
Istana Brussels Belgia...
Keluarga Léopold menyambut para anggota keluarganya yang baru saja datang dari Dubai. Ayrton dan Mariana Schumacher, Gasendra dan Gemma Schumacher, Garvita Schumacher dan Gabriel Luna bersama kedua anak mereka Galena dan Billy.
Keluarga Dubai memang diwakili oleh keluarga Schumacher karena Direndra Blair ada pertemuan semua Emir di timur tengah bersama dengan Enzo Al Jordan sedangkan Alaric Blair ada acara dengan para pengusaha di New York mewakili AJ Corp dan Al Azzam - Blair bersama dengan Radhi Blair.
Damian sendiri tidak bisa hadir karena harus menjaga Dubai disaat para Keluarga nya pergi apalagi Ken Al Jordan berjaga di rumah sakit. Dari keluarga Qatar, Kalila Al Jordan dan Alexander Khalid pun hadir bersama kedua putra dan putri mereka, Kaysan dan Aghnia.
"Kalian yang generasi ketujuh kumpul deh di istana sebelah. Semua pada berkumpul disana...." ucap Sean. "Biar paman Greg mengantarkan kalian."
Eléonore yang melihat Billy datang, langsung menghampiri bocah laki-laki itu. "Billy!"
Bocah bermata biru itu menoleh dan melihat anak perempuan yang selalu membuatnya sebal karena suka menelponnya. "Halo Elle."
Eléonore tersenyum. "Apa kabar?"
"Baik. Kamu?"
"Baik, Alhamdulillah."
"Billy, kamu mau ikut mbak Lena, mas Kay dan mbak Aghni gak ke sebelah?" Galena menghampiri kedua adiknya.
"Aku ke sebelah mbak" jawab Billy. "Ada Edward kan?"
"Ada. Elle, kamu mau ikut mbak Lena atau disini saja?" tanya Galena.
"Disini saja. Elle sama mommy." Eléonore menatap Billy dengan tatapan yang tidak bisa dibaca oleh bocah laki-laki itu.
***
Para anak Dubai hanya bisa melongo melihat semua sepupunya yang datang tampak asyik membahas berbagai macam hal terutama bom cat ala Raihanun.
"Nyunyun, mau dong formula nya" cengir Kaysan atau biasa dipanggil Kay. Pria yang usianya diatas Raihanun dua tahun atau sebaya dengan Galena itu sekarang kuliah di University of Cambridge mengambil jurusan science di bidang bio teknologi.
"Mas Kay mau apa?" tanya Raihanun.
"Formula bom cat nya."
"Nanti aku kirim mas yang hasilnya jadi pelangi" cengir Raihanun.
"Sip, Nyunyun!" seringai Kaysan.
"Astaghfirullah..." gumam Vicenzo.
Alisha yang kedatangan sepupunya dari Dubai langsung menyambut hangat. "Sayang yang lain pada nggak datang ya?"
"Pada nemenin Oom dan Opa sebagai bagian menjadi Emir. Jadi ya kita saja yang datang" jawab Aghni, gadis yang sebaya dengan Raihanun.
"Tak apa yang penting pas acara ijab datang" senyum Alisha.
"Assalamualaikum!" seru suara seorang pria, membuat semuanya menoleh.
"Wa'alaikum salam Mas Arsya, mbak Vio" salam semuanya.
***
Arsyanendra menatap ke semua sepupunya dengan wajah sumringah. "Boys and Girls, pengumuman. Kalian semua akan menjadi Oom dan Tante..."
"Sudah berapa bulan Vio?" tanya Rania.
"Alhamdulillah jalan enam Minggu" senyum Violet yang tampak bahagia ke arah semua sepupu perempuan suaminya.
"Dihati-hati, itu bawa pangeran dua kerajaan lho" celetuk Galena.
"Iya Lena sayang" ucap Vio sambil mencium pipi putri Garvita dan Gabriel itu.
"Emang yakin anaknya mbak Vio cowok?! Belum tentu. Macam aku lah. Daddy bilang aku Ngumpet pas di USG jadi Daddy menyiapkan nama cowok tapi ketika aku nongol, bubar deh..." kekeh Charusmita.
"Doakan saja cowok biar dua Opa rebutan" cengir Ashley.
"Mbak, kalau cowok, kira-kira tar megang Belgia atau Belanda?" tanya Galena.
"Belgia lah Lena. Kan Arsya putra mahkota Belgia" celetuk Rania.
"Tapi kalau diklaim jadi putra mahkota dua kerajaan... keren deh..." gumam Raihanun.
"Nyunyun sayang, itu tidak mungkin terjadi. Belanda dan Belgia tidak mungkin merger karena sudah merupakan konstitusi sendiri - sendiri" jawab Alisha.
"Lha mbak Alisha sama bang Richard gimana? Bang Richard kan sudah nggak jadi putra mahkota." Raihanun menatap kakak sepupunya itu.
"Ya nggak gimana-gimana, Nyunyun."
"Bang Louis yang naik tahta nanti?" tanya Mita.
"Tampaknya begitu, Mit."
"Ah Bang Louis cocok jadi raja ... " gumam Raihanun.
"Louis terlalu kalem. Aku nggak suka!" ucap Ashley. "Kurang galak dibandingkan bang Richard."
"Yang mau sama kamu juga siapa Ashley?"
Tubuh Ashley membeku ketika mendengar suara yang dikenalnya. Tampak Louis berdiri di belakang gadis itu sambil menyeringai.
"Halo semua.... Apa kabar?" senyum adik Richard Carrington itu. "Hai Ashley. Kapan kamu mau makan malam sama aku?"
Ashley langsung melongo membuat para saudara perempuannya kepo maksimal.
"Ashley... kamu hutang penjelasan!" Rania menatap adiknya judes.
Ashley hanya bisa melengos dan memandang Louis galak.
"Dasar ikan lele!" umpat Ashley kesal.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️