
University College London
Alisha cekikikan melihat Chris menendang pohon ek di belakangnya. Wajah pria tampan itu tampak kesal karena dikerjain oleh Rania.
"Kalau begitu, aku permisi dulu." Alisha mengangguk lalu berjalan menuju mobilnya.
"Tunggu little girl. Siapa namamu? Aku rasanya belum tahu namamu..." panggil Chris.
"Alisha. Alisha Léopold" jawab Alisha tenang.
"Alisha Léopold... Oooohhhh.. HAAAAAHHH? Oh my God! Kamu princess Belgia?" seru Chris heboh membuat orang-orang menoleh ke arah mereka. Chris menutup mulutnya. "Aku minta maaf princess jika aku memanggilmu little girl. Pantas Rania bilang ayahmu bisa membuatku hilang dari muka bumi."
"Tidak apa Chris. Kamu cari saja mbak Rani di rumah sakit. Good day" senyum Alisha ke arah Chris.
"Thanks Princess!" balas Chris sambil tersenyum manis.
Alisha pun masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan parkiran kampus menuju British Royal Hospital.
***
British Royal Hospital
Rania dan Alisha tampak santai makan siang di kantin rumah sakit. Tadi sewaktu masuk ke dalam mobil, Alisha melihat ponselnya dan meminta agar dirinya menuju rumah sakit kemarin.
Setibanya di rumah sakit, Alisha pun langsung menuju ruang resident tempat Rania menunggunya. Wajah kakaknya tampak ceria melihat adiknya datang. Rania pun mengajak Alisha untuk makan siang di kantin yang menyediakan beberapa menu halal.
"Mbak Rani nakal!" kekeh Alisha.
"What?" balas Rania dengan wajah polos.
"Chris datang ke kampus tadi dan bertanya padaku tentang kamu mbak..."
"Terus kamu bilang aku di rumah sakit?" cengir Rania.
"Ya iyalah! Kan mbak nggak pesan apa-apa." Alisha menatap gemas ke kakaknya yang cantik tapi suka bikin ulah. Kalau kata Mommynya, Rania mirip dengan Tante Blaze yang memang seenaknya sendiri. "Mbak, jangan suka gitu lah. Kan Chris jauh-jauh datang dari Dallas ke London ini."
"Lho yang nyuruh datang ke London juga siapa? Dia sendiri yang ingin datang, mbak mah bodo amat!" jawab Rania cuek.
Alisha menggelengkan kepalanya gemas dengan kakaknya satu ini.
"Kamu besok Sabtu acara kemana?" tanya Rania sambil memasukkan potato wedges nya.
"Pergi ke Kensington" jawab Alisha santai.
"Ngapain? Kencan dengan Richard?" goda Rania sambil menyesap coke nya.
"Kencan dengan Tante Medeline tepatnya. Tante mengajak acara amal membuat kue bersama dengan para lansia."
"Lha sama saja seperti di Belgia dong Sha. Tidak jauh-jauh acaranya" celetuk Rania.
"Kata mommy, gunakan gelar ku buat kebaikan..."
"Bukannya kamu tidak mau kena protokoler terus, Sha?" ucap Rania sambil mengemil timun. Entah kenapa Rania sangat menyukai timun sampai dulu diledek oleh Vicenzo, sepupunya yang di Turin, lahir dari timun macam timun emas.
"Kalau untuk amal, aku masih mau mbak. Tapi kalau protokoler acara kenegaraan menerima tamu, malas aku." Alisha memakan kentangnya.
"Tapi benar kata Tante Zee. Kamu gunakan gelar kamu untuk acara amal, selain dapat pahala, setidaknya kamu bisa membuat banyak orang bahagia." Rania tersenyum ke arah adiknya. "Sekalian kamu minta permission untuk ke rumah sakit di London bangsal anak-anak. Kamu kan suka anak-anak jadi kenapa tidak kamu buat agenda menemui mereka tiap dua Minggu sekali atau sebulan sekali?"
"Iya besok aku akan bilang ke Tante Medeline."
"Good..." Rania tersenyum ke Alisha.
"Bagus ya Rania! Kamu benar-benar ngerjain aku!"
Rania dan Alisha mendongakkan wajah mereka melihat Chris datang dengan wajah kesal.
"Lho ngerjain apa?" tanya Rania polos.
"Kamu itu!" Chris pun dengan cueknya duduk di sebelah Rania dan mengambil gelas berisikan coke milik gadis itu lalu menenggak hingga habis membuat Rania melongo.
"Minuman aku!" pekik Rania kesal. "Beliin lagi!"
"Tentu saja, babe. Princess, kamu mau tambah lagi minumannya?" tawar Chris.
"No, thank you" jawab Alisha sopan.
Rania memegang gelas plastik nya dan menatap pinggiran yang bekas bibir Chris. "Sha, ini termasuk ciuman tidak langsung nggak sih?"
"Mbak, kamu terlalu banyak nonton dorama dan manga Jepang" kekeh Alisha geli melihat wajah kakaknya yang sok bingung.
Tak lama Chris pun datang dengan membawa dua gelas coke. "Sebagai gantinya tadi."
Rania menatap Chris dingin. "Sudah nggak haus..."
Panggilan untuk Dokter Rania Prasetyo. Diminta menghadap dokter William Steel. Suara pengumuman rumah sakit membuat ketiganya terdiam.
"Aku dipanggil. Sha, mbak ke dalam dulu. Kamu pulangnya hati-hati." Rania pun berdiri dari tempat duduknya "Besok ceritakan acara dengan Tante Medeline ya." Rania mencium pipi Alisha sebelum pergi menuju ruang dokter William Steel.
"Rania..." panggil Chris Armstrong.
"Apa?" sahut Rania judes.
"Aku tidak mendapatkan ciuman?" goda Chris jahil.
Rania hanya memicingkan matanya sambil mengacungkan jari tengah ke pria tampan itu. Chris pun terbahak melihat ulah Rania yang berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
Alisha hanya tersenyum melihat interaksi keduanya. "Sudah tahu kakakku seperti itu, kok masih kamu kejar."
"Dia spesial untukku, princess" jawab Chris dengan wajah masih menatap pintu masuk rumah sakit karena mereka berada di kantin yang pintunya terpisah.
"Sepertinya kakakku akan terus menolakmu..."
"Dan tetap akan aku kejar sampai dia menerima aku. Apalagi aku harus mulai latihan Minggu depan jadi aku manfaatkan kesempatan ini untuk bersamanya." Chris menatap Alisha. "Princess, bisa kan dukung aku?"
"Aku tidak janji kalau itu karena semua tergantung mbak Rania."
Chris pun manyun.
***
Kediaman keluarga McGregor, Chelsea London
"Jadi besok kamu mau ke Kensington?" tanya Raine ke Alisha yang meminta ijin ke Oom dan Tantenya.
"Iya Tante, mau diajak acara amal bersama Tante Medeline. Dan aku sih senang-senang saja karena lebih suka acara amal daripada pesta tidak jelas yang harus basa basi menyebalkan" senyum Alisha.
"Jam berapa Richard akan menjemput kamu besok?" tanya Charlie.
"Belum tahu... Richard belum bilang..."
"Maaf tuan. Ada your highness prince Richard..." suara butler keluarga McGregor membuat ketiga orang yang sedang mengobrol di ruang tengah terkejut. Edward dan Eléonore sendiri sedang menginap di rumah Opanya Alaric karena kedua opa dan Omanya datang dari Dubai.
"Selamat malam semuanya. Nggak usah formal Oom Charlie, Tante Raine" salam Richard yang dengan santainya masuk ke dalam ruang tengah.
"Ada apa Rich?" tanya Alisha bingung tiba-tiba pria ini datang ke rumah Oomnya.
"Mau jemput kamu lah! Mummy sudah ribut saja kamu tidak ke Kensington bikin telingaku berisik!" sungut Richard tapi Alisha mendengar nada lembut disana.
"Hah? Medeline minta Alisha menginap di Kensington?" seru Raine. "Kok nggak bilang?"
"Mummy sudah telepon Tante Zee kok Tante Raine" senyum Richard. "Ayo, berangkat sekarang" ajak pria bermata biru itu ke Alisha.
"Hah?" Alisha menatap bingung.
"Nggak usah bawa baju, sudah disiapkan mummy. Kamu tinggal bawa tas mu saja" sambung Richard.
"Haaaaahhh?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️