
Ballroom Istana Brussels Belgia
Pagi ini diadakan acara pertunangan antara Princess Alisha Léopold of Belgium dengan Prince Richard Carrington of England. Para tamu undangan pun sudah hadir di ballroom dan sudah duduk di kursi yang disediakan. Kerajaan Eropa dan Asia timur pun mengirimkan wakilnya untuk menghadiri acara yang semi resmi ini karena Sean menginginkan acara tidak terlalu ketat protokoler nya.
Alisha sudah keluar dengan mengenakan gaun bewarna merah khas princess lengkap dengan Tiara diatas kepalanya membuat para sepupunya melongo karena aura gadis itu memang aura putri kerajaan.
Richard sendiri memilih mengenakan jas formal dibandingkan dengan jas tuxedo karena akan mengenakan saat menikah nanti.
Acara pertunangan itu sendiri berjalan lancar dan semua orang tampak berbahagia. Alih-alih mencium bibir Alisha, Richard memilih mencium kening Alisha. Richard tahu bagaimana Possessive nya seorang Sean Léopold jika berhubungan dengan Zinnia dan Alisha jadi daripada terjadi perang Inggris dan Belgia, pangeran Inggris itu mencari jalan aman.
Usai acara, semua orang pun langsung berbaur. Sean pun menghampiri ketiga raja sahabatnya yang saling mengucapkan selamat bergantian, begitu juga Zinnia yang bertemu dengan para ratu.
Arsyanendra dan Violet pun menyambut para tamu undangan termasuk Adonia yang datang dengan tunangannya Aditya Singh. Raja Amodeo, ayah Adonia sudah memberikan restu ke Aditya karena memiliki keyakinan yang sama dengan keluarga kerajaan Spanyol.
"Akhirnya aku akan menjadi La Tía ( Tante )" ucap Adonia sambil memeluk Violet.
"Kapan kalian akan meresmikan hubungan kalian?" tanya Arsyanendra.
"Masih menunggu keputusan parlemen. Benar-benar menyebalkan! Yang mau nikah aku, yang menjalani hidup itu aku, kok yang ngatur mereka!" sungut Adonia sambil menghentakkan kakinya pertanda gadis itu kesal.
"Lho Aditya kan bersih recordnya. Masih lajang, dari keluarga baik-baik juga..." ucap Violet.
"Tapi bukan keluarga bangsawan Eropa meskipun Aditya masih ada Keturunan bangsawan India dari pihak ayahnya!" Adonia tampak manyun. "Beda dengan kalian berdua atau Richard dengan Alisha!"
"Sabar Donia... Nanti kelihatan keriput lho" goda Violet membuat Arsya dan Aditya tertawa.
"Iiissshh! Dengar Boy, mamamu memang mendoakan tía mu ini cepat tua!" bisik Adonia di perut Violet.
***
"Beneran Princess kalau begini."
Alisha Léopold
Alisha menoleh dan melihat Hyde yang mengenakan kimono resmi itu menghampiri dirinya.
"Mas Hyde. Tetap setia dengan kimononya" senyum Alisha.
"Hei, I'm a Yakuza jadi wajarlah kalau pakai Haori ( kimono pria yang dipakai untuk acara pernikahan atau pertunangan - kalau salah referensi, dimaafkan )" senyum Hyde.
Hyde Takara Bianchi
"Mas Hyde, kapan mas Hyde menikah?" tanya Alisha sambil merangkul lengan kakak sepupunya itu. Alisha memang dikenal manja dengan kakak-kakaknya yang pria.
"Lha gimana mau menikah? Cewek saja tidak punya!"
"Ya cari dong!"
"Siapa juga yang mau sama Yakuza, Sha. Meskipun aku tetap memegang bisnis keluarga yang legal tapi orang semua tahu kalau aku Yakuza Takara. Dan sudah pasti orang tua di Jepang berpikir ulang untuk memberikan anaknya ke aku. Salah-salah bisa kena lempar ke Empang takutnya."
Alisha cekikikan. "Kayaknya nggak sampai segitunya deh!"
"Bahagia kamu Sha? Akhirnya bersama Richard?" Hyde menatap adik cantiknya.
"Alhamdulillah. Aku bersyukur mendapatkan calon imam Richard cuma aku takut bakalan satu server dengan Chris Armstrong dan Leonardo Rossi."
"Oh calonnya Rania dan Biana? Well, aku rasa Richard akan semakin receh kalau kumpul dengan duo kadut itu" kekeh Hyde.
"Mas Hyde setuju kah dengan duo kadut itu?" tanya Alisha.
Alisha tersenyum. "You're right mas."
***
"Jadi acaranya di Brussels dulu baru ke London?" tanya Vicenzo ke Richard. Pewaris perusahaan wine Mancini dan perkebunan anggur Bianchi itu tampak asyik mengobrol dengan Richard.
"Yup. Aku sudah bilang ke Alisha kalau acara London sederhana tidak semewah Brussels" jawab Richard.
"Alisha pasti tidak nyaman mendapatkan sorotan dari banyak orang di London nanti" gumam Vicenzo.
"Alisha kuat kok Zo. She's a princess, keturunan Léopold." Richard menoleh ke arah Alisha yang sedang mengobrol dengan Hyde, Rania dan Raihanun. "Aku akan melindungi Alisha, Zo." Richard menatap Vicenzo lagi dan pria Italia Jepang itu melihat ketegasan di mata biru pangeran Inggris itu.
Prince Richard Carrington of England
"Aku tahu kamu pasti akan melindungi Alisha karena tahu sendiri kan Oom Sean bisa panik tingkat dewa kalau ada apa-apa dengan putri satu-satunya." Vicenzo menyeringai. "Bisa perang lho."
"Oh my God! Kenapa sih kalian pada demen perang?" gelak Richard.
"No rusuh no life!"
Richard menggelengkan kepalanya. "Zo, cukup lah aku dibuat pusing dengan dua sepupu perempuan mu itu, jangan kamu tambah lagi!"
"Tenang saja Rich, mereka akan menjadi tanggung jawab duo pria yang super tabah menghadapi Rania dan Biana."
"Terkadang aku bingung, kok bisa kamu punya saudara perempuan yang super receh begitu!" Richard melihat bagaimana Hyde memarahi Raihanun tapi gadis cantik itu hanya melengos. "Bahkan Nynunyun dimarahi Hyde juga tidak mempan!"
Vicenzo menoleh kearah mata Richard menatap. "Kalau Nyunyun, kamu tahu kan dia anaknya siapa? Macam Oom Shinichi, semakin dimarahi semakin mental entah kemana..." gelak Vicenzo. "Nyunyun itu tidak ada takut-takutnya dengan Hyde dan aku. Bagi dia, kita kakaknya jadi nggak bakalan sadis-sadis marahinya."
"Keluarga kalian memang hobinya rusuh."
Vicenzo tergelak. "Hidup itu perlu balance Rich! Kita sudah pusing dengan semua pekerjaan dan segala permasalahannya jadi kerusuhan di keluarga itu seperti healing tersendiri."
Richard hanya tersenyum.
***
Alisha menatap geli ke gayanya Raihanun yang berlagak membersihkan telinganya ketika Hyde mengomelinya soal membuat bom cat.
"Lha meh piye mas. Wis ( sudah ) kejadian. Ora iso dibaleni ( tidak bisa diulang )" sahut Raihanun cuek.
"Terus kamu mau ngulang lagi?" tanya Hyde.
"Dengar mas Hyde, aku memang tidak sengaja membuat bom cat itu tapi setidaknya acara ghibah dan membully di kelas pun berhenti! Aku tidak suka mendengar orang selalu merasa paling dari yang lainnya! Yang masuk di asrama itu tidak semuanya orang kaya, ada yang mendapatkan beasiswa dan dia bekerja paruh waktu untuk mendapatkan tambahan uang jajan. Aku lebih respek dengan orang yang seperti itu dan aku cukup malu kalah karena aku masih disokong oleh appa dan Okāsan. Tapi anak-anak sok kaya itu mengghibah teman-teman aku yang struggle jadi saat bom cat aku meledak, sama semua kan menjadi biru? Tidak ada barang branded yang kamu pakai terlihat, semuanya sama birunya. Sampai para guru kami pun tidak bisa mengenali. Mau apa sekarang?" papar Raihanun panjang lebar membuat ketiga kakaknya terdiam.
"Setidaknya kamu lebih brutal dari Mbak Rania. Dan mbak salut sama kamu!" senyum Rania sambil memeluk Raihanun.
Hyde hanya tersenyum saat tahu alasan adiknya yang berwajah imut itu. "Lain kali, lempar ke Empang!"
"Mas Hyde!"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️