LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
43. Kekuatan Baru



"Kau mau pergi kemana Tari?" tanya Zoya


"Aku akan menghadiri acara tender sebuah proyek Rusunami projek Pemerintah,"


"Darimana kau tahu ada lelang tender untuk projek itu tersebut, karena setahuku setiap projek Pemerintah pasti akan ditangani oleh perusahaan BUMN,"


"Teman ku yang merekomendasikannya, dia juga memberi tahu jika tender ini terbuka untuk perusahaan swasta, jadi aku akan mencobanya," sahut Tari


"Tapi kita belum mendapatkan negosiator yang baru,"


"Tidak masalah kali ini aku akan menjadikan Lingga sebagai negosiator perusahaan kita,"


"Lingga, yang benar saja!" seru Zoya tidak percaya


"Walaupun dia bukan seorang negosiator ulung seperti Om Gareth, setidaknya aku tidak ragu karena kemampuan spiritual yang dia miliki."


"Jangan bilang kau akan melakukan hal kotor untuk memenangkan tender ini?" tanya Zoya curiga


"Bukan rahasia umum lagi jika setiap perusahaan yang ikut tender selalu menggunakan cara-cara kotor termasuk menggunakan ilmu hitam dan mistis untuk memenangkan tender itu," sela Lingga menengahi keduanya


"Aku pernah bekerja dengan Tuan Gareth meskipun hanya sebentar, jadi aku tahu Persih bagaimana ia bisa memenangkan setiap tender," imbuhnya


"Kenapa kau baru mengatakannya sekarang," keluh Zoya


"Selama ini Tari tidak percaya dengan hal-hal mistis seperti itu, jadi aku tidak bisa memaksanya menggunakan cara-cara gaib untuk memenangkan suatu tender. Lagipula kekuatan supranatural akan berfungsi dengan baik jika orang yang menggunakannya juga mempercayainya," jelas Lingga


"Kalau begitu aku ikut. Aku ingin memastikan siapa lawan terkuat kita kali ini,"


"Kuy," ucap Tari bergegas keluar dari ruangannya.


Setibanya di tempat tujuan, ketiganya langsung menuju ke ballroom tempat acara lelang tender di adakan.


"Tari!" seorang lelaki melambaikan tangannya kearah mereka, membuat Tari langsung menyambanginya.


"Kenan?" tukas Lingga tidak percaya melihat sosok pemuda di depannya.


"Lingga!" seru Kenan langsung memeluknya


"Lama tidak bertemu Lee, syukurlah kau masih hidup," ujar Kenan menepuk-nepuk pundak Lingga


"Apa kalian saling mengenal?" tanya Tari


"Tentu saja, Lee adalah guru spiritual keluarga kami, selain itu dia juga adalah temanku," sahut Kenan


"Oh syukurlah," tukas Tari lega.


"Maaf Tari, boleh aku bicara empat mata dengannya?" ucap Kenan


"Tentu saja, kalian sudah lama tidak bertemu pasti banyak yang ingin dibicarakan. Lagipula acaranya juga masih lama jadi Sans aja,"


"Thanks Tari," Kenan kemudian mengajak Lingga meninggalkan tempat itu.


"Apa kabar Tari?" sapa seorang lelaki membuat Tari menganga melihatnya.


"Zeck," ucapnya membuatnya hilang keseimbangan hingga hampir jatuh, beruntung Zeck langsung menarik lengannya.


"Kenapa kau ketakutan seperti melihat hantu Tari?" tanyanya sambil terkekeh


Tari mengepalkan tangannya mencoba bersikap tenang di depan lelaki itu.


"Sepertinya kau sangat tegang, hari ini hingga tubuhmu berkeringat seperti ini," ucap Zeck menyeka keringat dingin di kening Tari.


Lelaki itu menyunggingkan senyumnya ketika melihat tubuh Tari bergetar. Ia segera memanggil seorang pelayan membawakan minuman untuknya.


"Minumlah," ucapnya sembari memberikan segelas jus kepadanya.


"Terimakasih," jawab Tari kemudian meneguk minuman itu.


Lagi-lagi Zeck hanya tersenyum dan kemudian pergi meninggalkan gadis itu.


"Terimakasih atas bantuan mu Zoya," bisik Zeck ketika berpapasan dengan gadis itu.


Zoya membulatkan matanya mendengar penuturan Zeck.


*Flashback


"Maafkan aku Zoya, aku tidak bisa berbuat apa-apa tanpa Lingga, aku begitu mengkhawatirkannya sampai aku tidak bisa berpikir," sahut Zoya memukul-mukul kepalanya.


Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk membalas semua yang ia lakukan pada paman Purboyo,


Zoya kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi Gareth


"Halo tuan, saya Zoya sekretaris pribadi Mentari, saya hanya ingin memberitahukan jika kali ini kami gagal mendapatkan tender proyek pembangunan apartemen mewah di Klapa Gading. Jika kau ingin ia kembali kepada putramu Zeck, maka kau harus memenangkan tender ini," ucap Zoya


"Kenapa kau memberitahukan hal ini padaku?" tanya Gareth


"Karena aku ingin membalas dendam atas apa yang ia lakukan pada paman Purboyo." jawab Zoya


"Kau pasti sudah mendengar dari Tari jika akulah yang membantai keluarga pamanmu jadi untuk apa kau memberitahu orang yang seharusnya menjadi musuh mu?" jawab Gareth


"Kau benar, ada yang pernah bilang jika musuh dari musuh mu adalah temanmu. Tentu saja sebagai keponakan satu-satunya aku tidak rela jika semua kekayaan Paman Purboyo di wariskan kepadanya yang tidak ada hubungan darah sedikitpun dengan keluarga Pamanku. Jadi aku ingin membuatnya bangkrut dan merebut kembali apa yang seharusnya menjadi milikku. Aku yakin jika kau bisa memenangkan tender ini bukan hanya aku yang diuntungkan karena bisa membuat Tari terlilit hutang, tapi kau juga diuntungkan karena putramu bisa kembali lagi dengan Tari. Bukankah kau sangat menginginkan kotak itu, kau akan bisa memiliki peti harta Karun itu jika Zeck bisa kembali rujuk dengan Tari," tutur Zoya


"Tidak ku sangka kau begitu cerdas Zoya, pantas saja Purboyo begitu mempercayai mu semasa hidupnya. Baiklah kalau begitu, aku akan melakukan semua yang kau sarankan,"


*Flashback off


"Di sini terlalu banyak mata yang memperlihatkan kita, aku mengundang mu untuk berbicara empat mata di restoran samping hotel ini pukul delapan malam ini," ucap Zoya dengan suara lirih


"Dengan senang hati Zoya," jawab Zeck tersenyum sinis.


**********


"Syukurlah kau masih hidup Lee, aku mengira kau mati terbunuh di tempat berbeda sama seperti yang dialami oleh Ki Rangga,"


"Alhamdulillah aku masih hidup berkat ayahku. Dia menyuruhku untuk melarikan diri dari rumah saat orang-orang itu datang untuk membunuhku,"


"Kenapa kau tidak memberitahukan aku atau ayahku?" tanya Kenan


"Aku tidak mau melibatkan keluarga kalian dalam bahaya, lagipula ayah juga melarangnya," jawab Lingga


"Kenapa mereka sampai ingin membunuhmu?" tanya Kenan lagi


"Ceritanya panjang Ken,"


"Sepanjang apapun ceritanya aku siap mendengarkannya meskipun sampai tujuh hari tujuh malam," jawab Ken sambil terkekeh


"Kau kira hajatan apa tujuh hari tujuh malam," cibir Lingga


"Kalau begitu ceritakan garis besarnya saja," desak Kenan


Lingga kemudian menceritakan semua kejadian yang menimpanya kepada sahabatnya itu.


"Aku mengerti sekarang, baiklah aku akan membantu mu dan Tari semampuku. Aku akan memulainya dengan memenangkan tender kali ini. Aku yakin jika kita bisa memenangkan tender kali ini, kita bisa membuat Zeck kebakaran jenggot sehingga dia akan terpancing untuk membalas dendam kepada mu atau Tari," tutur Kenan


"Thanks Kenan,"


"Sama-sama Lee, tapi sebaiknya kita segera bergegas kembali ke Ballroom, karena acara lelang tender sudah di mulai," Kenan dan Lingga kemudian berjalan menuju tempat duduknya.


"Apa kau sudah siap Lee?" tanya Zoya


"Tentu saja," Lingga segera menggandeng Tari menuju bangku yang sudah di sediakan untuk mereka.


Tidak lama kemudian semua negosiator peserta lelang tender memasuki tempat itu dan duduk di bangkunya masing-masing.


Lingga terkejut ketika melihat Zeck datang ke tempat itu bersama Gareth.


"Bagaimana mungkin Gareth bisa ikut acara tender ini, bukankah dia seharusnya ada di penjara?" ucapnya kaget


"Itu bukan hal aneh bagi orang berkuasa seperti Tuan Gareth, dia bahkan hanya mendekam selam dua malam saja lalu ia dinyatakan bebas karena tidak banyak bukti," timpal Zoya


"Kali ini kita pasti kalah jika melawan dia," tukas Tari pesimis


"Jangan khawatir Tari, bukan kau yang akan melawan dia tapi aku dibantu Lingga tentunya," sahut Kenan membuat Tari dan Zoya tercengang mendengarnya.