LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
60. Penyusup



Bahkan karang yang keras pun bisa pecah hanya karena terus menerus di tetesi air, aku takut jika suatu saat nanti aku bisa saja jatuh hati padamu, untuk itu janganlah begitu peduli denganku Zeck.


Meskipun aku tahu kau masih mencintainya, namun sampai kapanpun aku tidak akan pernah berhenti mencintai mu Tari. Jadi jangan pernah melarang ku untuk tidak peduli padamu.


"Apa kau masih sakit?" tanya Zeck


"Aku sudah lebih baik sekarang," jawab Tari kemudian berjalan meninggalkan tempat itu.


Setibanya di rumah Zeck, tari langsung masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya keatas ranjangnya.


"Istirahatlah, aku akan menjagamu di sini," ucap Zeck merapikan selimut Tari.


"Semoga mimpi Indah istriku," ucapnya kemudian mengecup kening Tari


"Kamu juga Zeck, semoga mimpi indah," jawab Tari.


************


*Braakkkk!!!


"Apa yang kau lakukan Garra!" seru Raja Kegelapan berang ketika Garra menghancurkan pintu masuk istananya.


"Kau bilang tidak tahu apa-apa tentang Tari, tapi kau sendiri ingin menikahkan putrimu dengan Gordon. Katakan padaku dimana Gordon menyembunyikan Tari!!" seru Garra


"Semua iblis sekarang sedang mencari raga Tari agar bisa mengembalikan wanita itu ke dunianya. Jadi dengan begitu mereka bisa menikahkan Gordon dengan putriku untuk menjadi Raja Iblis selanjutnya. Tapi belum ada satupun yang bisa menemukan jasad tubuh Tari. Kalau kau benar-benar mencari gadis itu carilah ke istana Gordon, aku yakin dia menyembunyikannya di sana."


Garra kemudian pergi meninggalkan istana Raja Kegelapan dan mendatangi istana Gordon.


*Tak, tak, tak!!


Mendengar suara derap langkah mendekati kamarnya, membuat Tari segera keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Garra!!" ucapnya terkejut


Garra menghentikan langkahnya ketika mendengar suara memanggilnya.


Ia mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya namun ia tidak menemukan siapapun.


Ia kemudian memejamkan matanya.


"Garra, apa kau pura-pura tidak melihat ku juga seperti Lingga. Apa kalian membenciku karena aku menikahi Zeck?" ucapnya getir


"Baik aku ataupun Lingga bukan pura-pura tidak melihat mu. Tapi kami memang tidak bisa melihat mu." jawab Garra membuat Tari tercengang mendengarnya.


"Katamu kau tidak bisa melihat ku, tapi bagaimana kau bisa menjawab ucapan ku,"


"Sebagai manusia setengah Iblis walaupun aku tidak melihatmu setidaknya aku masih bisa mendengarkan suaramu melalui mata batinku. Jadi jangan salah sangka." jawab Garra


"Kenapa kalian tidak bisa melihatku??"


"Itu karena aku mencium darah ayam hitam dalam dirimu, itulah yang membuat dirimu tidak bisa dilihat oleh bangsa manusia." jawab Garra


"Apa Zeck pelakunya??"


"Sepertinya bukan, karena hanya manusia yang bisa melakukan hal itu."


"Jangan bilang Om Gareth pelakunya,"


"Memang hanya dia yang bisa melakukan hal itu, dan sepertinya Zeck mengetahui hal itu dan sengaja menyembunyikan jasad mu entah dimana sehingga aku dan Lingga tidak bisa menemukannya. Jadi kalau kau memang benar-benar ingin kembali kepada Lingga maka bantu kami menemukan tubuhmu. Karena hanya itu jalan satu-satunya agar kau bisa kembali ke dunia lagi. Ingat Tari waktu kita tidak banyak, kau hanya punya waktu sampai bulan purnama. Jika kita tidak bisa menemukan tubuhmu dalam kurun waktu itu maka kau akan mati dan menjadi iblis. Selamanya kau akan tinggal di sini dan tidak akan pernah bisa kembali lagi ke duniamu,"


Mendengar penuturan Garra, membuat Tari shock dan jatuh terkulai di lantai.


"Sudah satu pekan aku mencari ragamu di sini tapi belum ketemu juga. Aku tahu hanya kau yang bisa menemukan jasad mu sendiri."


"Maaf aku tidak bisa lama-lama di sini, aku tidak mau Gordon mengetahui keberadaan ku!" jawab Garra membuka matanya


"Kali ini aku akan mencoba mencarinya di sini. Karena hanya tempat ini saja yang belum aku sentuh,"


Tidak lama kemudian Zeck memasuki ruangan itu membuat Garra segera bersembunyi di kamar Tari


"Kamu kenapa sayang?" tanyanya membantu Tari berdiri


"Aku tidak papa, hanya lemas saja," jawab Tari


"Apa kau masih sakit?"


"Tidak, hanya saja aku butuh udara segar sekarang."


"Bagaimana kalau kita jalan-jalan sebentar?" ajak Zeck


Zeck menggandeng lengan Tari dan mengajaknya berkeliling taman.


Saat mengetahui Zeck dan Tari keluar, Garra segera menggeledah seluruh ruangan istana itu .


Akan tetapi meskipun ia sudah berhasil menyisir semua ruangan istana itu tetap saja ia tidak bisa menemukan tubuh Tari.


"Sial, dimana iblis itu menyembunyikannya!" ucapnya geram


Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu, namun saat ia akan pergi meninggalkan kamar Tari ia tertegun melihat sebuah lukisan antik yang terpajang di kamar itu.


"Jangan bilang dia pengagum Nyi Ratu," ucapnya sembari tersenyum kecut menatap lukisan itu.


Ia berjalan mendekati lukisan itu dan mengusap debu yang menempel di lukisan itu.


"Sulit di percaya jika dia menyukai lukisan ini,"


*Brakkk!!!


Garra tercengang ketika tiba-tiba sebuah pintu terbuka saat ia mengusap lukisan itu.


"Ruang rahasia??" ia segera masuk dan menutup kembali pintu itu.


Matanya membulat ketika melihat sesosok wanita terbaring di sebuah peti mati.


Siapa yang sudah berani mengobrak-abrik istanaku


Zeck begitu terkejut ketika kembali ke dalam istananya. Ia segera berlari menuju kamar tidurnya dan memeriksa ruangan itu.


Siapa yang sudah berani memasuk kamar ini,


Tari, apa dia???


Zeck menatap tajam kearah Tari.


Tidak mungkin dia membiarkan seseorang masuk ke kamar ini,


"Kenapa kau menatapku seperti itu," ucap Tari


"Ah tidak aku hanya haus, bisakah kau mengambil kan aku segelas air putih?" ucapnya lirih


"Tentu saja, aku akan mengambilkannya untukmu," jawab Tari Kemudian keluar kamarnya.


Melihat Tari sudah keluar dari kamarnya, Zeck segera membuka ruang rahasianya.


*Tak, tak, tak!!


"Keluarlah kau, atau aku akan menghancurkan tubuhmu hingga menjadi butiran debu," ucap Zeck meradang


"Hanya ada satu mahluk yang berani melakukan hal seperti ini padaku!!" ia berjalan. mendekati ranjang di depannya dengan hati-hati.


Ia segera membuka tirai kelambu yang menutupi ranjang itu, namun tak menemukan siapapun di sana.


"Tidak ada jalan keluar lain selain pintu itu jadi percuma saja kau bersembunyi Garra, kelurlah!" ancamnya


"Baiklah kalau kau mengajakku untuk bermain petak umpet, aku akan melayani mu," Zeck tersenyum simpul saat melihat kain putih menjulur dari balik pintu lemari.


"Rupanya kau bersembunyi di situ," ia segera membuka lemari itu, namun ia kembali meradang ketika tahu tidak ada Tari di lemari itu dan hanya sebuah kain putih yang sengaja di lilitkan pada sebuah bantal guling.


Zeck segera menoleh ke belakang ketika melihat sekelebat bayangan keluar dari ruangan itu.


Ia segera mengejar bayangan itu dan menarik pundak lelaki itu.


"Sudah ku duga kau orangnya Garra!"


Keduanya kemudian saling serang hingga terjadi pertarungan sengit antara keduanya.


*Braakkk!!


Garra terpental dan menghantam dinding ruangan itu.


"Garra!!" seru Tari tercengang melihatnya


Ia melihat sosok tubuhnya yang terbaring di lantai.


"Sekarang tamatlah riwayat mu Garra!!" seru Zeck menebaskan tongkatnya kearah Garra.