LOVE AND MYTH

LOVE AND MYTH
61. Kenapa??



*Braakkk!!


"Arrgghhh!!" Garra berusaha bangun namun rasa sakit yang menderanya membuat ia terkulai tak berdaya di lantai.


"Sekarang tamatlah riwayat mu Garra!!" seru Zeck menebaskan tongkatnya kearah Garra.


Sekaranglah saatnya!!


*Prangg!!


Zeck membulatkan matanya ketika melihat Garra menangkis serangannya dengan tongkat Ratu iblis di tangannya.


"Kau... bagaimana bisa kau memiliki tongkat itu?" ucapnya beringsut mundur menjauhi Garra.


Garra menyeringai dan berjalan menghampiri Zeck.


"Sekarang tamatlah riwayat mu!" Garra melompat dan menghantam tubuh Gordon dengan tongkat sakti di tangannya.


*Buuggghhh!!


Gordon berusaha menahan serangan Garra, Sang Algojo Raja Kegelapan langsung melepaskan terhempas beberapa langkah kebelakang ketika sebuah bayangan hitam melepaskan tendangan kearahnya.


"Arrrrrghhh!!" pekiknya sembari memegangi dadanya.


"Tidak akan ku biarkan kau melukai putraku Garra!" seru wanita itu menyeringai


"Ibu!" seru Gordon berusaha bangun dan berdiri.


"Menyingkirlah dari sini, biar aku yang akan melawan Garra. Dengan tongkat sakti ku di tangannya kau tidak akan bisa mengalahkannya meskipun kau memiliki tongkat sakti ayahmu," ucap Ratu Iblis


"Baik Ibu," Zeck segera mundur dan menjauh dari keduanya.


"Kau memang pembuat onar Garra, tapi aku tidak akan membiarkan mu kali ini. Satu lagi aku akan mengambil kembali tongkat itu darimu, karena itu milikku bukan milikmu."


"Ambil saja kalau bisa," tantangnya dengan sombong


"Kau tidak pernah berubah meskipun sudah kehilangan kekuatan mu Garra. Sepertinya kau memang harus di beri pelajaran agar tidak sombong lagi!" sahut Ratu Iblis kemudian menyerangnya.


Saat keduanya terlibat pertarungan sengit, Zeck berjalan menghampiri Tari yang masih shock melihat semuanya.


"Apa kau baik-baik saja sayang," ucapnya lirih


"Kenapa kau melakukan semua ini padaku Zeck?" tanyanya sendu


"Apa maksudmu Tari?"


"Kenapa kau menyembunyikan ragaku, kenapa kau melakukan semua ini padaku Zeck!!!" serunya sembari mengguncang tubuh lelaki itu.


"Aku melakukannya karena aku tidak mau kehilangan dirimu Tari. Aku tahu kau tidak pernah mencintai ku sedikitpun. Kau menikah denganku hanya untuk membalaskan dendam kepadaku karena aku sudah menghabisi lelaki yang kau cintai Lingga. Tapi aku tidak pernah memperdulikan semua itu, bagiku kau ada di sisiku itu sudah cukup membuat aku bahagia. Aku tahu kau tidak akan pernah bisa melupakan lelaki itu, tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan dia dari hatimu. Aku tidak akan pernah berhenti mencintai mu Tari apapun yang terjadi." ucapnya mengusap lembut wajah gadis itu.


"Kalau begitu lepaskan aku sekarang juga, biarkan aku pergi dan kembali ke kehidupan ku yang dulu. Aku tidak bisa terus bersamamu karena itu hanya akan membuat mu semakin terluka. Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu jadi biarkan aku pergi," jawab Tari melepaskan tangan Zeck


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi meninggalkanku, aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak, asal kau selalu ada di sisiku itu sudah membuat ku bahagia. Jadi jangan pergi Tari, jangan pernah tinggalkan aku sendiri," sahut Zeck memeluknya erat.


"Maafkan aku Zeck, aku tidak bisa tinggal di sini karena aku berbeda denganmu." Tari melepaskan pelukannya dan menatap lekat Zeck.


*Bruuugghh!!!!


"Arrgghhh!!" Ratu Iblis tersungkur setelah Garra berhasil menebaskan tongkat saktinya hingga mengenai ulu hati Wanita itu.


"Ibu!!" seru Zeck saat ia melihat ibunya tersungkur di sampingnya.


"Pergi dari sini putraku, dia akan membunuhmu!" ucap Ratu Iblis mendorong Zeck agar pergi meninggalkan tempat itu


"Tidak ibu, aku tidak akan membiarkan mahluk seperti dia menghancurkan keluarga kita," Zeck mengepalkan tangannya dan kemudian berjalan menghampiri Garra


"Majulah Gordon, aku akan menghabisi mu sekalian!"


"Jangan banyak omong Garra, aku akan menghabisi mu lebih dulu sebelum kau bisa menyentuh ku!" Zeck segera melesat menyerang Garra.


*Bruuugghh!!


"Sekarang saatnya kau harus menyusul ayahmu Gordon!!" ucap Garra menyeringai


"Lepaskan Gordon atau aku akan membunuh wanita ini!" ancam Ratu Iblis menyeret jasad Tari


"Tari!!"


"Jangan lakukan itu Ibu!!" seru Zeck


Tari hanya terdiam tanpa bisa berbuat apa-apa ketika melihat Ratu Iblis menyandera tubuhnya.


"Apa yang harus aku lakukan??" ucapnya sedih


"Aku tidak bisa membiarkan diriku mati di depanku, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak memiliki kekuatan untuk melawan mereka," tandasnya gusar


"Aku tahu kau datang kemari untuk menyelamatkan perempuan ini, jadi lepaskan putraku maka aku akan membebaskan Tari untuk mu," ucap Ratu Iblis


Garra kemudian melepaskan Zeck,. "Berikan tubuh Tari padaku!" ucapnya lirih


Ratu Iblis tersenyum simpul dan kemudian melemparkan jasad Tari ke arah Garra.


*Grep!!


Garra menangkap tubuh Tari dan kemudian pergi meninggalkan tempat itu.


"Jika kau melihatku, pegang tanganku dan kita pergi dari sini," ucap Garra


Tari kemudian menghampiri Garra dan menggandeng lengannya.


Merasa Tari sudah bersamanya, Garra segera bergegas pergi dari istana Zeck. Namun Gordon yang tidak mau kehilangan Tari segera menarik pedang Ratu Iblis dan kemudian menebaskannya ke punggung Garra hingga pemuda itu ambruk ke lantai.


"Garra!!" seru Tari tercengang melihat Garra tersungkur di sampingnya.


"Kau tidak boleh membawa istriku pergi dari tempat ini Lingga!!" seru Zeck mendekati mereka


"Cepat masuk kedalam tubuhmu dan pergilah dari tempat ini," ucap Garra


"Bagaimana caranya?" tanya Tari


"Berbaringlah diatas jasad mu. Aku akan menghadang Gordon agar tidak bisa menangkap mu lagi." jawab Garra berusaha bangkit dan berdiri.


Ia menatap nyalang Zeck yang menghampirinya.


"Sampai kapanpun kau tidak akan bisa membunuh ku Gordon, tapi aku adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawa mu!" ucap Garra


"Sudah sekarat pun kau masih sombong Garra!" seru Zeck mengayunkan pedangnya kepada Garra yang berlari kearahnya.


"Hiaaaat!!" Garra melompat menghindari tebasan pedang Zeck dan menyabetkan tongkatnya hingga mengenai punggung Zeck, membuat lelaki itu menyemburkan darah segar dari mulutnya.


Melihat kejadian itu, membuat Ratu Iblis tidak tinggal diam, ia segera menyerang dengan tendangan mematikan hingga tepat mengenai punggungnya yang terluka.


"Aaaarrrrggghhh!!" Garra mengerang panjang hingga kemudian ambruk ke lantai.


"Maafkan aku Lee," ucapnya lirih


Tongkat sakti yang di pegangnya seketika terlepas dari tangannya dan menggelinding kearah Tari.


"Kali ini aku tidak akan membiarkannya hidup lagi!!" Zeck segera bangun dan berjalan menghampiri Garra yang terkulai tak berdaya di lantai.


"Bila pedang ini tak mampu membunuhmu, aku yakin tongkat sakti Raja Iblis pasti bisa membunuhmu Garra!!!" seru Zeck menyeringai


Ia kemudian mengayunkan tongkatnya dan bersiap menusukkannya kearah jantung Garra.


*Jleb!!!


"Arrrrrghhh, kenapa kau melakukan ini padaku Tari," ucap Zeck getir ketika Tari menusuknya dengan ujung tongkat Ratu Iblis.