Kings And Queens

Kings And Queens
Medeline dan Alisha



Kensington Palace London


Richard dan Alisha tiba di istana Kensington tempat Raja Henry dan Ratu Medeline jadikan tempat tinggal daripada di istana Buckingham.


Para pengawal dan pelayan pun memberikan hormat kepada calon raja Inggris dan putri dari kerajaan Belgia itu. Seperti biasa Alisha menyapa hangat setiap orang, sesuatu yang selalu diajarkan mommy Zinnia.


Meskipun banyak orang yang tidak suka padamu, iri padamu, janganlah kamu balas dengan kesombongan. Tetaplah humble dan berikan senyuman manis yang tulus, Insyaallah orang akan menerima kamu dengan baik.


Alisha tahu banyak yang tidak suka dengan mommynya yang notabene bukan orang Eropa tapi Zinnia sangat pintar dalam mengambil hati rakyat Belgia hingga mencintainya dengan tulus.


"Memang Tante Medeline dimana, Rich?" tanya Alisha yang masih tidak sadar digandeng Richard.


"Biasanya kalau jam segini dan tidak ada acara kerajaan, di halaman belakang. Mummy sedang hobi merajut dan entah sudah buat syal berapa" jawab Richard sambil tersenyum.


"Wah, aku paling tidak bisa merajut, tidak sabar" kekeh Alisha.


Tak lama mereka tiba di halaman belakang istana Kensington dan tampak Medeline sedang mengobrol dengan asistennya sambil merajut di sebuah gazebo.


"Mummy. Lihat siapa yang aku bawa..." panggil Richard.


Ratu Medeline menoleh. "Alisha! Aduh anak cantik!" Wanita yang seumuran dengan Zinnia itu pun meletakkan rajutannya dan bergegas menuju ke Alisha yang juga melepaskan pegangannya dari Richard untuk memeluk Medeline.


"Halo Tante. Aduh harusnya aku formal ya..."


"Ish, nggak usah! Ini kan acara santai. Gimana perjalanannya tadi?" tanya Medeline sambil merangkul gadis cantik itu dan membawanya ke gazebo meninggalkan Richard yang masih berdiri seolah kasat mata.


"Mum! Anakmu disini!" protes Richard.


"Oh, kamu ada disitu Rich? Kok tadi nggak kelihatan?" balas Medeline cuek membuat Alisha cekikikan.


"Seriously Mum! Beneran deh!" omel Richard dengan wajah jutek.


"Sudah, tidak usah kamu dengarkan calon raja tidak jelas itu. So, kamu nanti tinggal dimana? Tinggal disini saja Sha" bujuk Medeline. "Lumayan Tante ada temannya."


Richard yang duduk di sebelah Alisha hanya tersenyum. Good Mum, suruh saja Sha tinggal di Kensington!


"Sha nanti tinggal bersama Oom Eagle, Tante. Daddy dan Mommy sudah nitip soalnya" jawab Alisha.


"Biar Tante telepon mommy kamu buat ijinkan kamu tinggal di Kensington! Kan kampus kamu lebih dekat dari sini daripada di rumah keluarga McCloud kan?" Medeline menoleh ke asistennya. "Tolong hubungi Ratu Zinnia of Belgium." Asisten ratu Medeline itu lalu mengambil ponselnya dan menghubungi Zinnia.


Alisha melongo. "Tante! Tidak usah!" tolak gadis itu karena tidak nyaman tinggal di istana lagi. Aku malas kena protokoler kerajaan lagi! Semoga mommy menolak permintaan Tante Medeline.


"Halo Zee?... Kabar baik. Oh, ini Alisha ada di Kensington mau aku ajak makan siang... Nanti biar diantar Richard ... Eh tapi... Boleh tidak jika Alisha selama kuliah di London tinggal di Kensington bersama aku...?" Medeline menatap Alisha yang menatap dengan wajah cemas.


"Oohhh... begitu... Okelah Zee. Setidaknya aku sudah mencoba... Tapi boleh kan weekend aku menculik putrimu? ... Hahahaha. Maklum, kan aku ingin punya anak perempuan tapi punyanya Rich dan Louis... Oke. Thanks Zee" senyum Medeline sambil mematikan panggilannya.


Alisha menatap Medeline dengan wajah bertanya.


"Mommymu tidak mengijinkan..." jawab Medeline sedikit kecewa yang membuat Richard juga kecewa tidak bisa melihat Alisha setiap hari. "Katanya, kamu ingin menikmati hidup tanpa protokol istana..."


Alisha tersenyum manis. "Maaf ya Tante. Lagipula, saya juga tidak enak tinggal di istana. Gosip akan merebak kemana-mana."


"Ah, dasar julid! Semua dijadikan bahan omongan!" sungut Medeline.


"Yang mulia, tapi gosip Prince Richard dan princess Alisha sudah tersebar di dunia Maya" potong asistennya yang menunjukkan melalui iPad.


"Dasar paparazzi kurang kerjaan ! Eh tapi fotonya ini bagus lho. Kamu cantik disini Sha" puji Medeline. "Ambil angle kamera nya bagus!"


Alisha dan Richard hanya memegang pangkal hidung masing-masing mendengarkan ucapan unfaedah Medeline.


***


Ruang Makan Informal Istana Kensington


"Akhirnya sampai juga!" seru Louis yang sebaya dengan Alisha sambil memeluk gadis itu. "Kamu tuh pakai acara jemput Sha, malah jadi gosip kemana-mana." Louis menatap kakaknya sambil tertawa.


"Pers Inggris kan memang tukang gosip! Apa kabar Alisha? Sean dan Zee sehat kan?" sapa Raja Henry sambil memeluk Alisha seperti ke putrinya sendiri. Boleh dibilang Raja Henry dan Ratu Medeline seperti orang tua kedua triple A.


"Alhamdulillah Daddy dan Mommy sehat" senyum Alisha.


"Yuk kita makan siang. Aku sudah lapar" ucap Raja Henry.


***


"Jadi Arsya pacaran dengan Violet?" tanya Medeline.


"Iya Tante, mas Arsya dengan mbak Vio. Tahun ini resmi pacaran."


"Lha Belgia dan Belanda bisa tambah dekat dong kalau Arsya menikah dengan Vio" gumam Medeline. "Rich, kamu dengan Alisha saja gimana?"


UHUK!


Richard yang sedang memasukkan mashed potatoes nya langsung tersedak mendengar ucapan mummynya. Louis lalu memberikan segelas air putih untuk kakaknya.


"Mum! Kalau ngomong... " Suka benar. Richard menatap Medeline judes sambil menepuk dadanya.


"Maaf Tante, tapi kan Richard aku anggap kakak seperti mas Arsya..." jawab Alisha tenang. Didikan di istana untuk bisa meredam emosi membuat gadis itu bisa mengontrol rasa keterkejutannya.


"Kamu tidak tertarik dengan Richard?" tanya Henry tidak percaya. Baru kali ini ada gadis tidak tertarik dengan putranya padahal yang mengincar Richard banyak.


Alisha menggelengkan kepalanya. "Maaf Oom Henry. Seperti yang aku bilang tadi, aku hanya menganggap Richard dan Louis seperti Mas Arsya dan Alvaro."


"Duh Rich, kok kamu langsung ditolak sih?" goda Medeline yang menatap Richard penuh arti.


Richard memandang Alisha sedikit kecewa karena terang-terangan gadis itu menyatakan tidak tertarik padanya. Apa aku harus melepas gelar putra mahkota agar kamu mau sama aku, Sha?


***


"Seriusan elu kagak tertarik sama kakak aku?" tanya Loius saat mereka bertiga menikmati acara minum teh.


"Lha kita sudah dari aku bayi bersahabat dan perasaan aku dengan kalian tidak berubah. Masa harus dipaksa, Lou?" Alisha menoleh ke Richard. "Maaf ya Rich."


"It's okay Sha. Memang hanya Arsya dan Vio yang bisa berubah dari sahabat menjadi cinta" jawab Richard dengan nada getir. Louis yang tahu kakaknya sudah naksir Alisha sejak gadis itu kecil hanya memberikan tatapan 'Masih banyak jalan menuju ke Roma'.


"So, aku mau diantar jam berapa nih ke rumah Oom Eagle?" tanya Alisha ke Richard.


"Yakin kamu tidak mau menginap disini?"


"Aku sudah janji weekend besok akan menginap disini ke Tante Medeline. Katanya mau girls weekend day."


Wajah Richard yang semula mendung agak cerah. Memang harus sabar dan aku yakin buah kesabaran dan ketelatenan plus kenekatan akan mendapatkan hasilnya.


"Oke. Habis ini aku antar kamu ke rumah Mr McCloud."


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️