LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
53. Aku harus mencegahnya



"Akhirnya kau berhasil juga Lee, selamat!" seru Kenan menyalami Pemuda itu kemudian memeluknya


"Kenapa kau tampak murung?" tanyanya lagi


"Aku hanya terkejut melihat Tari dengan Zeck, apa mereka memiliki hubungan dekat sekarang?" Lingga balik bertanya


"Lebih dari itu Lee, mereka bahkan akan menikah awal bulan ini,"


"Apa!!" seru Lingga membelalakkan matanya


Kenan segera mengambil selembar undangan dan memberikan padanya.


"Yang sabar bro!" ucapnya sembari menepuk-nepuk pundak Lingga


"Gila, aku benar-benar tidak percaya. Bagaimana bisa Tari mau menikahi Iblis itu,"


"Iblis??" Kenan mengerutkan keningnya


"Zeck yang sebenarnya sudah mati, namun tubuhnya sudah di kuasai oleh seorang Iblis yang berhasil kabur dari sebuah benda pusaka." sahut Lingga


"Apa Tari tahu hal ini?" tanya Kenan


"Tentu saja, dia tahu semuanya."


"Kalau begitu aku harus memberitahu Tari untuk menggagalkan pernikahan ini." tukas Kenan


"Tidak perlu, mungkin dia memiliki rencana lain hingga harus melakukan hal ini."


"Tidak mungkin Lee, selama ini ia mengira jika kau sudah mati makanya dia menerima Zeck lagi. Atau mungkin Zeck mengancamnya sehingga ia terpaksa mau menikah lagi dengannya." tandas Kenan


"Untuk apa Zeck mengancam Tari??"


"Karena Iblis itu mungkin jatuh hati padanya?"


"Tidak mudah menaklukkan hati seorang Iblis Ken. Hanya orang-orang tertentu yang bisa melakukannya dan itupun harus melalui ritual yang bisa membahayakan nyawanya. Tari tidak akan melakukan semua itu karena ia tidak pernah percaya dengan hal-hal mistis seperti itu." sahut Lingga


"Itu bisa saja terjadi Lee," sela Garra menghampiri keduanya


"Seorang Iblis bisa lebih mudah jatuh hati kepada manusia dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan wanita yang di cintainya," imbuh Garra


"Kalau begitu haruskah aku menemui Tari?" tanya Kenan


"Tidak perlu, biar aku yang akan menyelidikinya diam-diam," sahut Lingga


"Aku akan membantumu Lee," tukas Garra


"Me too,"


"Thanks teman-teman, lope-lope all." ucap Lingga memeluk kedua sahabatnya


"Gue gak diajak?" sungut Nilam Sari


"Siapa dia?" tanya Kenan terkejut melihat seorang wanita tiba-tiba duduk di sebelahnya


"Oh, kenalkan dia Nilam Sari." ucap Lingga


"Apa dia bukan manusia ?" tanya Kenan ketakutan melihat gadis cantik di sebelahnya


"Memangnya ada gitu manusia yang mau temenan sama dukun kaya gue?" ucap Lingga membuat Kenan langsung bangun dari duduknya.


"Sudah kuduga," jawabnya Kenan buru-buru melangkahkan kakinya untuk pindah tempat duduk. Namun malang ia hampir saja terjatuh karena kakinya terpentok meja. Beruntung Nilam segera menangkapnya menggunakan selendangnya.


*Wuuusshh!!


*Grep!!


"Aseekk!" seru Lingga saat Nilam Sari menarik Kenan kedalam pelukannya.


"Uhuk, keselek kemenyan," imbuhnya sambil terkekeh


Kenan buru-buru melepaskan diri dari selendang Nilam, namun saat ia berhasil melepaskan diri dari jerat selendang Nilam Sari ia justru kehilangan kendali sehingga ia terjatuh dan tangannya menarik pundak Nilam hingga wanita itu ikut terjatuh bersamanya.


*Bruuugghh!!


"Awww!!" seru Kenan terkejut melihat Nilam ada diatasnya


"Sudah jatuh tertimpa Bidadara, oh senangnya!" goda Lingga membuat keduanya semakin canggung


***********


"Kamu yakin dengan keputusan ini?" tanya Kevin


"Tentu saja, aku sudah terlanjur masuk kedalam Medan pertemuan, jadi mustahil aku bisa keluar dari sana karena aku pasti mati juga. Lebih baik aku mati sebagai pejuang dari pada menjadi pecundang." sahut Tari


" Tapi kau tidak bisa hidup normal seperti wanita lainnya setelah kau menikahinya. Kau tahu itu kan?"


"Bagaimana kau bisa membunuhnya?" tanya Kevin lagi


"Anak kami, dia yang akan membunuhnya."


"Apa kau sanggup hidup bersama Iblis yang sudah membunuh kekasihmu?" tanya Kevin lagi


"Aku melakukan semua ini untuk membalas dendam kematiannya, jadi aku akan bertahan untuknya," sahut Tari berkaca-kaca


"Jika itu terlalu berat, kau bisa mundur sekarang. Aku akan membantumu melepaskan diri dari jerat Iblis itu," tukas Kevin


"Terimakasih Kev, tapi aku tidak mau membuat mu celaka. Aku ingin kau tetap ada di sisiku, membantuku membalas dendam kepada Iblis itu. Jadi aku mohon bantu aku Kevin," ujar Tari


"Baiklah kalau itu mau mu."


"Setelah kita berhasil menyingkirkan Zoya, selanjutnya kita harus menyingkirkan Ki Gendon. Selain sebagai tangan kanan Zeck, dia juga orang yang paling tahu bagaimana membuat Iblis itu semakin kuat. Untuk itulah kita harus menyingkirkannya sebelum Zeck semakin kuat."


"Bagaimana caranya??"


"Seperti biasa kita tidak boleh mengotori tangan kita saat menghabisi dukun itu,"


"Lalu bagaimana caranya?" tanya Tari lagi


"Kita harus memancingnya membuat kesalahan yang membuat Zeck marah. Seperti Zoya, kita harus membuat keduanya saling mencurigai satu sama lain sehingga akhirnya saling serang," jawab Kevin


"Lalu apa yang harus aku lakukan?"


Kevin kemudian membisikkan sesuatu kepada gadis itu.


"Kau yakin ini akan berhasil??"


"Tentu saja, untuk melakukan sebuah pernikahan gaib, kita harus melakukan ritual itu. Dan orang yang akan melakukannya adalah Ki Gendon. Sekali lagi kau harus kembali bertarung dengan maut jika ingin rencana kita berhasil." tukas Kevin


"Tentu saja, aku akan bertahan demi Lingga."


"Kalau begitu bersiaplah, kita akan berangkat malam ini juga,"


"Apa Om Gareth sudah tahu rencana ini?" tanya Tari


"Tentu saja. Cepatlah aku akan menunggumu di luar," ucap Kevin kemudian keluar meninggalkan ruangan itu.


"Kenapa kau terlihat murung Kev?" tanya Gareth mengepulkan asap rokoknya


"Aku sedikit khawatir jika rencana kita gagal kali ini," sahut Kevin


"Apa kau tidak yakin dengan kemampuanku?" Gareth balik bertanya.


"Bukan itu, aku tidak yakin jika Tari benar-benar bisa membunuh Zeck setelah menikah. Seperti kata pepatah, witing tresno soko kulino. Aku takut itu akan terjadi kepada mereka, dan Tari tidak bisa melakukan apa yang anda perintahkan." sahut Kevin


"Kau berkata seperti itu buka. karena kau mulai menyukai Tari bukan?" balas Gareth


"Tentu saja tidak, aku hanya melihat realitas yang ada."


"Kau lihat kan pernikahan Tari dan Zeck dulu, apa ada cinta diantara mereka??"


"Tapi Zeck mulai mencintai Tari saat mereka mengurus perceraian. Bukankah itu berarti pepatah itu benar. Bagaimana jika Tari benar-benar jatuh cinta pada Zeck dan tidak mau membunuhnya?" jawab Kevin


"Itu tidak akan pernah terjadi selama aku hidup. Kau tahu tujuanku menolong Tari bukan?. Aku yakin dia tidak akan pernah jatuh cinta kepada Iblis yang sudah membunuh dua orang lelaki yang di cintainya. Tapi jika itu benar terjadi maka aku yang akan menyingkirkannya sebelum ia mengacaukan rencana ku," ucap Gareth membuat Kevin mengepalkan tangannya.


Tidak lama kemudian Tari keluar menggunakan kebaya hijau dengan rambut di sanggul dan hiasan bunga melati di atasnya.


Kevin menatap lekat wanita itu tanpa berkedip.


"Apa kau sudah siap?" tanya Gareth


"Tentu," jawab Tari mantap.


"Kalau begitu ayo kita pergi," sahut Gareth.


*********


Sementara itu Lingga tidak bisa tertidur pulas malam itu. Ia terus dihantui mimpi buruk yang membuatnya terjaga tengah malam.


"Tari!!" teriaknya kemudian bangun dari tidurnya


"Huft, syukurlah itu hanya mimpi," ucapnya kemudian meneguk air putih untuk menenangkan dirinya.


"Kenapa di mimpiku Tari melakukan ritual pernikahan Gaib, apa yang sebenarnya ia lakukan??"


Ia mencoba berpikir menerka apa yang akan dilakukan oleh Tari.


"Tidak mungkin, tidak mungkin Tari akan melakukan hal itu. Aku tidak akan membiarkan Tari melakukan hal itu!"