LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
LOVE N MYTH SEASON 2



Halo guys, untuk mengobati kerinduan Kalian dengan sosok trio koplak khususnya Rangga, so jangan lupa like komen dan favoritkan.



LNMS2 Keluarga Paranormal



Seorang gadis tampak enggan memakai seragam sekolahnya. Dia adalah Rinjani.


Namun suara ocehan ibunya membuat ia buru-buru menggenakan seragam sekolahnya dan bergegas keluar.


"Sudah sarapan belum neng?" tanya Tari


"Nanti aja bu di sekolah, udah telat soalnya,"


"Kalau gitu di bekel aja ya makanannya,"


Tari buru-buru mengisi kotak bekal Rinjani dan memasukannya kedalam tasnya.


Sementara itu seorang pria paruh baya sudah menunggunya diatas sepeda motor bututnya.


"Bapak kapan balik sih Bu?" tanya Jani


"Gak tahu Jan, mungkin sebulan lagi atau bisa lebih cepat,"


"Janie kangen tahu Bu,"


"Iya Ibu juga sama Jan. Kamu telpon aja kalau kangen,"


"Iya Bu, ya sudah Jani berangkat dulu, assalamualaikum,"


"Waalaikum salam," Jani segera berlalu pergi setelah mencium punggung tangan sang ibu.


Ia melambaikan tangannya saat sepeda motornya meninggalkan halaman rumahnya.


Hanya butuh waktu dua puluh menit Dario sudah tiba di sekolah elite di kawasan pondok labu Jakarta Selatan.


"Sudah sampai Neng,"


"Terimakasih Om," jawab Jani kemudian melompat turun dari motornya


"Belajar yang rajin jangan pacaran mulu!"


"Hari ini Jani gak belajar Om, tapi mau jalan-jalan,"


"Yaudah hati-hati,"


"Ok,"


Janie segera melangkah memasuki gerbang sekolah bersama siswa lainnya.


Setibanya di kelas seorang pria tampan langsung menyambut kedatangannya.


"Pagi sayang," ucapnya kemudian menggandeng erat lengannya


"Pagi juga," jawab Jani datar


"Sudah sarapan belum?" tanya Radit


"Belum sih,"


"Kalau gitu kita ke kantin sekarang,"


"Gak usahlah nanti di bus aja, lagian dikit lagi kita pasti di suruh masuk ke bus,"


Tidak lama terdengar sebuah pengumuman yang menyuruh semua siswa untuk segera naik ke bus masing-masing.


Radit langsung menggandeng Janie dan bergegas keluar menuju ke parkiran Bus.


Pemuda itu sengaja memilih tempat duduk di belakang dan menyuruh Janie duduk di pinggir kaca jendela agar kekasihnya itu bisa melihat pemandangan saat perjalanan.


Janie membuka bekalnya dan membaginya dengan Radit.


"Aku sudah sarapan Sayang, buat kamu aja," tolak Radit


"Cobain sesuap aja!" paksa Janie


Radit pun segera membuka mulutnya saat Jani menyodorkan satu sendok nasi goreng kepadanya.


"Gimana rasanya?"


"Enak sih tapi pedes sayang," Radit langsung mengambil air mineral dan meneguknya


"Sorry aku lupa kalau kamu gak suka pedes,"


"Never mind, btw aku ke belakang bentar ya,"


"Ok," jawab Janie mengangguk


Radit kemudiaan meninggalkan Janie dan menuju ke kursi belakang dimana teman-temannya berkumpul.


Para pemuda itu tampak begitu bahagia hingga sepanjang perjalanan tampak bercengkrama dan bernyanyi menggunakan gitar yang mereka bawa.


"Sendirian aja Jan, kemana cowok lo?"


"Di belakang sama temennya," jawab Janie


Mila menoleh kearah belakang dimana Radit dan teman-temannya sedang asyik menikmati perjalanan mereka menuju ke sebuah tempat wisata dikawasan jawa tengah.


"Masih bertahan lo sama cowok berandal seperti Radit?"


"Masihlah, emangnya kenapa?" jawab Janie


"Lihat saja kelakuannya!" sahut Mila menunjukkan Radit yang sedang mengganggu teman-temannya


Janie menoleh kearah kekasihnya Radit. Ia melihat keisengan pria itu yang menjaili teman-temannya.


"Ku kira kalau masih wajar tidak masalah," jawab Janie


"Bukan itu saja Jan, Lo gak tahu kan kalau selama ini Radit suka membully teman-teman kita juga,"


"Terus gue harus gimana?"


"Sebagai ceweknya lo harus bisa dong melarang dia melakukan bullying lagi di sekolah. Bila perlu ancam dia atau putusin saja dia. Lagian cowok brengsek kaya Radit gak pantas buat lo!" tutur Mila


"Terus menurut lo siapa yang pantas jadi pacar gue?" jawab Janie balik bertanya


"Ya cowok baik-baiklah yang jelas bukan Radit," sahut Mila


"Ya ya ya," jawab Janie


Perjalanan yang panjang membuat siswa terlelap. Hingga saat mereka bangun Mobil sudah berhenti di sebuah tempat wisata yang sangat eksotis.


"Sayang bangun, sudah sampai," ucap Radit membangunkan Janie


Janie perlahan membuka matanya dan merapikan rambutnya.


Pemuda itu langsung mengajaknya turun untuk menikmati pemandangan air terjun yang sangat indah dan menyejukkan mata.


"Bagus banget," ucap Janie


"Yuk buruan turun kita foto-foto," ajak Radit


Janie mengangguk dan langsung mengikuti kekasihnya itu.


Sementara semua siswa asyik menikmati pemandangan alam bersama teman-temannya . Seorang siswa laki-laki terlihat berjalan-jalan sendirian, ia bahkan lebih senang mengambil gambar menggunakan kamera SLR miliknya daripada selfi bersama teman-temannya atau menikmati sejuknya air terjun pegunungan.


*Grepp!!


Tiba-tiba beberapa orang siswa laki-laki lain datang dan merebut kameranya.


"Wah sepertinya fotografer kita sedang sibuk bekerja bro," celetuk salah seorang dari mereka


"Penasaran foto apa sih yang dia ambil, jangan-jangan dia ngambil foto cewek-cewek lagi mandi lagi, hahahaha!" ledek yang lainnya


Mereka langsung membuka gambar-gambar yang diambil oleh Deden.


"Wah semua yang diambil gambar bug*l semua, benar-benar mesum lo curut!"


"Kalau gitu hapus aja gambarnya, bila perlu buang sekalian kameranya biar dia gak bisa melakukan pekerjaan haramnya lagi!"


"Setuju banget!"


"Jangan!" seru Deden berusaha merebut kembali kameranya, namun sayangnya Melvin dan teman-temannya langsung membuang kamera itu ke sebuah lubang yang ada di depan gua.


"Wah jatuh kameranya, sorry ya Den gak sengaja," ucap Melvin


"Kenapa sih kalian jahat banget sama aku, apa sih salah aku sama kalian!" seru Deden


"Salah lo itu karena lo deket sama cewek gue!" seru Radit tiba-tiba datang menghampiri merekam


Dengan wajah kesal ia kemudian mendorong Deden hingga jatuh ke dalam lobang.


Melvin, Radit, Marshel, dan Audy menertawakan Deden yang ketakutan saat berada di dalam lubang gua.


Tak puas hanya membullynya mereka bahkan mengencingi Deden kemudian meninggalkannya sendirian.


Audy yang merasa tak tega tak langsung mengikuti teman-temannya yang meninggal Deden sendirian di tengah hutan. Sebagai teman sebangku Deden ia sebenarnya kasian dengan Deden yang selalu di bully teman-temannya, namun apa daya ia tak mau berurusan dengan Radit dan teman-temannya yang terkenal sebagai jagoan di sekolahnya.


"Audy tolong gue!" seru Deden berharap Audy mau membantunya keluar dari lobang


Saat Audy hendak membantunya, Melvin langsung memanggilnya, "Oi jangan bengong di situ awas kesurupan setan gundul penghuni Gua!" seru Malvin menggodanya


Audy kemudian pergi meninggalkan Deden. Kini Deden ketakutan saat mengetahui dirinya berada di dalam lobang yang gelap dan mengerikan.


"Siapapun yang ada diatas, please tolong gue!"


Tak ada balasan meskipun ia terus berteriak meminta tolong. Saat ia merasa putus asa, tiba-tiba terdengar desir angin berhembus menerpa wajahnya seolah ada seseorang yang menyapanya.


Deden menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan tak ada siapapun di sana selain dirinya.


Dalam kepanikan seekor ular datang mendekatinya membuat ia semakin ketakutan.


"Aaarrggh!!" Deden berteriak histeris saat sang ular mematuk lengannya