Kings And Queens

Kings And Queens
Masa Ngaruh Sih?



Apartemen Rania Daerah Soho London Inggris


"Jadi si demit itu beneran nekad dekati Opa Joey?" tanya Biana ke Rania saat mereka berdua sedang menyiapkan sarapan.


"Iya. Njelehi kan, langsung datang ke big bossnya plus sok akrab pula. Kan Daddy dan mommy nggak bisa bilang apa-apa kalau Opa sudah senang" sungut Rania.


"Demit dan Koboi cengeng itu memang menyebalkan..." gumam Biana sambil merajang bawang Bombay. Menurut rencana keduanya hendak membuat ayam asam manis, nasi gurih dan tumis pokchoy.


"Eh, Bia, kenapa dua pria itu dapat julukan kok tidak ada manis-manisnya ya?" kekeh Rania sambil memasak nasi.


"Sebab buat apa dikasih julukan manis wong aslinya nggak manis" balas Biana cuek.


Suara pintu kamar Alisha terbuka membuat dua kakak perempuannya menoleh. "Lha ande-ande lumut baru keluar... Ada apa Sha?" tanya Rania yang melihat wajah adiknya tampak mendung.


"Sha, Opa dan Oma baik-baik saja kan?" sambung Biana.


"Opa dan Oma baik-baik saja." Alisha lalu duduk di kursi makan sambil melamun.


"Lha terus, kenapa kamu mendung gundah gulana temannya Gundala?" tanya Rania yang membuat Biana melirik judes.


"Really? Gara-gara Opa Alaric senang cerita Gundala, kamu jadi ikutan baca kan Ran?"


"Nah tuh tahu" balas Rania cuek yang memang suka komik klasik. Koleksinya di rumah New York ada satu kamar sendiri. Rania dan Rase, adiknya yang hanya beda setahun setengah, memiliki hobi yang sama, koleksi komik jadul. Mereka berdua tidak perduli harus mengeluarkan kocek dari uang jajannya demi mendapatkan koleksi limited edition.


"Daripada kamu galon eh.. galau, mending kamu buat kopi deh" bujuk Biana.


Alisha pun bangkit dari duduknya dan menuju mesin kopi lalu membuatnya. "Richard akan melepaskan gelarnya mbak..."


Rania dan Biana melongo. "Serius?"


Alisha mengangguk.


"Demi kamu?" tanya Rania.


Alisha mengangguk lagi.


"Wow... He's really love you, Sha. Jarang lho seorang pria berani melepaskan semua gelar dan kemewahan serta kekuasaan unlimited demi seorang wanita kalau tidak mencintai sebegitu dalamnya" ucap Biana.


"Tapi aku kan jadi merasa bersalah mbak sama Oom Henry dan Tante Medeline..."


"Alisha, dengar. Mbak Rani ada disana saat kita datang acara balapan di Silverstone dan dari obrolan mbak dengan Tante Medeline, mereka berdua, Oom Henry dan Tante Medeline, tidak perduli soal gelar itu bakalan masih dipegang Richard atau nggak selama kamu resmi menjadi menantu mereka! Mbak Rani tahu Richard pasti sudah memperhitungkan dan tahu konsekuensinya jika dia tidak menjadi raja atau pangeran. Semua fasilitas yang dimiliki, pasti akan ditarik dan benar-benar menjadi rakyat biasa. Bukankah kamu sendiri juga tidak tertarik menjadi ratu Inggris kan?" Rania menatap adik sepupunya itu dengan lembut.


"Aku memang tidak berambisi menjadi ratu Inggris karena bagiku bisa bekerja sebagai konselor anak-anak saja sudah bahagia..." Alisha menatap kedua kakak perempuannya yang meskipun bar-bar dan brutal, sangat bisa diandalkan jika sudah persoalan serius.


"Tapi kan kamu masih princess Alisha of Belgium dan kalian pasti diberikan fasilitas dari Oom Sean. Dengar sayang, kalian berdua kan dikenal pangeran dan putri yang santuy, humble dan bukan penggemar party animal macam leluhur Richard yang Flamboyan. Oom Henry juga setahu mbak, bukan tipe pangeran begitu sebelum naik tahta. Jadi, kalian akan baik-baik saja..." sambung Biana.


"Kalau rakyat Inggris marah sama kamu karena Richard lepas gelar karena mu, biarin saja. Karena yang tahu kebahagiaan kalian, ya kalian sendiri. Lagipula, rakyat Inggris kan banyak yang suka sama kamu jadi kalau sampai Richard lepas gelar, ya tidak heran. Pasti Parlemen Inggris kena protes orang banyak... " timpal Rania.


Alisha tersenyum tapi setelahnya... "Mbak, bau gosong..."


"What! Duh mati aku...! Gongso bawang gosong..." pekik Biana heboh.


***


Akhirnya usai drama bawang gosong dan harus mengulang memasak dari awal, ketiga gadis itu pun mulai sarapan. Ketiganya memang bisa memasak dan paling jago memang Biana tapi tadi dirinya sudah manyun terbayang kena omel opanya kalau ketahuan gongso bawang saja gosong.


"It was an accident, keasyikan ghibah" alasan Biana saat diledek Rania dan Alisha.


"Iya deh... Coba aku laporan ke opa Jendra, alamat kamu kena petuah bijak dari chef RR's Meal" kekeh Rania.


"Jangan dong Ran, mengcapek nih kuping aku nanti..." rengek Biana dengan wajah memelas.


"Eh, mbak, tahu nggak Richard cerita kalau dia ikut grup chat Chris dan Leonardo" celetuk Alisha.


"HAAAAAHHH?" seru Rania dan Biana kaget.


"Suruh keluar, Sha! Mereka berdua itu bad influence! Nanti Richard terkontaminasi bajigur nya mereka!" pinta Rania panik.


"Iya lho! Bahaya!" timpal Biana.


Alisha cekikikan mendengar ucapan kedua kakaknya. "Mbak, Richard paham lah kelakuan duo demit dan Koboi cengeng itu."


"Duh semoga tidak kena virus brengsek nya mereka berdua..." gumam Rania sambil komat-kamit.


"Lu bacain apa?" tanya Biana.


Biana dan Alisha tertawa terbahak-bahak. "Kagak mempan Cumiiii!"


"Bodo amat! Yang penting gue bacain! Masalah mempan atau nggak, mikir kéri ( pikir belakangan )" balas Rania cuek.


"Astaghfirullah anaknya Tante Bee tuh yaaa" kekeh Biana.


"Daripada elu anaknya Tante Nadira tukang kentut!" balas Rania.


"Elu kan dokter. Kagak bisa kentut itu bahaya kan? Jadi kalau aku Ken..."


"Mbaaaakkk ... Ini di meja makan. Kita lagi pada makan ini! Sudah, nggak usah bahas soal buang angin ataupun enter wind!" protes Alisha yang gemas dengan dua kakak bobroknya. "Heran sama Chris dan Leonardo, kok bisa sih tergila - gila sana kalian sampai nekad nyambangi ke London?"


"Kayaknya kita salah pelet ya Bia..."


"Hu um. Salah pelet, salah susuk..." timpal Biana.


"Astaghfirullah..." Alisha semakin pening mendengar ucapan unfaedah kakaknya itu.


***


Apartemen Chris Armstrong di Dallas Texas


Pria tampan itu langsung terbangun setelah mengalami mimpi buruk. Mata birunya tampak ketakutan setelah teringat dirinya dikejar - kejar oleh setan pembawa sabit panjang.


"Astaga... Gara-gara diajak nonton Friday the 13th... Brengseeekkk tuh anak-anak! Jadi nightmare kan aku!" gerutu Chris yang akhirnya bangun dan memakai kaosnya.


Pria itu langsung menghubungi Rania yang tahu sudah pagi di London.


"Apa Demit?" sapa Rania tidak ada manis-manisnya membuat Chris gemas dengan dokter cantik itu. Keduanya sedang melakukan FaceTime dan tampak di belakang Rania terdapat Biana dan Alisha sedang mengobrol.


"Aku ... terbangun dan tidak bisa tidur lagi..." jawab Chris manyun.


"Kenapa?"


"Aku mimpi buruk. Dikejar - kejar hantu membawa sabit panjang dan ingin membunuh ku..."


Rania melongo. "Are you serious?"


"Memang mukaku tidak serius Ran?"


"Kamu habis nonton film horor?" tanya Rania pelan-pelan.


"Iya. Sebelumnya diajak nonton film klasik Friday the 13th..."


"Ya mungkin karena itu..." gumam Rania tidak yakin.


"Ran, biasanya aku nonton film horor juga nggak sampai seperti ini!" sergah Chris.


"Masa gara-gara ayat kursi, bisa bikin kamu nightmare sih... Apa beneran kamu demit?"


"Raniaaaa, kamu ngomong apa?" hardik Chris kesal.


"Eh?" Rania menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Masa ngefek sih?



Yang bingung



Yang kena nightmare


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️