
British Royal Hospital London Inggris
Alisha mendengarkan cerita Billy dengan penuh perhatian. Bocah itu sudah yatim piatu dan tinggal bersama dengan neneknya dari pihak sang ibu. Nenek itu tidak menyukai cucunya tapi karena adanya bantuan dari pemerintah Inggris untuk biaya Billy, maka dia berusaha menutupi dari child service yang selalu mengontrol kondisi para anak-anak yang menerima bantuan. Aslinya, Billy sering disiksa secara psikis dan verbal oleh neneknya yang tidak berani melakukan pemukulan karena bisa langsung dicabut bantuannya dan Billy diambil oleh negara jika ketahuan melakukan tindakan pemukulan. Tentu saja pendapatan rutin setiap bulan bisa hilang jika dirinya ketahuan menyiksa Billy secara fisik.
"Kamu ingin keluar dari rumah nenek kamu?" tanya Alisha.
"Iya my lady. Aku sudah tidak tahan mendengar cacian grandma..."
"Apakah kamu ada bukti penyiksaan verbal nenek kamu?"
Billy menggelengkan kepalanya. "Aku tidak punya ponsel atau alat rekam, my lady."
"Kamu dibawa kemari karena di sekolah, tampak histeris?"
Billy mengangguk. "Miss Angelie yang mengantarkan aku ke rumah sakit karena aku tidak bisa berhenti berteriak. Dan oleh dokter cantik yang merawat aku disarankan untuk konseling..."
Alisha tahu pasti kakaknya Rania yang menyarankan karena semalam dia mendapatkan email untuk menkonseling bocah ini dengan memo ASAP ( As soon as possible ).
"Sekarang kamu tinggal bersama siapa?" tanya Alisha.
"Dengan Miss Angelie, tetangga kami. Grandma sedang berlibur ke Yunani..."
Alisha mengelus kepala Billy lembut. "Biar aku cari jalan bagaimana caranya kamu bisa lepas dari nenek kamu."
Tiba-tiba Billy memeluk Alisha. "Terimakasih my lady ..."
Alisha tersenyum dan membalas pelukan bocah itu.
***
"Benar your highness, neneknya Billy itu sering memarahi nya" jawab Angelie, wanita paruh baya keturunan Pakistan yang selama ini menampung Billy setelah neneknya berlibur dengan kapal pesiar dengan uang yang didapat dari pemerintah, saat Alisha menanyakan bagaimana Billy di rumah.
"Dan neneknya berlibur ke Yunani?" tanya Alisha yang meskipun wajahnya tampak anggun tapi hatinya merasa kesal karena uang bulanan itu dipakai untuk berfoya-foya si nenek.
"Yes your highness. Saya sudah berusaha memberi tahu pihak child service tapi neneknya selalu mengatakan saya hanya halusinasi. Apalagi saya keturunan imigran dan pasti tidak terlalu dipercaya."
"Miss Angelie, saya minta tolong. Nanti saya akan memberikan beberapa kamera CCTV kecil dan tenang, tidak akan terlihat karena kamera itu bisa berbaur dengan warna obyek yang ditempel. Saya butuh bukti otentik agar bisa membebaskan Billy dari lingkungan yang tidak sehat."
"Tapi apakah kita aman, your highness? Maksud saya, kita tidak melanggar hukum kan?" tanya Angelie cemas.
"Justru nenek Billy yang sudah melanggar hukum. Jika apa yang dikatakan Billy terbukti, hak asuh neneknya pun akan dicabut dan anak itu diambil negara. Neneknya pun tidak luput dari hukum pidana karena melakukan penyelewengan dana pemerintah." Alisha tersenyum smirk dan untuk kali pertama, Angelie melihat bagaimana putri Belgia ini tidak sehalus yang orang tahu. "Ditambah dia berlibur keluar negeri meninggalkan Billy bersama anda yang notabene orang asing dan hanya tetangga."
"Saya akan membantu Anda, your highness."
Alisha mengangguk puas.
***
Kamar Alisha di kediaman Keluarga McGregor
"Kamu butuh apa?" tanya Benjiro Smith saat dihubungi sang cucunya.
"Mini cam itu Opa. Alisha ingin mencari bukti kejahatan terhadap seorang anak berusia sepuluh tahun, klien ku. Dia mendapatkan celaan dan hinaan sejak tinggal bersama neneknya setahun terakhir ini sejak kedua orangtuanya meninggal karena kecelakaan. Sebelumnya dia adalah anak yang ceria dan aku sudah menghubungi gurunya."
"Apakah pemerintah Inggris memberikan tunjangan untuk anak itu?" Benji menatap cucunya.
"Iya Opa. Sebulan hampir £2,000. Lumayan banget kan? Belum asuransi kematian kedua orangtuanya."
"Baik Opa. Terima kasih" senyum Alisha.
"Apa yang akan kamu lakukan jika semuanya terbukti, Sha?" tanya Benji yang penasaran dengan keponakannya satu ini.
"Billy akan aku bawa pergi dari Inggris dan meminta ke Oom Gabriel untuk menggemblengnya menjadi anak laki-laki yang tangguh. Dia benar-benar mendapatkan mental breakdowns karena sebelumnya saat masih bersama kedua orangtuanya, dia hidup berbahagia."
Benji mengangguk. "Gabriel kan memiliki pengalaman yang sama kan? Hanya lebih tragis."
"Dan aku merasa Oom Gabriel lebih bisa membuat Billy kembali seperti Billy yang dulu. Aku sudah melihat rekaman videonya setahun lalu sebelum kedua orangtuanya meninggal. Anak yang ceria dan bersemangat, berbeda dengan sekarang. Seorang anak jika selalu dibully dan dikata-katain setiap hari, akan berasa mendapatkan brain wash..."
"Itu benar Alisha. Tidak hanya anak kecil tapi orang dewasa pun bisa mendapatkan perubahan perilaku dan pemikiran jika terus menerus mendapatkan doktrin..." gumam Benji.
"Itu maksud aku, Opa."
"Oke Opa akan bantu. Oh, Alisha apa kamu tahu kalau Mommymu membeli tanah di Kalimantan? Tanah yang semula menjadi sengketa perkebunan kelapa sawit?"
"Jadi opa?" Alisha memang mengetahui soal itu. Bahkan rencana Zinnia sudah tercetus sejak sepuluh tahun lalu tapi masih alot menghadapi berbagai macam birokasi dan perusahaan yang berada disana.
"Membangun hutan kembali menjadi konservasi ornag utan dan banyak flora fauna yang nyaris punah disana. Kamu tahu, Opa Travis dan Oom Nelson sudah membuat tanah itu jadi milik AJ Corp Indonesia dan tidak bisa diutak-atik oleh siapapun dan dipatenkan menjadi hutan hujan tropis untuk mengembalikan paru-paru bumi."
Alisha terharu dengan keputusan sang ibu mengeluarkan dana tidak sedikit demi mengembalikan hutan yang hilang. "Mommy memang selalu begitu..."
"Yup. Dan rencananya, semua keluarga Pratomo akan menjadi tameng jika ada yang macam-macam dengan hutan itu. Pihak WWF ( World Wide Fund for Nature ) beserta pihak konservatif penyelamatan orang utan dan hewan-hewan Indonesia, siap membantu menjaga."
"Opa, jangan bilang pengawal Al Jordan dan Al Azzam akan turun disana untuk mencegah orang-orang jahat..."
Benji hanya tersenyum smirk.
Alisha hanya tertawa kecil. "Alisha tunggu ya Opa kameranya."
"Oke anak cantik. Kamu itu sama dengan ibumu, tidak bisa tidak jika ada yang tidak sesuai dengan hati nurani" puji Benji.
"Aku akan memang anak mommy" kekeh Alisha.
***
Keesokan harinya pada sore hari, salah satu pegawai Smith Corp datang membawakan banyak kamera CCTV buatan Jang Geun-moon. Alisha tampak tersenyum senang sudah mendapatkan barang yang dia inginkan.
Lusanya, Alisha memberikan pada Angelie yang mengantarkan Billy konseling dengan memberitahukan bagaimana cara menggunakannya dan membiarkan Alisha yang mengatur semuanya.
Sore harinya, Alisha masuk ke dalam rumah Billy dan mulai memasang semua CCTV itu di ruang tamu, tengah, dapur, kamar si nenek, kamar Billy hingga tembok pintu flat. Angelie tampak terkejut bagaimana smoothnya kamuflase camera itu ke obyek yang ditempelkan.
Alisha menatap layar iMac kamarnya dan semua CCTV sudah terpasang. Menurut rencana, besok nenek Billy akan datang dan Alisha menunggu apa yang akan dilakukan orang itu.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️