Kings And Queens

Kings And Queens
Pernikahan Arsyanendra dan Violet



Acara Pernikahan Arsyanendra dan Violet


Hari ini Alisha, Rania dan Biana berangkat ke Amsterdam bersama dengan keluarga McGregor untuk menghadiri acara pernikahan Arsya dan Violet. Menggunakan pesawat pribadi milik keluarga McGregor, mereka semua berangkat dari London. Keluarga kerajaan Inggris pun terbang ke Amsterdam atas undangan raja Hans.


Alisha memang tidak pulang ke Brussels saat hendak ke Amsterdam karena memilih terbang dari London bersama Oom dan Tantenya. Rombongan itu tiba bersamaan dengan rombongan Tokyo. Tampak keluarga Bianchi datang lengkap dan Rania beserta Biana langsung heboh bertemu dengan sepupu kulkas 24 pintu ( kata dua gadis ini saking dinginnya ) dan Hyde hanya tersenyum tipis.


"Ya ampun Hyde, jadi Jekyll dong! Yang cerah gitu kek! Jangan muka macam kurang skincare, kaku!" omel Rania membuat asistennya, Shohei Kawaguchi tidak tahan untuk tidak menimbrung.


"Nona Rania, kira-kira skincare yang membuat wajah lemas dan luwes agar tidak kaku macam keset besi apa ya merk-nya?" tanya Shohei dengan wajah super serius.


Alisha tertawa mendengar ucapan pria satu itu. Shohei Kawaguchi adalah Shen, anak Hongkong yang membantu saat Luke Bianchi kehilangan pengawalnya akibat menjadi korban perdagangan organ tubuh manusia. ( Baca Jayde and Wira Stories ). Luke lah yang memberikan nama baru itu ke Shen dan sejak masuk Yakuza Takara, Shohei sudah diplot menjadi kepercayaan Hyde.


Berbanding terbalik dengan Hyde yang kaku nya mengalahkan kutub Utara, Shohei adalah pria yang ceria cenderung badut, absurd dan Membagongkan tapi di balik semua itu, dia deadly weapon. Jika ada yang berani macam-macam, Shohei bisa jauh lebih sadis dari bossnya.



Visual boss dan asistennya


"Kalau perumpamaan kamu keset besi, skincare nya itu baking soda" jawab Biana asal membuat Rania dan Alisha semakin terbahak.


"Wah, bukannya minyak curah?" balas Shohei yang semakin membuat Hyde manyun. Ketiga gadis itu tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana Hyde menatap tajam ke asistennya yang hanya nyengir kuda sambil memberikan tanda V di jarinya.


"Kalian itu lho! Berisik!" tegur Rin Ichigo Bianchi. "Hyde, mukanya yang relaks dong..."


"Hhhhmmm..." sahut Hyde cuek.


Rin menggelengkan kepalanya, sudah hapal tabiat putra tunggalnya.


Rombongan itu pun masuk ke dalam mobil yang sudah disiapkan.


***


Rombongan Tokyo dan London ditempatkan di sebuah kastil yang khusus untuk keluarga Arsyanendra. Tampak semua tamu undangan dari keluarga klan Pratomo sudah hadir. Avaro yang sedang mengobrol dengan Vicenzo dan Rase, tersenyum melihat saudara kembarnya.


"Akhirnya datang juga" senyum Avaro sambil memeluk kembarannya.


"Woi Rase, Salim sama kakak kamu!" ucap Rania ke adiknya yang hanya menatap datar ke kakak recehnya.


"Kakak beda setahun setengah saja..." sungut Rase, bungsu Samuel Prasetyo dan Blaze Bianchi itu.


"Tetap saja gue brojol duluan, gagak!" balas Rania sambil memiting leher adiknya yang jangkung.


"Nama gue Rase, musang bukan gagak, Bambaaaanngggg!" balas Rasendriya kesal.


"Lha dia ngaku kalau dia musang!" gelak Rania sambil mencium pipi adiknya yang lebih jangkung darinya.


"Kalian berdua itu kalau pisah bingung, ketemu gelut!" omel Blaze yang pusing melihat keributan dua anaknya.


"Kan macam bokap dan nyokap" balas Rania cuek sambil mencium pipi ibunya. "Hai mom."


"Sha, kakakmu satu ini sudah bikin ulah apa?" tanya Blaze ke Alisha. "Apa ada pasien yang stress punya dokter bar-bar begini?"


"Ya Allah mommyku, emakku, nyokapku, tega nian bilang gitu ke anaknya. Harusnya mommy bilang gitu ke Rase! Secara muka dia 11-12 sama si Yakuza kampret itu!" protes Rania.


Blaze memicingkan matanya ke putrinya yang tersenyum manis.


Alisha hanya menggelengkan kepalanya dan berpamitan mencari kedua orangtuanya serta kakak sulungnya.


"Kalau cari Oom Sean dan Tante Zinnia, ada di halaman samping mengobrol sama Opa Ayrton dan Oma Mariana" celetuk Vicenzo, putra Leia Bianchi dan Dante Mancini yang berpapasan dengannya.


"Makasih mas Vic" senyum Alisha lalu menuju halaman samping kastil lalu melihat keluarga nya disana.


"Assalamualaikum" sapa Alisha membuat semua orang menoleh dan tampak senang dengan kehadiran gadis itu.


"Wah anak mommy sudah datang..." sapa Zinnia sambil memeluk dan mencium pipi putrinya. Sean pun langsung memeluk anak gadisnya. Alisha lalu Salim ke kedua opa dan Omanya.


"Nggak Oma. Sudah diwanti-wanti sama Richard" gelak Alisha. "Lagipula Sha kan konselor buat anak-anak. Bisa kabur nanti orang tuanya lihat Sha bar-bar."


"Adikku sudah datang?"


Alisha menoleh dan tersenyum lebar melihat kakaknya datang. "Mas Arsya!" serunya sambil menghambur ke pelukan kakak sulungnya.



Arsyanendra Léopold


"Wah, kamu kok gemukan? Pasti diajak makan terus sama Rania deh!" kekeh Arsya sambil mencium kepala adiknya.


"Lha kan satu rumah sakit jadi mbak Rania sering ajak makan siang bareng ... Kan mas Arsya tahu mbak Rani tukang makan" cerita Alisha sambil berjalan kembali ke sofa bersama keluarganya.


"Besok acaranya dimana?" tanya Mariana setelah semuanya sudah duduk.


"Castle De Haar. Acara sederhana saja kata Hans" jawab Sean. "Dia yang minta ya sudah. Paling nanti kita ada unduh mantu."


"Nggak usah, nggak papa Dad. Acara royal wedding buat dik Alisha saja besok. Kan pasti acaranya di Brussels baru nanti resepsi di London. Yakin deh, mana mau Oom Henry nggak bikin acara" kekeh Arsya.


"Lha mommy sudah siap mau buat acara unduh mantu" protes Zinnia.


"Nggak usah mewah-mewah mommy. Arsya tahu uang mommy banyak tapi kan lebih baik acaranya simple saja tidak usah megah-megah. Cukup perkenalan Vio sebagai istri Arsya saja" senyum Arsyanendra membuat Zinnia tidak bisa bilang apa-apa.


"Sudah bikin simple tapi spesial pakai telor macam nasi goreng" senyum Karl.


Zinnia pun mengangguk.


***


Pagi ini perhelatan acara royal wedding antara putra mahkota kerajaan Belgia dan putri mahkota kerajaan Belanda diadakan. Banyak para tamu undangan yang datang ke kastil De Haar, kastil yang sangat indah bagaikan gambar di cerita putri raja.


Tamu undangan yang tidak hanya berasal dari kerajaan di berbagai negara tapi juga para pengusaha, selebritis dan atlet pun hadir atas undangan calon pengantin. Rania dan Biana hanya bisa melongo melihat dua pria yang menyebalkan datang dengan senyum merekah lalu menghampiri keduanya.


Wajah Rania dan Biana langsung cemberut dan menatap judes ke Arsyanendra yang sudah siap di depan menunggu Violet datang. Calon pengantin yang dijudesi oleh sepupunya hanya tersenyum manis.


Chris Armstrong dan Leonardo Rossi langsung menggenggam tangan Rania dan Biana yang hanya bisa menahan diri untuk tidak menghajar mereka.


Tak lama, pengantin wanita pun masuk ke ruangan yang dulu bekas katedral tapi sekarang disulap menjadi tempat ijab. Violet tampak cantik dengan gaun sederhana berwarna putih dan tiara di kepalanya. Raja Hans sendiri yang menggandeng putrinya ke meja ijab. Semua tamu undangan terpesona dengan putri Belanda itu yang meskipun sederhana tetap auranya bersinar.


Arsyanendra menerima Violet dan keduanya duduk di meja depan meja untuk ijab sembari menunggu Raja Hans duduk. Tampak raja itu mengusap matanya yang basah tapi raut wajah bahagia terlihat disana.


"Kita mulai sekarang, Your Highness?" tanya Imam mesjid Amsterdam.


"Iya, kita mulai sekarang."


***



Visual nya Violet Van Bummel


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️