LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
62. Bala Bantuan



Andai saja aku tidak mencintaimu mungkin aku tidak akan sesakit ini menerima kenyataan ini


Andai aku tidak mengenalmu mungkin aku tidak akan pernah memikirkan mu.


Andai saja aku tidak mencintaimu mungkin aku tidak akan pernah mengingatmu seumur hidupku


Andai kau tak menerima pernikahan ini mungkin aku tidak akan berharap banyak padamu.


Andai saja aku tidak bertemu denganmu mungkin aku tidak akan merindukanmu.


Jika kita tidak pernah hidup bersama mungkin kau tidak akan pernah meninggalkan mu.


"Arrrrrghhh!!" seru Zeck mengerang kesakitan saat Tari menusuk punggungnya dengan tongkat sakti Ratu Iblis


"Teganya kau melakukan semua ini padaku Tari," ucapnya getir


"Arrrrrghhh, kenapa kau melakukan ini padaku Tari?" tanyanya


"Apa karena Lingga, apa kau begitu ingin kembali padanya sehingga tega membunuh suamimu sendiri?"


"Tentu saja, aku akan melakukan apapun agar bisa bersamanya lagi," jawab Tari


"Tidak bisakah kau sedikit berbohong untukku Tari. Kau tahu betapa sakitnya aku menerima kenyataan ini. Katakan semua itu tidak benar, dan katakan juga jika kau tidak sengaja menusukku, mungkin dengan begitu aku akan memaafkan dirimu dan kita bisa menjalani kehidupan pernikahan kita lagi seperti sedia kala." pintanya menatap lekat Tari


"Maafkan aku Zeck, tapi aku tidak akan pernah membohongi diri ku lagi, dan aku tidak bisa terus-terusan pura-pura menjadi istrimu padahal di hatiku ada lelaki lain. Aku tidak mau memberimu harapan palsu Zeck," jawab Tari menitikkan air mata


"Kau benar-benar kejam Tari, aku akan pastikan kau akan menyesali apa yang kau lakukan hari ini padaku,"


"Dasar perempuan laknat!, beraninya kau menyakiti putraku yang berharga!!" seru Ratu iblis melesat menyerang Tari.


Melihat Ratu Iblis menyerang Tari, Zeck segera menarik gadis itu dan melemparkannya kearah Garra.


Pergilah, meskipun kau akan meninggalkan aku, aku tidak akan pernah bisa melihatmu mati di depanku Tari.


Zeck menatap sendu Tari dan kemudian menahan serangan Ratu Iblis untuk melindungi Tari.


"Zeck!!" seru Tari terkejut melihat lelaki itu mengorbankan dirinya untuk menyelamatkannya.


"Cepat pergi dari sini!" seru Garra menarik lengan Tari.


Maafkan aku bee, aku tidak bisa membalas cintamu karena cinta tak dapat di paksakan.


Aku doakan semoga kau segera mendapatkan pengganti ku,


Tari dan Garra terus berlari menyusuri hutan meninggalkan tempat itu.


"Aku tidak akan pernah membiarkan kalian pergi meninggalkan tempat ini setelah apa yang kalian lakukan terhadap putraku!" seru Ratu Iblis menghentikan langkah mereka


Garra dan Tari tercengang melihat Ratu Iblis menghadangnya dengan pasukan Iblis yang dibawanya.


"Apa yang harus kita lakukan Garra?" tanya Tari ketakutan


"Menjauhlah dariku, aku akan menghadapi mereka semua!" seru Garra


"Aku tahu kau menyelamatkan gadis itu demi sahabat mu Garra, tapi apa kau tahu kalian tidak akan pernah bisa meninggalkan tempat ini begitu saja. Tapi karena suasana hatiku sedang bahagia aku bisa melepaskan kalian dengan satu syarat,," tukas Ratu Iblis menyeringai


"Jangan bilang kau ingin aku memberikan tongkat sakti ini padamu?" sahut Garra


"Kamu ternyata begitu peka menyikapi situasi ini, aku akan membiarkan kalian pergi dari sini jika kau menyerahkan tongkat sakti milikku padaku,"


"Kau pikir aku akan tertipu dengan ucapan mu. Aku tahu iblis seperti dirimu tidak akan pernah membiarkan musuh mu hidup, kau akan tetap membunuh kami meskipun aku sudah melakukan apa yang kau mau. Apa itu benar Ratu Iblis," jawab Garra menyeringai


"Kau benar-benar menantang ku Garra, baiklah kalau begitu aku akan membunuh kalian berdua dengan tanganku sendiri!!" ucap Ratu Iblis berang


"Majulah kalian semua, aku Garra sang Algojo Raja Kegelapan tidak pernah takut terhadap siapapun,"


"Serang mereka!!" seru Ratu Iblis mengerahkan anak buahnya


Garra segera berlari dan menebaskan tongkat saktinya kearah pasukan Ratu Iblis hingga mereka semua terhempas dan tewas seketika.


Namun sekuat apapun Garra ia tidak mampu melawan pasukan Ratu Iblis yang berjumlah ribuan seorang diri. Belum habis pasukan Iblis di hajarnya tiba-tiba Raja Kegelapan datang membantu wanita itu.


"Apa kau ingin membalas ku, atas apa yang sudah aku lakukan padamu dahulu Yang Mulia?" tanya Garra sinis


"Sebagai abdi setia Raja Iblis tentu saja aku harus membantu Ratu Iblis mengalahkan musuh-musuhnya," jawab Raja Kegelapan


Ia menghampiri Tari dan menatapnya sendu.


"Ikuti jalan setapak itu dan pergilah dari sini. Aku akan berusaha menghadang mereka agar tidak bisa menangkap mu," ucap Garra lirih


"Bagaimana denganmu?"


"Kau tahu kan mahluk seperti diriku tidak akan mati dengan mudah jadi pergilah, aku akan menyusul mu jika semuanya sudah selesai!" jawab Garra


"Jika kau takut ketika melewati jalan setapak itu, maka kunang-kunang akan menjadi penerang jalan untuk mu!" imbuhnya


Ia menyayat tangannya hingga berdarah kemudian meneteskan darahnya keatas tongkat sakti Ratu Iblis.


Dan ajaibnya darah itu kemudian berubah menjadi ribuan kunang-kunang.


"Ikuti mereka, dan pergilah!!"


Tari mengangguk pelan dan kemudian berjalan meninggalkannya.


"Kejar wanita itu!!" seru Ratu Iblis


"Langkahi dulu mayat ku jika kau ingin menangkapnya Nyi Ratu," ucap Garra menghadang mereka


Pertempuran sengitpun kembali terjadi, Barra berusaha melumpuhkan pasukan Iblis sekuat tenaganya.


*Bruuugghh!!


"Aarrgghhh!!" Garra jatuh tersungkur dan menyemburkan darah segar dari mulutnya.


"Garra!" seru Tari menoleh kearah Garra


"Sekarang matilah kau Anak Iblis!!" seru Raja Kegelapan menyerang Garra


*Buuugggghhh!!


Sebuah tendangan keras melesat menghantam Raja Kegelapan.


*Wuussshh!!


Sebuah selendang melesat melilit tubuh Ratu Iblis yang hendak menyergap Tari.


"Kau beraninya ikut campur urusanku!" seru Ratu Iblis


"Aku akan ikut campur jika kau berusaha membunuhnya Nyi Ratu!" sahut Nilam Sari


"Lingga, kenapa kau datang terlambat bro," ucap Garra menyunggingkan senyumnya


"Maaf Garra, perjalanan menuju kemari terhalang badai sehingga membuat kendaraan kami mogok di tengah jalan," jawab Lingga membuat Garra terkekeh


"Dasar dukun sialan beraninya kau membohongiku,"


"Lebih baik kau istirahat dulu, biarkan aku yang akan melawan mereka." jawab Lingga menyuguhkan secangkir kopi padanya.


"Kau pikir aku lelembut apa, sehingga memberiku kopi sesaji,"


"Bukan begitu bro, itu bukan kopi sembarangan. Jadi minum saja jangan banyak omong," jawab Lingga


"Baiklah aku akan meminumnya," Garra segera meneguk habis kopi itu.


"Yes, akhirnya berhasil juga!" seru Lingga tersenyum bahagia


*Bruuugghh!!


Tidak lama kemudian Garra langsung tergeletak setelah meminum kopi itu.


"Teler deh si Garra, sekarang saatnya aku melawan para lelembut itu!" seru Lingga mengambil tongkat Ratu Iblis dari tangan Garra dan berjalan menghampiri Raja Kegelapan dan pasukannya.


"Apa yang kau rencanakan Lingga!" seru Raja Kegelapan berjalan mundur menghindarinya.


"Seperti beberapa tahun lalu saat aku membantu Garra mengalahkan mu, aku juga akan melakukan hal yang sama untuk membunuhmu untuk kedua kalinya Raja Kegelapan!" jawab Lingga menatapnya nyalang


"Jangan bilang kau akan menggunakan Ajian Sirep...." ucap Raja Iblis membulatkan matanya


"That's right baby, jadi selamat tidur panjang Raja Kegelapan!" ucap Lingga tersenyum simpul padanya.