
British Royal Hospital London Inggris
Rania masih memegang kepalanya merasa pusing dengan kekacauan yang dibuat oleh Chris Armstrong ketika iMac Alisha berbunyi dan tampak Biana menghubungi adiknya.
"Assalamualaikum mbak Bia... Ada apa?" tanya Alisha.
"Wa'alaikum salam. Sha, Rania mana?" tanya Biana yang sudah kembali ke Massachusetts usai menyelesaikan studinya di Oxford. Biana sudah menjadi dosen junior di Harvard.
"Mbak Rani disini mbak..."
"Apa Bia?" tanya Rania yang menghampiri kursi adiknya.
"Apakah trio kampret itu hobinya berbuat ulah?" tanya Biana.
"Oom Shin, Oom Valentino dan Oom Arka?" tanya Alisha bingung.
"Bukan! Eh harusnya aku ganti, trio Demit!"
Rania dan Alisha saling berpandangan. "Chris, Leo dan Richard maksudnya mbak?" tanya Alisha.
"Siapa lagi?" cebik Biana dan tampak wajah gadis itu kesal luar biasa.
"Memang ada apa Bia?" tanya Rania.
"Gara-gara si Richard mau lamar Alisha besok Desember, Eh si koboi cengeng ikutan mau lamar aku coba!" omel Biana yang membuat Rania dan Alisha melongo. "Dan tahu apa yang koboi cengeng bilang? 'Kayaknya asyik ya Bia, kalau kita triple wedding'. Aku bilang 'Yang benar saja! Alisha dan Richard itu royal wedding!' Kalau kita 'banteng wedding'!"
Alisha dan Rania tertawa. "Kok bisa banteng?"
"Kan si koboi cengeng atlet Rodeo so banteng lah!" jawab Biana cuek.
"Memang Leo sudah melamar kamu?" tanya Rania.
Biana menunjukkan jari manisnya yang melingkar cincin berlian cantik.
"Kalau kamu tidak mau menikah dengan Leo, kenapa kamu mau menerima cincinnya?"
"Rania, kamu tahu, si koboi cengeng itu dengan cueknya meminta bertemu dengan Daddy dan Mommy di RR's Meal! Dimana aku sedang bersama Opa dan Oma disana. Dan Leonardo bukan Dicaprio itu main lamar aku di depan keluarga aku!" pekik Biana kesal.
"Kamu say No lah..."
"Dengan pelototan mommy dan Oma? Yang seolah bilang 'Itu bocah sudah berani nembung di depan kami tapi kamu berani menolak? Yang benar saja. Biana!' Aku ngelawan mereka? Auto coret dari daftar pewaris RR's Meal!" omel Biana.
"Ada apa sih dengan trio Demit? Mereka berani maju ke opa, Oma, ortu kita..." Rania memegang pelipisnya.
"Jangan bilang Si Demit juga melakukan hal yang sama?" Biana menatap Rania. "Demit juga melakukan hal yang sama." Biana mengusap wajahnya.
"Dan Opa Joey langsung menerima dengan tangan terbuka! Bahagia tuh Opa calon cucu menantunya adalah atlet favoritnya" jawab Rania kesal.
"Bukankah itu bagus? Triple Wedding di London?" senyum Alisha membuat kedua kakaknya mendelik judes.
***
Istana Kensington London
Richard dan Louis tertawa terbahak-bahak saat mendengar cerita Alisha tentang dua kakaknya yang dilamar dengan beraninya oleh para pria yang sudah jatuh cinta dan berani berbuat nekad.
"Mereka melamar dua kakak bobrokmu itu tanpa perduli bagaimana perasaan dua cewek brutal ke mereka?" tanya Richard.
"Yes. Dan mereka dengan beraninya datang ke opa, Oma, oom dan tanteku. Tentu saja bagi Opa dan oom aku, pria yang berani menghadapi mereka dan berani menembung langsung adalah pria yang serius dan bisa dipegang ucapannya."
"Macam aku kan Sha" senyum Richard sambil merangkul Alisha dan mencium keningnya. "Desember aku lamaran dan kamu maju sidang tesis?"
"Sidang diundur Januari, Richard."
"Setidaknya kamu sudah maju sidang dan pasti lulus." Richard menatap Alisha lembut.
"Bagaimana dengan Billy, anak yang diangkat oleh keluarga Lena?" tanya Louis.
"So far sudah bisa adaptasi kata Lena. Kalian kan lihat sendiri kemarin pas acara mas Arsya."
"Dia lebih banyak bersama Edward dan Eléonore sih... Mungkin karena sebaya dan sudah kenal" ucap Richard.
"Apakah Eléonore akan berpaling dariku?" ucap Richard mendrama. "Aduuuh!"
"Richard! Kamu menyebalkan!" protes Alisha sambil memukul bahu Richard yang tertawa geli melihat gadisnya mode cemburu karena selama ini Alisha selalu bisa mengontrol perasaannya seperti hal nya para princess yang berada di istana. Alisha akan berubah ramai jika bersama dengan kakak-kakaknya yang super bobrok.
"Aku suka kalau kamu cemburu, Sha" kekeh Richard sambil mencium hidung Alisha.
"Oh my God! Segeralah kalian apa namanya itu ijab mobile?" ucap Louis dengan nada menggoda.
"Ijab Kabul" jawab Richard dan Alisha bersamaan.
"Salah sedikit" kekeh Louis.
***
"Jadi? Biana dan Rania sudah dilamar?" tanya Zinnia ke kedua sepupunya, Nadira dan Blaze.
"Iya. Leonardo mendatangi Daddy di RR's Meal dan mas Pedro di Quantico. Dia langsung bilang kalau ingin menikah dengan Biana. Padahal kami tahu hubungan Biana dan Leo itu bagaikan Air dan minyak!" cerita Nadira.
"Chris malah melamar di depan kami berlima padahal Rania posisi masih di London" sahut Blaze.
"Siapa saja berlima itu Bee?" tanya Zinnia.
"Aku, Bebek, Rase bareng Daddy dan mommy" jawab Blaze. "Kalau Opa masih ada, mungkin sekalian deh!"
Zinnia hanya bisa bersedekap menatap kedua sepupunya merasa pusing dengan pria-pria yang mengejar putri mereka. "Tapi aku salut lho mereka berani datang ke Oom Joey dan Oom Jendra. Lalu bertemu dengan Sammy dan Pedro. Jarang anak jaman sekarang berani nembung macam itu."
"Richard sendiri juga sudah menghadap Sean kan?" tanya Nadira.
"Sudah. Dan sekarang, suamiku galau..."
Nadira dan Blaze tertawa terbahak-bahak. "Samalah dengan Bebek dan Pedro."
"Kamu tahu Zee, mas Pedro bilang Biana masih bayi. Ya ampun, Biana sudah 24 tahun!" gelak Nadira.
"Padahal dulu suami-suami kita gimana ya?" kekeh Zinnia.
"Mereka lupa, bahwa dulu pun mereka sama" senyum Blaze.
"Tapi apakah Medeline keberatan jika terjadi triple Wedding?" tanya Nadira. "Biar sekalian gitu? Soal biaya, kita bisa atur lah."
"Triple Wedding?" tanya Blaze. "Nad, yang benar saja! Alisha dan Richard itu royal wedding. Kita? Rengginang wedding!"
Nadira dan Zinnia tertawa. "Pecahan rengginang ya Bee" goda Zinnia. "Duh jadi kangen makan itu."
"Bagaimana kalau triple Wedding tapi kita setelah royal wedding. Atau Rania dan Biana diundur Juni?" usul Blaze. "Supaya tidak mengganggu jalannya royal wedding?"
"Itu lebih baik, Bee. Alisha di Brussels dan Juni kita di New York. Macam jamannya Deya dan Veena" senyum Nadira.
"That's much better..." senyum Zinnia. "Biar bebas. Kan kalian tahu sendiri royal wedding nya Arsya Vio macam gimana ketatnya."
"Iya, kita tidak bisa rusuh!" sambung Blaze.
"Tapi apa kalian berdua sudah setuju dengan Chris dan Leonardo menjadi menantu kalian?"
"Oom Benji sudah screening mereka berdua dan keduanya lolos, Zee. Lagipula mereka juga setia menunggu dua anak gadis yang bar-barnya nauzubillah!" senyum Blaze. "Mau bilang apa?"
Zinnia tersenyum.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️