
Istana Brussels Belgia Bulan Desember
Suasana Natal sangat terasa di Brussels pada bulan Desember ini tapi kali ini menjadi bulan yang berbeda karena keluarga kerajaan Inggris akan datang untuk melamar Princess Alisha of Belgium.
Seminggu sebelum acara hari H, para anggota keluarga kerajaan dan ratu Belgia, Zinnia Schumacher Léopold, sudah hadir disana. Meskipun tidak semua datang, tapi semua yang tinggal di Eropa, hadir tanpa terkecuali.
Alisha tampak senang saat para sepupunya yang dari Inggris, Italia, Spanyol dan Tokyo hadir semua.
"Kayaknya disini ada yang nunggu ya" ucap Lachlan membuat semua sepupunya yang dikumpulkan di sebuah rumah dekat istana mendelik.
"LACHLAN!" hardik Hyde Bianchi yang datang bersama dengan Raiden, putra bungsu Shinichi Park.
"Apaan sih mas Hyde. Kita itu kan memang hidup berdampingan dengan makhluk tidak kasat mata. Jadi wajar dong..." jawab Lachlan kalem. Putra tunggal Gemini Lexington dan Michel de Luca memang mirip dengan Omanya, Freya Lexington yang suka dunia paranormal.
"Nggak usah diperjelas!" sahut Vicenzo dingin. Putra Dante Mancini dan Leia Bianchi itu memang dikenal sama kulkasnya dengan Hyde, Ashley dan Asher putra Sakura Park dan Alessandro Moretti, Kaivan putra Valentino Reeves dan Katya D'Angelo serta Benoit salah satu kembar ABC dari Gemintang Lexington dan Raj Rao.
"Mas Vic, jangan dingin-dingin kenapa? Ini memang musim dingin tapi jangan ditambah lah. Lihat pemanasnya sampai nggak ngaruh" komentar Raihanun alias Nyunyun putri sulung Shinichi Park dan Kedasih Jayanti.
"Bakar saja kayu di perapian" sahut Vicenzo.
"Dih, mas Vic kok ya jawabnya enak banget!" celetuk Charusmita atau biasa dipanggil Mita, bontot dari trio ABC.
"Terus mas harus menyek-menyek gitu?" pendelik Vicenzo yang sedari tadi menjawab omongan adik-adiknya sembari memainkan ponselnya.
"Dasar Mafioso!" umpat Raiden.
Vicenzo mengacuhkan umpatan adik Raihanun itu.
"Varo, mana Arsya?" tanya Rania yang baru datang dari dapur untuk membawakan popcorn. Menurut rencana mereka akan ghibah di ruang tengah.
"Mas Arsya masih ada urusan di istana, mbak Rania. Nanti nyusul kok sama mbak Vio" jawab Avaro, saudara kembar Alisha.
"Vio udah hamil belum?" tanya Rania.
"Kayaknya belum. Padahal Daddy dan Oom Hans sudah sok galau aja pengen punya cucu tapi nggak mau dipanggil Opa" gelak Avaro.
"Lha gimana punya cucu tapi nggak dipanggil Opa?" tanya Ashley, gadis cantik khas Italia yang berprofesi sebagai model.
"Tahu tuh Daddy. Maunya dipanggil Daddy melulu padahal nanti kan anaknya mas Arsya bingung kan silsilah keluarganya" senyum Avaro.
"Yang mau dilamar malah diam-diam saja" goda Raul, putra Raveena Dewanata dan Alexis Accardi.
"Apa aku kudu jingkrak-jingkrak, Raul?" senyum Alisha.
"Ya siapa tahu" kekeh pria tampan yang sebaya dengan Alisha dan kini sedang menyelesaikan pendidikannya di Amerika jurusan bisnis dan sommelier.
"Ah, kamu selalu menggemaskan Raul" ucap Alisha sambil memeluk sepupunya.
"Ed, mana adikmu yang centil?" tanya Asher ke Edward Blair McGregor.
"Nggak mau ikut! Maunya sama mommy" jawab Edward cuek.
"Eléonore bukannya selalu bilang bakalan nikah sama Richard?" tanya Ashley.
"Richard mana mau sama bocil! Bisa jadi calon pedofil tar" sahut Hyde cuek.
"Pak Hyde..." panggil Shohei membuat Hyde mendelik.
"Pak?! Memang aku setua itu?" hardik Hyde kesal.
"Suatu hari kan Hyde-san bakalan jadi tua" jawab Shohei kalem. "Bisa bicara sebentar? Urusan internal negara."
Hyde pun berdiri lalu berjalan menuju pintu dan pergi bersama dengan asistennya.
"Kayaknya cuma Shohei yang gadha takut-takutnya sama Mas Hyde" gumam Ararya atau Arya, sulung dari trio ABC.
"Lha gimana. Shohei sudah ikut Oom Luke sejak Hyde kecil dan memang diplot menjadi asisten kepercayaan buat penerus Yakuza Takara. Macam Oom Hidetoshi dan Oom Tama gitu deh" sahut Rania.
"Mbak Rania, mbak Biana nggak ikut ya?" tanya Alano, putra Antonio Bianchi dan Savrinadeya McCloud.
"Bia lagi sibuk dengan acara pemilihan menjadi dosen tetap di Harvard."
"Mbak Bia sebenarnya kalau mau, ikut aja tes jadi dosen di Tokyo University macam Napak tilas Opa buyut Joshua Akandra dulu" celetuk Raiden. "Kata appa, Todai membutuhkan dosen baru juga."
"Apa kata koboi cengeng kalau Bia ngajar di Todai, Rai. Kamu macam tidak tahu saja si singa gurun itu gimana? Bia tidak datang ke pertandingan Rodeo dia saja dulu pakai acara disusul ke London pas Bia dikirim Harvard ke Oxford." Rania menatap adik sepupunya itu.
"Tunggu. Mbak Bia memanggil bang Leo itu antara koboi cengeng dan Singa gurn karena nama Leo. Terus mbak Rania memanggil bang Chris itu ..." Ashley menatap Rania kepo.
"Demit!" jawab Alisha membuat semua orang melongo.
"Whaaattt?" seru semuanya kecuali Vicenzo.
"Ya Allah mbak, kalau bentukan demit macam bang Chris, auto setan yang lain pada bunuh diri karena kalah ganteng!" gelak Lachlan.
"Macam gimana sudah jadi setan masih bunuh diri?" tanya Mita.
"Saking insecure nya Mita" gelak Raihanun.
"Nyun, Oom Shin nggak komplain kamu bikin kacau lab kimia kemarin?" tanya Avaro.
"Appa? Nggak tuh!" jawab Raihanun santai.
"Kamu nggak dimarahi?" tanya Raul.
"Nyunyun kok dimarahi appa untuk soal begituan. Malah appa minta lain kali kalau buat bom cat, harus yang bewarna supaya jangan mono colour. Kurang aesthetic kata appa tapi memang benar sih, semua orang jadi Smurf. Nanti deh, aku rubah lagi formulanya biar tampak pelangi dan aesthetic." Raihanun memegang dagunya tampak berpikir.
"NYUNYUN!" protes semua sepupunya.
"Ih apaan sih? Itu ide yang bagus kan?" cengir Raihanun.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️