
Istana Kensington London Inggris
Pagi ini semua staff istana sudah disibukkan dengan persiapan acara memasak amal bersama ratu Medeline dan Princess Alisha of Belgium. Kedua wanita itu tampak santai karena sudah meminta tidak terlalu protokoler karena hanya para opa Oma yang tinggal di panti jompo.
Kepala pelayan istana pun sibuk mengatur semua anak buahnya untuk menyulap ballroom istana menjadi tempat acara memasak. Richard sendiri memilih membatalkan semua jadwalnya termasuk jadwal bermain polo bersama dengan teman-teman satu tim saat kuliah dulu. Pangeran itu lebih memilih menemani ibu dan Alisha di istana.
Tak lama, dua bis yang membawa rombongan para opa dan Oma bersama dengan perawat serta dokter pun tiba di istana Kensington. Para lansia itu tampak tertib untuk duduk di kursi. yang sudah disiapkan
Setelahnya Medeline dan Alisha pun masuk ke dalam ballroom itu. Tentu saja para lansia heboh bertemu dengan ratu mereka ditambah kehadiran putri dari Belgia.
Medeline dan Alisha menyapa langsung ke semua tamu undangan dengan ramah. Para opa dan Oma tampak senang bertemu dengan Alisha karena seperti cucu mereka.
Usai acara pembukaan, Medeline pun meminta para Oma yang hobi memasak untuk maju membuat kue bersama dengan mereka berdua.
"Saya mau memasak dengan princess Alisha, your majesty. May I ( bolehkah )?" pinta seorang Oma yang berbadan agak gemuk.
"Oma mau buat apa? Asal tidak susah, semoga Alisha bisa" senyum gadis itu.
"Brownies?" tanya Oma itu sedikit takut-takut.
"Yes! Aku suka brownies! Mommy dan aku suka membuat bersama. Dan sekarang bersama Oma..." seru Alisha yang membuat semua orang tertawa melihat sang putri tampak menggemaskan.
"Silahkan, ma'am" ucap sekretaris Medeline mengajak Oma itu ke meja dapur yang sudah disiapkan. Oma itu langsung memeluk Alisha yang dibalas dengan sama hangatnya.
"Mari kita memasak!" seru Medeline dengan semangat.
Setengah jam kemudian, ballroom itu menjadi harum berbagai macam kue yang dibuat oleh para opa dan Oma. Alisha dengan Oma Poppy, yang meminta membuat brownies bersamanya, tampak asyik mengobrol.
Suasana riuh dan ramah itu tiba-tiba menjadi hening ketika Raja Henry dan Pangeran Richard memasuki ballroom itu.
"Your majesty, your prince" sapa para Opa dan Oma sambil membungkuk hormat.
"Selamat datang semua, para senior. Kok jadi berhenti memasak nya? Duh, Darling, baru kali ini istana baunya makanan banyak ya" kekeh Henry ke arah Medeline yang baru saja mengeluarkan pie dari oven.
"Ada banyak macamnya tapi kamu tidak boleh banyak-banyak, ingat gula" balas Medeline yang membuat semua lansia tertawa.
"My Queen, untuk kali ini saja ada perkecualian" celetuk para opa yang kebanyakan membantu membawa kue yang sudah matang keluar dari oven.
"Anda benar. Bagaimana para gentlemen kita mengobrol di meja sampai para ladies selesai dengan pekerjaannya?" ajak Raja Henry ke para lansia pria.
"Ide bagus, My King. Tangan saya sedikit melepuh terkena oven panas" gurau salah seorang opa membuat Henry dan Richard tertawa.
Para lansia pria pun mengikuti raja mereka untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. Tidak ada kecanggungan para lansia itu saat mengobrol dengan Henry yang mendengar semua keluhan dan cerita mereka. Justru dari situlah Henry bisa mengetahui, apa saja yang harus ditingkatkan pelayanan bagi para lansia.
Richard sendiri memilih untuk melihat macam-macam kue yang dibuat. Meskipun sudah ditetapkan jenis kue hari ini, pasti mereka punya ciri khas tersendiri.
Pria itu sengaja memilih berkeliling sebelum menuju meja ibunya dan Alisha agar tidak terlalu kentara bahwa dia ingin bersama dengan gadis itu.
"Pie daging mum?" tanya Richard sambil melihat pie buatan ibunya.
"Of course lah" jawab Medeline sambil memotong pie nya. Richard sendiri mengulurkan tangannya untuk mengambil sepotong pie tapi tangannya langsung dipukul oleh Medeline membuat para lansia tertawa melihat tingkah ibu dan anak yang tidak ada jaimnya.
"Ouch! Mum!" protes Richard sambil mengusap punggung tangannya yang lumayan pedas kena pukul sang ibu.
"Ini buat orang banyak, nanti kamu kebagian!" hardik Medeline gemas karena putranya lupa ini masih acara malah seperti di dapur sendiri saja. "Kamu tuh! Sudah duduk manis sana sama Daddy dan para opa!"
"Sebentar, keliling dulu" elak Richard yang meninggalkan Medeline dan Oma di meja itu.
"My Queen, prince Richard macam cucu saya dulu sukanya mengambil makanan buatan saya" kekeh Oma yang memasak bersama dengan Medeline.
"Lalu cucu anda dimana sekarang?"
Oma itu tampak murung. "Meninggal karena kecelakaan bersama dengan putri saya dan suaminya..."
Medeline terkejut dan langsung memeluk wanita paruh baya itu. "I'm so sorry..." ucap ratu Inggris itu.
"Tidak apa-apa, My Queen. Kejadian itu sudah 25 tahun yang lalu..."
***
"Kayaknya enak nih!" Richard langsung mengambil potongan brownies itu dan membuat Alisha dan Oma Poppy melongo.
"Richard! Jangan diambil!" hardik Alisha kesal.
Mata biru Richard hanya mengerling usil dan langsung memasukkan potongan brownies itu ke dalam mulutnya. "Hhhhmmm... enak!"
"Ya jelas enak! Yang buat Oma Poppy!" sahut Alisha sambil melanjutkan pekerjaannya.
"Enak kah, my prince?" tanya Oma Poppy penasaran.
"Enak Oma. Thank you" jawab Richard sambil memeluk wanita gemuk itu tapi tangan satunya terulur untuk mengambil potongan brownies lagi dan kali ini Alisha melakukan pukulan yang sama dengan Medeline.
"Jangan diambil!" bentak gadis itu galak.
"Ouch, Sha! Sudah tadi mummy, sekarang kamu... Kalian janjian ya?" goda Richard membuat Oma disana tertawa mendengar gerutuan pangeran tampan itu.
"Sudah duduk manis sana, jangan ganggu!" perintah Alisha lupa kalau Richard seorang pangeran sebab untuk saat ini pria itu mirip dengan sang kakak kalau ke dapur, sukanya merusuh.
"Satu lagi Sha..." rayu Richard.
"No!"
"Pleeaaassseeee..." Mata biru Richard dibuat memelas namun Alisha tetap tidak bergeming, tetap menghias kue-kue brownies itu.
"Aku bilang tidak ya tidak, Rich!"
Para Oma dan Medeline hanya tersenyum geli melihat pangeran dan putri itu ribut hanya karena sebuah brownies.
"Sha pelit!"
"Kalau aku pelit itu ada alasannya! Kamu sudah ambil satu tadi jadi nanti kamu tidak mendapatkan jatah lagi!" balas Alisha kalem.
"WHAAAATTTT? Teganyaaaa..."
Alisha mengacuhkan drama tantrum Richard yang menurutnya bukan seperti seorang pangeran.
"Biarin..." jawab Alisha yang terkejut saat Richard tiba-tiba berdiri di hadapannya.
"Ada tepung di hidungmu..." Richard membersihkan tepung di hidung Alisha dengan jempolnya lembut.
"Aaaawwwww... so sweet..." seru para Oma membuat Richard tergagap.
Duh aku lupa banyak orang disini!
Yang kesal Brownies nya hilang
Pangeran maling brownies
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️