Kings And Queens

Kings And Queens
Menjemput Alisha



Alisha masih asyik mengobrol dengan Stephanie ketika mendengar suara ramai dan riuh diluar, membuat gadis itu menoleh. Tak lama dari pintu kaca Alisha melihat kedua orangtua Stephanie membungkuk hormat.


Jangan bilang Richard kemari. Alisha memejamkan matanya. Benar-benar deh sobatnya mas Arsya satu itu!


"Alisha!" panggil Richard tanpa mengetuk langsung saja membuka pintu ruang rawat Stephanie.


"Your Highness" sapa Alisha sopan. "Bisakah anda mengetuk pintu dulu?"


"Ah, I'm sorry. Halo, siapa nama kamu?" sapa Richard ramah yang langsung menempatkan tubuhnya di belakang Alisha yang sedang duduk di sebelah tempat tidur Stephanie.


Gadis cilik itu hanya bisa melongo melihat pangeran Inggris itu datang.


"Namanya Stephanie, Rich" senyum Alisha sambil memegang tangan gadis cilik yang terasa gemetar panik.


"Hai Stephanie. Senang ngobrol dengan Alisha?" tanya Richard sambil meletakkan satu tangannya di bahu Alisha, sebagai tanda kepemilikan.


Stephanie mengangguk lalu berbicara dengan bahasa isyarat ke Alisha. Princess, ada apa dengan prince Richard kemari?


Alisha tersenyum. "Prince Richard datang kemari untuk..."


"Untuk menjemput Princess Alisha" potong Richard tegas membuat Alisha melongo.


"Hah?" gadis itu reflek mendongak menatap pangeran bertubuh tinggi itu.


"Iya lah. Aku mau ajak kamu makan siang. Ohya Stephanie, suka coklat?"


Stephanie mengangguk. Richard menoleh dan seorang pengawalnya datang dengan membawa sebuah keranjang kecil berisikan berbagai macam coklat.


Richard mengambil keranjang itu dan pengawalnya undur diri. Pangeran bermata biru itu pun menyerahkan keranjang coklat itu ke Stephanie.


Mata gadis cilik itu berbinar karena cokelat-cokelat itu berasal dari luar negeri. Terimakasih your highness.


Richard tersenyum. "Sudah selesai konseling nya?" tanya nya ke Alisha.


"Sudah, Rich." Alisha menatap ke Stephanie. "Besok aku kemari lagi."


Thank you Princess Alisha, thank you prince Richard.


Alisha tersenyum. See you tomorrow.


Richard tersenyum ke Stephanie dan mengusap rambut gadis cilik itu. "Get well soon."


Wajah Stephanie memerah. Ternyata sakit membawa berkah.


***


Alisha melirik judes ke Richard setelah mereka berada di mobil Range Rover milik pria itu. Mini Cooper miliknya diambil oleh salah satu pengawal Richard dan membawanya ke rumah Charlie dan Raine McGregor.


"Kamu itu!"


"Aku kenapa darling?" tanya Richard kalem.


"Apa tidak bosan-bosannya bikin gosip semakin memanas?" Alisha menatap tajam ke arah Richard. "Acara balapan kemarin saja kamu sudah bikin ramai sampai Daddy, mas Arsya dan Alvaro heboh!"


"Lho kan wajar, Sha. Aku sayang kamu, bahkan sejak kamu lahir. Memang ada yang salah?" tanya Richard.


"Bukan begitu! Tapi kan tidak mencium aku di depan orang banyak!"


Richard tersenyum manis. "Bibir kamu seksih soalnya."


Alisha mendelik. "Untung Daddy tidak sampai datang ke Inggris! Bisa perang tahu!"


Richard terbahak. "Paling aku disuruh milih, kamu atau Inggris."


"Richard! Jangan memilih aku! Kamu milik Inggris!" Wajah Alisha tampak panik.


"Buat apa aku memilih Inggris kalau kamu tidak ada di sampingku?" Richard menatap dalam ke mata coklat Alisha. "Hanya kamu yang aku inginkan menjadi ratu di hatiku dan ratu Inggris."


Alisha hanya bisa melongo. Akhirnya yang aku takutkan keluar juga dari mulut Richard.


***


Dua Bulan Lalu, Silverstone Circuit... Sebuah Flashback


Pagi ini semua anggota keluarga McGregor bersama dengan Alisha dan Rania pergi ke Silverstone Circuit untuk menonton acara balapan mobil bersama dengan Raja Henry dan Richard. Louis marah-marah tidak bisa ikut karena masih harus menjalani acara militer di Hawaii.


"Sha, kalian curang! Aku kan tidak bisa ikut!" omel Louis saat menelpon Alisha sepanjang perjalanan menuju Silverstone.


"Bukankah di Hawaii lebih seru? Kamu ditempatkan di Pearl Harbor kan?" kekeh Alisha.


"Memang kamu sampai kapan di Pearl?"


"Masih tiga bulan lagi dan lama-lama aku gendut disini sebab makanannya enak-enak apalagi udangnya."


Alisha tertawa. "Jangan lupa nge-gym Lou."


"Absolutely lah!"


Rania yang duduk di sebelah Alisha sambil menyetir hanya menggelengkan kepalanya mendengar percakapan unfaedah adiknya dengan sahabatnya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam akhirnya dua mobil yang membawa Charlie dan Raine McGregor serta Alisha dan Rania, tiba di sirkuit legendaris Inggris itu. Meskipun sudah tidak dipakai untuk arena balapan MotoGP maupun F1, tapi sirkuit itu tetap dipertahankan untuk hobi balapan Raja Henry yang tidak terlalu suka olahraga Polo atau Rugby.


"Daddy, apakah mas Richard ikut?" tanya Eléonore, princess centil yang tidak mau mengakui bahwa dia sebenarnya sangat centil.


"Richard ikut lah" jawab Charlie sambil menggandeng tangan putri centilnya.


"Aaahhh mas Richaarrrddd!" seru Eléonore sambil melepaskan tangannya dari genggaman Charlie dan berlari menuju Richard yang sudah memakai baju balapnya.


Gadis cilik itu langsung memeluk Richard yang tersenyum melihat Alisha datang bersama Rania sedang berjalan menuju arena balap.


"Mas Richard! Elle disini! Bukan disana!" protes gadis cilik itu sebal.


"Eh? Siapa ya?" goda Richard.


"Mas Richaarrrddd! Huwaaaaa!" Eléonore langsung menangis drama membuat semua orang disana tertawa melihat gadis cilik seperti boneka itu merajuk.


"Richaarrrddd, jangan goda princess Eléonore" tegur Henry sambil tertawa.


"Aaahhh princess cengeng, nggak asyik" goda Richard yang langsung membuat Eléonore menghentikan tangisnya.


"Cengeng! Gembeng! Manja!" ejek Edward sambil berjalan cool melewati adiknya yang melirik judes.


"Mas Edward nyebelin!" hardik Eléonore galak.


"Ish ish ish, Elle nggak pantas sama Richard. Mana mau sama cewek cengeng begitu" tambah Rania yang senang menggoda sepupu ciliknya.


"Mbak Rani nyebelin! Wek!" balas Eléonore sambil menjulurkan lidahnya.


"Elle, kalau kamu masih seperti itu, pulang saja sama mommy yuk!" ancam Raine galak meskipun nadanya pelan.


"No, mommy. Elle akan jadi anak baik." Eléonore langsung memegang tangan Raine pertanda takut ancaman ibunya menjadi kenyataan.


Richard tersenyum melihat drama keluarga Alisha lalu menghampiri gadisnya yang sedang menemui Medeline.


"Maaf ya Tante, Elle memang ratu drama" ucap Alisha meminta maaf.


"Tak apa. Macam Tante tidak tahu saja adikmu yang centil itu" kekeh Medeline.


"Tapi kan tidak enak..."


"Alisha sayang, kamu kan juga sama dulu seperti itu jadi tidak heran lah" senyum Medeline sambil menepuk sayang bahu Alisha.


"Sha, akhirnya datang juga" sapa Richard sambil memeluk gadis itu.


"Datanglah, nanti ada yang ngambek dan menelpon setiap menit" senyum Alisha.


"Rich! Balapan sebentar lagi!" panggil Henry yang sudah bersiap bersama Charles dan beberapa mantan pembalap F1 lainnya yang asal Inggris.


"Oke Dad!" jawab Richard. "Mom, aku balapan dulu." Pria itu memeluk dan mencium pipi Medeline.


"Jangan sampai tabrakan" pesan Medeline sambil mencium pipi putranya.


"Nggak lah!"


Alisha tersenyum ke arah Richard. "Good luck!" ucapnya.


Richard tersenyum lalu memegang wajah Alisha dan mencium bibirnya mesra.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️