
Kediaman keluarga McGregor London
Alex Darling tersenyum ke arah keluarga Sultan dan kerajaan itu dengan percaya diri. Dirinya membungkuk hormat ke arah Richard dan Alisha yang berdiri menyambut chief polisi Scotland Yard itu.
"Chief Superintendent Alex Darling" sapa Richard sembari mengulurkan tangannya.
"Your Highness" sapa Alex menyambut jabatan tangan Richard. "My Lady."
"Selamat datang Alex" sambut Charles McGregor yang saling berjabat tangan dengan Alex lalu disambung dengan Raine, Gabriel, Garvita dan Galena. Alex terpesona dengan mata biru Galena yang sangat biru.
"Maaf jika saya mengganggu waktu weekend kalian semua" senyum Alex setelah semuanya duduk kembali.
"Santai saja" sahut Richard. "Pizza?"
Alex melongo. Jadi benar rumor Pangeran Richard adalah pangeran humble itu benar. Alex jarang berhubungan dengan keluarga kerajaan karena dirinya bertugas di bagian homicide atau pembunuhan jadi jika ada acara kerajaan, nyaris tidak pernah mengawal mereka.
"Ambil saja Lex. Disini tidak ada gelar dan protokoler" paksa Charles.
Edward dan Eléonore hanya memerhatikan pria yang tampak kebingungan itu.
"Ambil pizzamu, chief."
Alex menatap gadis berambut coklat panjang itu yang dengan cueknya menaikkan satu kakinya di sofa sambil menyesap kopinya. "Ba...baik." Pria itu mengambil sepotong pizza dan mulai memakannya. Tak lama para pelayan membawakan sekotak es batu, gelas dan Beberapa botol coke.
"So, bagaimana hasilnya?" tanya Alisha tidak sabar.
"Jadi Mrs Durham itu sudah membuat asuransi dengan atas nama Billy Gallagher enam bulan lalu. Dan nilai polisnya adalah £250,000 jika Billy meninggal."
Galena melotot. "What! Sekarang dimana nenek gayung itu? Aku cincang dia!"
"Lenaaaa" tegur Gabriel yang sudah cukup pusing dengan jiwa bar-bar putrinya. Ya benar Oma Sabine sudah tiada, tapi nggak nurun juga sifatnya ke Galena. Gabriel dan Garvita sampai pusing saat masih sekolah harus datang ke ruang kepala sekolah Beberapa kali karena Galena sering berkelahi meskipun demi kebaikan membela temannya yang dibully.
"Terus?" Galena menatap Alex serius dan penuh minat.
"Jadi saat Rania dan my Lady memberikan rekaman CCTV itu, saya segera menyelidiki motif dan latar belakang kenapa Mrs Durham melakukan hal itu karena uang asuransi kedua orang tua Billy jika digabungkan sekitar £150,000 dan itu sudah tinggal £20,000 an hanya dalam waktu kurang dari setahun. Rupanya Mrs Durham membuat polis asuransi di perusahaan yang sama dengan asuransi kedua orangtuanya Billy."
"Makanya dia membuat polis asuransi atas nama Billy dengan nominal wow supaya bisa mendapatkan uang lagi... Tapi masa perusahaan asuransi tidak memeriksa bahwa Billy masih dibawah umur?" Richard menatap Alex dengan wajah bingung.
"Rupanya agen asuransi nya itu bekerja sama dengan Mrs Durham dengan iming-iming, uang bayaran" jawab Alex.
Alisha, Raine dan Alisha saling berpandangan.
"Berapa tuntutan yang kamu ajukan, Lex?" tanya Gabriel.
"Banyak" gelak Alex. "Penggelapan dana pemerintah, penipuan, penganiayaan anak, percobaan pembunuhan dan banyak daftarnya."
"Hukumannya?" tanya Charles.
"Minimal 30 tahun penjara."
"Bagus lah! Mampus saja di penjara!" sahut Galena judes.
Alex tersenyum ke arah gadis yang tampaknya sama saja dengan Rania kelakuannya. Memang cocok jadi adiknya dokter brutal itu.
"Lenaaaa..." kali ini Garvita yang menegur putrinya.
Galena hanya mendengus pelan lalu mengambil pizzanya.
"Mbak Lena sama ma mbak Rania. Kalau ngomong judes!" celetuk Eléonore.
"Ya wajar lah chibi, kan mbak Lena adiknya mbak Rania. Sama-sama anak kedokteran pula. Kalau nggak mirip, nanti diragukan. Macam kamu, chibi. Kapan tingginya?" goda Galena yang sukses membuat Eléonore langsung menangis.
Alex dan Edward hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Garvita memarahi putrinya dan Raine memeluk Eléonore yang memang manja.
"Selamat datang di kerusuhan" kekeh Richard.
"Saya sudah tahu, Your Highness. Kan saya dulu satu Tim debat dengan Rania di kampus" senyum Alex.
"Sangat paham, Your Highness."
Richard dan Alisha saling berpandangan sambil tersenyum.
"Maaf Mr Luna, apa benar anda hendak mengadopsi Billy Gallagher ?" tanya Alex ke Gabriel.
"Benar. Karena bagi saya, Billy tidak pantas tinggal bersama dengan nenek macam itu" jawab Gabriel.
"Sekarang Billy bersama siapa di rumah sakit?" tanya Garvita ke Alex.
"Bersama dengan nyonya Angelie Jha, tetangganya yang merupakan orang pertama membuka bagaimana kehidupan Billy sebenarnya. Dan my Lady lah yang memasang CCTV meskipun tujuan utamanya untuk mencari bukti buat diserahkan ke child service, siapa sangka menjadi bukti krusial saat terjadinya percobaan pembunuhan pada Billy" jawab Alex.
"Bagaimana kalau kita siang ini ke rumah sakit untuk menengok Billy? Sebelum kita mulai acara pengajuan proses adopsi?" Tanya Garvita ke suami dan putrinya.
"Boleh mom" jawab Galena antusias ingin melihat calon adik angkatnya. Sudah tidak sabar gadis itu untuk membuat Billy menjadi anak yang berani. Kalau perlu dibuat bar-bar macam dirinya.
"Saya temani nanti, Mr dan Mrs Luna" sahut Alex. "Karena Billy kan posisinya masih sebagai saksi dan korban."
"Baiklah."
***
Siang ini keluarga Luna berangkat ke rumah sakit bersama dengan Alex Darling usai makan siang bersama di kediaman McGregor. Eléonore yang penasaran dengan kakak yang dimarahi saat dirinya melihat CCTV bersama Alisha, ikut serta karena ingin menghibur Billy. Richard dan Alisha pun berpamitan untuk ke Kensington karena Medeline kangen dengan calon menantunya.
***
British Royal Hospital London
Rania menyambut rombongan keluarga Dubai dengan hangat apalagi melihat Galena, adiknya yang satu server dengan dirinya tapi wajahnya melengos melihat Alex ikut serta.
"Ayo ke kamar Billy. Dia ditunggui oleh Angelie, tetangganya" ajak Rania.
Galena yang berjalan di belakang bersama Alex, tampak penasaran dengan chief satu ini. "Chief..."
"Yes Miss Luna?"
"Panggil Lena saja. Aku penasaran, apakah ada kasus yang membuat anda terbengong-bengong?"
Alex menoleh ke arah gadis jangkung ini dengan tatapan bingung. "Anda menginterogasi saya, Lena?"
"Iiissshh, kepo masa nggak boleh?" sungut Galena manyun.
"Ada Lena. Kasus pembakaran berantai atau serial arsonist dan pelakunya adalah perempuan." Alex menatap gadis bermata biru yang tampak antusias.
"Serial arsonist? How? Dia ketahuan bagaimana?" tanya Galena yang memang suka cerita kriminal.
"Jadi dulu waktu kecil, si pelaku pernah menjadi pahlawan yang menyelamatkan keluarganya dari kebakaran hingga membuat dirinya mendapatkan penghargaan dari membuatnya jadi selebriti lokal. Rupanya setelah dewasa, dia merasa orang lain tidak mengingat kepahlawanannya dia dan mulai melakukan pembakaran dengan alibi kecelakaan. Hingga terjadi korban jiwa di suatu tempatnya dia bekerja..." cerita Alex. ( Kasus ini benar-benar terjadi di Inggris ).
"Jadi jiwa ingin tetap dianggap pahlawan lagi membuat dirinya melakukan hal itu?" Mata biru Galena menatap tidak percaya. "Sick, man."
"Exactly."
Tak lama keduanya sampai di kamar Billy.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️