pernikahan kalian, hukum alam tidak bisa dipatahkan. Lihatlah Barra, dua kali dia menikah dengan manusia tapi tidak satupun ia mendapatkan kebahagiaan. Kedua wanita yang di cintainya meninggalkannya, ia harus berpisah dengan kedua istrinya meskipun mereka saling mencintai. Itulah hukum alam yang tidak bisa di lawan oleh siapapun. Apa hidup seperti itu yang kau inginkan putraku?"
Zeck hanya terdiam mendengar ucapan Ratu Iblis.
"Sekarang belum terlambat jika kau ingin mengakhirinya. Kau tidak perlu khawatir karena ibu sudah menyiapkan calon pengganti yang lebih cantik dari istrimu. Aku yakin jika kau menikah dengannya kau bisa menjadi Raja Iblis menggantikan ayahmu,"
"Maaf ibu, tapi aku tidak tertarik dengan tawaran mu. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkan Tari. Aku akan selalu ada di sisinya hingga maut memisahkan kami. Jangan samakan aku dengan Barra, karena kami berbeda. Aku akan mempertahankan Tari apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskannya demi apapun." jawab Zeck
"Satu lagi Ibu, aku akan tetap menjadi Raja Iblis menggantikan ayah, dan mematahkan hukum negeri ini." imbuhnya kemudian meninggalkan ruangan itu.
"Ahhh!!" Tari berusaha berjalan tegap sembari menahan nyeri di dadanya.
"Kau mau kemana Tari?" tanya Zeck langsung memapahnya
"Aku ingin berjalan-jalan di luar, aku bosan terus menerus berada di kamar ini,"
"Kalau begitu aku akan menemanimu," Zeck menggandeng lengan Tari dan mengajaknya keluar.
Ia mengajak Tari berjalan-jalan mengitari Taman Istana Raja Iblis.
"Wah indah sekali," ucap Tari begitu gembira
"Apa kau suka?"
"Hmmm," jawab Tari mengangguk pelan
"Kakak!" seru seorang wanita menghampiri ke duanya.
"Ada apa kau datang kemari?"
"Ibu mengundang kalian untuk makan malam bersama," jawabnya singkat
"Sampaikan pada Ibu, aku tidak akan datang," jawab Zeck membuat Tari tercengang
"Tapi aku takut jika mereka akan menyakiti mu nanti,"
"Tidak akan ada yang berani menyakiti ku jika kau ada di samping ku bukan, jadi jangan berpikir negatif tentang mereka. Jadikan momen ini untuk memperkenalkan aku kepada keluargamu," jawab Tari
"Baiklah jika itu mau mu, aku akan datang,"
Malam harinya di istana Raja Iblis.
Ratu Iblis terlihat sumringah dan menyambut kedatangan Zeck dan Tari di depan pintu masuk istananya.
"Ternyata kalian datang juga, mari masuk?" sambutnya ramah
"Ternyata kau begitu cantik Tari pantas saja jika Gordon begitu tergila-gila padamu," pujinya
"Terimakasih yang mulia Ratu, sebenarnya andalah wanita tercantik di istana ini jadi jangan terlalu memujiku," jawab Tari
"Selain cantik kau juga sangat rendah hati. Mari aku perkenalkan engkau kepada keluarga Raja Iblis," Ratu Iblis membawa Tari ke ruang makan dan memperkaenalkannya kepada keluarganya.
Setelah acara perkenalan selesai mereka pun mulai menyantap hidangan makan malam mereka.
Jangan pernah memakan apapun di sana jika kau ingin kembali ke duniamu.
"Kenapa kau tidak makan Tari?" tanya Ratu Iblis
"Itu karena aku...." jawabnya gugup
"Jangan bilang kau tidak mau makan makanan kami karena takut kami akan meracuni mu," buah Ratu Iblis membuat Zeck geram dan berusaha bangun dari duduknya.
Beruntung Tari segera memegang tangannya untuk meredam emosinya.
"Tentu saja, saya tidak pernah berpikir seperti itu. Saya hanya belum terbiasa makan makanan ini. Tapi saya akan mencoba memakannya," jawab Tari kemudian mulai menyendok makanan kedalam piringnya.
Jika kau terpaksa harus memakannya, maka ingatlah nama seseorang yang agar kau bisa tetap mengingat bahwa kau adalah manusia.
Lingga, apapun yang kau lakukan padaku, aku tetap akan selalu mengenang mu dalam sanubari ku.
Selesai makan malam mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang tamu.
"Puteri Kinanti ada apa anda datang ke kediaman kami?" sapa Ratu Iblis
"Sesuai undangan anda saya datang sebagai calon istri Pangeran Gordon," jawabnya Melirik kearah Tari.
"Ah, aku hampir lupa jika aku pernah menjanjikan itu padamu. Tapi bagaimana sekarang Gordon sudah menikah dengan apa kau masih mau menjadi istrinya?" tanya Ratu Iblis membuat Zeck begitu geram
"Apa maksudmu Ibu!" seru Zeck dengan nada tinggi
"Seperti keinginan mu yang ingin tetap menjadi Raja Iblis, maka sebagai seorang Ibu aku tidak bisa diam begitu saja. Setidaknya aku bisa membantumu mewujudkan keinginan mu itu dengan menikahkan mu dengan Kinanti putri dari Raja Kegelapan, aku yakin jika kau menikahinya dia akan membantumu menjadi seorang Raja Iblis menggantikan ayahmu dan kau tidak perlu meninggalkan istri tercinta mu itu. Kalian bisa tetap bersama meskipun kau sudah menikah dengan Kinanti." jawab Ratu Iblis
"Jadi ini, maksud ibu mengundang kami makan malam denganmu. Kau pikir aku akan setuju dengan rencana gila mu itu. Bukankah sudah aku katakan padamu jika aku tidak akan pernah melepaskan Tari untuk alasan apapun. Kau pikir aku tidak tahu jika kau akan menyingkirkan Tari setelah aku menikahi Kinanti, jadi jangan pernah bermimpi aku akan menikah dengan wanita iblis itu!" jawab Zeck menggandeng lengan Tari kemudian meninggalkan tempat itu.
"Kenapa kau melakukan semua itu Zeck, jika kau ingin menjadi seorang Raja maka kau harus menikahi wanita itu, bukankah kita masih bisa bersama meskipun kau menikah dengannya?" ucap Tari menghentikan langkahnya
"Jangan bodoh, saat aku menikahi wanita itu maka dia yang akan menjadi Ratuku, dan kau hanya akan menjadi selirku. Aku tahu itu akan menyakiti mu dan aku tidak mau melihat mu bersedih. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah berpaling darimu Tari," jawab Zeck membuat Tari terperangah.
Jangan pernah memperdulikan aku Zeck, karena jika kau terus bersikap manis seperti ini aku takut aku tidak akan bisa meninggalkan dirimu.